16 Maret 2026

Bangka Belitung

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Tanam Bersama yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai di sawah Poktan Setia Kawan I, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan realisasi target tanam padi di wilayah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyuluh pertanian, dan para petani.

Partisipasi PEPI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi nasional. Melalui kegiatan ini, civitas akademika juga berkesempatan melihat langsung praktik budidaya di lapangan serta mendukung penerapan teknologi pertanian modern kepada petani.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seluruh jajaran pertanian terus didorong untuk mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di berbagai daerah. Mentan menekankan pentingnya optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Selain itu, Mentan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, lembaga pendidikan, dan petani guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang turut mengikuti kegiatan tanam serentak tersebut menyampaikan bahwa peran lembaga pendidikan vokasi pertanian sangat penting dalam mendukung pembangunan pertanian. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.

Baca Juga: Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menegaskan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian tetap aktif mendukung program pembangunan pertanian nasional, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan lapangan seperti gerakan tanam bersama. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa dan civitas akademika, khususnya dalam penerapan teknologi pertanian, mekanisasi, dan inovasi sektor pertanian, agar lahir generasi muda yang siap mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan di Indonesia.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Harmanto menegaskan komitmen PEPI untuk terus mendukung program percepatan LTT dan penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan seperti gerakan tanam bersama menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya tanaman pangan, tetapi juga memahami tantangan dan kebutuhan petani di lapangan, sehingga ke depan dapat menghadirkan inovasi teknologi yang lebih tepat guna bagi sektor pertanian.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.(*)

Tingkatkan Kompetensi Brigade Pangan, Polbangtan Kementan Berikan ToT bagi Penyuluh dan Babinsa Provinsi Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM//BANGKA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peran aktif Brigade Pangan (BP) dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi. Untuk mendorong kemandirian BP, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) membekali penyuluh pertanian dan Babinsa di Provinsi Bangka Belitung dengan Training of Trainer (ToT).

Selama 3 hari dari Rabu (30/7) hingga Jumat (1/8), sebanyak 28 penyuluh pertanian dan 12 Babinsa mendapatkan materi mengenai literasi keuangan dan manajemen alsintan.

Hal ini dinilai strategis, karena penyuluh pertanian dan Babinsa merupakan pendamping utama BP di lapangan. Setelah mengikuti ToT ini, mereka akan memberikan bimbingan teknis kepada manajer dan anggota BP di wilayahnya masing – masing.

Membangun kemandirian BP menjadi hal yang penting. Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan BP menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil. Agar usahanya berorientasi bisnis dan menghasilkan keuntungan.

"Program Brigade Pangan tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda," ujarnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya komitmen dan daya juang dalam mendampingi BP di lapangan.

“BP adalah program yang harus berkelanjutan. Kita harus memaksimalkan segala bantuan dan fasilitas yang diberikan pemerintah. Sebagai contoh untuk alsintan, rekan-rekan pendamping harus bisa mengarahkan BP agar dapat mengoperasikan dan merawat semua alat yang telah diberikan, supaya manfaatnya berkelanjutan,” tegas Idha.

Baca juga:

Cokelat Rosella, Inovasi Mahasiswa Polbangtan Kementan Tingkatkan Nilai Ekonomi Komoditas Pertanian

Idha juga menekankan bahwa keberadaan BP bukan hanya untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi menjadi model transformasi pertanian di Indonesia.

“BP harus mandiri dan menjadi agen-agen perubahan di bidang pertanian. Ini adalah kesempatan emas bagi transformasi pertanian kita. Mereka bisa menjadi contoh nyata bagi petani konvensional untuk beralih ke sistem pertanian modern yang lebih terorganisir dan produktif,” tambahnya.

Hadir dalam pembukaan ToT, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggung jawab BP Provinsi Babel, R. Hermawan menyampaikan pentingnya giat ini untuk mensinergikan langkah – langkah pendampingan di lapangan.

"Giat ini sebagai menjadi kesempatan baik untuk koordinasi dan konsolidasi antar pihak untuk pengembangan dan kemandirian 48 BP di 6 Kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Bangka belitung," ujar Hermawan.

Dalam waktu dekat, lanjut Hermawan, pendamping BP akan melakukan bimtek dengan sistem kelas.

“Kelas I untuk BP yang mendapat alsintan dan semangat. Kelas II untuk BP yang mendapatkan alsintan namum belum semangat. Kelas III untuk BP yang belum mendapatkan alsintan dan belum semangat,” paparnya.

Ia menyebut ada berapa tantangan yang perlu dibahas. Antara lain MoU, permodalan, pembukaan rekening penyusutan dan lain sebagainya yang bersangkutan dengan BP.

Materi ini menurutnya strategis untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.(***)