2 Mei 2026

Hari: 17 November 2024

Kementan Kenalkan Teknologi Olahan Pangan ke Guru Sekolah Menengah Kejuruan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan teknologi pengolahan labu peacock menjadi es krim kepada delapan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) Kabupaten Sumedang yang melakukan kunjungan, Selasa (12/11/2024).

Para guru yang berasal dari jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura itu berkunjung untuk meningkatkan kompetensi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan hilirisasi pertanian akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani dan juga merupakan langkah krusial yang harus dilakukan karena akan menekan impor.

“Hilirisasi di bidang pertanian menjadi langkah krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk, menekan impor, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan industri terkait,” tuturnya.

Mentan Amran menyampaikan hilirisasi akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani. Langkah itu diharapkan dapat mengurangi fluktuasi harga yang sering menjadi masalah di sektor pertanian, khususnya saat musim panen raya tiba.

Menurutnya, hilirisasi juga merupakan langkah strategis yang harus dipercepat.

“Kuncinya semua harus terlibat dan sinergi, kami optimis, jika semua bergerak, ini bisa kita lakukan secara maksimal,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan untuk mengembangkan usahatani, perlu ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/17/kementan-perkenalkan-teknologi-hidroponik-dan-kom-mix-hayati-ke-petani-kabupaten-bogor/

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyampaikan jika sektor pertanian diminta tidak berhenti untuk bergerak cepat.

"Karena pertanian di era pemerintahan baru sekarang menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dengan swasembada,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu, rombongan bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Petugas laboratorium memberikan penjelasan alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan es krim labu peacock yaitu blender, panci, mangkok, kompor, dan mixer.

Sementara bahannya adalah labu peacock, susu murni, susu kental manis, air, telur, dan bahan pengembang.

Peserta pun mempraktikkan tahapan demi tahapan pengolahan hasil labu peacock menjadi eskrim. Mulai dari mencampurkan labu yang telah dikukus hingga matang dengan air dan telur lalu menghaluskan dengan blender. Setelah itu dimasak di atas kompor menggunakan panci hingga mendidih.

Setelah mendidih, kompor dimatikan, menunggu hingga dingin sebelum memasukkan susu dan susu kental manis. Setelah itu adonan dituangkan ke dalam wadah plastik, dan dibekukan di freezer.

Langkah selanjutnya, setelah adonan membeku, dikeluarkan hingga 20 menit atau agak mencair dan dihancurkan menggunakan mixer, lalu masukkan bahan pengembang dan di mixer hingga melembut selama kurang lebih 40 menit.

Adonan es krim jadi, dituangkan ke dalam wadah sesuai selera, dibekukan dan siap dikonsumsi.

Langkah yang mudah menghasilkan adonan es krim yang lembut dan gurih serta mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Peserta juga mencoba produk laboratorium pengolahan hasil pertanian lainnya seperti es krim jagung, sorbet mangga, sorbet cabai merah, dan sorbet wornas. Apresiasi disampaikan atas kelezatan masing-masing produk olahan ini.(***)

Kementan Perkenalkan Teknologi Hidroponik dan Kom-Mix Hayati ke Petani Kabupaten Bogor

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk mewujudkan ketahanan pangan di desa, Kementerian Pertanian memperkenalkan teknologi hidroponik dan pembuatan kompos yang dicampurkan dengan agens hayati (kom-mix hayati) kepada 55 orang anggota kelompok tani Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, yang berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Jumat (15/11/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami sedang membangun pertanian modern dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di setiap kesempatan menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang gaspol menggenjot produktivitas agar target swasembada secepatnya bisa terealisasi.

“Sektor pertanian diminta tidak berhenti untuk bergerak cepat karena pertanian di era pemerintahan baru sekarang menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dengan swasembada,” tutur Ajat.

Saat penerimaan rombongan secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang, Kepala Desa Sukamanah, Irmayani Ismail, mengatakan bahwa dirinya mengajak 2 kelompok tani di wilayahnya untuk belajar dan menerima banyak manfaat di BBPP Lembang.

Rombongan bergegas menuju Inkubator Agribisnis (IA). Di zona kandang sapi dan rumah kompos, widyaiswara dibantu petugas lahan praktik memberikan penjelasan tentang pembuatan kompos mulai dari alat dan bahan yang diperlukan dan praktik membuatnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/17/kementan-ajak-gen-z-tekuni-sektor-pertanian-lewat-field-trip/

Dilanjutkan pengenalan kom-mix hayati dengan mencampurkan kompos dan agens hayati trichoderma yang bermanfaat untuk imunitas tanaman, terutama mencegah penyakit akar gada pada tanaman.

Kunjungan berlanjut ke sudut IA lainnya. Petugas mendemonstrasikan pembuatan instalasi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) sederhana.

Peserta juga diajak praktik agar memahami pembuatan instalasi DFT yang dapat dipasang di pekarangan rumah, ditanami aneka sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Budidaya pertanian dengan hidroponik jika dibuat skala bisnis maka akan menghasilkan keuntungan berlipat karena harga jualnya tinggi dibandingkan budidaya secara kovensional.

Petugas juga menjelaskan proses persemaian tanaman, cara melakukan penanaman, cara pelarutan nutrisi utama pada budidaya hidroponik, yaitu melarutkan AB mix dengan air dengan perbandingan 5 ml larutan A, 5 ml larutan B untuk 1 liter air.

Kemudian dijelaskan pengaplikasian dan pengecekan nutrisi untuk terjaganya kualitas sayuran hingga tibanya waktu panen.

Dayat Hidayat, Ketua Kelompok Tani Makmur, saat dijumpai di akhir kunjungan mengatakan dirinya sangat puas berkunjung ke BBPP Lembang karena menerima banyak manfaat.

“Di sini kami belajar hal baru. Di kelompok tani kami, biasa memanfaatkan kotoran hewan dan sisa sayuran menjadi pupuk kompos. Tapi untuk penambahan activator seperti EM 4 dan trichoderma itu belum kami lakukan. Sehingga sepulang dari sini akan kami praktikkan untuk menambah kesuburan tanaman kami,” ujarnya.

Pernyataan ini juga diamini Fauzi, Ketua Kelompok Pesona Flower.

“Di sini kami jadi mengenal dan menambah wawasan tentang budidaya sayuran dengan menerapkan teknologi hidroponik untuk pemanfaatan lahan pekarangan,” katanya.(***)

Kementan Ajak Gen Z Tekuni Sektor Pertanian Lewat Field Trip

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 375 orang siswa-siswi kelas VIII, Kamis (14/11/2024). Para siswa yang didampingi guru ini mempelajari pertanian konvensional dan modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika BBPP Lembang terus berkomitmen menyiapkan regenerasi petani, salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau field trip.

Widyaiswara BBPP Lembang menjelaskan pertanian modern melalui penerapan teknologi hidroponik untuk budidaya tanaman sayuran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/10/jaga-ketahanan-pangan-kwt-kota-bekasi-pelajari-urban-farming-di-upt-kementan/

Dijelaskan aneka sistem pada budidaya hidroponik yang diterapkan di BBPP Lembang, yaitu aeroponik yang biasa diterapkan untuk pembibitan kentang, sistem deep flow technique (DFT) dan nutrient film technique (NFT) pada tanaman sayuran daun seperti pakcoy, selada, dan seledri.

Selain itu ada sistem irigasi tetes untuk tanaman melon, tomat beef, dan paprika. Di Inkubator Agribisnis, rombongan dibagi 3 kelompok.

Kelompok pertama mempraktikkan penanaman tomat beef sistem irigasi tetes, mulai dari persiapan media tanam berupa arang sekam dan cocopeat yang dimasukkan ke dalam polybag. Setelah itu GenZ ini praktik penanaman bibit tomat beef.

Sementara itu, di zona kendang sapi dan rumah kompos, petugas lahan praktik didampingi mahasiswa yang sedang PKL di BBPP Lembang, menjelaskan tentang pembuatan pupuk kompos dan manfaatnya bagi tanaman.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara BBPP Lembang mengenalkan aneka tanaman hias yang ada yaitu kaktus dan sukulen.

Diawali langkah proses perbanyakannya dengan teknik grafting dan perawatannya yang cukup mudah. Anak-anak antusias mempraktikkan perbanyakan kaktus dan sukulen.

Terlebih lagi, hasil praktiknya juga bisa mereka bawa sebagai upaya melatih keterampilan pertanian, melakukan perawatan tanaman hias.

Widyaiswara juga mengajak GenZ ini untuk berbisnis tanaman hias yang memiliki peluang menghasilkan cuan berlipat, melalui pemasaran secara digital.(***)