19 Juli 2024

Sambangi P4S Al-Mukhlis, Kepala BPPSDMP Apresiasi Inovasi Teknologi Eco-enzyme untuk Tingkatkan Produksi Padi

0

TANIINDONESIA.COM//BANJARAN – Sektor pertanian menjadi fokus utama pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan ketiga tahun 2023, sektor pertanian mencatat pertumbuhan sebesar 1,46% dan memberikan kontribusi sebesar 13,57% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran seluruh insan pertanian yang bekerja keras untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan dalam satu tahun ini pihaknya fokus menggerakkan SDM pertanian untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketersediaan pangan di Indonesia. “Kita fokus meningkatkan produksi dan produktivitas pangan Indonesia. Kita tidak sendiri ada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mendampingi para petani di lapangan,” kata Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menambahkan bahwa peningkatan produksi komoditas pangan utamanya padi dan jagung menjadi tanggung jawab dan tugas seluruh insan pertanian. “Penting juga untuk menerapkan inovasi dan teknologi dalam mendongrak produktivitas pertanian,” ujar Dedi.

Berkaitan dengan hal tersebut, saat menyambangi salah satu pelaku utama pembangunan pertanian yaitu Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Al-Mukhlis, apresiasi disampaikan oleh Kepala BPPSDMP saat melihat langsung kegiatan P4S. P4S Al-Mukhlis yang konsisten bergerak di agribisnis padi organik tidak hanya di sektor hulu, namun juga hilir. Tahun 2021, saat berkunjung ke P4S Al-Mukhlis pada kegiatan Kunjungan Pers lingkup BPPSDMP, Kepala Badan mengapresiasi P4S Al-Mukhlis yang tidak hanya menjual padi dalam bentuk gabah, namun bisa dalam bentuk beras bahkan bisa membuat restoran bernama Rumah Makan Riung Panyaungan di wilayah persawahannya yang terpantau ramai didatangi pengunjung. Tentunya ini sangat menguntungkan.

Saat ini, inovasi teknologi juga telah dilakukan oleh P4S Al-Mukhlis. Rabu (22/2/2024), Kepala BPPSDMP mengunjungi P4S Al-Mukhlis didampingi Kepala Balai, Kepala Bagian Umum dan Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BBPP Lembang. Kepala Badan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh P4S Al-Mukhlis berkaitan peningkatan produksi padi khususnya padi organik.

Kegiatan dihadiri oleh 6 orang penyuluh pertanian Kecamatan Banjaran. Diskusi santai antara pengelola P4S dan para penyuluh dengan Kepala Badan dan jajarannya di dalam saung di tengah hamparan sawah padi organik yang sedang menguning. Produk hilirisasi yang ditampilkan oleh P4S Al-Muklis yang diketuai H. Nono ini berupa eco-enzyme. Eco-enzyme dibuat dengan memanfaatkan limbah kulit buah dan sisa potongan sayuran dari rumah makan sehingga bisa disebut P4S Al-Mukhlis telah menerapkan pertanian ramah lingkungan zero waste. Eco-enzyme nantinya dijadikan tambahan nutrisi tanaman padi organik sehingga dihasilkan tanaman padi yang sehat dan produktivitasnya meningkat.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi Bersama Para Penyuluh Pertanian
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi Bersama Para Penyuluh Pertanian

Baca juga: Kementan Gelar Training of Trainer Pupuk Subsidi, 50,987 SDM Pertanian Siap Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Di penghujung kegiatan, Kepala Badan menyampaikan, “Hari ini, saya mengunjungi P4S Al-Mukhlis, ternyata produknya luar biasa dan implementasinya di lapangan juga keren!!. Pertanian organik yang diterapkan dengan memanfaatkan kotoran hewan jadi pupuk kompos, pestisida nabati, pembenah tanah dan produktivitasnya 6-7 hektar, luar biasa” ucap Dedi.

“Ternyata di sini ada yang sudah sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia hanya dengan menambahkan kohe, pupuk kompos dan ternyata mampu meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padinya karena dipadupadankan antara pupuk organik dan eco-enzyme sebagai katalisator pertumbuhan tanaman dan hasilnya 12 ton/hektar,” tutur Dedi.

“Implementasi pertanian organik betul betul dilaksanakan di lapangan maka produktivitasnya akan melejit. Penyuluh dan petani jika mengimplementasikan eco-enzyme dipadukan dengan pertanian organik maka tanaman sehat, keuntungan berlipat,” jelas Dedi.

“Terima kasih kepada penyuluh pertanian dan P4S yang menggagas pertanian organik khususnya di Kecamatan Banjaran ini. Tetap semangatt!!,” ucap Dedi mengakhiri kunjungannya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menambahkan agar pengelola P4S Al-Mukhlis bisa menguji eco-enzyme tentang kandungan nutrisi yang ada di dalamnya agar lebih menguatkan untuk pemanfaatannya bagi petani sekitar.

Dadang Kustiawan, salah seorang penyuluh yang hadir menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Kepala BPPSDMP. “Ini menjadi motivasi kami penyuluh dan petani untuk terus mengembangkan pertanian yang berbasis organik dengan ditunjang teknologi dari eco-enzyme yg dikembangkan oleh P4S. Kami menjadi lebih semangat bekerja untuk meningkatkan produktivitas dengan pertanian yang berkelanjutan dan terintegrasi.”

Senada dengan yang disampaikan pengelola P4S Al-Mukhlis, Dadang Sulaeman. “Motivasi dari Kepala BPPSDMP akan kami tindaklanjuti dengan terus menerapkan pertanian organik, mengkombinasikan pupuk kompos, kohe dan eco-enzyme,” ucapnya. (Yoko/Che)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *