17 Mei 2026

admin

Hadiri Rakor di Kemendagri, Kementan Paparkan Strategi Hadapi Inflasi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, hadir dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang diadakan di Kementerian Dalam Negeri, Senin (23/10/2023).

Plt Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan pentingnya menggenjot produksi untuk menjaga inflasi.

Arief menginstruksikan kepada jajarannya di Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menggenjot produksi beras nasional yang sebelumnya 31 juta ton menjadi 35 juta ton.

Hal ini juga sejalan dengan antisipasi menghadapi El Nino sekaligus mencukupi kebutuhan beras nasional dan mengendalikan laju inflasi.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menyampaikan strategi Kementan dalam mengantisipasi inflasi.

"Beras penyumbang inflasi terbesar dibanding komoditas lain. Solusi untuk menghadapi inflasi dengan meningkatkan produksi, dengan target dari 5,2/ Ha menjadi 5,4 5,5 bahkan 5,7 Ton per Ha," paparnya.

Dedi menambahkan, kenaikan harga cabe rawit dan cabe merah dapat diatasi tidak hanya dengan keterlibatan petani dalam produksi.

"Tetapi juga dapat melibatkan partisipasi masyarakat untuk menanam cabe dengan di bantu penyuluh di lapangan. Selain itu, memastikan penyediaan pupuk di 26.000 outlet pupuk," katanya.

Selain itu, Dedi mengatakan jika peran penyuluh menjadi penting. Sehingga sinergi Kementan dan Kemendagri di mana Pemerintah daerah yang sekarang menaungi para penyuluh sesuai amanat Undang Undang.

Baca juga: Kementan Latih Jutaan Petani dan Penyuluh, Tingkatkan Produktivitas Padi Musim Rendeng

"Strategi lainnya adalah percepatan Gerakan Nasional (Gernas) penanganan dampak EL Nino, dengan menyiapkan sarana prasarana, benih, pupuk, air dan alsintan dan teknologi," ujarnya.

"Sekali lagi kami butuh kerjasama pemerintah daerah dalam upaya luas tanam Gernas penanganan El Nino," imbuhnya.

Dedi juga menyebut jika total penyuluh nasional 47.606
dari 80 ribu. Dan 75 ribu punya potensi pertanian dengan ratio jumlah penyuluh sekarang, satu penyuluh menangani dua desa. Untuk mencukupi kebutuhan satu penyuluh satu desa maka masih kurang 28.000.

"Kita juga baru bebas dari PMK untuk itu butuh support pemerintah daerah akselerasi vaksin PMK untuk mencegah outbreak wabah," ujarnya.

Sementara Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen Pol Tomsi Tohir, menyampaikan ada 10 provinsi dengan angka inflasi tertinggi, Babel, Sultra, Maluku Utara, DIY, Maluku, Kaltim, Jatim, Kalsel, Papua Barat, Jateng, Sulteng dan Bali.

"Ini menjadi perhatian bersama. Kenaikan harga gula pasir, beras, cabe rawit ayam perlu menjadi perhatian dari pemerintah daerah. Mengingatkan Pemda untuk aktif memantau pergerakan harga dari hari ke hari," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan akan datangnya masa kampanye, yang harus diantisipasi adalah kenaikan harga.

Menanggapi paparan dari Kementerian Pertanian, ia mengatakan hal itu harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah untuk dapat memperhatikan penugasan para penyuluh sampai ke tingkat desa.

"Kita mengingatkan pemerintah daerah untuk mendorong pelaksanaan vaksinasi PMK sebagai upaya preventif untuk mencegah wabah," katanya.

Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Epi Sulandari, mengatakan data Bulog per 20 Oktober Stok beras Bulog 1,507,198 Ton.

"Salah satu upaya dalam pengendalian inflasi, Perum Bulog sejak 13 September 2023 dengan melakukan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan mulai memasok beras ke Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) dan juga Food Station," katanya.

Kedua dengan mendukung Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah dilaksanakan pada 25 Juni 2023 dan 16 Oktober 2023.

"Selain itu, Perum Bulog sejak 28 Agustus 2023 melakukan gerakan Siap Jaga Harga Pasar dengan SPHP (SIGAP SPHP) dengan menambah pasokan beras ke pasar melalui SPHP dengan harga jual maksimal HET CBP di pengecer di pasar tradisional dan ritel modern," paparnya.

Menurutnya, realisasi SPHP 854.285 Ton (71,19% dari rencana SPHP tahun 2023 sebanyak 1,2 Juta Ton).

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menuturkan langkah dalam pengendalian inflasi dengan membanjiri PIBC dengan stok beras Bulog, yang merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dan pertanggal 20 Oktober 2023, harga beras medium (IR64 III) mulai turun secara gradual dikisaran Rp 10.996/Kg. Kita juga melakukan Stabilisasi Harga Beras melalui Gerakan Pangan Murah se Indonesia, dan gerakan pangan murah 430 titik 38 provinsi 267 Kabupaten/Kota," katanya lagi.

Kementan Latih Jutaan Petani dan Penyuluh, Tingkatkan Produktivitas Padi Musim Rendeng

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP) Vol 9. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi pada musim rendeng 2023/2024.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, PSPP ini sejalan dengan arahan Plt Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi, untuk men-skill up (meningkatkan) kemampuan para petani dan penyuluh.

"Kementan saat ini seperti yang berkali-kali disampaikan oleh Bapak Mentan bahwa musim tanah pertama ini kudu sukses meningkatkan produktivitas dan produktif padi," kata Dedi pada konferensi pers persiapan PSPP Vol. 9 Tahun 2023, dengan tema "Peningkatan Produktivitas Padi Musim Rendeng Tahun 2023/2024" Kamis (19/10).

Pria yang akrab disapa Prof Dedi itu berharap melalui PSPP para petani para penyuluh lebih siap melaksanakan program Kementan dengan baik, sehingga produktivitas dan produksi padi di bulan Februari di bulan Maret meningkat.

Terlebih kata dia berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) akan ada kemunduran musim hujan antara satu hingga tiga dasarian. " Artinya bakal ada kemunduran jadwal tanam sepuluh hingga 30 hari di beberapa wilayah Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, ketersediaan pangan dalam jumlah cukup dan harga terjangkau di Indonesia, bahkan di dunia, merupakan isu yang penting.

"Berbagai pihak mengemukakan apabila usaha-usaha dalam rangka pencegahan adanya kekurangan pangan tidak dilakukan, maka suatu negara seperti Indonesia bahkan dunia akan mengalami krisis pangan," tuturnya.

Dedi menambahkan, beberapa indikasi penyebab kekurangan pangan sudah terlihat dari faktor makro dan mikro. Seperti laju pertumbuhan penduduk, iklim ekstrim, krisis politik, krisis ekonomi dan keamanan, serta akses pangan. Selain itu, pangan yang tersedia dan laju pertumbuhan lahan pangan semakin mengecil.

"Hal lain adalah harga pangan dari waktu ke waktu akan mengalami kecenderungan naik dan krisis pangan di Indonesia bukan karena stok terbatas akan tetapi lebih karena keterbatasan akses ke pangan," katanya.

Dia menjelaskan, strategi ketahanan pangan nasional hendaknya tidak hanya diarahkan untuk mencapai kecukupan akan pangan.

Baca juga: Kembalikan Kejayaan Pertanian, Plt. Mentan Minta Penyuluh Dampingi Petani Hadapi El Nino

"Tetapi juga lebih diarahkan untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan (swasembada pangan) serta peningkatan daya saing produk-produk pangan nasional," jelasnya.

Dedi juga menambahkan, kinerja subsektor budidaya sangat penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan bahkan meningkatkan ekspor.

"Upaya ini dapat diwujudkan dengan peningkatan efisiensi melalui penerapan smart farming dan integrated farming ataupun ekstensifikasi, melalui program food estate dan urban farming serta program lain dari Kementerian Pertanian," katanya.

Dia mengatakan, upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi diarahkan pada pemenuhan sarana produksi yang lengkap untuk mendukung pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih berkualitas, pemupukan, pengelolaan OPT Terpadu sampai pada panen dan pasca panen, memerlukan kualitas dan kuantitas SDM pertanian yang memadai sebagai pelaku utama dan pelaku pendukung.

"Hal ini menuntut peningkatan kinerja penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian sebagai fungsi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui pendampingan efektif kepada pelaku usaha tani di lapangan" urainya.

Sebagai informasi, PSPP Volume 9 Tahun 2023 dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 24 – 26 Oktober 2023, baik secara tatap muka di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian dan lokasi lainnya.

Hadir sebagai narasumber antara lain Badan Pangan Nasional; Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian; Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian; Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; BBPSIP Sukamandi; PT. Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO); Praktisi; dan Widyaiswara.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 1.000.000 orang yang terdiri dari petani, penyuluh, dan insan pertanian lainnya di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang akan mengikuti secara tatap muka BBPMKP Ciawi.

Kembalikan Kejayaan Pertanian, Plt. Mentan Minta Penyuluh Dampingi Petani Hadapi El Nino

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Dalam menghadapi climate change dan El Nino yang masih melanda hingga saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan Webinar Program Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di Ruang Agriculture War Room (AWR) Kementan, Rabu (18/10/2023).

Webinar bertemakan “Pembinaan Penyuluh Pertanian dalam rangka Pengawalan Gernas Penanganan Dampak El Nino” yang dihadiri oleh penyuluh pertanian di 10 Provinsi yang terkena dampak El Nino yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Lampung secara online sebanyak 19.947 peserta. Webinar juga dihadiri oleh Plt. Mentan, Wamen, Eselon I dan II lingkup Kementan.

Plt. Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa sejak minggu lalu seluruh Eselon I dan II beserta jajarannya sudah menyusun Quick Win terkait Gernas El Nino dan langkah apa yang akan dikerjakan tiga bulan ke depannya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan sudah mempresentasikan bagaimana cara untuk mendapatkan produktivitas lebih tinggi dan lebih baik untuk tiga bulan kedepan, termasuk target 37 juta ton, sehingga memerlukan kerjasama seluruh pihak seluruh insan pertanian termasuk petani dan penyuluh.

Saya akan menemui Bapak dan Ibu semua yang ada di 10 provinsi yang terkena dampak El Nino, ujar Arief.
Kerahkan seluruh Eselon I ke 10 ini. Pastikan benihnya harus bagus, pupuknya harus ada. Jika pupuk bersubsidi sulit maka pupuk komersial harus ada, ujarnya lagi

Untuk asuransi pertanian, saya mohon agar penyuluh-penyuluh seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan asuransi pertanian. Hal ini penting karena jika ada gagal panen ada uang sebagai pengganti, tegasnya.

Baca juga: Kembalikan Kejayaan Pertanian, Plt. Mentan Minta Penyuluh Dampingi Petani Hadapi El Nino

Arief juga meminta agar produktivitas dapat ditingkatkan, dari 5.2 ton per hektar menjadi 5.4 ton per hektar, 5,5 sampai 5,8 ton per hektar. Detailkan satu persatu mulai pupuk dan benih, tetapkan penanggung jawab per wilayah.

Penyuluh pertanian merupakan salah satu kunci sukses keberhasilan. Sehingga kehadiran penyuluh harus bisa menjadi juru bicara dan harus bisa mendengarkan keluh kesah para petani. Jika ada masalah seharusnya penyuluh berada di depan dan laporkan kepada pemerintah pusat. Para Eselon I, II, Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota harus peduli terhadap permasalahan para petani dan harus mengeksekusi dilapangan secara langsung. Ini dilakukan untuk mengembalikan pertanian Indonesia yang jaya, pinta Arief.

Selain itu para penyuluh harus bisa menjadi fasilitator, inisiator, motivator, dinamisator, edukator dan adviser terhadap petani yang ada
Saya akan menemui Bapak dan Ibu semua di 10 provinsi yang terkonsentrasi untuk peningkatan produksi. Kerahkan seluruh sumber daya, benihnya harus bagus, pupuknya harus ada. Kalau pupuk subsidi sulit maka kita sudah menyiapkannya, tegas Arief lagi.

Terakhir, untuk asuransi pertanian agar dapat dikomunikasikan kepada para petani dan saya sudah berkomunikasi dengan Dirut Jasindo untuk membantu komunikasi terakhir kepada para petani.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam laporannya menyampaikan kegiatan Webinar Gernas penanganan dampak El Nino 10 provinsi yang terkena dampak El Nino merupakan daerah sentra produksi. Webinar juga dilakukan dalam rangka persiapan musim tanam I atau musim rendeng.

Kabadan Dedi meminta agar penyuluh harus memastikan ketersediaan sarpras di lapangan, teknologi budidaya, pemupukan berimbang, panen dan pasca panen. Lakukan pendampingan kepada petani dan penyuluh harus selalu hadir kepada petani dalam suka dan duka, ujarnya.

Untuk mengantisipasi musim rendeng dimana berdasarkan info BMKG bahwa musim hujan atau jadual tanam akan mundur 1-3 dasarian, maka peran penyuluh pertanian diharapkan dapat mengawal dan memastikan ketersediaan sarana produksi, transfer inovasi teknologi pertanian dan melakukan pendampingan kepada petani untuk memastikan usaha tani yang dilaksanakan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

Program Gernas Penanganan Dampak El Nino merupakan upaya peningkatan peran Penyuluh Pertanian dalam kegiatan pengawalan dan pendampingan pembangunan pertanian yang saat ini difokuskan pada kegiatan pengawalan penanggulangan dampak El Nino di 10 provinsi dan 115 kabupaten. Program Gernas ini bertujuan untuk meningkatkan peran Penyuluh Pertanian (PNS/PPPK/THL-TB PP) di 10 provinsi dalam pengawalan dan pendampingan di Lokasi Gernas Dampak El Nino.

Peserta webinar akan mendapatkan materi dari narasumber, praktisi serta fasilitator yang berkompeten di bidangnya. Diantaranya dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Webinar juga dihadiri oleh perwakilan Eselon 1 di Kementan.

Metode webinar meliputi tatap muka secara online dan diskusi adapun lokasi webinar secara offline dilaksanakan di Kementan, ujarnya. Target peserta webinar sebanyak 8.098 orang yang terdiri dari 7.936 PNS PPPK dan 162 THL TBPP dari 10 provinsi yang terkena dampak El Nino.

Kehadiran seluruh calon peserta pada kegiatan webinar diharapkan dapat meningkatkan melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap provinsi yang terkena dampak tersebut. (OC/NF)

Tingkatkan Produktivitas dan Jaga Kelestarian Alam, Kementan Masifkan Penggunaan POC

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk meningkatkan produksi produktivitas pertanian. Diantaranya dengan menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan padi berkualitas dan untuk menjaga keseimbangan alam.

Pada acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Volume 41 yang bertemakan Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penggunaan POC, Selasa (17/10/2023) secara virtual Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pemupukan merupakan komponen utama pada sebuah tanaman.

Karena itu diperlukan keberimbangan baik pupuk urea maupun dengan proses perawatan. Salah satunya mengatur aliran air. Air sangat diperlukan pada sawah yang baru proses tanam. Namun pengairan tidak boleh berlebih karena dapat merusak akar tanaman.

“Pada lahan insentif pupuk kimia wajib dikurangi dan pupuk organik wajib ditingkatkan karena dapat memperbaiki unsur tanah. Pupuk organik juga merupakan sumber kehidupan terhadap mikroorganisme penyubur tanah. Dan tugas penyuluh pertanian adalah harus dapat mendongkrak produksi tanam, salah satunya dengan penggunaan Pupuk Organik Cair atau POC”, jelas Dedi Nursyamsi.

Baca juga: Gulamut Jogja Semakin Mendunia

Narasumber Ngobras, Teti Herawati yang merupakan Penyuluh Pertanian Kota Banjar Provinsi Jawa Barat menjelaskan tentang penggunaan Pupuk Organik Cair atau POC. POC adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik atau dekomposer. Selain itu juga sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan, ujar Teti Herawati.

Yang melatarbelakangi pembuatan POC dari buah pepaya adalah dikarenakan berlimpahnya limbah pepaya. Selain itu juga untuk meningkatkan produktivitas serta untuk menekan biaya produksi, ungkap Teti.

Teti juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan POC yang bahan utamanya adalah buah pepaya, air cucian beras, air kelapa dan gula merah yang berperan sebagai sumber makanan bagi Mikroorganisme.

Untuk penggunaan POC, dimulai pada fase vegetatif 10 Hst sampai 60 hst dan aplikasi setiap satu minggu dilakuan dilakukan dua kali sampai padi memasuki fase generatif. Sedangkan untuk dosis pemberian POC sebanyak 20 lt/ha. semakin banyak penggunaan POC maka semakin baik bagi pertumbuhan tanaman dan kelestarian alam pun terjaga, tutupnya.(***)

Gulamut Jogja Semakin Mendunia

TANIINDONESIA.COM//KULONPROGO - Inovasi Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S) Sumber Rejeki Kulonprogo, DIY, yang menghadirkan Gulamut, alias Gula Semut, mampu menarik perhatian.

Keunggulan serta potensi Gulamut dikupas habis dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 237 yang digelar BPPSDMP di P4S Sumber Rejeki, Kamis (12/10/2023).

BOC adalah salah satu program penyebaran informasi mengenai dunia pertanian yang hadir secara rutin setiap minggu dengan topik bahasan yang menarik dan menambah wawasan.

BOC merupakan program interaktif yang diinisiasi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam upaya menunjukan dunia pertanian itu menguntungkan, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun menggeluti usaha pertanian.

Pada edisi volume 237, BOC mengambil tema Gulamut (Gula Semut) Jogja Semakin Mendunia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang membuka secara daring, mengaku antusias dengan adanya BOC edisi kali ini, yang mengangkat potensi gula semut, yang ada di Kulonprogo.

“Potensi gula di Indonesia sangat luar biasa, sayang kalo tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Gula termasuk komoditas penting yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sumber gula itu sendiri yang utama berasal dari tebu dari aren dan juga dari kelapa. Satu sama lain saling melengkapi,” jelas Dedi.

Baca juga: Jaga Mutu Penyelenggaraan Pelatihan melalui Surveillance ISO 9001:2015

“Potensi mengembangkan gula semut di indonesia sangat terbuka. Mengapa? Karena gula semut berasal dari kelapa, kita hitung Indonesia negara kepulauan dengan garis pantai yang terbentang luas, dan garis pantai itu didominasi dengan pohonan kelapa, membuat jenis gula ini sangat potensial untuk menarik keuntungan dan sumber devisa ekspor," tambahnya.

Menurut Dedi, lahan gula semut punya potensi ekonomi yang luar biasa, sehat dan menyehatkan. Dengan pengolahan lebih lanjut pasti bisa menjadi penghasil devisa ekspor.

"Olahan gula cair, padat, serbuk seperti gula semut, memilki kualitas gizi yang keren dengan kadar glikemik yang rendah sehingga lebih sehat cocok untuk yang sedang diet dan rasanya pun enak," ujar Dedi.

Keberadaan Pusat Pelatihan Perdesaan Swadaya (P4S) sendiri penting sebagai pusat pembelajaran bagi petani yang harus dapat menghadirkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan sektor pertanian.

P4S Sumber Rejeki yang berlokasi di Penggung RT 70, RW 21, Hargorejo, Kokap, Kabupaten Kulonprogo DIY, merupakan P4S Binaan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara yang merupakan UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP)

Sebagai informasi, P4S Sumber Rejeki merupakan salah satu objek yang dikunjungi dalam rangkaian kunjungan kerja Kepala BPPSDMP di akhir September 2023.

Dalam kesempatan itu, Ketua P4S Sumber Rejeki, Dinar Astuti, sekaligus pemilik produk ADANA Gula Semut, menjelaskan proses dan varian produk gula semut yang diolahnya bersama P4S.

Dinar termotivasi untuk terus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan dari gula semut yang dipadukan dengan kearifan lokal sehingga menjadi suatu model bisnis yang menjanjikan.(***)

Jaga Mutu Penyelenggaraan Pelatihan melalui Surveillance ISO 9001:2015

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan sesuai standar sistem manajemen mutu. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengingatkan jajarannya bahwa SDM menjadi kunci keberhasilan program pembangunan pertanian. “BPPSDMP punya 3 program aksi yang harus dilakukan yaitu Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani), penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung petani pengusaha milenial, penyuluhan pendidikan vokasi dan pelatihan mendukung program utama Kementan.”

Surveillance sistem manajemen mutu SNI ISO 9001:2015 merupakan upaya untuk mempertahankan mutu penyelenggaraan pelatihan dari sertifikat yang telah diperoleh sebelumnya. Diharapkan juga dapat meningkatkan kinerja dan mutu setiap bagian dan kelompok kerja di suatu instansi.

“BPPSDMP mempunyai 3 pilar. Tiga pilar inilah yang terus kita genjot SDM nya agar profesional mandiri berdaya saing dan berjiwa wirausaha yang akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, dan mampu meningkatkan ekspor,” ujar Dedi. Ini menjadi pedoman standar dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan sesuai standar manajemen mutu yang telah ditetapkan.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan surveillance pertama ISO 9001:2015 tentang Manajemen Mutu Pelatihan. Menghadirkan auditor eksternal dari PT. Enhaii Mandiri 186, pembukaan kegiatan audit sertifikasi dihadiri seluruh tim manajemen BBPP Lembang dan tim ISO 9001:2015 pada Kamis (12/10/2023).

   Baca juga: Kementan Latih Peternak Dan Penyuluh Negara Kepulauan Solomon Beternak Ayam Broiler

Audit dilaksanakan dengan ruang lingkup layanan penyelenggaraan pelatihan pertanian untuk aparatur dan non aparatur sebagai proses bisnis yang ada di BBPP Lembang. Dilakukan random sampling dengan melakukan audit yang dilaksanakan kepada Top Management, Wakil Manajemen Mutu terkait management review, audit mutu internal, pengendalian informasi terdokumentasi, dan verifikasi tindakan perbaikan, Kelompok Penyelenggaraan Pelatihan dan Kelompok Program dan Evaluasi.

Lead Auditor, Agustani Bustami, saat closing meeting menyampaikan hasil audit eksternal yang dilakukan. “Tidak ada temuan baik minor ataupun mayor,” tuturnya. Agus melanjutkan, “Ada 2 observasi positif yang kami lihat yaitu adanya komitmen yang baik dari pimpinan dan personil BBPP Lembang dalam implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dan telah diraihnya sertifikasi Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016.”

Beberapa hal sebagai bentuk saran terhadap penyelenggaraan ISO 9001:2015 yang juga disampaikan. “Dari sisi organisasi diperlukan adanya file server sebagai repositori pengetahuan organisasi antara lain data bekerja, laporan, materi pelatihan dan lain-lain. Untuk Kelompok Program dan Evaluasi, monitoring dan evaluasi pasca pelatihan sebaiknya dilakukan dengan efektif dan periodik. Keluhan peserta pelatihan sebaiknya dicatat dengan konsisten guna memudahkan dalam penelusuran informasi dan pemantauan status penyelesaiannya. Ini berguna agar jika ada keluhan berulang bisa ditemukan akar permasalahannya,” kata Agus.

“Dengan ini kami merekomendasikan bahwa BBPP Lembang mampu mempertahankan sertifikat ISO 9001:2015,” ungkapnya saat memberikan closing statement.

Ini disyukuri oleh segenap jajaran BBPP Lembang. Mewakili Kepala Balai, Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, menyampaikan, “alhamdulillah, pencapaian ini kami syukuri sebagai bagian dari tanggung jawab kami melaksanakan proses bisnis kami di bidang penyelenggaraan pelatihan. Ini merupakan kerja keras semua pegawai BBPP Lembang,” katanya. (Yoko/Che)

Kementan Latih Peternak Dan Penyuluh Negara Kepulauan Solomon Beternak Ayam Broiler

TANIINDONESIA.COM//BATU - Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai penanggungjawab kegiatan Training on Broiler Rearing for Farmers and Agricultiral Extension Officials hasil kerjasama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional – Kementerian Keuangan kembali menggelar pelatihan tematik bagi insan pertanian. Kali ini melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu yang merupakan salah satu sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) kegiatan tersebut.

Sejumlah peternak dan penyuluh pertanian dari Kepulauan Solomon antusias berlatih budidaya ayam broiler yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) di BBPP Batu, sebagai penugasan khusus dari Kementeri Luar Negeri Kepulauan Solomon.

Pelatihan Budidaya Ayam Broiler bagi Peternak dan Penyuluh Pertanian Kepulauan Solomon bertujuan untuk meningkatkan kapasitas budidaya ayam broiler dan mendesiminasikan pengetahuan tersebut di Kepulauan Solomon, salah satu kegiatan bimbingan tindak lanjut pelatihan di Indonesia adalah dispatch of expert Tahun 2024.

Sejak 1980-an, Indonesia mulai beralih menjadi menjadi negara donor dan terus berkomitmen untuk memperkuat Kerjasama Selatan - Selatan Triangular (KSST).

Pelatihan Budidaya Ayam Broiler dilaksanakan selama 28 hari (9 Oktober-5 November 2023), peserta akan mendapatkan materi dari narasumber, praktisi serta fasilitator yang berkompeten di bidangnya yang terdiri dari Menerapkan Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Melakukan Biosekuriti, Menyiapkan Kandang Produksi, Mengelola Unggas Periode Starter, Mengelola Unggas Periode Finisher, Menghitung Jumlah Kebutuhan Pakan, Menyimpan Bahan Pakan dan Pakan, Melakukan pemanenan serta Menghitung Hasil Usaha. Metode pelatihan meliputi : tatap muka, diskusi dan kunjungan (praktek). Lokasi pelatihan meliputi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

Peserta pelatihan sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani dan 10 penyuluh pertanian, berasal dari 9 provinsi di Kepulauan Solomon, meliputi: Guadalcanal, Malaita, Central, Honiara, Western, Temotu, Choiseul, Renbel, dan Isabel. Kehadiran seluruh calon peserta pada kegiatan pelatihan dapat meningkatkan hubungan baik dan kerja sama di bidang sosial – ekonomi antara Indonesia dan Kepulauan Solomon, serta mempererat people to people contact antar kedua negara.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada Senin (09/10/2023). Dalam arahannya, Dedi menyampaikan bahwa program pelatihan ini berfungsi sebagai wadah untuk berbagi pengalaman, best practice serta inovasi dalam peternakan ayam.

Baca juga: Kementan Latih Peternak Dan Penyuluh Negara Kepulauan Solomon Beternak Ayam Broiler

“Sebagai industri yang sedang berkembang di wilayah pasifik, produksi unggas tentunya dapat berkontribusi terhadap keamanan pangan, mata pencaharian di pedesaan serta pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh” ujar Dedi.

Dedi menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Pemerintah Indonesia kepada Negara Kepulauan Solomon guna meningkatkan perekonomian melalui sektor pertanian.

"Tahap pertama peternak dan penyuluh Indonesia datang dan belajar di Indonesia, tahap kedua pakar/ahli peternakan akan hadir langsung di Kepulauan Solomon untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para peternak disana,"ungkap Dedi.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala BBPP Batu, Sabir, mengatakan bahwa pelatihan ini sebagai jawaban pemenuhan kebutuhan pangan akibat pandemi covid-19 yang melanda Indonesia, begitu pula dengan Negara Kepulauan Solomon.

“Pelatihan ini merupakan simbol kerjasama antara Indonesia dan Kepulauan Solomon untuk menjawab tantangan ketahanan pangan serta mendorong kemajuan ekonomi” ujar Sabir.

Turut serta hadir pada acara pembukaan pelatihan di BBPP Batu, Koordinator Fungsi Kerjasama Internasional Kawasan Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri, Kepala Divisi Organisasi dan SDM Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional Kementerian Keuangan, General Manager Technical Information System dan General Manager Marketing Feed PT. Charoen Pokphand Indonesia serta Kepala BBPP Ketindan Malang.

Salah satu peserta pelatihan yang merupakan penyuluh pertanian dari Provinsi Western Kepulauan Solomon, Margaret Telemahua mengungkapkan bahwa di Kepulauan Solomon, mereka masih memiliki akses yang sangat sulit untuk mengembangkan peternakan keluarga di desa-desa. “Harapan saya ketika saya mendapat ilmu di sini, saya bisa membagikan kepada peternak di wilayah saya mengenai sistem, teknologi, dan sebagainya untuk mempermudah kami" ucapnya.

Dalam pelatihan ini Sekretaris Badan PPSDMP Siti Munifah juga memberikan overview program pengembangan SDM Pertanian sbg lesson learn bagi peserta yang bisa direplikasi di masing-masing lokasi tugasnya peserta di Kepulauan Solomon.

Asah Keterampilan Penyuluhan, Peserta Pelatihan Jalani Praktik Kompetensi

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Praktik kompetensi pada Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian merupakan rangkaian kegiatan pelatihan meliputi menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem dengan menggunakan metode SWOT, menyusun programa penyuluhan di tingkat kecamatan/desa, menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan pertanian, merencanakan dan melaksanakan evaluasi kegiatan penyuluhan pertanian.

Kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah peningkatan produktivitas. Diperlukan kolaborasi yang apik dari seluruh stakeholder di bidang pertanian untuk menggenjot produktivitas. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, “Peningkatan produktivitas bertujuan menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, peningkatan kesejahteraan petani dan meningkatkan peluang ekspor.”

“Swasembada pangan bisa diraih melalui kolaborasi dan sinergitas dari berbagai pihak. Semua harus berperan baik pemerintah, swasta, peneliti, akademisi, petani dan penyuluh pertanian,” tuturnya.

Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian yang mendampingi petani di lapangan, harus memiliki analisa yang tepat di lapangan sebelum melakukan penyuluhan. Diharapkan saat melakukan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan. Kemampuan melakukan analisa ini salah satunya dapat diperoleh dan dipertajam saat kegiatan praktik kompetensi pada pelatihan dasar fungsional bagi penyuluh pertanian.

Praktik kompetensi menjadi bagian dari Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Praktik kompetensi merupakan salah satu persyaratan kelulusan bagi peserta. Bobot nilai 10% dari nilai laporan hasil praktik setiap peserta akan digabungkan dengan nilai yang diperoleh berdasarkan pembobotan dari berbagai aspek lainnya yang menentukan predikat peserta dan kelulusannya pada akhir pelatihan.

Rangkaian Pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45

Praktik kompetensi Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil (pola PNBP) yang diselenggarakan oleh BBPP Lembang, dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian wilayah VII Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor selama 7 hari pada tanggal 5 – 11 Oktober 2023.

Terbagi dalam 2 kelompok, 21 orang peserta pelatihan ditempatkan di 2 lokasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) wilayah VII untuk Kecamatan Ciawi dan Megamendung.

Selama 1 minggu, dibimbing widyaiswara BBPP Lembang dan dipandu penyuluh pertanian peserta melakukan rangkaian kegiatan dengan langsung terjun ke desa-desa, mulai dari Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), membuat programa penyuluhan, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyusun materi dan media penyuluhan, membuat instrumet evaluasi penyuluhan, melakukan praktik penyuluhan, dan membuat laporan praktik kompetensi.

Ditemui di sela kegiatan praktik penyuluhan, Senin (9/10/2023) Wisnu Kresna Bayu, salah seorang peserta pelatihan yang berasal dari Kabupaten Bogor menceritakan aktivitas saat praktik kompetensi. “Di kegiatan ini, beberapa hal baru kami peroleh untuk mempersiapkan kegiatan penyuluhan. Saya yang ditempatkan di Desa Sukamanah Kecamatan Megamendung, memulai kegiatan dengan melakukan identifikasi potensi wilayah.

Bersama beberapa teman, menggali potensi desa dan permasalahan yang ada melalui wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat pertanian yaitu 5 kelompok tani yang ada. Dari hal itu kami rangkum menjadi rancangan yang lebih terarah dan rinci dalam bentuk programa dan RKTP,” ungkapnya.

“Setelah itu kami menyiapkan materi penyuluhan dan merancang media penyuluhan sesuai permasalahan yang ada dan juga menyiapkan instrumen evaluasi penyuluhan. Dengan bimbingan widyaiswara, semuanya tersusun secara sistematis dan fokus pada masalah yang ada,” ucap Wisnu.

Wisnu dengan semangat berucap, “Seru sekali kegiatan praktik kompetensi ini, walaupun lelah karena kerap begadang menyelesaikan berbagai dokumen untuk praktik kompetensi, namun kami belajar banyak dari masyarakat di sini, widyaiswara dan penyuluh pertanian di BPP Megamendung ini, sehingga menambah pengetahuan dan keterampilan kami.” (yoko/che)

Rangkaian Pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45

TANIINDONESIA.COM//Kuala Lumpur - Rangkaian pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-45, ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry Plus Three (AMAF+3) ke-23, ASEAN Japan Ministers on Agriculture and Forestry Meeting (the AJMAF Meeting) dan ASEAN China Ministerial Meeting on Sanitary and Phytosanitary Cooperation ke-8 (the 8th ASEAN China MM on SPS) digelar di Kuala Lumpur pada tanggal 2-6 Oktober 2023.

Pertemuan didahului dengan pertemuan tingkat Senior Officials (PrepSOM AMAF dan PrespSOM AMAF+3) yang diikuti oleh seluruh perwakilan negara ASEAN, mitra dialog ASEAN yakni China, Korea dan Jepang, serta Timor Leste yang untuk pertama kalinya bergabung dalam pertemuan ini sebagai observer.

Pertemuan dipimpin oleh Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, Minister of Agriculture and Food Security Malaysia, selaku AMAF Leader.

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Badan Karantina Nasional, ini dipimpin oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi sebagai alternate AMAF Indonesia, dan Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri, DR. Ade Candradijaya sebagai Contact Point SOM AMAF Indonesia.

Sementara pada pertemuan 8th ASEAN – China MM on SPS dipimpin oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang Wahyu Dwiantoro.

Dalam sambutannya di pertemuan AMAF ke-45, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menyampaikan apresiasinya kepada seluruh negara ASEAN atas dukungannya terhadap ASEAN Leaders Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crisis yang telah diadopsi oleh para pemimpin ASEAN pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 tanggal 5 September 2023 di Jakarta.

Baca juga: BBPP Kementan Latih Gen Z Sebagai Masa Depan Pertanian Indonesia

Pada KTT ASEAN di Jakarta beberapa mitra dialog seperti Australia, Tiongkok dan Kanada juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung ASEAN dalam implementasi deklarasi ini.

Selanjutnya, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan pentingnya untuk mendorong seluruh badan sektoral AMAF untuk mulai mengidentifikasi program aksi yang potensial serta kerja sama strategis dengan mitra dialog untuk mengimplementasikan secara konkret deklarasi tersebut.

Pada pertemuan ini para Menteri Pertanian ASEAN mencatat kemajuan kegiatan dan mengesahkan beberapa dokumen, diantaranya 17 (tujuh belas) dokumen untuk di adopsi, dan 7 (tujuh) dokumen untuk di notasi, termasuk capaian kerjasama ASEAN tahun 2023 serta menyetujui rencana kerja AMAF untuk tahun bidang pangan, peternakan, pangan asal tumbuhan, perikanan, kehutanan, litbang pertanian, penyuluhan dan pelatihan pertanian, promosi produk pertanian, dan pengaturan pengakuan bersama produk pertanian.

Selain itu pertemuan juga menyetujui usulan 2 (dua) Priority Economic Deliverables (PEDs) Laos sebagai Ketua ASEAN 2024 yang terdiri dari: i) Pengembangan Rencana Aksi untuk Implementasi Pedoman Pertanian Berkelanjutan ASEAN; dan ii) Strategi atau Panduan Mengurangi Pembakaran Tanaman untuk Mendukung Implementasi Strategi Netralitas Karbon ASEAN.

Para Menteri Pertanian AMAF mendorong kolaborasi terkait perubahan iklim dengan berbagi pratik, pengalaman dan pengetahuan terbaik, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta pengurangan resiko bencana.

ASEAN terus berkomitmen dalam meningkatkan kerja sama perubahan iklim antar negara anggota ASEAN dalam mewujudkan kawasan yang berketahanan iklim dan rendah karbon.

Pada pertemuan AJMAF, seluruh negara ASEAN menyampaikan dukungan dan apresiasinya kepada Pemerintah Jepang atas usulan kerjasama “Enhancing Resilient and Sustainable Agriculture and Food Systems for Ensuring Regional Food Security yang kemudian disebut MIDORI Cooperation Plan sebagai bentuk perayaan 50 tahun hubungan ASEAN dengan Jepang.

Dengan dukungan teknologi dan pengalaman yang dimiliki oleh Jepang, kerjasama ini akan berfokus pada kesesuaian dan kebutuhan teknologi dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan yang akan dikembangkan melalui kegiatan i). Pengembangan, demonstrasi dan diseminasi teknologi untuk membangun pertanian dan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan melalui inovasi, peningkatkan teknologi pertanian digital, ekonomi sirkular, energi biomassa, pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT); ii). Pengembangan sumber daya manusia untuk membangun sistem pertanian, kehutanan dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan; dan iii). Dukungan dalam implementasi ASEAN Regional Guidelines for Sustainable Agriculture in ASEAN.

Prof. Dedi menyampaikan optimismenya terhadap proyek MIDORI, dalam membuka jalan menuju pembangunan sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan, lebih khusus lagi dalam hal peningkatan produktivitas pangan dan produksi pertanian, sekaligus mengurangi beban lingkungan dengan mempromosikan pertanian yang inovatif.

Proyek kerja sama ini juga sangat sejalan dan menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari ASEAN Leaders Declaration in Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crisis, yang salah satunya menekankan pentingnya penguatan ketangguhan dan keberlanjutan jangka panjang Agri-food System di Kawasan ASEAN.

Sementara pada pertemuan AMAF+3, Prof. Dedi Bersama dengan AMAF Leaders lainnya menyampaikan apresiasinya atas perkembangan implementasi kerja sama ASEAN Plus Three Cooperation Strategy (APTCS) Framework on Food, Agriculture, and Forestry dan mendorong Negara APT untuk terus mendukung strategi-strategi utama Kerjasama ASEAN  bidang pertanian, pangan dan kehutanan di ASEAN, yang mencakup promosi pertanian sirkular dan berkelanjutan, pengelolaan hutan berkelanjutan, pengurangan penggunaan agrokimia berbahaya, dekarbonisasi, pemanfaatan teknologi digital, memerangi resistensi Antimicrobial, dan menjamin keberlanjutan sumber daya tanah dan air.

Baca juga: Kunjungi BPP Jalaksana, Kementan Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas Lewat Smart Farming

Secara khusus, Indonesia juga mengapresiasi ASEAN – China Action Plan on Green Agricultural Development dan ASEAN – China Joint Statement on Food Security Cooperation yang telah diadopsi oleh para Leaders pada tahun 2022, yang menekankan dukungan Pemerintah China untuk ketahanan pangan Kawasan melalui berbagai kolaborasi antara kedua pihak.

Kepada Pemerintah Jepang atas inisiasi dukungannya yang tercermin melalui Rencana Kerjasama Midor, serta kepada Pemerintah Korea, atas dukungan yang dilakukan melalui berbagai proyek yang melengkapi program-program pangan dan pertanian, seperti Establishing Real – Time ASEAN Food Security Information Network.

Selanjutnya pada pertemuan ke-8 ASEAN – China on SPS, Delegasi Indonesia yang pada kesempatan ini dipimpin oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang Wahyu Dwiantoro menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan yang telah dicapai dalam implementasi Plan of Action 2022-2023, dan mendukung pengesahan Plan of Action Kerjasama ASEAN-Tiongkok di bidang SPS untuk tahun 2024-2025.

Selanjutnya, dengan ditandatanganinya MOU ASEAN-China on SPS Cooperation oleh seluruh AMS tahun lalu, Indonesia optimis bahwa MoU ini akan memperdalam kerja sama kita di bidang SPS dalam menjamin ketahanan pangan termasuk keamanan pangan di kawasan.

Lebih lanjut, Indonesia berharap MoU ini dapat mengakomodasi mekanisme transparansi dan kesetaraan yang lebih baik dalam penerapan langkah-langkah SPS antara ASEAN dan Tiongkok sejalan dengan Perjanjian SPS WTO.(***)

BBPP Kementan Latih Gen Z Sebagai Masa Depan Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian dalam upaya meregenerasi petani muda berkomitmen melatih insan-insan pertanian generasi selanjutnya. Melalui pelatihan-pelatihan di fasilitas pelatihan seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian memberikan pembekalan berupa pelatihan kepada Gen Z sebagai masa depan pertanian nasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan generasi milenial dan generasi Z melanjutkan upaya-upaya pembangunan pertanian di masa depan. Generasi Z yang dilihat sebagai generasi terkini diharuskan memperbarui dan terus mempelajari teknologi pertanian terkini. “Generasi Z juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman, harus berani menjadi petani yang modern atau mendirikan start-up pertanian,” tegas SYL.

"Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mendukung gagasan SYL. Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, berpendapat bahwa di tangan generasi milenial dan generasi Z pembangunan pertanian akan dilanjutkan. Menurutnya milenial dan generasi Z akan menjadi motor penggerak pertanian di Indonesia, melanjutkan generasi pendahulunya yang telah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan di bidang pertanian.

   Baca juga: Kunjungi BPP Jalaksana, Kementan Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas Lewat Smart Farming

BBPP Lembang melalui satu dari enam standar pelayanan public, salah satunya kerja sama Praktik Kerja Lapang (PKL), memiliki peran dalam meningkatkan kualitas SDM. Baik mahasiswa maupun pelajar di jurusan pertanian dapat mendaftarkan diri ke BBPP Lembang untuk meningkatkan kapasitasnya.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika mengatakan upaya regenerasi SDM pertanian dapat dilakukan dengan mempersiapkan generasi selanjutnya. “Adanya program PKL ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan hingga rasa cinta kepada dunia pertanian,” tambah Ajat mengiringi seminar akhir PKL dari SMK Negeri 3 Baleendah Kabupaten Bandung pada Jumat (29/09).

"Sebanyak 8 putra SMK Negeri 3 Baleendah Kabupaten Bandung telah menjalani masa PKL selama tiga bulan. Di akhir periode magang, mereka diharuskan melakukan presentasi hasil selama PKL di BBPP Lembang. Masing-masing dari pemuda-pemuda ini ditempatkan di screen house atau lahan-lahan yang tersedia di BBPP Lembang. Mereka ditempatkan di lahan tanaman brokoli, seledri, anggur, selada, dan bawang merah untuk masing-masing mempelajari komoditas-komoditas tersebut mulai dari persiapan media tanam hingga panen. Pelaku PKL kali ini dipercayakan SMKN 3 Baleendah untuk menjalankan praktik lapangan di BBPP Lembang pada periode 3 Juli 2023 hingga 3 Oktober 2023.

Para peserta PKL menyajikan hasil pembelajarannya dalam bentuk presentasi sederhana. Mereka menggambarkan alur budidaya masing-masing komoditas di atas kertas karton dalam bentuk bagan sederhana. Moch. Fahmi Firmansyah misalnya, menunjukkan alur budidaya seledri di dalam polybag. Rekan Fahmi, Fadhillah Panca M., memberikan presentasi mengenai tanaman anggur. Masing-masing diberikan nilai atas empat kategori yaitu penyampaian, penguasaan materi, keaktifan, dan kerapian. Widyaiswara BBPP Lembang menyimak dan memberikan nilai kepada para peserta PKL dan saran perbaikan laporan hasil PKL.

"Sebelum dikembalikan ke sekolahnya, para peserta magang memberikan kesan-kesannya. Bagi mereka pengalaman di BBPP Lembang menjadi pengalaman yang berharga dan menambah wawasan. Widyaiswara dan pendamping juga banyak memberikan ilmu dan menambah pengalaman mereka selama PKL berlangsung. Bagi Bagas Yusak S., salah satu peserta PKL, masa pembelajaran di BBPP menambah wawasan dan menambah teman juga.(***)