21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Pacu Semangat Usaha, Kementan Tinjau Young Ambassador Agriculture DIY

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian mendorong tumbuhnya generasi muda yang terjun kedunia pertanian karena sudah saatnya petani muda mengambil peran sebagai generasi penerus pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi langkah anak-anak muda yang mau bergerak di sektor pertanian. Menurutnya, sudah selayaknya generasi muda mengambil peranan dalam pembangunan pertanian nasional.

"Masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi muda. Terbukti, banyak generasi muda saat ini yang menjadi pelopor dalam usaha pertanian. Ini adalah contoh nyata bahwa pertanian tidak identik dengan kotor dan kemiskinan," jelas Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian meninjau langsung usaha milik Young Ambassador Agriculture (YAA) 2023 Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (13/5). Kunjungan ini dalam rangka memacu para Ambassador untuk lebih mengembangkan usahanya.

Dalam kunjungannya, Dedi menyempatkan meninjau dua lokasi usaha milik Young Ambassador Agriculture (YAA) 2023, yaitu Jamal Farming dan Ardhana Garden. Jamal Farming merupakan usaha milik Jamaludin Nur Ridho, YAA 2023 sekaligus mahasiswa aktif Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA).

Kementan Ajak Penyuluh dan Petani Atasi El Nino 2023

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mendorong para petani milenial untuk menerapkan smart farming dan teknologi tepat guna lainnya dalam mengembangkan usahanya.

"Untuk usaha Jamal Farming, perlu pengembangan smart farming, khususnya teknologi smart irrigation yang dapat dikendalikan secara jarak jauh, sehingga kelembaban di kumbung jamur senantiasa terjaga dan produktivitasnya terjamin. Untuk usaha kaktus Isnaini, kendalanya akan kita cari, bagaimana cara yang efektif, bisa dengan kultur jaringan," ungkap Dedi.

Jamal Farming bergerak di bidang usaha budidaya jamur kuping dan jamur lingzhi untuk tujuan konsumsi dan obat-obatan. Usaha Jamal Farming ini juga sudah mendapat pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam pengembangan usahanya.

Sementara Ardhana Garden merupakan usaha milik Isnaini Baroroh yang bergerak pada bidang florikultur budidaya kaktus. Berbagai macam kaktus mulai dari sukulen hingga yang bernilai ekonomi tinggi dibudidayakan oleh Isnaini.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan didampingi oleh jajaran Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) jajaran Polbangtan YOMA, dan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman.

Kementan Ajak Penyuluh dan Petani Atasi El Nino 2023

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta kepada seluruh jajarannya untuk melakukan berbagai antisipasi menghadapi El Nino 2023. Puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus 2023.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong para petani membuat Indonesia menjadi negara paling kuat dalam menghadapi ancaman El Nino maupun krisis global dunia.

Mentan Syahrul juga meminta kepada jajarannya yang berada di lapangan untuk membantu para petani yang kesulitan dan meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia untuk menghadapi El Nino.

“Semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrim El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang”, tegas Mentan Syahrul.

Pada acara Bincang Seputar Pertanian (Bistan) Volume 21 Special Talkshow, Sabtu (13/05/2023), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa El Nino adalah salah satu fenomena sebagai dampak dari climate change, selain itu ada juga La Nina dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang luar biasa. El Nino merupakan fenomena kering dimana curah hujannya itu lebih kering dari biasanya. Yang disebut dari biasanya itu rata-rata curah hujan selama 25 tahun, kalo El Nino itu lebih kering dibandingkan dengan rata-rata selama 25 tahun itu.

Karena namanya kering pasti tergantung dari air dan salah satu kebutuhan air berasal dari curah hujan. Curah hujan yang biasanya relatif basah sekarang kering dan kering menunjukan bahwa udara yang ada di sekitar kita kadar uap airnya relatif rendah sehingga tidak ada peluang uap air melakukan kondensasi, maka terjadinya hujan, ujar Kabadan Dedi.

Kementan Ajak Penyuluh dan Petani Atasi El Nino 2023

Dedi juga menjelaskan bahwa El Nino adalah fenomena alam akibat climate change yang eratnya kaitannya dengan peningkatan konsentrasi kenaikan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Hal inilah yang menyebabkan suhu dipermukaan bumi hangat bahkan semakin panas. Para ahli klimatologi melihat ada Samudra Pasifik yang sangat luas melebihi sepertiga dari permukaan bumi. Karena saking luasnya Samudra Pasifik itu, maka indikator akan terjadi El Nino, La Nina atau normal tergantung dari informasi Samudra Pasifik itu.

“Karena di Samudra Pasifik suhu atmosfirnya cenderung hangat, jadi angin yang melewati Indonesia cenderung relatif sedikit makanya terjadi kekeringan, fenomena inilah yang dilihat para ahli sehingga menduga atau memprediksi di Indonesia akan terjadi kekeringan”, jelas Dedi lagi. Sat ini El Nino yang terjadi ke arah positif.

Pertanian terkait dengan makhluk hidup dan terkait juga dengan hayati, ujarnya. Yang artinya kebutuhan makhluk hidup yang pertama perlu oksigen, kedua air karena hampir 90 persen makhluk hidup memerlukan air, ketiga nutrisi, keempat tempat tinggal dan seterusnya.

Pertanian itu perlu air dan salah satu faktor produksi yang sangat penting. Saat terjadi El Nino akan menjadi masalah yang sangat besar, begitu air terganggu maka produktivitas terganggu artinya produksi menurun secara drastis. Ini harus diantisipasi oleh kita semua dan petani harus paham El Nino itu apa dan dampaknya bagaimana dan apa yang harus dilakukan.

“Puncak El Nino terjadi pada Agustus 2023 dan petani harus mencari sumber air alternatif selain air hujan”, tegas Dedi.

Hal yang harus dilakukan oleh petani diantaranya mencari alternatif, diantaranya mencari air di dalam tanah, tinggal angkat pompa dari bawah ke atas. Atau bisa juga dengan memanfaatkan air yang ada di permukaan, diantaranya dengan melakukan penyodetan pada sungai-sungai besar yang debit airnya tinggi, sehingga lahan pertanian mendapatkan air dari permukaan air, jelas Dedi lagi.

Penyuluh Pertanian Sebagai Pejuang dan Garda Terdepan Menghadapi El Nino 2023

Selain itu, petani juga harus menanggulangi kekeringan dengan cara lain, diantaranya menggunakan arang atau biochar di lahan pertaniannya, karena biochar dapat menyimpan atau memegang air sebanyak 3-6 kali lipat dibandingkan dirinya sendiri. Lalu lakukan fertigasi atau pemberian pupuk dan air secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan air juga memenuhi kebutuhan pupuk.

Langkah lainnya adalah petani bisa menggunakan pupuk organik atau kompos karena dapat memegang air. Pupuk organik mengandung 16 macam unsur hara dan unsur organik sehingga disebut juga dengan pupuk komplit. Namun, kelemahannya adalah kadarnya relatif rendah.

Sedangkan langkah-langkah yang dihadapi oleh Kementan menghadapi El Nino adalah antisipasi kalau El Nino nya belum kejadian, mitigasi dan adaptasi kalau sudah kejadian. Mitigasi adalah pencegahan dan adaptasi adalah menyesuaikan diri dengan kondisi El Nino.

Kita lakukan mitigasi kalau inline dengan adaptasi. Karena El Nino sudah jelas masalahnya di air, maka kita harus menyesuaikan dengan keadaan tersebut. Adapun langkah-langkah yang harus disiapkan diantaranya adalah dengan menggunakan varietas yang toleran atau tahan terhadap kekeringan. Misalnya penggunaan padi varietas inpago, inpari dan padi gogo.

Selanjutnya lakukan juga efisiensi penggunaan air, misalnya di lahan sawah dengan melakukan pengairan basah - kering atau dikenal dengan alternate wetting and drying. Mencari sumber air alternatif dan bagaimana mendistribusikannya dengan lebih efisien, misalnya dengan irigasi tetes.
Dedi berharap petani dan penyuluh harus saling bahu membahu mencari dan mendistribusikan sumber air.

Dedi memberikan saran kepada petani, menghadapi El Nino yang paling penting adalah antisipasi, adaptasi serta mitigasi. Karena saat ini sudah memasuki El Nino yg paling penting adalah bagaimana melakukan adaptasi dan mitigasi.

El Nino itu bisa musibah dan anugerah tergantung dari bagaimana kita bisa menyikapinya. Dikatakan anugerah, dimana lahan rawa yang tadinya tergenang terus dapat melakukan panen raya, tetapi disaat yang sama juga harus menyiapkan varietas yang toleran atau tahan El Nino. Selanjutnya gunakan pengairan alternatif dan lebih efisien, serta jangan lupa lakukan konservasi air pada tanah-tanah pertanian. Meskipun air dari atas berkurang tapi air dapat bertahan lama didalam tanah sehingga akar tanamannya bagus dan produksi meningkat, tutup Kabadan Dedi. (NF)

Kementan Siapkan Strategi Antisipasi El Nino

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Perubahan iklim dunia saat ini sangat meresahkan, diprediksi dalam waktu dekat puncaknya di bulan Agustus akan musim kemarau.

Tak dapat dipungkiri sub sektor pertanian termasuk komoditas perkebunan pun turut terkena dampaknya, khususnya ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan bahan baku perkebunan.

Pemerintah terus berupaya mencari solusi tepat guna demi menghadapi tantangan ini, dan mengantisipasi berbagai dampak akibat perubahan iklim yang tak menentu dan jelang musim kemarau.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menugaskan jajarannya untuk mempersiapkan musim kemarau ekstrim atau el nino.

"Menghadapi musim kering ekstrim atau elnino saya minta jajaran Kementan berada di lapangan membantu para petani yang kesulitan. Kemudian saya juga meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia," ujar Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Menteri Pertanian.

Penyuluh Pertanian Sebagai Pejuang dan Garda Terdepan Menghadapi El Nino 2023

Direktorat Jenderal Perkebunan sigap menjalankan arahan Mentan SYL, segera berupaya mengantisipasi musim kemarau. Andi Nur Alam Syah Direktur Jenderal Perkebunan mengatakan, salah satunya dalam bentuk paket teknologi berupa kegiatan mitigasi maupun adaptasi untuk menekan efek negatif dari perubahan iklim terhadap komoditas perkebunan.

Selain itu, Ditjen Perkebunan juga terus mensosialisasikan dan menghimbau para petani agar segera melakukan pengendalian opt secara terpadu, pembangunan embung, demplot pembukaan lahan tanpa bakar, serta memberikan bantuan sarpras untuk kekeringan dan kebakaran lahan seperti pompa air, pompa jinjing, dan selang.

"Pekebun terus berjuang memasok kebutuhan pertanian termasuk kebutuhan komoditas perkebunan Indonesia. Antisipasi ini perlu segera dilakukan dan menjadi perhatian penting bagi seluruh pelaku usaha perkebunan demi menjaga keberlangsungan tanaman perkebunan," ujar Andi Nur.(***)

Penyuluh Pertanian Sebagai Pejuang dan Garda Terdepan Menghadapi El Nino 2023

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Ada kabar menarik dan patut dijadikan pencermatan bersama dari Makassar. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta para penyuluh di Sulawesi Selatan untuk menjadi pejuang dan garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas disaat musim kemarau panjang atau el nino 2023.

Kabar ini penting, karena Menteri Pertanian benar-benar ingin menerapkan pola dan pendekatan deteksi dini (Early Warning System) dalam menjawab tanda-tanda jaman yang sedang menggelinding. Bangsa ini memang harus berjaga-jaga dalam menghadapi segudang tantangan yang menghadangnya.

Mentan SYL tidak ingin menerapkan pola pendekatan yang sifatnya sebagai "pemadam kebakaran". Ini penting dipahami, karena pendekatan "pemadam kebakaran" sendiri, memang sudah waktunya kita tendang jauh-jauh dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Untuk itu, wajar bila kita memberi apresiasi atas kebijakan yang ditempuhnya.

El Nino atau dalam bahasa keseharian kita identik dengan kemarau panjang, bukanlah hal yang pertama kali dialami. Sudah sering El Nino menyergap bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. El Nino menimbulkan dampak yang tidak menyenangkan bagi pencapaian tujuan pembangunan pertanian.

Target peningkatan produksi hasil pertanian, banyak yang tidak tercapai. Gagal panen pun terjadi di banyak sentra produksi. Selain itu, tidak sedikit lahan pertanian yang kering kerontang karena bencana kekeringan yang panjang, membuat kesehatan lahan jadi menurun. Agar pengalaman pahit ini tidak terulang, para Penyuluh Pertanian penting pro aktif dan melakukan komunikasi yang inten dengan petani di lapangan.

Langkah Menteri Pertanian meminta para Penyuluh Pertanian untuk tampil sebagai pejuang yang berada di garda terdepan guna menghadapi bencana El Nino, tentu harus dibarengi dengan kesiapan para Penyuluh Pertanian di lapangan. Penyuluh Pertanian sebagai guru petani, diharapkan dapat secepatnya mengingatkan petani akan bahaya buruknya El Nino.

Ini berarti kunjungan Penyuluh Pertanian kepada petani harus semakin sering dilakukan. Penyuluh Pertanian mesti membawa teknologi dan inovasi terkini dalam menghadapi El Nino. Penyuluh Pertanian, sedari awal meminta para petani untuk menyiapkan diri menjawab sergapan bencana kekeringan yang butuh perlakuan khusus dalam kegiatan usaha taninya.

Mentan SYL malah menyebut Penyuluh Pertanian adalah "Kopassus" nya petani. Penyuluh Pertanian dituntut untuk dapat melahirkan berbagai solusi terkait dengan masalah-masalah serius yang ditimbulkan dengan adanya El Nino. Sebagai garda terdepan, Penyuluh Pertanian, kini menjadi tiang gantungan petani supaya El Nino dapat dikendalikan secara lebih baik lagi.

Harapan Menteri Pertanian ini, tentu saja perlu dukungan maksimal dari para Kepala Daerah, baik Gubernur atau Bupati/Walikota. Penyuluh Pertanian merupakan aparat daerah. Hitam putihnya para Penyuluh Pertanian, sangat ditentukan oleh kebijakan Pemerintah Daerahnya. Kalau Bupati/Walikotanya berpihak kepada dunia pertanian, tentu dinamika Penyuluhan Pertanian akan berjalan dengan baik.

Sebaliknya, jika Bupati/Walikota nya tidak suka pertanian, jangan harap para Penyuluh Pertanian akan dapat berkiprah secara optimal. Itu sebabnya, akan lebih keren, kalau Mentan SYL pun segera berdialog dengan seluruh Bupati/Walikota se Indonesia, khusus nya daerah-daerah yang jadi sentra produksi pertanian agar sungguh-sungguh menyemangati gerak langkah para Penyuluh Pertanian.

Mentan SYL penting mengajak Bupati/Walikota bahkan Gubernur untuk serius menghadapi sergapan El Nino ini. Pengalaman masa lalu, tidak salah diceritakan kembali, betapa ruginya bangsa kita, jika kita tidak cerdas mencarikan jalan keluarnya. Berkaca pada pengalaman masa lalu, para Bupati/Walikota perlu "disuluh" Mentan SYL, supaya tidak main-main dalam menyiapkan politik anggaran untuk menghadapi El Nino ini.

Bila Covid 19 menyerang seluruh sektor kehidupan, maka sergapan El Nino lebih menjurus ke sektor pertanian dalam arti luas. Kalau selama Covid 19, sektor pertanian dianggap cukup tangguh, mestinya dengan adanya El Nino pun, pertanian tetap harus perkasa. Namun begitu, kewaspadaan tetap harus ditempuh supaya kita tidak terjebak atas keteledoran kita sendiri.

Suara Mentan SYL dari Makassar, sudah sepantasnya menjadi "warning" kita bersama. Salah besar kalau kita mengabaikannya. El Nino kini tengah membayang-bayangi kehidupan para petani. Keluarga Besar Pertanian, jangan pernah lengah. Kehati-hatian dan kewaspadaan tetap harus ditempuh. Sekalinya kita teledor, bangsa ini harus menebusnya dengan harga cukup mahal.

El Nino hanya salah satu dampak dari berlangsungnya iklim ekstrim yang sejak lama menjadi masalah serius dalam keberlangsungan pembangunan pertanian, khususnya dalam memenuhi ketersediaan pangan. Kita sudah alami dampak dari iklim ekstrim ini. Ketika musim hujan tiba, kita kebanjiran dan tatkala kemarau menyergap, kita mengalami bencana kekeringan yang cukup panjang.

Ke dua fenomena alam yang demikian, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa saja menjadi tragedi kehidupan yang mengenaskan. Itu sebabnya, untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, apa salahnya jika kabar dari Makassar di awal tulisan ini, patut kita perhatikan dengan sungguh-sungguh. Suara Mentan SYL menjadi pengingat yang tidak boleh masuk dari telinga kiri dan keluar lagi dari telinga kanan.(***)

(PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Kementan Kibarkan Genta Organik di Bumi Cendrawasih

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian meluncurkan Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) sebagai solusi untuk petani Indonesia atas mahalnya harga pupuk. Genta Organik meliputi penggunaan pupuk organik, penggunaan pupuk hayati, penggunaan pembenah tanah, dan pemupukan berimbang.

Tak hanya sebagai solusi atas mahalnya pupuk, program Genta Organik juga dirancang sebagai upaya untuk rehabilitasi tanah. Sebab, eksploitasi lahan pertanian secara intensif yang berlangsung secara terus-menerus selama bertahun-tahun telah mengakibatkan penurunan kesuburan dan sifat fisik maupun kimia tanah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dalam pertanian, menjadi kewajiban petani untuk memelihara tingkat kesuburan tanah. "Kalau kesuburan turun, mikroba turun, produksi juga akan turun. Kita berharap produksi terus meningkat. Caranya, perbaiki pupuk kita jangan pupuk kimia saja. Kita dahului beri makan dan nutrisi tanah dengan pupuk organik, hayati dan pembenahan tanah," jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, Genta Organik merupakan gerakan yang mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri.

"Genta organik tidak berarti mengharamkan penggunaan pupuk anorganik. Boleh menggunakan pupuk kimia, tapi dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang," tutur Dedi.

Dikatakannya, salah satu upaya Kementan untuk mendukung petani dalam menyediakan pupuk organik secara mandiri, salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan Pelatihan Manajemen Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO).

Regenerasi Petani, Kementan Bangkitkan Minat dan Perkuat Kompetensi Gen-Z

Sebagaimana diketahui, pemberian pupuk kimia (anorganik) secara terus-menerus untuk mengejar tingkat produktivitas, tanpa diimbangi dengan upaya-upaya memperbaiki kondisi fisik tanah melalui penambahan bahan organik menyebabkan kandungan bahan organik tanah menurun, kerusakan struktur tanah dan aerasi tanah berkurang.

Hal ini mengakibatkan penurunan kemampuan tanah dalam menyimpan dan melepaskan hara dan air bagi tanaman, sehingga mengurangi efisiensi penggunaan pupuk dan air irigasi, kondisi ini dikenal sebagai tanah sakit (soil sickness).

Menyikapi terjadinya degradasi mutu lahan pertanian tersebut, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan penggunaan pupuk organik. Pupuk organik berperan penting dalam perbaikan sifat kimia, fisika dan biologi tanah serta sebagai sumber nutrisi tanaman.

Pupuk organik yang telah dikomposkan dapat menyediakan hara dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dalam bentuk segar, karena selama proses pengomposan telah terjadi proses dekomposisi yang dilakukan oleh beberapa macam mikroba. Sumber bahan kompos antara lain berasal dari limbah organik seperti sisa-sisa tanaman (jerami, batang dan dahan), sampah rumah tangga serta kotoran ternak (sapi, kerbau, kambing, ayam).

Dalam kerangka itu pula, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perikanan (Dinas TPHPP) Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua menyelenggarakan pelatihan ini yang dilaksanakan selama lima hari efektif mulai 11-15 April 2023. Ada lima orang peserta yang merupakan petani pengelola UPPO.

Kegiatan Pelatihan Manajemen Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dalam meningkatkan produktivitas dan produksi usaha taninya. Serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani dan mendukung program pemerintah di bidang pertanian, yaitu Genta Organik (Gerakan Tani Pro Organik).

Acara sendiri dibuka oleh Kepala Balai, Ajat Jatnika didampingi Sub Koordinator dan Widyaiswara BBPP Lembang. Dikatakan Ajat, pihaknya terus berupaya agar kompetensi SDM meningkat, di mana tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas pertanian.

“Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan, BBPP Lembang diharapkan dapat memberi dampak kepada stakeholder dalam hal peningkatan kompetensi SDM serta produksi dan produktivitas pertanian,” kata Ajat saat membuka pelatihan secara resmi.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik dari fasilitator Widyaiswara BBPP Lembang dan Ketua P4S terpadu Ikamaja, tentang pertanian organik, mulai dari pembuatan aktivator, mikroorganisme lokal dan eco-enzime, pembuatan pupuk organik dan pembuatan kompos mix hayati (kom-mix hayati) dan pemasaran pupuk organik, serta materi manajemen Unit Pengelolaan Pupuk Organik ( UPPO).

Untuk diketahui, poin penting dalam pengelolaan UPPO adalah manajemen SDM, manajemen ternak, manajemen limbah ternak dan manajamen pemasaran. Peserta praktik membuat activator, mikro organisme lokal (MOL), dan eco-enzyme dari kulit buah-buahan.
Untuk benchmarking pengelolaan Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) yang sudah berjalan dengan baik, dilaksanakan kunjungan lapang di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Terpadu Ikamaja Kabupaten Garut.

Kepala Bidang TPHPP, Afredy Boyke menyampaikan, pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada petani cara membuat pupuk organik yang baik dan berkualitas, efisien dan memiliki nilai jual. "Peserta sangat antusias dan semangat mengikutinya karena ini memberikan pemahaman baru untuk petani di Kabupaten Boven Digoel,” ungkapnya. Fredy juga menyampaikan harapannya, sepulang dari belajar di BBPP Lembang petani dapat menerapkan materi pelatihan di UPPO masing-masing. (Yoko/Che)

Regenerasi Petani, Kementan Bangkitkan Minat dan Perkuat Kompetensi Gen-Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai salah satu penyelenggara pelatihan dan pendidikan pertanian terus berusaha meningkatkan kapasitas SDM pertanian, baik aparatur maupun non aparatur. Tidak terkecuali 36 siswa SMK dan mahasiswa yang tengah menjalani masa Praktik Kerja Lapang (PKL) di BBPP Lembang.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan bahwa pembangunan pertanian akan diteruskan oleh generasi muda yang memiliki kompetensi jauh lebih baik. Karenanya, generasi penerus pertanian ini harus memiliki keterampilan dan teknologi yang andal di bidang pertanian.

“Pembangunan pertanian Indonesia akan dilanjutkan oleh generasi selanjutnya, generasi yang saat ini masih muda, bahkan anak-anak. Kita harus tumbuhkan minat mereka dari sejak dini. Salah satu cara melalui agro-eduwisata, agar kelak mereka mau terjun menjadi pelaku dan mampu memajukan pertanian Indonesia,” tegas Mentan.

Selaras dengan pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan pentingnya pertanian sebagai sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia. Karenanya, pertanian harus mampu menarik minat generasi muda untuk turut andil berkontribusi.

"Pertanian dan generasi muda tak boleh dipisahkan. Anak-anak muda adalah generasi penerus pertanian di masa mendatang," kata Dedi.

BBPP Lembang membekali generasi Z, yakni peserta PKL, untuk memiliki minat berkecimpung di bidang pertanian.

Kementan Kibarkan Genta Organik di Bumi Cendrawasih

Disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, "menjadi salah satu tugas BBPP Lembang untuk menjadi sarana belajar para peserta PKL". Ia juga berharap setelah kegiatan PKL peserta mampu berinovasi hingga berbisnis di bidang pertanian.

Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan pengetahuan dasar dengan praktik langsung di area Inkubator Agribisnis (IA) maupun pembelajaran di kelas. Sistem pembelajaran di kelas salah satunya melalui Pelatihan Agribisnis Sayuran yang diselenggarakan pada 10-14 April 2023.

Fasilitator merupakan Widyaiswara BBPP Lembang. Adapun materi yang disampaikan mulai dari persiapan benih, persiapan lahan, pupuk dan pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, panen dan pascapanen sayuran, pengolahan hasil sayuran, analisa usaha tani, pemasaran, dan kelembagaan petani. Materi yang disampaikan bertujuan untuk mengasah kembali pemahaman siswa di samping praktik lapang yang dilakukan setiap hari selama masa PKL.

Seperti pada materi persiapan lahan, peserta mendapatkan penjelasan kriteria lahan yang baik untuk dijadikan sebagai lahan budidaya. Diakui Abdul Azis peserta asal SMK Negeri 2 Subang, adanya materi ini menambah pengetahuannya. “Saya mendapat penjelasan secara teoritis setelah sebelumnya learning by doing di lahan bersama instruktur,” ungkapnya.

Sementara pada materi pengolahan hasil pertanian Widyaiswara mengajak peserta untuk mampu berinovasi memberikan nilai tambah pada produk pertanian.

Fadli, peserta asal Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, menyatakan kesannya setelah berlatih. Menurutnya pelatihan ini sangat menambah wawasan. Materi juga disampaikan dengan cara yang asyik sehingga tidak membosankan.

“Setelah mendapat pelatihan ini saya belajar pertanian dengan lebih mendetail. Seperti teknik pemotongan daun lembaga yang ternyata memiliki dampak yang cukup berpengaruh terhadap produktivitas tanaman,” ungkapnya. (DRY/YKO)

Kementan Bekali Penyuluh Cara Mengendalikan Hama

INFO BISNIS - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan tambahan pengetahuan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan bahan ramah lingkungan agar tercapai pengendalian hama terpadu (PHT).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan penyuluh pertanian pendamping program READSI agar mampu melakukan pengendalian hama secara terpadu untuk komoditas padi, komoditas tanaman lain bernilai ekonomi tinggi, komoditas perkebunan, sayur/buah dan tanaman pekarangan.

Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa produk pertanian Indonesia harus berkualitas, baik dari segi tampilan maupun kandungan gizinya. "Untuk itu, salah satu poin penting dari produk pertanian yang berkualitas adalah penerapan pertanian ramah lingkungan, termasuk dalam pengendalian OPT," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan hal serupa. "Untuk bisa menggenjot produktivitas, berarti tanaman harus dijaga. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian membekali penyuluh dengan pengetahuan cara mengendalikan hama," ujar Dedi.

Pelatihan ini diselenggarkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Perternakan Provinsi Sulawesi menyelenggarakan Pelatihan Teknis Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu bagi penyuluh pendamping program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI). Kegiatan ini terdiri dari tiga angkatan dan dilakukan secara luring di UPTD BPSDM Pertanian Kota Kendari, 26-31 Juli 2022.

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, Muhamad Djudul, sektor pertanian membutuhkan keahlian penyuluh yang menguasai ilmu agar dapat membina petani. "Sering disampaikan Pak Menteri, sebuah kemustahilan kalau tidak maju mandiri dan modern, tidak akan mungkin pertanian bisa memberikan kesejahteraan petani kalau tidak kuasai ketiga hal itu,” ujarnya, Senin, 25 Juli.

Manager program READSI, I Made Widanta, SP, MP menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menggunakan metode teori dan praktek. Peserta berasal dari Konawe 18 orang, Kolaka 18 orang dan Kolaka utara 18 orang total peserta menjadi 54 peserta penyuluh dampingan READSI di provinsi Sulawesi Tenggara.

Adapun READSI merupakan salah satu bagian dari program Kementrian Pertanian yang mendukung terwujudnya visi pembangunan pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani.

Salah satu komponen yang ikut terlibat menyukseskan program READSI adalah penyuluh pertanian yang salah satu tugas pokoknya mendampingi dan memberikan penyuluhan kepada petani untuk mengubah perilaku (pengetahuan, sikap dan keterampilan) petani yang ada di wilayah binaannya.

Tujuan jangka pendek READSI adalah memberdayakan rumah tangga di pedesaan di Sulawesi, Kalimantan dan NTT dengan keterampilan, memiliki kepercayaan diri untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non–pertanian. (*)

Fokus Kementerian Pertanian untuk Pemenuhan Pangan Secara Merata

INFO NASIONAL -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, tahun ini, inovasi dan teknologi menjadi kunci pembangunan pertanian di Indonesia. Menurutnya, sistem dan alat pertanian modern berbasis teknologi menjadi salah satu penentu tercapainya target produksi pangan masa mendatang.

Karena itu, kedepannya kerja-kerja kementan harus fokus pada pemenuhan pangan secara merata. Diantaranya dengan meningkatkan produksi melalui penyediaan benih unggul, penggunaan teknologi dan penguatan sumber daya manusia.

"Saya ingin mengajak untuk menyelamatkan Indonesia agar tidak terjadi gejolak pangan. Kita harus menyelamatkan pangan kita agar tidak terjadi krisis seperti yang dikatakan badan pangan dunia," kata Syahrul.

Adapun, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian tidak lagi berfokus untuk menjadi produsen pangan. Namun, juga dapat menjadi sumber mata pencaharian yang menguntungkan bagi tenaga kerja sektor pertanian.

“Pertanian harus menjadi bisnis. Pertanian itu harus sustainable dan menarik. Pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri tetapi harus bisa menghasilkan uang,” ujar Dedi.

Karena pentingnya hal tersebut, salah satu UPT BPPSDMP Kementerian Pertanian, BBPKH Cinagara, menyelenggarakan Bertani on Cloud (BOC) volume 191, pada Kamis, 21 Juli 2022 dengan tema Sumber Bahan Pangan Lokal Berbasis Ubi Kayu.

BOC dilaksanakan di P4S Putri 21 Dusun Sumberjo RT 26 RW 04, Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul DIY. Acara di buka secara online oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, dan dihadiri secara offline oleh Kepala BBPKH Cinagara Wasis Sarjono, Kepala Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Gunungkidul Rismiadi, Kepala Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Gunungkidul Wibawanti Wulandari.

Bertani on Cloud (BOC ) volume 191 kali ini berbeda dengan BOC sebelumnya. Karena BBPKH juga mengundang seniman sitter, Ari Tejo, yang dalam kegiatan ini sebagai pengiring lagu tradisional jawa saat pelaksanaan BOC berlangsung.

Tentunya dengan pola pelaksanaan BOC seperti ini menambah suasana lain dan juga melestarikan budaya lokal khususnya untuk seniman sitter. Dari ketekunannya dalam usaha yang digelutinya, sekolompok ibu-ibu di P4S Putri 21 yang berjumlah 21 orang dan mempunyai kegiatan yang sejenis. Kemudian, disitulah ia berhak mendapatkan Surat Tanda Pendaftaran Industri Kecil dari Departemen Perindustrian Republik Indonesia dengan nama Usaha "Putri 21" yang bernomor 20/DIY/04/IZ.00.01/IX/V/2006.

Salah satu pembicara pada kegiatan BOC volume 191, Ketua P4S Suti Rahayu, menjelaskan, tepung mocaf berasal dari ubi kayu.

"Ubi kayu kelemahannya yaitu ubi kayu yang masih muda banyak susutnya karena masih kadar airnya tinggi, ubi kayu yang lebih12 bulan banyak seratnya dan bisa merubah warna, musim panen harga ubi kayu merosot atau jatuh," ujarnya.

Keunggulan ubi kayu yang baik berusia 9 bulan, karena paling bagus untuk diproses, semua jenis ubi kayu dapat diproses untuk pembuatan tepung mocaf, tepung mokaf dapat digunakan untuk berbagai macam kue, untuk gorengan juga baik dan masih banyak yang lain.

Pembicara yang lain yaitu, Wiwid Dwirahayu, menjelaskan mengenai beras mocaf terbuat dari bahan baku tepung mokaf yang diproses dengan teknologi tepat guna. "Beras mocaf merupakan inovasi terbaru dari P4S putri 21, yang rasanya sangat enak. Beras mocaf tidak mengadung pewarna maupun memakai bahan pengawet," kata dia.

Beberapa varian Beras yang bahan bakunya dari mocaf yakni beras mocaf, beras sukun, beras jagung, beras ubi ungu, beras pisang.

P4S putri 21 ini bisa menjadi contoh untuk P4S lain yang bergerak dalam bidang olahan dan diversifikasi pangan lokal sehingga memperkuat ketahanan pangan Indonesia. (*)

Hadapi Era 4.0, Penyuluh Pertanian Wajib Lakukan Transformasi

MENGHADAPI era industri 4.0 seluruh insan pertanian tak terkecuali penyuluh pertanian harus dapat ikut mempermudah dan menyinergikan  interaksi hulu dan hilir dalam sistem agribisnis/agroindustri. Hal ini sejalan dengan upaya pembenahan sektor pertanian yang harus dilakukan pemerintah dan stakeholder terkait. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengutarakan, pertanian harus terus bersinergi dengan kemajuan teknologi. Menurutnya, di era 4.0, semua sektor telah menerapkan teknologi, termasuk juga pertanian. "Kita tidak mungkin menghindar, justru harus beradaptasi. Utamanya, informasi dengan memanfaatkan komunikasi digital yaitu dengan mengemas pesan materi penyuluhan. Karena itu, penyuluh harus menguasai akses komunikasi digital dan mengembangkannya kepada petani secara verbal serta visual," pesan Mentan. Saat mengisi program  Ngobras edisi khusus Penyuluhan, dengan tema 'Transformasi Sistem Penyuluhan Pertanian Era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)', Rabu (26/1), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan, 10 tahun lalu kita tidak bisa membayangkan seminar, rapat, pelatihan, dan penyuluhan, dapat dilakukan secara virtual dan bisa diakses dari mana saja asalkan ada internet. "Dalam 10 tahun terakhir, perkembangan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) sangat luar biasa. Terutama dalam hal TIK, perkembangannya begitu pesat. Kemampuan iptek untuk mendukung menggenjot produktivitas pertanian juga luar biasa, ada bioscience bioteknologi, varietas tinggi, dan lainnya," ungkap Dedi. Baca juga: Festival PeSoNa Kopi Agroforestry 2022 Dapat Animo Besar Dia pun menyampaikan bahwa dulu penyuluh hanya bicara masalah on farm atau budi daya. Namun kini penyuluhan juga harus ada di off farm, di hulu dan upstream. Ada juga downstream, atau menjadikan produk-produk turunan, termasuk juga packaging atau kemasan dan lainnya. "Yang tidak kalah penting adalah membangun subsistem institusi pendukung untuk mendukung subsistem yang lainnya. Sehingga, dapat tercipta sebuah agribisnis yang bernilai tinggi," katanya. Untuk beradaptasi dengan kemajuan iptek dalam mendukung pertanian, Dedi meminta penyuluh menguasai smart farming. "Pertanian sekarang harus memanfaatkan teknologi, termasuk internet of thing (IoT). Saya yakin paradigma penyuluhan harus berubah, kita harus lakukan transformasi. Namun, penyuluh tetap harus menguasai prinsip-prinsip dasar peyuluhan," katanya. Dalam kesempatan itu, hadir pula penulis buku Transformasi Sistem Penyuluhan Pertanian Era TIK yang juga Dosen Polbangtan Bogor, Momon Rusmono. Memiliki pengalaman serta kedekatan dengan dunia penyuluhan, Momon menyampaikan lima poin utama terkait penyuluh pertanian. "Pertama, penyuluhan merupakan hal yang sangat penting dalam menyejahterakan petani, akses modal dan koperasi belum optimal bisa diselesaikan oleh para penyuluh. Kedua, penyuluhan bisa menyasar segala macam aspek," katanya. Poin selanjutnya ialah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, di dalam UU tersebut tidak menyebutkan penyuluhan perkembangan iptek, penyuluh harus adaptif, dan kemajuan iptek luar biasa, penyuluh harus dekat dengan iptek. "Itu semua yang memotivasi saya untuk menulis transformasi, bagaimana upaya-upaya perubahan mendudukkan, memerankan, dan memfungsikan kembali peran penyuluhan sehingga terwujud satu kesatuan arah dan kebijakan," kata Momon.

Gandeng Ombudsman, Kementan Optimalisasi Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

TANIINDONESIA.COM//Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Ombudsman Republik Indonesia (RI) untuk mengoptimalisasi pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi para petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, salah satu langkah yang telah disepakati dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) adalah melakukan perubahan kebijakan pupuk bersubsidi sebagai hasil pembahasan dengan seluruh pihak terkait, termasuk Ombudsman.

Adapun perubahan kebijakan tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

“Langkah ini untuk menjawab isu krisis pangan global sebagai dampak dari Pandemi Covid-19, geopolitik, dan adanya disrupsi rantai pasok global yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa,” ungkap SYL, Kamis (2/3/2023).

SYL menambahkan, sinergi pengawalan pupuk bersubsidi bersama dengan Ombudsman merupakan langkah penting, karena rakyat dan negara bergantung pada pangan dan pertanian.

Presiden Jokowi Serahkan DIPA 2023 ke Mentan SYL

"(Pangan dan pertanian) merupakan sektor yang banyak menyerap lapangan kerja. Maka dari itu, distribusi pupuk harus benar-benar dikawal,” tuturnya.

Menurutnya, terdapat tiga perubahan kebijakan pemerintah dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2022. Pertama, perubahan jenis pupuk dari yang semula berupa Urea, SP36, ZA, NPK, dan organik menjadi pupuk Urea dan NPK.

Kedua, perubahan peruntukan menjadi melakukan usaha tani dengan lahan paling luas 2 hektar (ha) untuk sembilan komoditas pangan pokok dan strategis, seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao.

“Langkah dan kebijakan ini ditetapkan agar produk hasil pertanian kita yang terutama memiliki kontribusi sebagai bahan pangan pokok dan berdampak terhadap inflasi bisa terus terjaga. Dengan demikian, diharapkan ketahanan pangan nasional Indonesia dapat terwujud,” jelas Mentan SYL.

Ketiga, perubahan mekanisme pengusulan alokasi pupuk bersubsidi dilakukan dengan menggunakan data spasial atau data luas lahan dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan).

Perubahan ini, lanjut Mentan SYL, juga tetap mempertimbangkan luas baku lahan sawah yang dilindungi (LP2B), sehingga penyaluran pupuk bersubsidi akan lebih tepat sasaran dan lebih akurat sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Petani tetap berhak mendapatkan pupuk bersubsidi selama melakukan usaha tani subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan atau perkebunan dengan luas lahan 2 ha yang setiap musim tanam tergabung dalam kelompok tani yang terdaftar,” jelas Mentan SYL.

Ketua Ombudsman RI, Mokhamad Najih mengatakan program pupuk bersubsidi memiliki fungsi yang sangat strategis dan penting dalam perlindungan/pemberdayaan petani hingga meningkatkan produktifitas pertanian guna ketahanan pangan. Menurutnya, keberhasilan program pupuk bersubsidi sangat bergantung pada kinerja Kementerian Pertanian.

"Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian. Program ini menekan pengeluaran petani dan meningkatkan produksi pangan. Kehadiran Ombudsman sebagai lembaga eksternal sangat diperlukan untuk mengawal output penggunaan anggaran, mengawasi pelayanan dan mencegah maladministrasi," ucapnya.

Pimpinan/Anggota Ombudsman RI Bidang Pengawasan Pelayanan Publik di Sektor Pertanian, Yeka Hendra Fatika menegaskan Ombudsman RI dari Level Pusat hingga Kantor Perwakilan di seluruh Indonesia memiliki komitmen untuk mengawal program pupuk bersubsidi. Ini agar pemenuhan pelayanan pupuk bersubsidi terhadap petani kecil dapat dipenuhi.

“Kami berharap, Rapat Koordinasi ini dapat menguatkan koordinasi dan membangun sinergi serta kerja sama yang lebih baik antara Ombudsman dengan jajaran Kementerian Pertanian maupun dengan Dinas Pertanian di setiap daerah. Dan tata kelola pupuk bersubsidi semakin lebih baik kedepannya dan petani kecil di Indonesia mendapat perlindungan atas hak-haknya dalam memperoleh pupuk subsidi,” tuturnya.