17 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Terindikasi Antraks, Kementan Larang Masyarakat Bedah Tubuh Hewan Ternak

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melarang masyarakat untuk membedah tubuh hewan ternak yang terindikasi mengalami infeksi bakteri Bacillus Anthracis penyebab penyakit antraks.

"Sapi yang mati dengan indikasi antraks tidak boleh dibedah atau dibuka, harus dibakar atau dikubur untuk mencegah penularan," kata Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainudin dalam konferensi pers Update Situasi Antraks di Indonesia yang digelar secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bakteri antraks termasuk ke dalam jenis zoonosis yang dapat menular dari hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba, dan burung unta ke manusia.

Antraks yang juga dikenal sebagai penyakit tanah yang mampu bertahan hidup selama puluhan tahun berkat perlindungan spora selama berada di tubuh hewan dan di dalam tanah.

Ia mengatakan gejala klinis pada hewan ditandai demam tinggi di awal infeksi, lalu gelisah, kejang, dan mati. Tidak jarang, hewan ternak mati mendadak tanpa gejala klinis.

Gejala klinis yang mudah diamati, kata dia, berupa pendarahan dari lubang kumlah, seperti telinga, hidung, dan mulut.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Tangani Penyakit Antraks di Gunungkidul Yogyakarta

"Jika hewan mati ini dibedah, maka spora akan keluar dan masuk ke dalam tanah, lalu melindungi dirinya selama puluhan tahun," kata Nuryani Zainudin.

Pada acara yang sama, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, Syamsul Ma'arif mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging hewan ternak yang terindikasi terinfeksi antraks.

Sebab, kata dia, proses pemasakan dengan cara direbus selama berjam-jam pun tidak akan mematikan bakteri yang sudah terlanjur menginfeksi daging.

"Jangankan direbus, dibuka saja tidak boleh. Begitu spora dihirup, biasanya orang dalam 24 jam bisa menyebabkan kematian," katanya.

Ia mengatakan 94 persen kasus antraks pada manusia disebabkan kontak fisik dengan hewan ternak terinfeksi antraks. Spora kemudian menyebar hingga ke otak dan berisiko memicu kematian.

"Kasus ini harus cepat ditangani dan didukung peralatan khusus dalam menangani kejadian meningitis akibat antraks," demikian Syamsul Ma'arif.(***)

PKT Kawal Ketersediaan 252.443 Ton Stok Pupuk Subsidi 

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sebagai salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia, memastikan ketersediaan stok cukup untuk kebutuhan di masing-masing wilayah distribusi yang telah ditentukan. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi penugasan pemerintah dalam pemenuhan suplai pupuk urea dan NPK bersubsidi dalam negeri.

PKT juga memastikan ketersediaan stok cukup untuk kebutuhan di masing-masing wilayah distribusi yang telah ditentukan. Melalui produksi di lima pabrik amonia, lima pabrik urea dan tiga pabrik NPK serta 137 gudang yang tersebar di seluruh Indonesia ketersediaan pupuk dipastikan aman.

Hingga 20 Juni 2023, kesediaan pupuk tercatat sebanyak 169.628 ton stok pupuk urea bersubsidi, 63.803 ton stok pupuk NPK Phonska dan 19.012 ton NPK Formula Khusus, serta 335.521 ton pupuk urea non subsidi dan 29.758 ton NPK non subsidi. Jumlah stok pupuk ini sudah berada di atas batas aman untuk pemenuhan kebutuhan petani hingga kuartal III-2023.

Stok pupuk ini nantinya akan disalurkan sesuai wilayah tanggung jawab PKT yang telah ditentukan pemerintah mencakup wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan seluruh wilayah Sulawesi. Sedangkan untuk NPK Bersubsidi Formula Khusus, mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi, menyebut bahwa PKT selalu memastikan ketersediaan stok di gudang PKT hingga proses penyaluran ke level distributor bahkan kios selalu terjaga melalui pengiriman berkala ke wilayah yang menjadi tanggung jawab PKT.

"Kami selalu menjalan prinsip 6 Tepat yakni Tepat Jenis, Jumlah, Harga, Tempat, Waktu dan Mutu. Jumlah pasokan pupuk subsidi yang kami siapkan pun sudah kami sesuaikan dengan alokasi berdasarkan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) di tiap wilayah sebagai acuan penebusan pupuk oleh petani yang memang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah. Dengan cara ini, kami bisa mengukur sekaligus menjamin penyaluran pupuk bersubsidi sudah tepat sasaran hingga tiba ke tangan petani," kata Rahmad dalam siaran pers, Sabtu (1/7/2023).

Dia menegaskan Pupuk Kaltim mengutamakan langkah pengamanan distribusi pupuk subsidi, dengan cara membangun kolaborasi dan koordinasi dengan banyak stakeholder. PKT juga melakukan proses audit sebagai upaya memastikan tidak ada indikasi penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani secara berkala.

Audit juga dilakukan untuk mengurai benang kusut terkait data penebusan pupuk subsidi oleh petani, baik melalui Kartu Tani maupun penebusan menggunakan KTP sehingga berpengaruh terhadap tata kelola anggaran oleh Kementerian Pertanian yang bisa memunculkan opini tentang kelangkaan pupuk subsidi di kalangan petani.

Di sela pemenuhan komitmen produksi dan distribusi pupuk subsidi, PKT juga gencar melakukan upaya edukasi dan pemberdayaan bagi para petani untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk subsidi. Salah satunya lewat program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat), yang diinisiasi oleh Pupuk Indonesia.

"Program MAKMUR hadir untuk membangun kemandirian sektor pertanian agar tidak hanya bergantung pada pupuk subsidi. Tapi tentu tak sekadar mandiri, tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Di ekosistem MAKMUR, kami mengedukasi petani untuk menggunakan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, sehingga produktivitas meningkat. Walaupun dari sisi harga, pupuk subsidi lebih mahal, tapi produktivitas bisa lebih tinggi," ujar Rahmad.

Perusahaan terus menggenjot program MAKMUR, PKT selalu mencari cara untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk, baik subsidi maupun non subsidi lewat inovasi dan teknologi. Salah satunya melalui pembangunan dan pengembangan kawasan industri pupuk di Fakfak, Papua Barat. Pembangunan pabrik pupuk di Fakfak ini nantinya akan menggenjot kapasitas produksi pupuk PKT dengan proyeksi sebesar 1,15 juta ton urea dan 825.000 ton amonia.

"PKT optimis mampu memenuhi kebutuhan pupuk subsidi dan non subsidi sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah dan mengawal ketat proses distribusinya. Upaya ini kami lakukan sebagai bukti komitmen kami untuk menyokong ketahanan pangan nasional," kata dia.(***)

Jurus Jitu Tingkatkan Kompetensi Petani melalui Pelatihan Kewirausahaan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Menjadi seorang wirausaha membutuhkan berbagai fondasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap, juga mental yang memadai. Kewirausahaan dimulai dari proses bagaimana melihat peluang, mengelola risiko, membangun usaha, hingga mengelolanya dengan baik.

"Ditengah berbagai krisis yang terus melanda bangsa Indonesia, menjadi suatu keharusan bagi setiap manusia Indonesia mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang datang. Persiapan yang dilakukan salah satunya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Cara jitunya adalah dengan memberikan berbagai keterampilan hidup ( life skill ) dan menambah wawasan kewirausahaan.

Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu pertanian maju, mandiri dan modern. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, “Keberadaan para petani sangat vital dalam mewujudkan pencapaian swasembada pangan.

”Mentan SYL berharap melalui pelaksanaan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali ini dapat mendorong petani milenial menjadi unggul, profesionalisme dan berdaya saing dalam mengembangkan usahanya.

Pernyataan ini dipertegas pula oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, bahwa sudah saatnya petani melakukan pertanian sebagai agribisnis. Bukan hanya memenuhi kebutuhan keluarga sendiri. Petani juga sudah saatnya membuat turunan berupa olahan untuk mendapatkan nilai tambah, begitupun mendapatkan akses pasar yang baik. “Pertanian kini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masyarakat. Sudah saatnya pertanian dijadikan agribisnis guna meningkatkan penghasilan,” tuturnya.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang telah melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan sebanyak 6 angkatan. Angkatan terakhir 5 dan 6 dilaksanakan pada tanggal 25-27 Juni 2023 diikuti 77 petani wilayah Lembang. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dan mutlak dilaksanakan untuk pengembangan dan ketersediaan sumberdaya manusia pertanian yang berjiwa wirausaha.

Selama berlatih 3 hari, beberapa materi strategis berkaitan dengan pengelolaan bisnis pertanian diberikan oleh widyaiswara dan praktisi para pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). P4S ini menjadi mitra BBPP Lembang untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian, yaitu Ketua P4S Lembang Agri dan Ketua P4S Terpadu Ikamaja.

Materi yang disampaikan terdiri dari materi kelompok dasar, inti, materi penunjang yaitu peningkatan etos kerja: menumbuhkan jiwa wirausaha, business plan, pencatatan keuangan usahatani, strategi pemasaran dan digital marketing, kemitraan dan negosiasi, dan success story (smart farming dan pembuatan pupuk organik).

Hasil pelatihan secara umum berjalan dengan baik. Peserta menguasai materi pelatihan dan memiliki sikap perilaku sangat baik selama proses berlatih. Penilaian peserta terhadap fasilitator juga baik dan peserta sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh BBPP Lembang.

Pada penutupan pelatihan, Selasa (27/6/2023), Kepala Balai, Ajat Jatnika, mengharapkan pelatihan ini menjadi bekal dan siap terjun bisnis dibidang pertanian. Dirinya menyerukan 4 hal yang harus dilakukan oleh petani sebagai pelaku bisnis pertanian. “Empat hal yang harus dilakukan adalah perkuat kapasitas diri, tanamkan jiwa wirausaha, lakukan kolaborasi dan perkaya sisi spiritual kita,” pesan Ajat.

Salah satu peserta, Yaya Jaya, menyampaikan rasa terimakasihnya diberi kesempatan untuk bisa berlatih di BBPP Lembang. “Mewakili teman-teman peserta lainnya kami bersyukur bisa memperoleh kesempatan belajar di BBPP Lembang, pastinya akan coba kami praktikkan di usahatani kami,” ucapnya. (Yoko/Che)

Masuk Top Finalis Inovasi Pelayanan Publik, Inilah Kelebihan Biotron

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Aplikasi inovasi Biotron (Biochar Three In One) yang dihasilkan Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Kalimantan Selatan berhasil masuk Top Finalis Inovasi Pelayanan Publik. Dengan berbagai kelebihan inovasi ini diharapkan dapat membantu petani mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini tantangan pembangunan pertanian kian besar. Selain, adanya perubahan iklim (climate change), juga terjadi degradasi lahan, sarana produksi terbatas, khusus pupuk kimia kian mahal, produksi juga tidak efisien dengan penurunan produktivitas lahan.

“Karena itu, sekarang ini kita tidak bisa lagi dengan cara lama, tapi harus sudah menggunakan cara baru dalam meningkatkan produksi pangan. Dengan jumlah penduduk kita mencapai 280 juta jiwa, hadirnya pertanian yang makin maju, makin modern dan mandiri akan sangat berarti. Karena penduduk Indonesia sangat besar,” kata SYL saat wawancara dengan Tim Panel Independen Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di ruang AWR, Kementerian Pertanian, Selasa (27/6).

Karena itu SYL mengakui, hadirnya Biotron menjadi salah satu pilihan dan mutlak dilakukan di tengah jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan pangan pentingnya ketersediaan pangan. Apalagi pangan dunia dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. “Climate change, degradasi lahan dan El Nino ada depan mata kita. Dengan pendekatan scientific dan teknologi baru menjadi mutlak harus kita lakukan untuk meningkatkan produksi pangan,” tegasnya.

Jika melihat pertumbuhan pertanian, SYL mengungkapkan, dalam tiga tahun ketika sektor lain dalam posisi merah, justru pertanian dalam posisi hijau (tumbuh positif). Jika selama ini ekspor kenaikkan tidak sampai 15 persen, maka kini bisa mencapai 36,84 persen. Begitu juga nilai tukar petani yang dalam RPJM 2024 ditetapkan hanya 104 -106, tahun ini bisa mencapai angka 111-112. “Pertanian masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Menurut SYL, hadirnya Biotron menjadi solusi di tengah kondisi harga pupuk yang mahal dan terbatasnya anggaran pemerintah untuk mensubsidi. Seperti diketahui, dari total kebutuhan pupuk sebesar 24 juta ton, pemerintah hanya dapat mengalokasikan anggaran subsidi untuk sebanyak 9 juta ton.

“Biotron jadi bagian kita menghadirkan pupuk organik dan menjadi salah satu upaya kita meningkatan produksi pangan tanpa ketergantungan dengan pupuk kimia. Temuan atau inovasi lain akan kita dorong, seperti smart farming,” katanya.

Three in One
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menambahkan, Biotron merupakan perpaduan antara biochar plus pupuk organik dan agen hayati. “Jadi ini yang kita namakan three in one,” katanya.

Jadi fungsi biotron ini nantinya menyediakan oksigen, menyediakan air dan menyediakan nutrisi. Dengan demikian biotron akan menjadi rumah bagi mikroba penyubur tanah. Kemudian pupuk organik akan membantu memperbaiki struktur dan pH tanah. Lalu agen hayati berfungsi dalam upaya mengendalikan OPT (organisme pengganggu tumbuhan).

”Pupuk hayati akan memasak bahan makanan bagi tanaman, sehingga bisa langsung dimakan oleh tanaman. Itu lah fungsi biotron. Paling penting adalah biotron akan membantu menyuburkan lahan dan mengurangi penggunaan pupuk kimia 40-50 persen,” tuturnya.

Dari hasil uji coba, Dedi mengungkap, penggunaan biotron mampu meningkatkan hasil tanaman.. Implementasi biotron memang harus diberikan secara bertahap sebanyak 6-7 ton/tahun selama tiga musim. Dengan demikian, dalam 3 tahun tercapai dosis optimalnya sebanyak 20 ton/ha, sehingga mampu mengurangi pupuk kimia 40-50 persen.

Hitungannya, jika pemerintah harus mengalokasikan pupuk subsidi tahun 2023 sebanyak 9,01 juta ton atau senilai Rp 20,7 triliun, maka dengan aplikasi biotron akan ada penghematan pupuk subsidi Rp 8,28 triliun hingga 10,35 triliun.

Hasil uji coba di lokasi food estate di Dadahup, Kalimantan Tengah, penggunaan biotron mampu meningkatkan hasil padi di lahan rawa dari 2,1 ton/ha menjadi 3,7 ton/ha. Sedangkan di lahan irigasi ada kenaikan produktivitas dari 5,8 ton/ha menjadi jadi 7 ton/ha atau naik sekitar 21 persen.

“Saat ini kita sudah diseminasi biotron melalui Program Genta Organic di 1.020 poktan, 100 kabupaten di 33 provinsi. Dalam proses desiminasi memang tidak bisa cepat dan perlu waktu,” ungkap Prof. Dedi menjawab pertanyaan Tim Panel Independen Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik, Nurjaman Mochtar mengenai kemungkinan biotron bisa diterap secara nasional dan sejauh mana efisiensi penggunaannya.(***)

Antisipasi El Nino dan Harga Pupuk Mahal, Kementan Keluarkan Inovasi Biotron

TANIINDONESIA.COM//Jakarta - Dalam menghadapi El Nino yang berdampak pada degradasi tanah dan harga pupuk yang mahal, Kementerian Pertanian meluncurkan inovasi Bio char three in one (Biotron), Selasa (27/6).

Biotron bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional berbasis pertanian berkelanjutan dan mandiri. Karena Biotron dapat menghemat biaya dan mudah ditemukan bahan bakunya di lingkungan sekitar serta mudah diterapkan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan dua persen dari 7 Juta hektar tanah sudah mengalami degradasi.

”Kita sudah mengalami degradasi kualitas terutama di Jawa, oleh karena itu untuk menyuburkan kembali salahsatunya melalui pupuk organik yang mau atau tidak harus kita lakukan,” jelas Menteri Syahrul.

Untuk itu Kementerian Pertanian terus mengambil langkah langkah yang cepat, salah satu nya melalui Biocard 3 in 1 atau Biotron.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan tantangan pembangunan pertanian, climate change, degradasi lahan, saprodi terbatas, pupuk kimia mahal, produksi tidak efisien dan menurun.

”Biotron hadir sebagai solusi disaat pupuk kimia mahal, biotron berfungsi menyediakan oksigen, menyediakan air, menyediakan nutrisi, menyediakan rumah bagi microba penyubur tanah, memperbaiki struktur dan PH tanah, mengendalikan OPT dan meningkatkan hasil tanaman,” jelas Dedi.

Implementasi biotron bertahap 6-7 ton per-tahun (3 musim) sehingga dalam 3 tahun tercapai dosis optimal 20 ton/ha dan mampu mengurangi pupuk kimia 40-50 persen.

”Pupuk subsidi 2023 ada sebanyak 9,01 juta ton Rp. 20,7 T sehingga penghematan pupuk subsidi Rp. 8,28 T sampai Rp. 10,35 T,” jelas Dedi.

Dedi menyampaikan untuk Peningkatan hasil padi di lahan rawa Dadahup, Kalteng yang sebelumnya 2,1 ton/ha menjadi 3,7 ton/ha.

”Biotron akan segera diimplementasikan di dalam program Genta Organik di seluruh pelosok tanah air,” tambah Dedi.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Bambang Haryanto mengapresiasi dan akan menjalankan langkah yang sudah diambil Kementerian Pertanian dalam menangani El Nino dan harga popok yang mahal.

”Biotron didalamnya ada biocard berperan penting didalam penyediaan oksigen didalam penyediaan air dan sebagai tempat yang nyaman bagi mikroba penyubur tanah,” ujarnya.

Selain itu juga biocard dilengkapi dengan pupuk organik sebagai sumber nutrisi. Selain itu Biotron dilengkapi dengan agen hayati.

”Inovasi Biotron sangat efesien dan biaya murah untuk meningkatkan kesuburan tanah hingga produksi pertanian. Maka diharapkan pembuatan dan pemanfaatan Biotron secara mandiri,” tutupnya. (JK/AG/SB05).

Strategi Kendalikan Inflasi, Kementan Adakan Bimtek Budidaya Cabai Bagi Petani dan Penyuluh Banyumas

TANIINDONESIA.COM//Yogyakarta - Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) bekerjasama dengan Anggota Komisi IV DPR RI gelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh di Kabupaten Banyumas. Bimtek yang dikemas secara klasikal tersebut diikuti oleh 100 peserta dengan mengusung materi seputar Budidaya Cabai untuk Menekan Inflasi.

Komoditas cabai acap kali memberikan dampak terhadap terjadinya inflasi daerah maupun nasional karena pasokan dan harga cabai di pasaran sering mengalami fluktuasi. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian selalu mengupayakan pasokan cabai aman di pasaran dengan menggenjot produktivitas cabai nasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) senantiasa menghimbau kepada semua pihak untuk membuat akselerasi dan inovasi agar produksi cabai bisa meningkat tajam, “kalau kalian bisa menjaga cabai, bawang merah, dan bawang putih dari inflasi itu artinya kalian hebat. Kalian telah menjadi orang yang selama ini berani menolak import karena dukungan produksi dalam negeri.”

Sementara pada keterangan terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa strategi pengendalian inflasi pangan turut menjadi fokus utama untuk mengamankan posisi Indonesia.

"Strategi pertama kita inflasi harus dikendalikan. Kalau tidak terkendali, itu akan diikuti krisis-krisis dimensi yang lain," kata Dedi.

Melalui kegiatan Bimbingan Teknis kali ini, petani dan penyuluh yang hadir dibekali materi tentang pemanfaatan lahan dan teknik budidaya cabai dari mulai persiapan hingga pasca panen. Hadir sebagai pemateri yaitu Achmad Subekti selaku perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas serta Judiono, praktisi budidaya tanaman cabai.

Achmad Subekti memaparkan bahwa Kabupaten Banyumas sudah melaksanakan Gerakan Tanam Cabai 92.000 batang yang disebar di 6 kelompok PKK dan 3 Wilayah desa.

“Sebanyak 75.000 bibit diantaranya telah dikelola oleh 6 kelompok PKK. Namun perlu pendampingan intensif untuk perawatannya. Oleh karena itu, tepat sekali Kementerian Pertanian bersama DPR RI melaksanakan bimtek kali ini,” ujar Subekti.

Sebagai praktisi, Judiono lebih banyak memaparkan hal teknis terkait budidaya cabai. Mulai dari cara pemilihan bibit, pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga teknik pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya cabai.

“Budidaya cabai pada lahan sempit seperti pekarang sangat memungkinkan dan tentunya menguntungkan. Bapak Ibu dapat menggunakan polybag, planter bag, atau karung sebagai pengganti pot. Namun, dalam budidaya cabai, yang perlu diperhatikan betul salah satunya yaitu penanganan hama dan penyakit. Harus tepat penanganannya agar tidak timbul kerugian,” terang Judiono.

Direktur Polbangtan YOMA melalui Koordinator Pengabdian Masyarakat, Ina Fitria Ismarlin berharap melalui kegiatan Bimtek kali ini dapat meningkatkan kapasitas SDM pertanian dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Banyumas.

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kementan Perkuat Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//Jawa Timur - Meningkatkan nilai tambah produk pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian. Untuk mendukung hal itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat kompetensi SDM.

Peningkatan kualitas SDM itu dilakukan melalui Training of Trainer (TOT) “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian”, 21 – 23 Juni 2023, di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian. TOT dilaksanakan dalam 30 Jam Pelatihan dengan Metode Blended Learning.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hadir membuka kegiatan secara online dari Agriculture War Room (AWR) Kementan, mengatakan update pengetahuan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dibutuhkan sebagai antisipasi perubahan iklim, dan ancaman el nino dan krisis pangan global.

"Dalam kondisi ini, kita harus manfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan alam kedepan. TOT ini penting untuk mengupdate pengetahuan," kata Syahrul.

"Kita tidak dapat menyelesaikan masalah saat ini dengan solusi lima atau sepuluh tahun lalu, harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan adaptif menghadapi tantangan pertanian kedepan” ujar Syahrul.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, yang hadir secara online, mengatakan Tema TOT kali ini, peningkatan nilai tambah komoditas pertanian adalah isu yang sangat penting dan merupakan isu yang diangkat pada pertemuan Menteri Pertanian Negara G20 di Bali Tahun lalu.

“Dan disepakati bersama peningkatan nilai tambah produk pertanian adalah cara meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan.
Karena sesungguhnya keuntungan itu ada di nilai tambah komoditas pertanian itu jelas Dedi.

Dedi menambahkan, petani harus memiliki kemampuan untuk mengolah hasil panen.

Pastikan Kerjasama Berjalan, Kementerian Pertanian Kunjungi Calon Lokasi Magang di Jepang

"Petani jangan jual produk mentah, harus dapat mengolah produk nya agar punya nilai tambah, dengan begitu hasil yang didapat jadi lebih banyak”.

Apresiasi pelaksanaan TOT, disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) -RI asal Provinsi Lampung, Bustami Zainudin yang yang hadir secara online.

Bustami Zainudin mengatakan upaya peningkatan nilai tambah untuk petani merupakan solusi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan dalam pada akhirnya akan mewujudkan kedaulatan pangan.

Peserta yang hadir berjumlah 120 orang dan terdiri dari 60 orang dari Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian dan 60 orang dari Petani Milenial. Kegiatan ini dilaksanakan secara online di seluruh UPT Pelatihan lingkup BPPSDMP.

Hadir saat pembukaan di BBPP Batu, Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang sebelumnya di tempat yang sama membuka Pelatihan Kewirausahaan untuk Petani Milenial, Kepala BBPP Batu, Sabir, dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.

Pastikan Kerjasama Berjalan, Kementerian Pertanian Kunjungi Calon Lokasi Magang di Jepang

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan kunjungan dalam rangka menindaklanjuti kerjasama dengan JA Hokkaido, Jepang pada 17-23 Juni 2023. Kegiatan ini merupakan kunjungan untuk melihat calon lokasi magang di bidang pendidikan pertanian.

Kerjasama yang dilakukan antara BPPSDMP dengan JA Hokkaido meliputi magang bagi mahasiswa dan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian lingkup Kementerian Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Dalam kesempatan itu, Tim BPPSDMP Kementan yang dipimpin oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi melakukan field trip ke lokasi permagangan yang digunakan oleh JA Hokkaido, yaitu di Seiji Sudonoen dan di Ecorinmura. Field Trip bertujuan memastikan lokasi yang akan menjadi tujuan dari mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI yang diperkirakan akan mulai melakukan magang pada tahun 2023.

Pada kunjungan di Seiji Sudonoen, Tim BPPSDMP bertemu dengan 2 tenaga kerja Indonesia yang sedang melakukan magang yang masing-masing berasal dari Provinsi Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Perkuat Hubungan Kerjasama SDM Pertanian, Kementan Hadiri Indonesia – Japan Friendship Day

Sebelumnya, Tim BPPSDMP Kementan melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, dalam rangka mendapatkan dukungan dalam kerjasama kegiatan permagangan mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI. Kedatangan Tim BPPSDMP Kementan diterima langsung oleh Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang. “Kami akan mendukung upaya Kementan untuk memajukan anak bangsa” ujar perwakilan dari KBRI Jepang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global.

“Kita percaya bahwa di tangan anak muda masa depan bangsa akan lebih baik lagi. Yang penting mereka mau melakukannya. Kita berharap dengan pertanian Indonesia jadi lebih baik lagi karena selama ini terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan apapun hari ini, besok dan masa yang akan datang,” katanya.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menambahkan mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha, harus kreatif dan inovatif untuk membangun sektor pertanian. “Petani yang seperti itu (memiliki jiwa wirausaha tinggi) yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” jelas Dedi.

Perkuat Hubungan Kerjasama SDM Pertanian, Kementan Hadiri Indonesia – Japan Friendship Day

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang.

Kegiatan ini merupakan kunjungan dalam rangka menghadiri Business Forum on the Potential of Indonesian Human Resources yang merupakan bagian dari Indonesian-Japan Friendship Day in Sapporo pada 17-23 Juni 2023.

Dalam kesempatan itu, Tim BPPSDMP Kementan bertemu dengan Director General Department of Agriuclture Hokkaido Government serta tim dari JA Hokkaido, dimana pada kesempatan sebelumnya BPPSDMP telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan JA Hokkaido.

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

“Hokaido tempat lumbung pangan, walau begitu petaninya sudah tua, jadi pekerjanya sudah kurang sekali. Kami mendengar akan ada pekerja-pekerja SSW dari indonesia dan kami akan senang untuk menerima mereka.

Mereka akan belajar teknik-teknik pertanian di Hokkaido serta akan membawa ilmunya ke indonesia. Kami ingin win-win solution dengan indonesia. Disini kami ingin juga membuat tempat bekerja yang mudah dan nyaman untuk para pekerja di bidang pertanian,” ujar Director General Department of Agriuclture Hokkaido Government pada sambutannya.

Kerjasama yang dilakukan dengan JA Hokkaido meliputi magang bagi mahasiswa dan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian lingkup Kementerian Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai solusi atas kurangnya tenaga kerja usia muda di Jepang.

MoU dengan JA Hokkaido, merupakan langkah awal Polbangtan dan PEPI menuju world class polytechnic. Diharapkan, Polbangtan dan PEPI dapat menjadi leader vocational agriculture di Indonesia.

Sebelumnya, Tim BPPSDMP Kementan melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, dalam rangka mendapatkan dukungan dalam kerjasama kegiatan permagangan mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI.

Kedatangan Tim BPPSDMP Kementan diterima langsung oleh Perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang. Dalam pertemuan tersebut, KBRI Jepang menyatakan siap mendukung upaya Kementan untuk memajukan anak bangsa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global.

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

“Kita percaya bahwa di tangan anak muda masa depan bangsa akan lebih baik lagi. Yang penting mereka mau melakukannya. Kita berharap dengan pertanian Indonesia jadi lebih baik lagi karena selama ini terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan apapun hari ini, besok dan masa yang akan datang,” katanya.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menambahkan mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha, harus kreatif dan inovatif untuk membangun sektor pertanian.

“Petani yang seperti itu (memiliki jiwa wirausaha tinggi) yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” jelas Dedi Nursyamsi.

“BPPSDMP akan menyiapkan tenaga kerja pertanian milenial Indonesia yang tersertifikasi sehingga siap bekerja di Jepang dan akan segera diawali di Tahun 2023 ini,” tutup Dedi Nursyamsi.

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 telah usai dilaksanakan di Kota Padang Sumatera Barat, pada 10 hingga 15 Juni 2023. PENAS Petani Nelayan XVI memiliki peran yang sangat strategis menjadi bagian dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional ditengah ancaman krisis pangan.

PENAS Petani Nelayan XVI merupakan ajang konsolidasi nasional bagi petani dan nelayan, sehingga dapat saling menginspirasi, memotivasi dan memanfaatkan jaringan yang dipunya untuk mensejahterakan petani dan nelayan.

Ketua Umum KTNA Nasional, M. Yadi Sofyan Noor menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) beserta jajarannya atas suksesnya pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023.

PENAS Petani Nelayan XVI seharusnya dilaksanakan pada 2020, namun karena pandemi Covid-19 baru terlaksana tahun ini. Hasil Rembug Utama KTNA Nasional menetapkan bahwa tuan rumah PENAS berikutnya adalah Provinsi Gorontalo, ujar Sofyan.

PENAS Padang Sukses Besar, Delegasi Indonesia di Temu ASEAN : Terima Kasih Kementan

Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan PENAS Petani Nelayan XVI telah dilakukan sesuai rencana dan waktu yang sudah ditentukan. Selain Rembug Utama, diadakan juga Workshop bersama Eselon 1 Kementerian Pertanian (Kementan) dan KTNA yang hasilnya akan menjadi nota kesepahaman antara KTNA dengan (Kementan). Komitmen tersebut dituangkan dalam bentuk tertulis yang disaksikan dan ditandatangani langsung oleh Mentan SYL.

Pada kesempatan tersebut KTNA memberikan penghargaan untuk para tokoh yang berdedikasi dan berpengaruh pada bidang pertanian Adibakti Petani Nelayan, sebanyak 15 orang yang diantaranya diberikan kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Sedangkan menurut Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja mengatakan bahwa PENAS Petani Nelayan merupakan forum silaturahmi petani, nelayan petani hutan dengan Pemerintah.

PENAS Petani Nelayan XVI memberi hasil yang menggembirakan. Banyak hal menarik yang dapat kita catat, mulai dari kreativitas hingga inovasi yang dihasilkan petani, nelayan dan petani hutan.

Pertanian memang perkasa dan PENAS Petani Nelayan XVI merupakan momentum bagi petani, nelayan dan petani hutan untuk bangkit mengubah nasib, pungkasnya. (NF)