9 Mei 2026

Praktisi

Jogja Benih 2026 Satukan Akademisi dan Praktisi, Perkuat Sistem Perbenihan Nasional

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YO-MA) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Forum Perbenihan Jogja Benih 2026 pada Kamis (7/5/2026) di Ruang Seminar Polbangtan YO-MA, Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha benih, peneliti, dan praktisi pertanian dalam memperkuat sistem perbenihan nasional menuju pertanian modern dan berdaya saing.

Forum dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan benih, hingga komunitas perbenihan di DIY dan sekitarnya.

Direktur Polbangtan YO-MA, R. Hermawan, mengatakan pengembangan sumber daya manusia pertanian, khususnya di bidang perbenihan, harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri pertanian modern.

“Perbenihan menjadi sektor strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional. Karena itu, Polbangtan YO-MA terus berupaya mencetak SDM pertanian yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki jiwa agripreneur,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk menjaga kualitas dan distribusi benih kepada petani. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan benih unggul guna mendukung swasembada pangan nasional.

Baca Juga: Kementan Optimalkan Produktivitas Brigade Pangan Aceh Timur dengan Alsintan

Forum juga menghadirkan sejumlah pembicara yang membahas transformasi kebijakan perbenihan nasional di era digitalisasi, pemanfaatan teknologi digital dalam agribisnis benih, hingga strategi branding dan pengembangan pasar benih lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan sektor perbenihan harus diiringi peningkatan kapasitas SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi Kementerian Pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian modern, termasuk di sektor perbenihan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian menegaskan benih unggul merupakan kunci utama peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat kemandirian benih nasional.

“Kementerian Pertanian terus mendorong transformasi pertanian modern berbasis inovasi dan teknologi. Penguatan sistem perbenihan nasional harus menjadi prioritas untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi interaktif, peserta menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan industri benih nasional, inovasi teknologi, hingga strategi pengembangan pasar benih lokal.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara dunia pendidikan, pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem perbenihan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan Indonesia.(*)