13 Februari 2026

UPT Pelatihan Kementan

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa UPI PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu UPT di Kementerian Pertanian, kembali dijadikan lokasi praktik kerja lapangan (PKL). Kali ini praktik dilakukan mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Fayza Auliana Aztari.

Menariknya, Fayza yang sudah merampungkan PKL di BBPP Lembang, mencoba mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada akhir periode PKL, Ia menjabarkan hasil temuan.

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” tutur Amran.

Ia menambahkan, teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

“Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Jumat (7/11/2025) menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Perkenalkan Agroeduwisata ke Siswa SD Cimahi

Selama menjalani PKL di BBPP Lembang, Fayza ditugaskan di Lab Agensi Hayati yang merupakan salah satu instalasi di Inkubator Agribisnis.

Fayza menelusuri Trichoderma spp. dan aplikasinya pada berbagai gulma pada tanaman pakcoy.

Berasal dari latar belakang jurusan Biologi, Fayza menyandingkan perbandingan berbagai perlakuan Trichoderma pada gulma tanaman pakcoy dan perbedaan kandungan yang dapat membantu budidaya tanaman pakcoy.

Menurutnya, penggunaan trichoderma sebagai pembasmi gulma alami akan berdampak baik pada tanaman.

“Sebenarnya ada alternatif yang lebih aman bagi petani dibandingkan menggunakan pestisida kimia, sehingga penggunaan trichoderma dapat menguntungkan,” terangnya.

Menurutnya trichoderma terbilang menarik sebagai agen pengendali hayati yang dapat menjaga kesehatan tanaman.

Selesai melaksanakan seminar hasil, Fayza memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Pembimbing dan widyaiswara telah membantu sehingga PKL saya berjalan lancar dan semoga BBPP Lembang tetap dapat menjadi tempat untuk belajar dan berlatih termasuk bagi kami mahasiswa,” terang Fayza.(***)

UPT Pelatihan Kementan Perkenalkan Agroeduwisata ke Siswa SD Cimahi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan agribisnis kepada 89 siswa kelas 1, 2, dan 3 SD IT Bina Insan Cendekia Kota Cimahi yang berkunjung Kamis (30/10/2025). Rombongan diterima secara resmi oleh Kepala Balai didampingi tim manajemen.

Kegiatan outing class ini bertujuan untuk mengenal hal-hal baru yang bermanfaat. Dan pertanian merupakan bidang yang menarik untuk dipelajari.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong generasi muda untuk mengawal Indonesia menuju negara superpower.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” kata Mentan Amran.

Kementan juga mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian untuk menciptakan wirausahawan tani (agropreneur), meningkatkan produktivitas, dan menyokong ketahanan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perlu ada pendampingan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian, baik dalam bentuk mentoring maupun akses permodalan.

Baca juga: 

Persiapan Masa Purnabakti, Pegawai KAI Perdalam Budidaya Tanaman Hias

Dalam kunjungannya, para siswa SD IT Bina Insan Cendekia Kota Cimahi diajak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas menjelaskan tujuan kegiatan pengolahan hasil pertanian. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung.

Keseruan terjadi karena anak-anak antusias mempaktikkan pembuatan es krim jagung. Para generasi alpha ini tampak antusias bergantian mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari oleh anak-anak, mulai dari pencampuran bahan, pemasakan bahan, dan pengemasan es krim jagung.

Di screen tanaman hias, widyaiswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan proses perbanyakan kaktus melalui teknik grafting dan stek pucuk untuk sukulen.

Anak-anak tampak senang karena masing-masing hasil praktik baik es krim jagung dan tanaman kaktus dan sukulen yang bisa dibawa pulang untuk dilakukan pemeliharaan.

Apresiasi juga disampaikan Kepala SD IT Bina Insan Cendekia Kota Cimahi, Erni Suryadin.

“Tujuan kami di sini belajar di alam. Anak-anak tampak excited tadi belajar tentang tanaman hias yaitu cara menanam kaktus dan sukulen. Setelah itu mereka praktik pengolahan hasil pertanian yaitu membuat es krim jagung," katanya.

Menurut Erni, anak-anak senang bisa belajar di luar kelas sembari melihat sekelilingnya melihat kebun sayuran dan udaranya juga sejuk.

“BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat belajar pertanian,” tuturnya.(***)

Pelajari Hilirisasi Komoditas Hortikultura, Calon Purnabhakti PT KAI Datangi UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), menerima kunjungan 30 orang calon purnabhakti PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) Daop 2 Bandung, Kamis (16/10/2025) di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Kunjungan dilakukan agar para calon purnabhakti ini mengenal pertanian sebagai peluang usaha mengisi masa purna bhakti

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.

“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Baca juga:

Perdalam Ilmu Pertanian, Siswa SMKN Purwakarta Lakukan Praktek Kerja UPT Pelatihan Kementan

Dalam kunjungan, Widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian, menjelaskan konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Analisa usaha kegiatan pengolahan hasil pertanian juga disampaikan sehingga kegiatan hilirisasi komoditas hortikultura dapat menjadi peluang bisnis menguntungkan untuk mengisi masa purna bhakti.

Peserta dikenalkan olahan berbahan dasar sayuran wortel, yaitu cistik wortel. Petugas laboratorium pengolahan hasil pertanian menjelaskan alat dan bahan pembuatan cistik wortel.

Perwakilan peserta praktik membuatnya mulai dari mencampurkan bahan-bahan, mencetak adonan, menggoreng hingga mengemas produk cistik wortel.

Rombongan juga melihat lahan praktik di Inkubator Agribisnis, kegiatan budidaya sayuran daun dengan teknologi hidroponik sistem deep flow technique, melihat koleksi tanaman hias kaktus dan sukulen serta sayuran lapang yang sedang dibudidayakan di area praktik seluas total 2,5 hektar.

Semua aktivitas pertanian yang ada dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, asalkan pemilihan komoditas yang tepat serta ditekuni dengan serius.(***)

Perdalam Ilmu Pertanian, Siswa SMKN Purwakarta Lakukan Praktek Kerja UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sembilan siswa kelas XII dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bojong, Kabupaten Purwakarta, melaksanakan praktik kerja di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT Pelatihan di Kementerian Pertanian (Kementan).

Dalam kegiatan yang dilakukan selama 4 bulan, dari 1 Juli sampai 20 Oktober 2025, para siswa mempelajari sejumlah ilmu pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Saat PKL, para siswa SMK Negeri 1 Bojong Kabupaten Purwakarta praktik di beberapa zona di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu sayuran lapang tanaman brokoli, pakcoy, dan selada keriting, serta budidaya anggur.

Setelah 4 bulan melakukan praktik kerja, dilaksanakan seminar hasil.

Kegiatan dihadiri oleh Manajer Inkubator Agribisnis dan petugas pendamping di lapangan, serta siswa-siswi lain yang juga sedang praktik di BBPP Lembang.

Baca juga:

Regenerasi Petani, Kementan Perkenalkan Budidaya Tanaman Hias Pada Mahasiswa

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil praktik kerja. Diskusi berlangsung tentang hasil proses praktik kerja yang dilakukan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan peran generasi muda sangat penting untuk pembangunan pertanian.

“Apapun yang kita lakukan semua kembali ke diri kita masing-masing,” tutur Ajat.

Ajat menambahkan, jika selama 4 bulan ini para siswa sudah merasakan nilai positifnya, maka itu menjadi kebanggaan bagi sekolah dan BBPP Lembang. Terutama dalam rangka menyiapkan generasi muda siswa sekolah kejuruan pertanian menjadi petani dan pelaku usaha dibidang pertanian.

Ajat mengingatkan bahwa pertanian saat ini menarik untuk ditekuni apalagi modernisasi pertanian akrab bagi generasi muda yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi informasi.

“Apa yang sudah dilakukan di BBPP Lembang, aktivitas agribisnis mampu melengkapi apa yang sudah dipelajari di sekolah secara teori. Ini menjadi bekal yang bagus untuk membangun idealisme, cita-cita di masa depan,” ujarnya.

Sementara guru SMK 1 Bojong, Bayu, menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan BBPP Lembang untuk kegiatan praktik kerja ini.

“Terima kasih BBPP Lembang telah menerima anak-anak kami praktik kerja di sini, memberikan ilmu pertanian yang bermanfaat untuk mereka dan kami berharap semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk siswa-siswi kami di periode berikutnya,”

Salah seorang siswa, Asep Aripin, mengaku mendapatkan banyak hal baru dari PKL ini.

“Di sini kami jadi memiliki teman baru, pegawai BBPP Lembang ramah dan baik sehingga seperti keluarga bagi kami dan jadi memperoleh pengalaman baru,” ungkapnya.

Siswa lainnya, Rendi Juliansyah, menyampaikan dari sisi teknik pertanian memberi manfaat banyak.

“Praktik kerja di sini kami jadi lebih mengetahui proses budidaya pertanian mulai dari pengolahan lahan hingga panen yang belum kami peroleh di sekolah,” katanya.(***)

Kunjungi UPT Pelatihan Kementan, Siswa Sekolah Dasar Kenali Dunia Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 263 siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hijrah Kota Cimahi yang berkunjung Senin (13/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal aktivitas pertanian mulai dari hulu dan hilir yang dikembangkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang sebagai instalasi berlatih untuk mendukung pengembangan SDM pertanian.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya regenerasi petani. Kementan juga mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian untuk menciptakan wirausahawan tani (agropreneur), meningkatkan produktivitas, dan menyokong ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong generasi muda untuk mengawal Indonesia menuju negara superpower.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perlu ada pendampingan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian, baik dalam bentuk mentoring maupun akses permodalan.

Sementara kehadiran rombongan siswa dan guru MI Al-Hijrah Kota Cimahi diterima oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Para siswa lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar untuk mengenal dan praktik budidaya tanaman di dalam polybang, praktik perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen, serta praktik pengolahan hasil jagung menjadi es krim dan pengolahan buah mangga menjadi sorbet.

Baca juga:

Calon Purnatugas PT KAI Antusias Ikuti Pelatihan di UPT Pelatihan Kementan

Di lahan terbuka Inkubator Agribisnis, widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian didampingi petugas, menjelaskan budidaya tanaman sayuran secara konvensional di dalam polybag.

Pertama-tama, pengenalan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setelah itu anak-anak praktik memasukkan media tanam ke dalam polybag, menyiraminya dan menanam bibit selada dan pakcoy.

Keseruan terjadi di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas menjelaskan tujuan kegiatan pengolahan hasil pertanian.

Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung dan sorbet mangga.

Para generasi alpha ini tampak antusias bergantian mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari oleh anak-anak, mulai dari pencampuran bahan, pemasakan bahan, dan pengemasan es krim dan sorbet.

Terakhir, di screen tanaman hias, widyaiswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan proses perbanyakan kaktus melalui teknik grafting dan stek pucuk untuk sukulen.

Anak-anak tampak senang karena masing-masing hasil praktik bisa dibawa pulang untuk dilakukan pemeliharaan.

Zafran, siswa kelas 3, mengungkapkan keseruannya belajar di BBPP Lembang. “seru sekali belajar di sini, udaranya segarrr,” ucapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Sekolah, Wissya Maryanti.

“Kami diterima dan dilayani dengan baik di sini. Banyak sekali pengetahuan yang kami dapatkan disini karena BBPP Lembang sangat lengkap fasiltasnya. Anak-anak juga antusias belajar dan senang karena sambil praktik langsung menanam sayuran di dalam polybag, perbanyakan kaktus dan sukulen serta membuat es krim dan sorbet,” tutur Wissya.

Wissya berharap outdoor activity ini menjadi motivasi untuk anak-anak di masa depan jika ingin menekuni dunia pertanian.(***)

Calon Purnatugas PT KAI Antusias Ikuti Pelatihan di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada 20 calon purna tugas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang sedang menyiapkan diri untuk menyongsong masa pensiun.

Bekal diberikan saat para calon pensiunan itu berkunjung ke BBPP Lembang, Selasa (7/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga dalam mencapai swasembada pangan.

“Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah,” tegas Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, Para Calon Purna Tugas PT KAI berkesempatan untuk melihat beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Kehadiran para calon pensiunan ini disambut di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Kemudian mereka melanjutkan kunjungan ke screen house tanaman hias.

Di screen house tanaman hias, para calon purna tugas melihat komoditas kaktus, sukulen, dan anggrek yang tersedia.

Mereka melihat potensi tanaman anggrek sebagai tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu sebagian tertarik dalam membudidayakan sukulen dan kaktus Tidak lupa mereka berfoto dengan tanaman yang tersedia.

Selama perjalanan, mereka melalui lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tersedia di BBPP Lembang.

Baca juga:

Kenalkan Hilirisasi, Calon Purna Tugas BUMN Antusias Ikuti Pelatihan

Berbagai jenis tanaman luar ruangan dibudidayakan di sini terutama tanaman hortikultura yang tumbuh subur di dataran tinggi. Komoditas seperti brokoli, selada, jagung, kopi, dan sebagainya dikembangkan di sini.

KRPL BBPP Lembang juga sudah menggunakan prinsip pertanian modern dengan menggunakan Internet of Things.

Di KRPL tersedia beberapa sensor yang dapat mendeteksi cuaca, nutrisi di dalam tanah, dan berbagai faktor yang dapat menentukan budidaya tanaman.

Para calon purna tugas kemudian melihat instalasi hidroponik BBPP Lembang. Instalasi hidroponik yang dikunjungi diantaranya adalah instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation. Beberapa komoditas yang menarik perhatian adalah jagung dan tomat yang dikembangkan secara hidroponik

Para peserta kunjungan antusias dalam bertanya kepada petugas lapangan yang mendampingi perjalanan mereka.

Melihat pengoperasian DFT yang praktis dan dapat memberikan hasil dalam jumlah yang cukup besar meningkatkan ketertarikan mereka.

Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas melon.

Acara pamungkas pada kunjungan hari itu adalah praktik pembuatan eggroll.

Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan ruang untuk mencoba di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Pada sesi praktik mereka diberikan bahan-bahan yang dibutuhkan serta proses dan cara dalam membuat egg roll dari komoditas pisang.

Setelah praktik mereka juga berkesempatan untuk olahan lainnya sebelumnya sudah disediakan. Diantara yang disediakan dalam kunjungan kali ini adalah sambal, abon cabai, dan olahan siap makan lainnya dari bahan yang dipanen sendiri di KRPL BBPP Lembang

Sesi diskusi berjalan aktif dengan peserta yang antusias bertanya mengenai jenis komoditas yang dapat diproses menjadi olahan lainnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tandas Ajat.(***)

UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kompetensi Kehumasan Gen Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT Kementerian Pertanian, menerima dua mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi dari International Women University (IWU) Bandung untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama dua bulan, Agustus - Oktober 2025.

Kedua mahasiswi IWU, Arisa Shaumi Novianti dan Ami Raisya Mujahidah, telah memberikan kontribusi mendukung komunikasi publik dan citra lembaga di sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian harus memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Dalam PKL, Arisa Shaumi Novianti fokus pada laporan "Publikasi Press Release pada Bidang Hubungan Masyarakat BBPP Lembang di Media Rekanan".

Ia memberikan sumbangan dengan menyebarkan kegiatan pertanian di BBPP Lembang dengan topik mendukung program utama Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan, regenerasi petani, dan program lainnya.

Arisa mempraktikkan manajemen press release, memastikan informasi program-program pertanian tersampaikan ke publik luas dengan akurat dan tepat waktu.

Rabu (8/10/2025), Arisa menyampaikan kesan mendalamnya terhadap proses publikasi berita di BBPP Lembang.

Baca juga:

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Bagi Siswa SMP

"Selama PKL di BBPP Lembang tentunya mendapatkan ilmu baru yang dimana saya yang latar belakangnya Ilmu Komunikasi menjadi tahu bagaimana urusan kehumasan di bawah Kementerian Pertanian menyajikan kegiatan mendukung program-program dalam bentuk informasi berupa press release," katanya.

"Press release nantinya disebarluaskan di media online dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kebijakan di sektor pertanian saat ini. Saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak soal pertanian," imbuhnya.

Sementara Ami Raisya Mujahidah berfokus pada ranah digital dengan judul laporan "Pembuatan Konten Media Sosial Pada Bidang Hubungan Masyarakat di BBPP Lembang."

Ami berperan penting dalam menghasilkan konten video dan grafis yang lebih menarik dan relevan bagi audiens digital BBPP Lembang, khususnya petani milenial.

Kontribusi Ami memastikan bahwa komunikasi BBPP Lembang di platform media sosial menjadi lebih informatif dan kreatif, sehingga visibilitas berbagai program pelatihan dan kegiatan pertanian meningkat.

Ami juga menyampaikan kesannya, selama PKL di BBPP Lembang, sangat menyenangkan dan memuaskan.

"Di sini saya mendapatkan ilmu jurnalistik seperti teknik pengambilan foto dan video dengan kualitas visual tinggi. Konten video yang dibuat oleh tim Humas BBPP Lembang sangat informatif dan kreatif," ujarnya.

"Penyajiannya mudah dicerna dan mendukung peningkatan visibilitas program-program di BBPP Lembang. Saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak soal pertanian dan bersemangat menerapkan ilmu komunikasi untuk sektor ini," katanya lagi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, memberikan apresiasi yang baik pada kedua mahasiswi ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan PKL yang berorientasi pada riset. Hasil penelitian mereka tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berpotensi memberikan solusi praktis bagi petani,” ujarnya.(***)

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Bagi Siswa SMP

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 60 orang siswa kelas VII, VIII, dan IX Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Binaa Bekasi yang berkunjung Jumat (3/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal teknologi pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Pada kunjungan ini, para siswa SMP IT Al-Binaa Bekasi dibagi 2 kelompok Mereka diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.

Di screen tanaman hias, petugas mengenalkan aneka tanaman hias kaktus dan sukulen serta menjelaskan proses perbanyakannya melalui teknik grafting untuk kaktus dan stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Beralih ke lahan terbuka, petugas menjelaskan aneka komoditas yang sedang dibudidayakan secara konvensional pada hamparan yang ditutupi mulsa plastik hitam perak, seperti tanaman brokoli, selada, cabai, jagung, dan tomat.

Di sini juga diperkenalkan perangkat smart farming berbasis internet of things (IoT) yang dapat mengefisienkan kegiatan budidaya pertanian.

Baca juga:

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

Sementara itu, petugas di zona hidroponik menjelaskan teknologi menanam sayuran daun seperti selada, pakcoy dan seledri.

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, salah satunya hidroponik sistem deep flow technique yang menggunakan instalasi berupa sambungan paralon dan terdapat bak nutrisi AB mix yang dicampurkan dengan air untuk nutrisi tanaman.

Salah satu spot kegiatan agroeduwisata di BBPP Lembang yang selalu menarik untuk dikunjungi adalah screen house tanaman anggur.

Buah anggur yang sudah bermunculan setelah sebelumnya dilakukan pruning beberapa kali demi menghasilkan buah anggur yang berkualitas baik, menarik anak-anak gen z dan para guru untuk bertanya dan berdiskusi dengan petugas tentang budidaya anggur.

Tanaman anggur juga dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan.

Anggur yang memiliki citarasa manis, asam, dan menyegarkan, memiliki harga jual yang tinggi sehingga diminati untuk dibudidayakan.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, anak-anak menyerbu koleksi es krim yang segar dan sehat yaitu es krim jagung, es krim labu, es krim kangkung, sorbet mangga, sorbet pakcoy, dan sorbet cabai.

Komoditas ini secara rutin diproduksi sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan agar anak-anak mau mengkonsumsi sayuran dan buah karena memiliki kandungan vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Perwakilan peserta, Adhmirza, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini.

“Study tour ke BBPP Lembang ini seru sekali. Di sini banyak tanaman dibudidayakan, seperti sayuran selada yang ditanam secara hidroponik. Kami belajar banyak di sini karena melalui hidroponik, sayuran bisa lebih cepat dipanen, rasanya juga lebih renyah dan nilai jualnya lebih tinggi,” katanya.(***)

Libatkan Aparatur Desa Megamendung, UPT Pelatihan Kementan Wujudkan Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 30 aparatur Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Jumat (19/9/2025).

Kunjungan ini fokus pada keterampilan kewirausahaan pertanian yang inovatif, membekali perangkat desa dengan solusi praktis untuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan jika transformasi digital di sektor pertanian harus dipercepat.

“Kita butuh petani cerdas, teknologi cerdas, dan sistem pertanian yang terintegrasi secara digital agar Indonesia mampu bersaing secara global,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat hal itu dengan menyampaikan jika pelatihan berbasis teknologi harus menjadi prioritas dalam mencetak SDM pertanian masa depan.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan, termasuk penerapan IoT dalam pertanian. Petani milenial harus menjadi pionir,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. Menurutnya, pertanian harus dimulai dari desa, karena di sanalah lahan terluas berada.

"Kami mendorong agar pertanian menjadi lokomotif ekonomi yang menggerakkan sektor lain di desa. Dengan memberdayakan pemuda dan menciptakan sistem ekonomi pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, desa dapat mengelola keuntungannya secara mandiri (close loop) dan bahkan mencapai potensi ekspor," ujarnya.

Ajat menambahkan, BBPP Lembang siap menjadi rumah bersama untuk berdiskusi dan memfasilitasi peningkatan kapasitas aparatur desa demi mewujudkan hal ini.

Baca juga:

Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat, Kementan Latih Kelompok Wanita Tani Olahan Pangan Lokal

Sementara aparatur Desa Megamendung yang berkunjung ke BBPP Lembang, terlibat langsung membuat instalasi hidroponik sistem DFT, sebuah solusi cerdas untuk budidaya sayuran di lahan terbatas.

Selain itu, mereka juga mengunjungi screen house tanaman hias BBPP Lembang untuk mendapatkan ide penataan desa yang asri sekaligus mengidentifikasi potensi agrowisata baru.

Bagian paling menarik adalah praktik membuat es krim jagung. Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aparatur desa belajar mengubah dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

Ahdan Akbar Pangestu, Sekretaris Desa Megamendung, mengaku menjadi lebih banyak tahu tentang pertanian dari mulai teknik pertanian hidroponik, tentang pengolahan hasil pertanian, dan tanaman hias.

"Mudah-mudahan sistem seperti ini kita bisa terapkan di desa kita, yaitu Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor,” katanya.

“Terima kasih untuk Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang atas waktunya, atas kerja samanya. Mudah-mudahan ilmu yang kita dapat bermanfaat bagi kita semua,” imbuh Ahdan.

Setelah kembali, aparatur Desa Megamendung berencana segera membentuk tim khusus untuk merintis projek hidroponik, unit usaha eskrim jagung, menjadikan Megamendung sebagai contoh desa yang maju, inovatif, dan berdaya saing. (RIS/MIR)

UPT Pelatihan Kementan Dorong Mahasiswa Melek Teknologi Jadi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Penerapan teknologi dalam pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian (Kementan). Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan berupaya melakukan regenerasi petani yang melek teknologi.

Hal ini dilakukan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diikuti tiga mahasiswa Universitas Gunadarma selama satu bulan, 11 Agustus hingga 11 September 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional. Ia meyakini,

"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia," tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.

"Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para mahasiswa.

"Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran mahasiswa PKL seperti ini mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.

Sementara tiga mahasiswa Universitas Gunadarma yang PKL di BBPP Lembang, fokus pada penerapan teknologi modern dalam budidaya tanaman.

Baca juga:

Petani Gen Z Buktikan Pertanian Organik Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

Dalam laporan PKL yang disusun, dua mahasiswa, Sopiyul Anam dan Andreas Rizki, mendalami sistem irigasi tetes di dalam screen house.

Sopiyul menerapkannya pada budidaya tomat (Solanum Lycopersicum), sementara Andreas mengaplikasikannya pada melon.

Keduanya berhasil menunjukkan bahwa irigasi tetes dapat menghemat air dan meningkatkan efisiensi nutrisi, menjadikannya metode ideal untuk pertanian modern.

Mahasiswa lainnya, Laode Muhammad Jumaidin, meneliti pemanfaatan teknologi aeroponik untuk produksi benih kentang (Solanum Tuberosum L.).

Teknik ini memungkinkan perbanyakan bibit kentang secara vegetatif di udara, menghasilkan bibit yang lebih sehat, bebas penyakit, dan berpotensi hasil panen tinggi.

Selain pencapaian teknis, para mahasiswa juga berbagi pengalaman mereka selama PKL di BBPP Lembang.

Andreas Rizki merasa suasana PKL sangat menyenangkan.

"Selama PKL ini banyak hal seru di BBPP Lembang. Mulai dari Widyaiswara, orang-orang di lahan, sesama anak PKL, hingga pembimbing lapang, semuanya sangat suportif," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa bimbingan dari Widyaiswara sangat membantu dalam penyusunan proposal dan pengerjaan di lapangan.

Sopiyul Anam menceritakan tantangan yang ia hadapi.

"Tantangan utama saya adalah menyelesaikan laporan proposal penelitian dan laporan kegiatan magang," ujarnya.

Ia mengatasi hal ini dengan membuat timeline prioritas agar semua tugas selesai tepat waktu.

Laode Muhammad Jumaidin merasa sangat nyaman dengan lingkungan dan kegiatan di BBPP Lembang.

"Kesan saya terhadap lingkungan BBPP sangat nyaman dan bersih, terutama untuk Bapak/Ibu Widyaiswara yang telah membimbing kami," katanya.

Ia juga menilai kegiatan yang dijalani sangat seru dan interaktif, karena teori di laporan sejalan dengan praktik di lapangan.

Penerapan teknologi canggih oleh mahasiswa ini menegaskan potensi besar generasi muda untuk membawa inovasi di sektor pertanian, sejalan dengan visi Kementan untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)