21 April 2026

Sinergi

Sinergi Polbangtan Kementan dan Pemkot Yogyakarta: Panen Labu Madu, Perkuat Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tercapainya ketahanan pangan nasional. Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), Kementan mengajak warga Kota Yogyakarta membudidayakan labu madu.

Bersama Walikota Yogyakarta, Polbangtan Yoma melaksanakan panen labu madu di Kebun Celeban, Kota Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

Panen pada lahan seluas 3 x 27 meter persegi ini membuktikan bahwa labu madu dapat tumbuh baik di kawasan perkotaan.

Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran dan praktik agribisnis hortikultura. Karena itu, Polbangtan Yoma terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung program swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertanian.

“Perguruan tinggi berperan besar dalam kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi ini, kita dapat mempercepat tercapainya target swasembada pangan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya sinergi pendidikan vokasi dan teknologi modern untuk menyiapkan SDM pertanian yang mampu menjawab tantangan global.

Baca juga:

Tingkatkan SDM Pertanian, Polbangtan Kementan Latih Literasi Penyuluh

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi program Polbangtan Yoma.

“Kami sangat tertarik, terutama aktivitas produksi pangan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mandiri pangan,” ujarnya.

Menurutnya, labu madu memiliki nilai gizi dan ekonomi tinggi, sesuai dengan upaya pemerintah daerah menyediakan pangan lokal yang sehat dan ramah lingkungan.

“Karena cita-cita kita adalah berdikari di bidang ekonomi dan pangan,” jelasnya.

Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun pertanian yang produktif, sehat, dan berkelanjutan.

“Panen labu madu ini bukan hanya hasil belajar mahasiswa, tetapi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan inovasi pertanian yang berdampak pada gizi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi contoh pembelajaran berbasis produksi dan kerja sama berkelanjutan.

Endah juga mengundang Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sebagai bentuk dukungan Polbangtan Yoma dalam pengembangan pertanian berorientasi gizi dan keberlanjutan.(***)

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Pertanian Soropadan, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Selasa (30/9/2025).

Kunjungan dilakukan dalam rangka sharing knowledge dan memperkuat kembali semangat melakukan tugas dan fungsi sebagai lembaga pelatihan untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian haru memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kunjungan Bapeltan Soropadan ke BBPP Lembang sendiri dipimpin kepala Bapeltan, Opik Mahendra, dan didampingi pejabat struktural dan fungsional widyaiswara. Rombongan diterima langsung Kepala BBPP Lembang dan tim manajemen.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang dibidang pelatihan teknis, fungsional, dan aktivitas penunjang lainnya dalam rangka peningkatan kompetensi SDM pertanian baik aparatur, petani, dan generasi muda.

Kegiatan konsultasi agribisnis, sertifikasi profesi, praktik kerja lapangan, dan kegiatan kunjungan/agroeduwisata bagi generasi muda dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian yaitu regenerasi petani juga secara massif dilakukan.

Baca juga:
Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan
Kepala Balai juga menjelaskan tentang inovasi-inovasi dibidang pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti learning management system, konsultasi agribisnis secara online dan offline, dan inovasi dibidang administrasi seperti e-arsip dan WA center.

Inovasi dibidang teknis pertanian juga dijelaskan tentang teknologi kultur jaringan, smart farming berbasis IoT, kom-mix hayati, dan pengaplikasian pendingin dan cold storage di packing house untuk komoditas hortikultura sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk.

Diskusi menarik tentang kegiatan pengelolaan SDM di internal BBPP Lembang dan kegiatan sertifikasi kompetensi oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang.

Bapeltan Soropadan tertarik untuk pembentukan TUK Mandiri mengingat trend saat ini di dunia kerja menuntut kompetensi kerja yang terstandarisasi oleh lembaga sertifikasi LSP dan BNSP.

Ini bermanfaat karena akan meningkatkan daya saing dan peluang karier bagi para tenaga kerja dibidang pertanian di dunia kerja yang kompetitif, serta meningkatkan mutu dan profesionalisme di sektor pertanian secara keseluruhan.

Selanjutnya rombongan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Melihat penerapan teknologi pertanian hidroponik pada tanaman melon dan tomat beef, budidaya anggur dan tanaman hias, serta teknologi pengolahan hasil pertanian di laboratorium hasil pertanian.

Kepala Bapeltan Soropadan, Opik Mahendra, memberikan kesan mendalam di penghujung kunjungan.

“BBPP Lembang ini luar biasa, fasilitas untuk pelatihannya lengkap dari on farm hingga off farm dan dukungan SDM nya juga sudah baik,” ungkapnya.

“Karena itu, BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat rujukan penyelenggaraan pelatihan karena dikelola dengan baik, suasananya sejuk sehingga nyaman menjadi tempat belajar bagi peserta pelatihan dan stakeholder lainnya yang ingin belajar pertanian dan meningkatkan kompetensinya di sini,” jelas Opik.(***)

Sinergi Kementan dan Kementerian PUPR Kembangkan SDM Bidang Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui OCG Associates, memberikan pelatihan kepada masyarakat terdampak pembangunan Jalan Tol Akses Patimban di Kabupaten Subang.

Kegiatan bernama Pelatihan Olahan Keripik Singkong dan Pisang (Angkatan 3), dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (10/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

“Saya selalu katakan tanpa pangan sebuah negara itu bisa hancur karena nantinya akan terjadi konflik sosial antar masyarakatnya,” kata Mentan Amran.

Untuk mendukung kebutuhan pangan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggenjot kualitas SDM pertanian yang menjadi faktor utama untuk mengungkit produksi pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Pada pelatihan ini, 35 orang peserta dibagi 3 kelompok diajak melakukan praktik dan dipandu widyaiswara serta petugas laboratorium.

Para peserta dipandu untuk membuat eggroll pisang, pai susu keju, dan keripik mangleng singkong.

Pelatihan dimulai dengan penjelasan oleh widyaiswara dan petugas laboratorium tentang bahan dan alat. Kemudian peserta praktik membuat ketiga bahan olahan tersebut.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/07/presiden-prabowo-pimpin-panen-serentak-di-14-provinsi-produksi-beras-tertinggi-dalam-7-tahun-petani-adalah-pahlawan-bangsa/

Mereka juga dipandu untuk menindaklanjuti hasil pelatihan agar bermanfaat.

Penghujung pelatihan, dilakukan pelepasan oleh Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, tim manajemen dan widyaiswara, serta perwakilan dari Program Pemulihan Mata Pencaharian (LRP).

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan manusia adalah makhluk pembelajar yang setiap hari harus selalu mengasah kemampuan dan wawasannya dengan suatu hal yang baru.

“Ini akan membentuk karakter positif bagi siapapun yang tidak lelah untuk belajar setiap harinya,” tutur Ajat.

“Pengolahan hasil pertanian bisa menjadi alternatif usaha yang produktif dibidang pertanian, asalkan dilakukan dengan baik dan saya berharap ibu-ibu yang memang biasa melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan pangan, sukses menjalankan bisnis pengolahan pangan ini,” harap Ajat.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan praktik mandiri sesuai rencana tindak lanjut. Pertemuannya sebanyak 3 kali dan peserta dibagi menjadi 3 kelompok.

Selanjutnya widyaiswara BBPP Lembang dan OCG Associates akan terjun langsung ke lapangan melakukan pendampingan fokus di pemasaran hingga produk olahan singkong dan pisang ini mampu dijual dan memberikan keuntungan bagi peserta pelatihan.

Pelatihan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua peserta, sekaligus dapat menjadi active income untuk membantu keuangan keluarga pasca terdampak pembangunan jalan tol.

Dengan demikian pertanian bisa menjadi alternatif peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Kami harap para peserta dapat mempraktikkan pelatihan ini secara mandiri dan menjadi salah satu alternatif sumber penghasilan mereka,” tutup Ajat.(***)

Sinergi Dua UPT Kementan Wujudkan Regenerasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian, yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), bersinergi melakukan regenerasi petani sebagai komitmen mencapai swasembada pangan.

Sinergi antara pelatihan dan pendidikan itu diwujudkan saat lima mahasiswa PEPI melakukan praktik magang selama 90 hari di BBPP Lembang yang berakhir, Jumat (27/03/2025).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Mustika Balqis, Marsudi, F. Dahinar, Imas Masruroh, dan Uli Cristina Nainggolan, yang mempelajari budidaya berbagai komoditas yang ditumbuhkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/11/sinergi-kementan-dan-kementerian-pupr-kembangkan-sdm-bidang-pertanian/

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika BBPP Lembang selalu berusaha mengoptimalkan PKL sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan seperti PEPI. Harapnya, ini dapat berkontribusi kepada swasembada pangan.

Selama PKL, kelima mahasiswa membudidayakan berbagai komoditas. Marsudi misalnya, mempraktikkan budidaya tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik deep flow technique.

Kemudian Dahinar mengembangkan budidaya tanaman padi menggunakan sistem aquaponik. Lalu Imas mempelajari budidaya tanaman hias kaktus dan sukulen secara vegetatif.

Sementara Mustika dan Uli berfokus pada budidaya tanaman tomat beef. Namun, Mustika berfokus kepada sistem budidayanya dengan menggunakan sistem irigasi tetes dan Uli berfokus pada analisis usaha tani tomat beef untuk mendapatkan keuntungan.Salah seorang mahasiswa, Mustika Balqis, memberikan kesan pesannya selama melakukan PKL di BBPP Lembang.

“Para widyaiswara dan pembimbing telah dengan baik dan sabar membimbing kami. Kami juga mendapat banyak pengetahuan mengenai budidaya yang tidak kami dapatkan di kampus,” ujarnya.(***)