22 April 2026

Hari: 13 Februari 2024

Kementan Pacu Regenerasi Petani melalui Kegiatan Magang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Salah satu Standar Pelayanan Publik (SPP) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang yang menjadi daya tarik pengguna layanan adalah kegiatan kerjasama PKL/magang. Berbagai sekolah dan kampus di seluruh Indonesia, silih berganti setiap tahunnya mengirimkan siswa dan mahasiswa nya untuk datang, belajar dan praktik langsung tentang agribisnis di BBPP Lembang. Salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Keberhasilan pembangunan pertanian harus didukung oleh SDM pertanian yang profesional. Kementerian Pertanian berupaya melakukan percepatan penumbuhan dan peningkatan SDM pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan jajarannya terus berupaya meningkatkan produksi pangan strategis. Hal ini tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, “Dunia pertanian terus mengalami perkembangan. Sektor pertanian mempunyai banyak hal yang bisa dikembangkan generasi muda dan sangat menjanjikan. Banyak peluang untuk digarap, makanya kita mengajak anak-anak muda untuk terjun ke dunia pertanian," kata Dedi.

Salah satu program regenerasi petani yang dilaksanakan oleh BBPP Lembang adalah kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL)/magang bagi siswa dan mahasiswa. BBPP Lembang sudah bekerjasama dengan berbagai sekolah dan universitas, bahkan ada beberapa sekolah dan universitas yang setiap tahun rutin mengirimkan siswa dan mahasiswa nya untuk belajar sekaligus praktik langsung, menyiapkan mereka untuk siap nantinya terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Kepala Balai, Ajat Jatnika menyampaikan, “BBPP Lembang siap mencetak generasi muda agar mau tekuni pertanian melalui kegiatan PKL/magang. Sarana pembelajaran kami terus kami kembangkan untuk mengakomodir kebutuhan generasi muda kita untuk praktik langsung tentang pertanian, baik budidaya secara konvensional maupun memanfaatkan teknologi, agribisnis dari hulu hingga hilir, dan pertanian ramah lingkungan,” tuturnya.

Baca juga: Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas Pangan

Enam orang mahasiswa-i Agroteknologi semester 6 angkatan 2021 Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto melaksanakan kegiatan magang/PKL di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Periode magang selama 3 minggu mulai dari tanggal 22 Januari – 16 Februari 2024. Selama magang, keenamnya ditempatkan di berbagai instalasi di lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk belajar dan praktik budidaya tanaman.
Didampingi petugas lapangan, mahasiswa semester 7 ini melakukan budidaya tanaman seledri dengan hidroponik sistem deep flow technique (DFT), budidaya tanaman kaktus dengan teknik grafting, pemeliharaan tanaman melon di dalam screen house secara hidroponik sistem irigasi tetes, sub kultur teknologi kultur jaringan komoditas anggrek bulan, pemeliharaan tanaman kentang dengan hidroponik system aeroponik, dan perbanyakan Trichoderma sp menggunakan media singkong dan limbah makanan. Masing-masing mahasiswa juga memperoleh bimbingan dari widyaiswara BBPP Lembang dalam hal penyelesaian laporan akhir magang.

Senin (12/2/2024), setelah menjalani 3 minggu magang, belajar dan praktik budidaya aneka komoditas, dilaksanakan seminar hasil. Seminar dihadiri oleh widyaiswara pembimbing dan pembahas serta mahasiswa lainnya yang juga sedang melaksanakan magang di BBPP Lembang.

Satu persatu mempresentasikan hasil magang, dilanjutkan sesi diskusi tanya jawab. Tanya jawab bertujuan untuk melakukan konfirmasi atas apa yang sudah dipelajari dan memberikan catatan terhadap beberapa hal yang masih belum tepat, sebagai bahan untuk penyempurnaan isi laporan.
Kegiatan magang diakhiri dengan pelepasan secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang, diwakili Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, Aris Hanafiah, dan Ketua Tim Kerja Program dan Kerja sama, Yanissa Nuraeni Kuswandi.

Arbi Abdillah, salah satu perwakilan mahasiswa, memberikan kesan positif selama menjalani proses magang. “Kami merasa senang, fasilitas untuk kegiatan belajar baik dari fasilitas literatur dan fasilitas alat kerja praktik sangat lengkap. Di sini kami juga dibimbing bapak/ibu widyaiswara dalam penyusunan laporan dan bahan presentasi, hal ini sangat meringankan kami saat kembali ke kampus dan menyerahkan hasil laporan,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, “Setiap kegiatan yang kami lakukan juga didampingi oleh pembimbing lapangan yang sangat kompeten sehingga kami mendapat ilmu baru dari praktik lapangan. Selain itu, kami mendapatkan banyak teman-teman baru dari universitas lain sehingga kami dapat bertukar pikiran mendapat ilmu baru.” (Yoko/Che)

Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Dalam rangka pengembangan inovasi dan teknologi pertanian modern, khususnya pengembangan screen house, Dinas Pertanian Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara lakukan studi tiru ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan berbagai pihak, fokus pada peningkatan produksi pangan untuk peningkatan produksi pangan padi dan jagung tahun 2023-2024. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai sektor pertanian akan lebih optimal dikembangkan dengan sentuhan teknologi dan inovasi. Dengan adanya sentuhan teknologi dan inovasi, pertanian di Indonesia akan mampu bersaing dengan negara lainnya.

“Kehadiran transformasi pertanian menjadi pertanian modern itu telah memberikan dampak yang positif dalam beberapa hal. Diantaranya terkait efisiensi tenaga kerja dan penurunan biaya tanam”. Kementerian  yang dipimpinnya pun memberikan berbagai dukungan untuk peningkatan produksi pangan diantaranya berupa kesiapan benih unggul, hingga pupuk bersubisidi.

Sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, bahwa tranformasi pertanian dari tradisional ke modern menjadi suatu keharusan untuk peningkatan produksi pertanian. Pertanian modern ditandai dengan penggunaan bibit varietas unggul, pemanfaatan alsintan dan teknologi informasi.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, menyatakan kesiapan BBPP Lembang sebagai tempat pembelajaran pertanian baik dari sisi SDM dan sarana prasarana yang terus dikembangkan memanfaatkan berbagai teknologi pertanian modern untuk mendukung program nasional percepatan peningkatan produksi pangan dan peningkatan kualitas SDM pertanian.

Salah satu wilayah di Indonesia yang sedang mengembangkan pertanian modern adalah Kabupaten MInahasa Utara. Potensi pertanian yang tinggi mengharuskan pengelolaannya yang modern agar tercapai produktivitas pertanian secara optimal. Untuk mempelajari pertanian modern, sejumlah pejabat, petugas, dan penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Minahasa Utara lakukan studi tiru ke BBPP Lembang, Rabu (7/2/2024). Rombongan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen yaitu Kepala Bagian Umum, Ketua Tim Kerja Program dan Kerja sama, widyaiswara BBPP Lembang dan Manajer Inkubator Agribisnis (IA).

Kepala Bagian Umum, Yullyndra Tisna Diputri, saat menerima secara resmi tamu kunjungan, menyampaikan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang, beserta dukungan sarana dan prasarana penunjang proses pelatihan. Diantaranya bangunan screen house baik yang konvensional maupun yang sudah modern/otomatis karena dilengkapi berbagai sensor penerapan smart farming.

Baca juga: Kementan Ajak Petani Muda Berpartisipasi di YAA Lahan Rawa 2024

Widyaiswara, Dewi P.S, menyampaikan materi tentang Pengembangan Inovasi dan Teknologi Modern (Screen/Greenhouse). Tujuannya agar rombongan studi tiru mengetahui dan terbuka wawasannya tentang pengembangan screen/greenhouse (GH) sehingga indikator keberhasilannya diharapkan  mampu mengembangkan teknologi GH di daerahnya masing-masing. Dijelaskan bahwa  di dalam teknologi pertanian modern, tujuan pembangunan GH sebagai struktur bangunan yang dirancang untuk melindungi tanaman dari gangguan lingkungan (hama, penyakit, dan cuaca ekstrem). Dewi juga menjelaskan tentang keberadaan GH di skala petani wilayah Lembang dan juga di BBPP Lembang dan komoditas pertanian yang bisa dibudidayakan di dalam GH.

Tidak berlama, peserta langsung diajak mengelilingi Inkubator Agribisnis yang menjadi lahan praktik peserta pelatihan khususnya 15 buah GH koleksi BBPP Lembang. Pertama, peserta menuju GH untuk budidaya melon menggunakan teknologi hidroponik sistem irigasi tetes. Manajer IA, Risa Nurul Falah didampingi petugas, menjelaskan tentang teknik budidaya melon, proses pembibitan, pemberian nutrisi dan pemeliharaannya. Selanjutnya, di GH aeroponik kentang yang sedang dilakukan pengeringan bibit kentang, rombongan memperoleh informasi tentang pembibitan kentang yang dilakukan sebagai salah satu komoditas yang memiliki nilai jual tinggi.

Kunjungan diakhiri di 2 GH otomatis yang dikelola BBPP Lembang, yaitu GH persemaian aneka sayuran dan GH yang digunakan untuk budidaya tanaman tomat beef. Di GH ini, diskusi panjang tentang sensor yang membuat GH bersifat otomatis, saat suhu di dalam GH terlalu panas maka shade luar screen menutup, jika masih panas juga maka shade dalam juga akan menutup. Jika turun hujan maka plastik pinggiran dan atap GH akan menutup.

Setelah berkeliling lahan praktik Inkubator Agribisnis, Kepala Dinas Pertanian Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara, Wangke Sem Karundeng, menyampaikan apresiasinya, khususnya setelah melihat beberapa bangunan screen house BBPP Lembang. “Kehadiran kami di sini ingin melihat pengelolaan screen house. Luar biasa, teknologinya sudah canggih. Ini yang akan kami bawa ke daerah kami untuk pengembangan screen house yang modern di Kabupaten Minahasa Utara,” ungkapnya. Dirinya juga mengharapkan kerja sama berlanjut karena berkeinginan untuk mengundang narasumber dan tenaga ahli dari BBPP Lembang dalam pengelolaan screen house dan budidaya tanaman menggunakan teknologi hidroponik. (Yoko/Che)