15 April 2026

Hari: 9 November 2024

Tingkatkan Kepercayaan Publik, Kementan Bangun Integritas di Sektor Pendidikan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang bersih dan berintegritas. Melalui penguatan manajemen anti penyuapan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) membekali pegawai dengan Bimbingan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016.

Sebanyak 19 pegawai dari Unsur manajemen, Satuan Pengendali Internal (SPI), dan tim penjaminan mutu mengikuti giat ini pada 7-9 November 2024 di kampus Polbangtan YOMA Jalan Kusumanegara No.2, Umbulharjo, Yogyakarta.

Giat ini dinilai strategis dalam menciptakan budaya kerja yang bersih di sektor pendidikan. Utamanya dalam menyediakan lingkungan yang bebas praktik koruptif bagi mahasiswa. Sehingga upaya mencetak SDM pertanian yang berkualitas dan berintegritas dapat berjalan dengan baik.

Seperti komitmen Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan).

“Integritas adalah kunci dalam mencapai ketahanan pangan nasional, dan bahwa aparatur yang berintegritas tinggi akan berkontribusi lebih besar pada pencapaian visi Kementan,” jelas Mentan Amran.

Ia mendorong pegawai Kementan untuk bekerja dengan jujur, transparan, dan mengutamakan pelayanan publik. Mentan juga menekankan pentingnya mengambil tindakan tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan wewenang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/29/dukung-program-makan-bergizi-presiden-prabowo-kementan-bangun-ketahanan-pangan-di-gunung-kidul/

“Saya menginginkan komitmen penuh dari seluruh jajaran Kementan untuk bekerja secara profesional dan menjauhi praktik korupsi. Harta melimpah tidak ada artinya jika kehormatan kita ternoda. Mari kita bekerja untuk membangun reputasi yang baik bagi anak cucu kita di masa depan,” lanjut Mentan Amran.

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berharap agar seluruh ASN menerapkan nilai-nilainya dalam setiap tugas sehari-hari, menjaga reputasi institusi, dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan akuntabel.

Sementara itu, Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto menyebutkan Ia dan jajarannya secara serius mengembangkan tata kelola yang lebih transparan di lingkungan Polbangtan YOMA.

“Giat ini dilakukan untuk merefresh, meninjau ulang, dan memperbaiki tata kelola yang sudah ada. Untuk selanjutnya disertifikasi dalam Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016,” jelas Bambang.

Dalam 3 hari, peserta melakukan penyusunan dokumentasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; pemenuhan klausul Standar Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; pendampingan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; melaksanakan dan memonitor pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001; dan melakukan review dokumen Panduan SMAP Polbangtan YOMA.(***)

Peran Penyuluh Pertanian untuk Capai Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli dan Terampil (Pola PNBP), 7 – 28 November 2024. Pelatihan diikuti 53 peserta dari 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.

Pelatihan digelar untuk membangun landasan pelaksanaan tugas, menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja, dan tata hubungan kerja penyuluh pertanian. Serta memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komprehensif bagi penyuluh pertanian, dan meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan sikap sebagai penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan jika langkah strategis pencapaian swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo, dilaksanakan melalui berbagai program.

“Swasembada pangan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan jika SDM memegang peran penting untuk kemajuan pertanian.

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat membuka pelatihan, Jumat (8/11/2024), menekankan pentingnya penyediaan pangan sebagai penentu hidup matinya suatu bangsa.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/01/belajar-pertanian-modern-siswa-siswi-smpn-11-bekasi-kunjungi-upt-kementan/

Menurutnya, pembangunan pertanian ke depan fokus untuk mencapai swasembada pangan.

“SDM pertanian menjadi kunci penggerak pembangunan pertanian. Kita sebagai bagian dari SDM pertanian harus selalu menyiapkan dan membekali diri agar mampu mengaktualisasi diri dengan perubahan yang begitu cepat dari waktu ke waktu," katanya.

"Ini semua untuk pemberdayaan petani agar mereka mampu berusaha tani dengan baik, menyiapkan pangan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya,” sambung Ajat.

Ajat mengajak seluruh peserta penyuluh pertanian agar dapat berkontribusi positif untuk kemajuan sektor pertanian.

“Menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak juga penting agar dapat memaksimalkan semua upaya untuk kemajuan sektor pertanian,” katanya.

Selama pelatihan, Widyaiswara BBPP Lembang akan memberikan materi sebanyak 168 JP dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, studi kasus, dan simulasi.

Ini akan membuat suasana pembelajaran serius namun terlihat mampu dicerna dengan baik oleh peserta.

Sesuai dengan pendekatan orang dewasa yang mengundang partisipasi peserta agar aktif selama proses pembelajaran.

Di penghujung pelatihan, peserta akan menjalani Kegiatan Praktik Kompetensi.

Peserta akan melakukan identifikasi potensi wilayah, membuat programa penyuluhan, membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menentukan metode penyuluhan, menyiapkan media penyuluhan yang tepat dan melakukan praktik penyuluhan serta evaluasi penyuluhan.(***)