13 Februari 2026

Lembang

Akhir Pekan, Gerai Pasar Pangan Murah Kementan Diburu Warga Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Akhir pekan ini, Sabtu (22/3/2025), Gerai Pasar Pangan Murah Kementerian Pertanian (Kementan), yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lmbang, mampu menarik minat masyarakat Lembang dan sekitarnya.

Warga berdatangan dan belanja aneka bahan pangan pokok yang dibutuhkan selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Selain itu, memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan operasi ini bertujuan untuk memastikan stok pangan cukup dan harga tetap stabil.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/24/siap-wujudkan-swasembada-pangan-penyuluh-pertanian-kalimantan-tengah-ikuti-tot/

Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, pangan aman, ibadah pun nyaman.

Ditemui saat membeli aneka bahan pangan, 3 warga Kampung Sukahaji Lembang, Neneng, Yayat dan Pipin, mengaku sering datang ke pasar murah BBPP Lembang, untuk membeli aneka bahan pangan yang dibutuhkan.

“Pasar murah ini sangat membantu karena harganya terjangkau, di bawah harga pasar,” ucap ketiganya.

Selama 17 hari pelaksanaan Gerai Pasar Pangan Murah di BBPP Lembang, tercatat total penjualan sebesar Rp 261.730.500.

Rinciannya minyak goreng Minyakita terjual 4.860 liter, beras premium 1000 kg, telur ayam ras 968 kg, daging ayam beku 147 kg, daging kerbau 720 kg, bawang merah 386 kg, tepung terigu 634 kg, gula pasir 395 kg, dan beras SPHP sebesar 5.685 kg.(***)

Antusiasnya Warga Lembang terhadap Gerai Pasar Pangan Murah Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Hingga hari ke-10, Gerai Pasar Pangan Murah Kementerian Pertanian (Kementan) yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang disambut antusias masyarakat Lembang dan sekitarnya.

Bahkan, Kamis (13/3/2025), sebelum jam buka operasional pasar jam 09.00 – 14.00 WIB, Masyarakat sudah mengantre, khususnya di bagian minyak goreng Minyakita yang setiap harinya memang menjadi primadona paling banyak dicari dan dibeli masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Serta, memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan operasi ini bertujuan untuk memastikan stok pangan cukup dan harga tetap stabil. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, pangan aman, ibadahpun nyaman.

Ditemui saat sedang membeli aneka bahan pangan bersama rekan-rekannya, Ratna, warga Kampung Sukahaji Kecamatan Lembang, mengatakan sangat terbantu pasar murah ini, terutama dari sisi harga dan kesegaran produknya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/08/temukan-3-perusahaan-minyakita-sunat-volume-mentan-amran-minta-tutup-dan-segel-perusahaannya/

“Kalau bisa diperpanjang terus donggg kegiatan pasar murahnya, tidak hanya bulan Ramadhan,” harapnya.

“Terima kasih Kementerian Pertanian yang telah mengadakan pasar murah terutama pada bulan Ramadhan karena yang biasanya harga pangan pokok melambung tinggi, di pasar murah ini sangat terjangkau,” ucap Ratna.

Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, sebagai penanggung jawab kegiatan Gerai Pasar Pangan Murah BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, mengatakan sejak dibuka tanggal 28 Februari hingga 12 Maret 2025, omzet penjualan sebesar Rp126.764.500.

“Kami sudah menjual aneka bahan pangan pokok. Produk pangan yang menjadi primadona karena paling banyak dicari dan antriannya selalu panjang adalah minyak goreng Minyakita yang sudah terjual 2.015 liter, beras premium 790 kg, telur ayam ras 520 kg, daging ayam beku 120 kg, daging kerbau 167 kg, bawang merah 259 kg, tepung terigu 400 kg, gula pasir 244 kg, dan beras SPHP sebesar 1.705 kg,” ujarnya.

“Alhamdulillah masyarakat sekitar antusias dan mengakui banyak terbantu dengan adanya operasi pasar pangan murah Kementerian Pertanian ini,” jelas Yullyndra.(***)