16 Maret 2026

Bertani On Cloud

Bertani on Cloud, Kenalkan Inovasi Ekonomi Sirkular Pertanian Desa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Berlokasi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sarongge di Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Bertani on Cloud (BoC) volume 329 yang dibuka secara online dibuka oleh Kepala Balai, Ajat Jatnika, Kamis (06/11/2025).

Tema yang diangkat adalah Alam Terpelihara, Pangan Terjaga. Sebanyak 500 orang yang mengakses kegiatan ini melalui aplikasi zoom meeting dan 3.490 yang menyaksikan melalui live streaming youtube BBPP Lembang.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmennya menjaga Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) nasional, sambil tetap mendorong investasi. Menurutnya, lahan pertanian adalah fondasi ketahanan pangan yang tidak boleh dikompromikan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pertanian berkelanjutan adalah kunci peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat guna, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta keterlibatan generasi muda.

Saat membuka BoC, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan insan pertanian harus terus memotivasi diri berkinerja baik dibidang pertanian.

“Program yang dicanangkan Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan telah mencapai produksi beras 33,1 juta ton karena terus berupaya menyiapkan bahan pangan yang cukup untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa UPI PKL di UPT Kementan

Ajat mengatakan, Bertani on Cloud kali ini mengenalkan pertanian yang produktif, sistematis, kolaboratif, dan mengenalkan pertanian berkelanjutan ramah lingkungan.

“Saat ini kita harus bisa menyeimbangkan produktivitas namun tidak merusak alam sekitar. Penggunaan pupuk berimbang dan pestisida organik menjadi praktik pertanian berkelanjutan agar keanekaragaman hayati tetap terjaga,” imbuhnya.

P4S Sarongge juga berkomitmen menggerakkan pemuda berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk mendapatkan penghasilan. Ini menjadi bukti bahwa pertanian bisa menyerap tenaga kerja.

Dipandu widyaiswara, narasumber kegiatan Bertani on Cloud volume 329, yaitu pengelola P4S Sarongge Nunung Nurhadi dan Enday Nurhidayah, menjelaskan kegiatan permagangan dan bisnis yang dijalankan sebagai upaya menjaga keseimbangan kelestarian lingkungan dan kemandirian pangan dengan model inovasi ekonomi sirkular pertanian desa melalui pengolahan limbah rumah tangga.

Menurutnya, P4S Sarongge yang berdiri sejak tahun 2022, kolaborasi dengan berbagai pihak agar setiap ada permasalahan ada solusinya. P4S ini mengelola Badan Usaha Milik Desa dimana salah satu unit usahanya adalah pengolahan sampah.

Di lokasi TPS3R (Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, Recycle), terdapat mesin pengolah sampah yang dapat menampung 10 ton sampah setiap harinya yang berasal dari Desa Ciawigajah dan wilayah lainnya.

Mesin pengolah sampah ini mampu mengolah 60% sampah menjadi produk organik. Mesinnya sudah otomatis memecah antara sampah organik dan anorgaik untuk diolah lebih lanjut.

Dijelaskan juga jika produk yang dihasilkan menjadi pupuk organik padat dan cair, pakan ternak, dan produk lainnya yang mengusung konsep zero waste menjadi aneka produk kreatif dan bahan baku pembuatan briket untuk bahan bakar pengganti batubara, dan biji plastik.

Dari sampah menjadi berkah, karena penerapan zero waste di usahatani P4S Sarongge sehingga alam terpelihara, pangan terjaga dan tentunya membuka peluang kerja yang mampu menjadi sumber pendapatan yang potensial meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(***)

Bertani on Cloud Kementan Berbagi Strategi Ekspor untuk Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian memberikan strategi untuk berekspor kepada petani dalam kegiatan Bertani On Cloud (BOC) volume 318, yang digelar oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Kamis, (28/08/2025). Kegiatan diadakan di P4S Lembang Agri dengan narasumber petani millennial dan eksportir.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menekankan dalam berbagai kesempatan bahwa pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.

Dijelaskannya, fokus Kementerian Pertanian di samping mencapai swasembada pangan adalah mengambil peran lebih dalam perdagangan global.

“Target kita bukan hanya mempertahankan, tapi melipatgandakan kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara,” ujarnya.

Mentan menambahkan, hal tersebut dilakukan dengan berbagai upaya penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Salah satunya adalah dengan penguatan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran P4S dalam pertanian.

“P4S menjadi contoh bagaimana pendidikan vokasi pertanian bisa berjalan efektif di masyarakat. Dengan fokus pada bidang masing-masing, mereka bukan hanya mencetak petani, tetapi juga mencetak wirausaha muda pertanian,” kata Santi.

Sementara pelaksanaan BOC Volume 319 mengangkat tajuk “Dari Desa Cikidang Menembus Ekspor Hortikultura”.

Baca juga:

Kementan Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran kepada KWT Kabupaten Bandung Barat

Hadir sebagai narasumber Dodih dari P4S Lembang Agri dan petani muda Desa Cikidang Ardiansyah sebagai mitranya.

P4S Lembang Agri dikenal sebagai salah satu kelembagaan petani yang sudah melakukan ekspor ke beberapa negara.

Komoditas yang mereka produksi adalah buncis yang pernah merambah pasar Singapura dan romaine lettuce yang dijual ke Taiwan.

P4S Lembang Agri juga menandatangani kontrak dengan beberapa perusahaan restoran untuk memenuhi stok mereka.

Lembang Agri juga mengajak petani muda untuk turun ke lahan untuk memenuhi permintaan berbagai komoditas.

“Untuk mengembangkan petani muda intinya kita harus membuat bidang pertanian menarik bagi mereka misalnya dengan menggunakan konten,” terang Dodih.

Sedangkan Ardiansyah memulai kiprahnya dalam pertanian setelah diajak Dodih untuk mengelola P4S. Lama-kelamaan bidang tersebut menjadi menarik.

“Saya juga menemukan healing melalui pertanian,” tambah Ardiansyah.

Selain menunjukkan petani milenial, BOC kali ini juga menghadirkan eksportir, PT. Global Agriculture Cooperation Indonesia (GACI), yang telah bekerjasama dengan P4S Lembang Agri untuk mengekspor berbagai komoditas ke Taiwan.

Direktur PT. GACI, Lee Pai-Po, hadir untuk berbagi dengan para petani yang hadir secara daring.

“Awal mulanya, saya melihat pertanian di Indonesia dan itu sangat luar biasa,” terang Lee mengenai awal mula terlibatnya dengan pertanian Indonesia.

“Saya melihat kesempatan di sini dan saya berinvestasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Lee melanjutkan menjelaskan mengenai kiat-kiat ekspor untuk petani Indonesia.

“Yang terpenting adalah kepastian yang diberikan oleh petani dalam memenuhi permintaan pembeli,” tuturnya.

Di bagian akhir, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyampaikan harapannya kepada para generasi muda.

“Generasi muda sudah mampu menunjukkan prestasinya hingga ke ekspor, ini merupakan penyemangat bagi generasi muda bahwa sektor pertanian sungguh prospektif di masa depan,” tuturnya.(***)

Bertani On Cloud: Padi Sehat dan Pertanian Organik Tingkatkan Produktivitas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong produksi beras agar dapat mencapai swasembada pangan sesuai komando Presiden Prabowo Subianto. Tidak hanya itu, Kementan juga berupaya menyediakan beras berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pangan, salah satunya melalui pertanian organik.

Semangat tersebut ditunjukkan dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 309, Kamis (19/6/2025), yang mengangkat tema “Padi Sehat, Produksi Meningkat, Menuju Swasembada Pangan”.

Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan petani karena memiliki nilai jual lebih.

"Padi organik memiliki nilai ekonomi lebih bagi petani menjadi tujuan utama mensejahterakan para petani," jelasnya.

BOC sendiri adalah program yang diadakan oleh Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Tujuannya adalah menyediakan informasi yang bermanfaat bagi petani di seluruh Indonesia.

Kali ini Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang dijadikan tuan rumahnya.

Saat membuka BOC, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pertanian organik sangat penting.

“Baik bagi para petani dan para konsumen produk pertanian, pertanian organik ini sangat penting karena memiliki nilai tambah bagi keduanya,” terang Santi.

Pada BOC kali ini, hadir Dedi Mulyadi, petani muda dari Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.

Dedi dikenal warga sekitar mengembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Agrospora.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, Peran Perangkat Desa Dioptimalkan

“Saya tumbuh dari keluarga petani juga sehingga pertanian sudah saya jalani sejak awal,” terangnya memperkenalkan diri.

P4S Agrospora bergerak di bidang pertanian organik dan juga peternakan.

Dedi menyebutkan bahwa P4S Agrospora menjadi tempat belajar dan berlatih bagi pelajar, pemagang, dan pencari kerja. P4S ini bahkan telah menerima kunjungan uji tiru dari seluruh Indonesia.

Dedi juga memaparkan cara membuat pupuk organik sebagaimana yang dilakukan di P4S-nya. Bahan-bahan yang digunakan Dedi pun merupakan bahan yang sederhana.

“Prinsipnya adalah kita menjalankan pertanian organik dengan bahan yang ada sehingga dapat menekan pengeluaran sekecil mungkin dan meningkatkan penghasilan,” terangnya

Bahan yang digunakan diantaranya adalah rumput liar, pupuk kandang sapi, bonggol pisang, molasses, air cucian beras, air, dekomposer, dan dedak.

Dari bahan-bahan tersebut, Dedi menyatakan dapat meningkatkan produksi dan mendapat omset bersih 20 juta per bulan.

“Bahan-bahan yang kami gunakan juga sederhana dan dapat ditemukan di mana saja sesuai dengan prinsip tadi itu bahwa pertanian organik harus dapat menekan pengeluaran petani,” terangnya.

Selain sebagai petani, Dedi juga aktif menjadi penyuluh pertanian, Pada tahun 2023 ia mendapat penghargaan Penyuluh Pertanian Non ASN dan Pengendali Organisme Tumbuhan Non-ASN Inovatif di Kategori Bidang Pangan.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menitipkan harapnya.

“Kami harap dengan adanya sosok petani muda di bidang pertanian organik dapat memotivasi kita semua untuk mencapai cita-cita swasembada pangan,” kata Ajat.(***)