1 Mei 2026

Hari: 11 April 2024

Kadis Pertanian Kabupaten Bandung Apresiasi Upaya Kementan Tambah Pupuk Bersubsidi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus membantu dan mendukung petani meningkatkan produksi pangan. Beragam bantuan telah diberikan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada para petani di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Salah satu bantuan tersebut berupa penambahan alokasi pupuk bersubsidi menyambut musim panen tahun 2024.

"Alhamdulillah, hari ini petani Indonesia merasakan kebahagiaan karena pupuk sudah sampai di titik distribusi, dengan penambahan pupuk sebesar 100%, dengan nilai anggaran mencapai Rp28 triliun. Kami telah memastikan pengiriman surat sudah sampai ke Gubernur dan Bupati, hingga Kadis Kabupaten," terang Mentan Amran ketika mengunjungi Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Widyaiswara BBPP Kementan Teliti Penyimpanan Brokoli dan Tomat dalam Kajiwidya

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendarsah memberi apresiasi atas tambahan kuota pupuk bersubsidi. Secara keseluruhan Kementerian Pertanian telah mengalokasikan sejumlah 634.990 ton untuk Provinsi Jawa Barat untuk Tahun Anggaran 2024. Kabupaten Bandung sendiri menerima penambahan pupuk urea sebesar 10.854,4 ton dan pupuk NPK sejumlah 12.349,56 ton. Secara total Kabupaten Bandung menerima pupuk bersubsidi sejumlah 26.140 ton Urea dan 23.207 ton untuk pupuk NPK setelah diberikan penambahan.

Ketika ditemui untuk memberikan keterangan, Ningning memberikan keterangan lebih lanjut bahwa selanjutnya pupuk bersubsidi ini akan dialirkan ke petani dengan berbagai komoditas. Diantara komoditas pangan yang dijadikan andalan di Kabupaten Bandung adalah Padi, Kedelai, dan Jagung. Sementara itu di tanaman hortikultura Kabupaten Bandung mengandalkan Bawang Putih, Bawang Merah, dan Cabai Merah. "Harapan kami kebutuhan pupuk di lapangan dapat terpenuhi dengan adanya tambahan alokasi pupuk," tegas Ningning.

Dengan adanya tambahan pupuk bersubsidi ini Dinas Pertanian Kabupaten Bandung juga mengharapkan adanya peningkatan produktivitas petani di lapangan. Diharapkannya juga dengan adanya berbagai program-program dari Kementerian Pertanian seperti penambahan pupuk bersubsidi, program pompanisasi lahan, dan modernisasi alat mesin pertanian dapat membantu para petani untuk meraih hasil yang maksimal. (YKO/AFR)

Widyaiswara BBPP Kementan Teliti Penyimpanan Brokoli dan Tomat dalam Kajiwidya

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Komitmen Kementerian Pertanian dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) untuk memajukan pertanian Indonesia ditunjukkan dalam berbagai bentuk peningkatan kompetensi. Tidak terkecuali bagi widyaiswara yang menjadi pengajar dalam pelatihan di balai-balai pelatihannya, Kementerian Pertanian mendorong terus peningkatan kompetensi dan inovasi di bidang pertanian melalui riset dan seminar di balai-balainya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai sektor pertanian akan lebih optimal jika dikembangkan dengan sentuhan teknologi dan inovasi. Sejalan dengan semangat itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa transformasi pertanian menjadi suatu keharusan dalam peningkatan produksi pertanian. Semangat itu ditunjukkan dalam berbagai kegiatan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang termasuk dalam kegiatan Kajian Widyaiswara.

Kajian Widyaiswara atau kajiwidya merupakan kegiatan wajib bagi para Widyaiswara. Sebagaimana diamanatkan oleh PERMENPAN RB Nomor 22 Tahun 2014, setiap widyaiswara memiliki kewajiban untuk menunaikan kajiwidya demi meningkatkan kompetensi dan pengembangan profesi widyaiswara. Di BBPP Lembang para widyaiswara melakukan kajiwidya untuk mengamalkan hal tersebut dan juga meningkatkan keilmuan dalam bidang pertanian.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Pertanian, Pustaka Kementan Sosialisasikan Layanan Perpustakaan

Telah dilaksanakan kajiwidya dengan tajuk kajian Perlakuan Pra-Pendinginan, Suhu Penyimpanan, dan Kemasan Terhadap Kualitas dan Umur Simpan Produk Hortikultura: Studi Kasus pada Brokoli (Brassica Olarecea L.var Italica) dan Tomat Beef (Lycopersicum esculetum Mili) pada Kamis (04/04) lalu. Kajiwidya dilakukan demi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia tenaga pendidik di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Disajikan dalam bentuk seminar riset, kaji widya kali ini mempersembahkan hasil penelitian tim widyaiswara BBPP Lembang yang terdiri dari 6 orang terhadap Brokoli dan Tomat Beef. Tim sendiri terdiri dari Ir. Elvina Herdiani, SP., MP., Dewi Padmisari S.SP., M.Sc., Sani Hanifah, S.P., M.P., Rosros Rosdiantini, S.P., M.Sc., Riyadi Pratiwa Sutardjo, S.Pt., M.P., dan Estu Hariyani S.TP., M.p., Penelitian telah dilaksanakan sejak Oktober 2023 dan menunjukkan perbedaan pada brokoli dan tomat beef yang diberikan perlakukan penyimpanan yang berbeda-beda.

Diantara hasil penelitian melihat perbedaan warna, ukuran, dan hasil yang ditunjukkan pada presentasi. Perlakuan yang diberikan pada kedua varietas tanaman hortikultura tersebut diantaranya adalah pada Perlakuan Pra-Pendinginan, Suhu Penyimpanan, dan Pengemasan. Setelah tim widyaiswara mempresentasikan hasil temuan, dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi untuk lebih lanjut mengembangkan potensi penelitian dengan widyaiswara BBPP Lembang lainnya.

Sebagai pembimbing dari akademisi, dihadirkan juga dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran Asri Widyasanti, M.Eng. Menurut Asri, penelitian yang dilakukan sangat bagus dan dapat dilanjutkan baik oleh widyaiswara lain maupun oleh mahasiswa dan akademisi di tingkat kampus. (YKO/AFR)