15 April 2026

Budidaya

Syngenta Indonesia Luncurkan Buku Pintar Budidaya Sayuran untuk Mendukung Petani Hortikultura

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Syngenta Indonesia meluncurkan tiga buku pintar budidaya untuk komoditas hortikultura utama yaitu bawang merah, cabai, dan tomat yang diselenggarakan di Kabupaten Soreang, Jawa Barat. Peluncuran (2 Maret) ini dihadiri oleh lebih dari 100 petani dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian yang menyambut kehadiran buku pintar tersebut dengan antusias.

Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, khususnya untuk komoditas hortikultura yang sering mengalami fluktuasi harga. Ketiga buku pintar budidaya tersebut berjudul "Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal", "Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah", dan "Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat".

Buku ini dipersembahkan secara gratis untuk para petani sayuran dan semua pihak yang tertarik untuk mempelajari budidaya sayuran dengan baik. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa sehari hari dan dilengkapi dengan foto-foto berwarna untuk membuat tampilan lebih menarik dan mempermudah proses belajar dari para pembaca sekalian.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., dalam sambutannya menyatakan, "Tidak ada kata tamat untuk belajar, termasuk dalam hal budidaya tanaman. Kami sangat mengapresiasi upaya Syngenta membuat buku pintar yang dapat membantu petani untuk membudidayakan komoditas hortikultura dengan baik. Pemerintah dan Syngenta memiliki satu tujuan yang sama yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan cara meningkatkan produktivitas."

Peluncuran buku ini merupakan wujud nyata komitmen Syngenta Indonesia dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan berbagi ilmu praktis budidaya sekaligus memberikan solusi praktis dan inovatif bagi petani untuk menghadapi berbagai tantangan dalam budidaya tanaman hortikultura. Dengan meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen, diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Peluncuran buku ini juga akan dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, di sentra-sentra tanaman sayuran dalam beberapa bulan ke depan, demikian menurut Suhendro, Marketing Head Syngenta Indonesia.

Narendra Widyanto, Business Planning & Commercial Excellence Manager Syngenta Indonesia menjelaskan, " Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, buku pintar ini disusun berdasarkan masukan dari petani dan ilmu teknis yang diterapkan oleh Syngenta. Kontennya tidak hanya mencakup teknologi Syngenta, tetapi juga informasi tentang hama dan penyakit beserta solusinya, inovasi pertanian berkelanjutan, hingga aspek keselamatan bertani." Lebih lanjut ia menambahkan bahwa buku ini akan tersedia dalam format cetak dan versi digital melalui aplikasi Cropwise Syngenta.

Agar petani memahami lebih lanjut mengenai buku budidaya tanaman ini, Syngenta juga melakukan talkshow dengan tema "Sinergi 3 Pilar - Pemerintah, Syngenta, dan Pelaku Usaha Tani - dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Hasil Panen Nusantara". Narasumber yang dihadirkan antara lain Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., Ketua Asosiasi BioAgroinput Indonesia dan Ketua Bidang Pupuk Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Indonesia Gunawan Sutio SP, M.Si., Ketua High Spender (HSP) Priangan - Bandung Dede Koswara, Product Manager - Portfolio Head Syngenta Indonesia Tey Huy Xiang, dan Technical Market Development Syngenta Indonesia Ali Zarkasi.

Peluncuran buku pintar budidaya ini menegaskan komitmen jangka panjang Syngenta Indonesia dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional. Melalui edukasi dan panduan praktis yang komprehensif ini, Syngenta berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, mengoptimalkan produktivitas pertanian, serta mendorong terwujudnya pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan berkolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Syngenta akan terus menghadirkan inovasi dan solusi yang mendukung kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional.(*)

Manfaatkan Peluang Pasar, Kementan Bekali Generasi Muda Cara Budidaya dan Pengolahan Kopi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada generasi muda teknik budidaya, pengolahan, hingga menjual produk kopi. Hal itu dilakukan dalam pelatihan agribisnis, Jumat (17/10/2025), yang diikuti peserta praktik kerja lapangan (PKL).

Pelatihan agribisnis kopi juga memuat kajian mengenai teknik budidaya dimulai dari penyiapan lahan hingga pemanenan.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengenai komoditas yang harus dihilirisasikan.

“Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Saatnya petani menjadi pengusaha. Hilirisasi kopi, kakao, lada, pala, kelapa, tebu, jambu mete, sawit, hingga gambir harus kita dorong agar nilai tambahnya tinggal di desa. Dengan begitu, manfaatnya dirasakan langsung oleh petani kita, oleh bangsa kita, bukan dibawa ke luar negeri,” kata Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya generasi muda dalam memajukan pertanian Indonesia dan mewujudkan hilirisasi.

“Program pelatihan dan pendampingan kami terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan petani muda,” ujar Idha.

Baca juga:

Agroeduwisata, Sarana Kementan Edukasi Generasi Muda Sektor Pertanian

Sejalan dengan tujuan tersebut BBPP Lembang membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Para peserta PKL mendapat kesempatan mempelajari berbagai hal termasuk budidaya hingga pengolahan kopi.

Materi yang diberikan antara lain persiapan benih dan lahan. Kemudian mereka juga mempelajari penanaman dan pemeliharaan tanaman kopi dimulai dari pemupukan pengendalian, hingga panen.

Tidak kalah penting adalah pengolahan hasil kopi dan analisis usaha tani yang akan memperkuat pengetahuan para peserta mengenai agribisnis.

Para peserta pun dibekali dengan teknik-teknik pemasaran yang mengikuti zaman. Pemasaran kopi yang dulunya hanya dari tanaman ke pengepul kini dapat dilakukan dari lahan pertanian ke marketplace online terang widyaiswara BBPP Lembang Yeyep Dintan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam melatih generasi muda.

“Petani muda kini tidak hanya harus menguasai Teknik budidaya namun juga memasarkan produk mereka agar tercapainya tujuan hilirisasi,” terang Ajat.(***)