14 Maret 2026

Koperasi Merah Putih

Akselerasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Kementan Gandeng Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengundang 800 kepala desa dan penyuluh pertanian DIY, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengakselerasi penerapan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Inpres ini terkait Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih ini sebagai upaya konkret untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pemerataan ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan ekonomi petani.

Seperi disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahwa dengan Koperasi Desa Merah Putih, rantai distribusi pangan dapat disederhanakan dari yang sebelumnya delapan lini menjadi tiga lini. Dengan demikian, harga bahan pokok dapat lebih terjangkau dan stabil.

“Ini solusi permanen dari Bapak Presiden yang dulunya rantai pasoknya delapan menjadi tiga, delapan menjadi tiga lini, dari petani, koperasi, langsung ke konsumen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dapat memberikan manfaat, salah satunya mengatasi permasalahan praktik tengkulak (middleman) yang mengambil keuntungan dari distribusi bahan pokok tersebut.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga mengingatkan kembali peran penyuluh yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam rangka Percepatan Swasembada Pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kabupaten Kudus, Kementan Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih

Ia menekankan perlunya peningkatan efektivitas penyuluhan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Untuk itu, Ia menggerakkan penyuluh untuk turut serta membangun Koperasi Desa Merah Putih.

“Koperasi Merah Putih akan menjadi sarana strategis untuk menyerap hasil pertanian, mendistribusikan pupuk bersubsidi, menyediakan bahan pangan pokok, serta menjalankan berbagai unit usaha produktif lainnya seperti Rice Milling Unit (RMU), jasa alsintan- alat mesin pertanian, dan logistik desa,” ujarnya.

Dalam arahannya, Idha menekankan pentingnya mengintegrasikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.

Para kepala desa menyambut baik program ini dan menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan koperasi di wilayahnya masing-masing. Sementara itu, para penyuluh pertanian siap mendampingi dan mengawal proses transformasi kelembagaan desa ini menuju korporatisasi petani yang mandiri dan berdaya saing.

Giat ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih dan penyusunan roadmap pendampingan yang melibatkan dinas dan penyuluh di semua tingkat wilayah.

Komitmen ini disaksikan oleh Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Provinsi DIY, serta Kepala Dinas Pertanian provinsi, kota, dan kabupaten se-DIY. (TW/os)

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kabupaten Kudus, Kementan Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih

TANIINDONESIA.COM//KUDUS - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Terbentuknya koperasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Hadir di lokasi, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan KDMP akan memberikan banyak manfaat bagi anggota koperasi, termasuk petani. Ke depan, KDMP akan menjadi wadah untuk melaksanakan program-program pemerintah.

“Koperasi diharapkan bisa membeli produk hasil pertanian dengan harga yang baik. Menjadi penyalur pupuk subsidi, disamping menyediakan sembako dan gas LPG dengan mudah dan harga normal,” ucapnya pada Musyawarah Desa Khusus dalam rangka Pembentukan KDMP Desa Tanjungrejo pada Selasa (6/5/2025).

Ia menyebut KDMP juga akan memiliki gerai apotek desa dengan obat – obatan yang terjangkau, serta produk simpan pinjam untuk anggotanya.

Berbeda dengan konsep koperasi terdahulu, menurut Wamentan Sudaryono KDMP memberikan jaminan usaha yang pasti. Ia menyebut pemerintah tidak berjarak dengan rakyatnya.

“KDMP dari, oleh, dan untuk masyarakat, serta diawasi oleh masyarakat dan aparatur penegak hukum” jelas Wamentan.

Baca juga:

Jadikan Nilai Tambah Perekonomian, Mahasiswa Polbangtan Kementan Kelola Sampah Dapur

Wamentan memastikan di akhir Mei 2025 ini, sebanyak 8.563 KDMP sudah terbentuk di Jawa Tengah.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti berharap KDMP mempunyai usaha terkait pertanian supaya lebih berdaya saing. Sebab, nantinya koperasi tersebut menjadi wadah atau kelembagaan di desa yang dapat menaungi petani dan kelompok tani.

“Hal ini akan memangkas rantai pasok pemasaran produk pertanian yang selama ini cukup panjang. Petani akan mendapatkan harga yang baik dan konsumen juga menerima harga yang lebih murah,” ucap Idha.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris meminta masyarakat untuk tidak khawatir terjadinya tumpang tindih peran dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi yang sudah berjalan karena dapat dikolaborasikan.

Hadir pula Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), R. Hermawan memberikan dukungannya pada pembentukan KDMP di wilayah Jawa Tengah ini.(***)