19 Juli 2024

Olah Sampah Jadi Bisnis, Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Juara Kompetisi Kewirausahaan

0

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang yang tergabung dalam Tim Great and Green berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Student Enterpreneurship (SEC) 2024 Rumah BUMN Gunung Kidul dan Ozorta Campaign yang diselenggarakan oleh Sayur Sleman.

Tim yang terdiri dari enam mahasiswa, yaitu Dicky Mustofa, Ahmad Ma’ruf, Adiyansa Nur Fadhilah, Agus Wiji Prasojo, Ahmad Fahrizki Gustaman, dan Putra Arafah Subani, berhasil menyabet Juara 2 SEC 2024 dan Peserta Terbaik Ozorta Campaign.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan ilmu pengetahuan dan inovasi dibutuhkan dalam mendukung bidang pertanian.

“Ilmu pengetahuan terus berkembang, termasuk juga pada sektor pertanian. Jika tidak ingin tertinggal, kita harus menemukan inovasi-inovasi baru yang dapat mendukung peningkatan produksi pertanian,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Dedi mengajak para insan pertanian untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan.

SEC sendiri merupakan kompetisi kewirausahaan yang ditujukkan untuk membangun rasa percaya diri bagi para pengusaha dan calon pengusaha untuk menciptakan suatu produk yang kreatif dan inovatif yang diiringi dengan kecanggihan teknologi di era serba digital ini.

Baca juga: Perluas Wawasan, Petani Muda Belajar Konsep Low Cost Smart Farming di Polbangtan Kementan

Tema utama SEC tahun 2024 ini adalah mengenai sustainability. Lomba berfokus pada ide bisnis yang berkontribusi pada keberlanjutan (sustainability) dalam aspek lingkungan.

Sehingga, seluruh ide bisnis dan video yang dikumpulkan harus menekankan bagaimana produk atau jasa akan memiliki efek pada kelestarian lingkungan di sekitar mereka dan kompetisi ini terbuka untuk mahasiswa aktif yang berada di jenjang Diploma-Sarjana dan siswa SMA /SMK sederajat se-DI Yogyakarta.

Untuk mencapai prestasi ini, Tim Great and Green harus melalui beberapa tahapan seleksi.

“Ajang SEC dimulai dari pengiriman proposal ide, kemudian pengumpulan video ide bisnis dan inkubasi. Selanjutnya bagi peserta terpilih, diseleksi lagi dengan presentasi final yang kemudian dipilih menjadi juara,” terang Dicky Mustofa.

“Sedangkan pada even Instagram reel competition yang diselenggarakan Sayur Sleman, yang dinilaikan adalah unggahan reels instagram,” sambungnya.

Mengangkat tema aksi pengolahan sampah organik rumah tangga, Great and Green bersama dengan warga sekitar Ruang Terbuka Hijau Publik (RTPH) Warungboto memiliki program unggulan yaitu pemanfaatan limbah rumah tangga organik untuk pupuk dan budidaya maggot.

“Kami memiliki dua program unggulan yaitu Pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan limbah rumahtangga dan Budidaya maggot bersama dengan warga sekitar RTPH. Jika dikelola dengan baik, sebenarnya sampah rumahtangga memiliki potensi ekonomi yang tinggi,” ujar Dicky Mustofa.

Siti Nurlaela, selaku Dosen Pembimbing, berharap ajang ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Capaian ini tentunya sangat membanggakan sekaligus sebagai pemantik untuk mereka agar lebih semangat mengembangkan komunitas bisnis bersama masyarakat,” harap Laela.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *