22 Januari 2026

Generasi Pertanian

Manfaatkan Peluang Pasar, Kementan Bekali Generasi Muda Cara Budidaya dan Pengolahan Kopi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada generasi muda teknik budidaya, pengolahan, hingga menjual produk kopi. Hal itu dilakukan dalam pelatihan agribisnis, Jumat (17/10/2025), yang diikuti peserta praktik kerja lapangan (PKL).

Pelatihan agribisnis kopi juga memuat kajian mengenai teknik budidaya dimulai dari penyiapan lahan hingga pemanenan.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengenai komoditas yang harus dihilirisasikan.

“Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Saatnya petani menjadi pengusaha. Hilirisasi kopi, kakao, lada, pala, kelapa, tebu, jambu mete, sawit, hingga gambir harus kita dorong agar nilai tambahnya tinggal di desa. Dengan begitu, manfaatnya dirasakan langsung oleh petani kita, oleh bangsa kita, bukan dibawa ke luar negeri,” kata Mentan Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya generasi muda dalam memajukan pertanian Indonesia dan mewujudkan hilirisasi.

“Program pelatihan dan pendampingan kami terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan petani muda,” ujar Idha.

Baca juga:

Agroeduwisata, Sarana Kementan Edukasi Generasi Muda Sektor Pertanian

Sejalan dengan tujuan tersebut BBPP Lembang membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Para peserta PKL mendapat kesempatan mempelajari berbagai hal termasuk budidaya hingga pengolahan kopi.

Materi yang diberikan antara lain persiapan benih dan lahan. Kemudian mereka juga mempelajari penanaman dan pemeliharaan tanaman kopi dimulai dari pemupukan pengendalian, hingga panen.

Tidak kalah penting adalah pengolahan hasil kopi dan analisis usaha tani yang akan memperkuat pengetahuan para peserta mengenai agribisnis.

Para peserta pun dibekali dengan teknik-teknik pemasaran yang mengikuti zaman. Pemasaran kopi yang dulunya hanya dari tanaman ke pengepul kini dapat dilakukan dari lahan pertanian ke marketplace online terang widyaiswara BBPP Lembang Yeyep Dintan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam melatih generasi muda.

“Petani muda kini tidak hanya harus menguasai Teknik budidaya namun juga memasarkan produk mereka agar tercapainya tujuan hilirisasi,” terang Ajat.(***)

Siapkan Generasi Pertanian Tangguh dan Adaptif, Polbangtan Kementan Giatkan Pramuka

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Dalam upaya menyiapkan generasi penerus sektor pertanian yang unggul, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) menggiatkan kembali Pramuka sebagai agenda rutin kemahasiswaan.

Bertepatan dengan kedatangan mahasiswa baru, Polbangtan YoMa menggelar Kursus Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada 15 – 16 September 2025. Sejumlah 189 mahasiswa jurusan Pertanian mengikuti giat ini sedangkan dari Jurusan Peternakan Kampus Magelang sebanyak 155 mahasiswa baru.

Seperti halnya disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bahwa generasi muda adalah kunci kemajuan pertanian Indonesia.

“Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan, kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar tangguh secara karakter dan adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk tantangan ketersediaan pangan.

Baca juga:

Siapkan Regenerasi Pertanian Unggul, Polbangtan Kementan Kukuhkan Mahasiswa Baru

Direktur Polbangtan YoMa selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Polbangtan YoMa membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya Direktur Polbangtan YoMa menyampaikan pentingnya KMD sebagai bekal bagi calon pembina Pramuka dalam membina anggota muda. Kegiatan ini ditekankan pada pembekalan ketrampilan dan komitmen untuk menanamkan nilai - nilai kepramukaan seperti kemandirian, kedisplinan dan gotong royong kepada mahasiswa baru.

Menurutnya, kegiatan KMD ini merupakan bentuk komitmen Polbangtan YoMa dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademis dan pertanian tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat.

Direktir juga menyampaikan para peserta diajak untuk menjadi Pramuka yang berdaya saing, peduli pertanian, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mewujudkan generasi Pramuka yang berkarakter dan inovatif untuk masa depan pertanian Indonesia.

Ia menyebut Dasa Darma Pramuka sebagai pedoman moral atau perbuatan mulia yang harus dipegang dan diamalkan oleh setiap anggota Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.(***)