13 Februari 2026

#UPT

Perkuat Kapasitas Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Agribisnis Cabai

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Cabai bagi Generasi Muda, 25 - 28 Agustus 2025.

Kegiatan diikuti 30 siswa dan siswi dari berbagai sekolah yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda, harus terus ditingkatkan. Karena peran generasi muda sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia.

“Peran generasi muda sangat krusial. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan dunia,” tutur Amran.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Sebab, petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda.

Ajat menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi, di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat, dan kegiatan magang. Di antaranya, Pelatihan Budidaya Cabai bagi Generasi Muda.

Baca juga:

Sudaryono: Anak Petani Desa yang Terima Bintang Kehormatan dari Istana Negara

Selama empat hari pelatihan, peserta diberikan berbagai materi, mulai dari motivasi berprestasi, persiapan benih, dan persiapan lahan.

Selanjutnya, mereka belajar tentang penanaman cabai, pupuk dan pemupukan, serta pemeliharaan tanaman cabai.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Panen dan Pascapanen Cabai, serta Pengolahan Hasil Cabai.

Untuk melengkapi pemahaman agribisnis, materi Analisis Usaha Tani Cabai dan Pemasaran Hasil Cabai juga disampaikan. Pelatihan diakhiri dengan materi Pembuatan Media Pembelajaran.

Di akhir pelatihan, Kamis (28/8/2025), salah satu peserta, Yuni Nuraini dari SMKN 4 Padalarang, mengaku mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan ini.

“Mulai dari teknik budidaya tanaman cabai yang baik, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian hama penyakit terpadu. Selain itu, saya juga belajar tentang proses panen dan pascapanen, pengolahan hasil, dan strategi pemasaran serta analisa usaha tani yang bermanfaat bagi perkembangan di sektor pertanian,” ujar yuni.

Hal senada disampaikan Hadi Maulana dari SMKN 1 Bojong.

"Menurut saya, materi yang paling menarik adalah materi penanaman, karena dari materi ini saya lebih tahu bagaimana memelihara tanaman dengan baik dan bagus. Misalnya, mengembangkan varietas cabai baru yang tahan lama terhadap penyakit,” ujarnya.

Sementara itu, Azhar Patu Rahman, siswa dari SMK Negeri 1 Bojong membagikan kesan positifnya setelah mengikuti pelatihan budidaya cabai.

“Kegiatannya seru, menambah wawasan dan pengalaman. Semoga saya menjadi pengusaha cabai yang sukses," tambahnya dengan penuh semangat.

Pernyataan ini menyoroti pentingnya program pelatihan praktis bagi para siswa SMK untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

Hal ini juga menunjukkan bagaimana pelatihan seperti ini dapat memotivasi siswa untuk meraih cita-cita.(***)

Gen Z Pelajari Pertanian Melalui PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebagai upaya melakukan regenerasi petani, Kementerian Pertanian, melalui BBPP Lembang, membuka kesempatan bagi generasi muda untuk praktik atau magang. Hal ini dimanfaatkan sejumlah mahasiswa dari Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) yang melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh dalam menghadapi tantangan dunia

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.”

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin berumur. Sementara itu kebutuhan akan bahan pangan semakin meningkat.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” terang Santi.

Kegiatan PKL Unsoed dan Unpad diikuti empat mahasiswi selama satu bulan dan berakhir Selasa (5/8/2025). Para mahasiswi ini menyuguhkan hasil pembelajaran praktiknya kepada para widyaiswara di BBPP Lembang.

Baca juga:

Regenerasi Pertanian, Delapan Mahasiswa Unila Tamatkan PKL di UPT Pelatihan Kementan

Suasana sidang berlangsung dengan atmosfer akademik dengan adanya pembimbing dan pembahas yang juga berlaku sebagai penguji. Masing-masing peserta didik melaksanakan PKL-nya di berbagai instalasi di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Ulima Fatikah Nadia Fawwaz dan Naurotul Ahadiyah dari Universitas Jendral Soedirman mempelajari budidaya dan pengolahan hasil tanaman Kopi.

Ulima mendalami pengolahan kopi dengan metode full wash dan semi wash sementara Naurotul belajar pengolahan dengan metode honey dan wine. Kopi tersebut mereka pelajari dari perawatan, pemanenan, hingga pasca panen.

Sedangkan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran, Vamela Amelia Mulyana dan Dea Mariska, mempelajari budidaya Pakcoy.

Vamela mendalami teknik persemaian untuk peningkatan produksi bibit sementara Dea mempelajari sistem irigasi tetes dengan pemanfaatan internet of things untuk budidaya pakcoy di dalam screenhouse.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika mengatakan bahwa pendidikan mahasiswa PKL dilakukan sebagai komitmen UPT BPPSDMP dalam mengembangkan sumber daya manusia bidang pertanian yang siap berkontribusi di bidang pertanian.

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tutup Ajat.(***)

Regenerasi Pertanian, Delapan Mahasiswa Unila Tamatkan PKL di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak delapan mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila), menyelesaikan tahap akhir praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Senin (04/08/2025).

Ke-8 mahasiswa itu adalah Lutfi Apriyadi, Made Wira Dika, Cintami Amajaya Prauli, Muhammad Ijlal Mua’fa, J Prima Yudha, Dini Anggraini, Meila Adzra Azzahra, dan Mazaya Ajrina Nahdah. Di tahap akhir ini mereka menjabarkan hasil temuan mereka selama melaksanakan PKL melalui seminar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Menambahkan, menurut Mentan Amran teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

"Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

Baca juga:

Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI AD

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Dalam seminar hasil PKL, widyaiswara penguji dan pembimbing silih bergantian mengajukan pertanyaan setelah presentasi masing-masing mahasiswa tersebut.

Mereka juga berdiskusi dengan rekan PKL dari kampus lain untuk mengembangkan ilmu yang dipelajari lebih lanjut. Mereka pun silih bertukar informasi mengenai teknologi yang mereka pelajari di BBPP Lembang.

Delapan mahasiswa Unila tersebut melaksanakan PKL di inkubator agribisnis BBPP Lembang. Berbagai topik dipelajari meliputi budidaya, manajemen agroeduwisata, penerapan smart farming, dan penyakit pada tumbuhan. Komoditas yang dipelajari pun beragam mulai dari brokoli, kentang, selada, hingga kopi.

Selesai melaksanakan seminar hasil, Lutfi yang mendalami penyakit pada benih kentang aeroponik meninggalkan kesannya.

“Kami telah dibimbing oleh widyaiswara yang ahli dalam bidangnya,” kata Lutfi.

“Kami rasa BBPP Lembang dapat menjadi tempat untuk belajar mengenai pertanian baik dari budidaya hingga pengolahan hasil,” tambah mahasiswa lainnya, Cintami.(***)

Gen Z Pelajari Agribisnis Pertanian di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan agribisnis pertanian kepada 80 siswa didampingi 25 dosen Program Keahlian Agribisnis Tanaman SMK Agribisnis dan Agroteknologi Amerta Kabupaten Bogor, Senin (16/12/2024).

Ini sejalan dengan program Kementan tentang regenerasi petani. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/16/dukung-swasembada-pangan-kementan-asah-kompetensi-gen-z/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pertanian modern membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan jika pihaknya berkomitmen menyiapkan regenerasi petani. Salah satunya melalui kegiatan pengenalan dunia pertanian pada kegiatan kunjungan atau fieldtrip.

Rombongan langsung meninjau lahan praktik Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar. Di screen tanaman hias, petugas lahan praktik sharing tentang budidaya kaktus dan sukulen mulai dari penyiapan media tanam, perbanyakan anakan dan proses pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit.

BBPP Lembang juga memperkenalkan zona lainnya, yaitu budidaya sayuran lapang selada keriting mulai dari pengolahan lahan, persemaian, pemeliharaan, panen dan pascapanen.

Kunjungan berakhir di screen house anggur, berdiskusi dengan petugas lapangan tentang tahapan budidaya tanaman mulai dari persiapan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, serta panen dan pascapanen. (Yoko/Che)