25 Februari 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Buka Wawasan di Dunia Pertanian, Ratusan Siswa SMK Kunjungi Polbangtan Kementan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Dalam rangka mendukung upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kesadaran dan minat generasi muda terhadap pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Kementerian Pertanian menerima kunjungan ratusan siswa-siswi dari SMKN 1 Ngablak Magelang.

Terbukanya Polbangtan YOMA terhadap kunjungan semua lapisan masyarakat, termasuk kepada SMKN 1 Ngablak yang ingin belajar tentang pertanian, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Menurut Mentan Syahrul, ada empat faktor penentu keberhasilan pendidikan vokasi.

Pertama adalah karakter yang tidak mudah menyerah dan memiliki jiwa yang tangguh. Faktor kedua adalah kompetensi.

"Oleh karenanya, Polbangtan dan SMKPP harus menciptakan generasi milenial yang mampu bekerjasama dengan pihak lain," kata Mentan Syahrul.

Ketiga, memiliki sifat kritis baik pada dirinya, dengan lingkungan dan semua masalah yang dihadapi, namun tetap sejalan dengan jiwa kebangsaan.

"Keempat adalah berpikir kreatif untuk berinovasi dengan meningkatkan literasi tentang sektor pertanian, manajemen keuangan, orientasi pasar dan sarana prasarana melalui dunia digital,” jelas Mentan Syahrul.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya untuk mencetak dan menghasilkan petani milenial yang berkualitas dan berkompeten untuk mendukung upaya regenerasi petani Indonesia.

“Program regenerasi pertanian menjadi program prioritas dan strategis Kementan. kita cetak 2,5 juta petani milenial, kita tingkatkan kompetensi 2,5 juta petani milenial, kita tingkatkan kemampuan wirausahanya, budidaya dan kemampuan membaca strategi pemasaran,” kata Dedi.

Sinergi Pembangunan Pertanian Nasional, Kementan Jajaki Kerjasama dengan Baznas

Wakil Direktur I Polbangtan YOMA, Sujono, saat menyambut rombongan mengatakan bahwa peluang kerja sama selalu terbuka lebar dengan semua stakeholder, termasuk SMKN 1 Ngablak.

“Saya berharap kunjungan ini menjadi bermakna, agar kemudian terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik di masa mendatang," harap Sujono.

Sujono juga menerangkan bahwa Polbangtan YOMA merupakan institusi pendidikan vokasi yang mengedepankan praktik dengan didukung Teaching Factory (TEFA) dan laboratorium pendidikan yang mumpuni.

“Polbangtan YOMA merupakan pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian yang menitikberatkan lulusannya agar dapat menjadi quality job seeker dan quality job creator. Sistem pembelajarannya lebih banyak praktik lapangan, baik terjun langsung ke lahan praktik, magang dan PKL ke DUDIKER (Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja),” terangnya.

Pada kesempatan itu Kepala Sekolah SMKN 1 Ngablak, Fahmi menuturkan bahwa kunjungan 275 siswanya ke Polbangtan YOMA merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan industri dalam rangka memberikan wawasan dan gambaran mengenai kegiatan pembelajaran dan prospek pendidikan vokasi.

“Kami ingin membuka wawasan para siswa bahwa pertanian itu menjanjikan. Kami mohon supaya dapat diberikan wawasan supaya anak-anak kami termotivasi untuk melanjutkan di bidang pertanian,” jelas Fahmi.(*)

Sinergi Pembangunan Pertanian Nasional, Kementan Jajaki Kerjasama dengan Baznas

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dalam audensi yang berlangsung di Kantor Pusat Baznas, (23/5), ada tiga program yang disepakati dan akan ditindaklanjuti dengan Memorandum of Understanding (MoU).

Ketiga program itu adalah permodalan usaha berbasiskan syariah, sinergi program pendampingan usaha penerima manfaat dan peluang pasar dan offtaker usaha pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sinergi program antara Kementan dengan Baznas dijalin dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional. Menurut Mentan Syahrul, Baznas memiliki peluang yang cukup besar sebagai sumber alternatif permodalan usaha pertanian selain dari lembaga keuangan dan perbankan.

"Untuk mewujudkan pembangunan pertanian nasional yang maju, mandiri dan modern, maka diperlukan sinergi lintas sektoral. Kami senang, Baznas dapat terlibat secara aktif sebagai mitra Kementerian Pertanian untuk mendukung petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya," kata Mentan Syahrul.

Dikatakannya, pertanian Indonesia kini menjelma menjadi sektor usaha yang menjanjikan. Adaptasi dengan teknologi dan pengelolaan yang dilakukan secara modern membuat sektor pertanian nasional berkembang pesat.

"Pertanian kini telah menjelma menjadi bisnis yang menjanjikan. Apalagi saat ini pertanian kita ditopang oleh generasi milenial yang mampu menyulap pertanian menjadi bisnis yang berkelanjutan," ujar Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, nantinya Baznas diproyeksikan untuk menunjang penyediaan modal untuk petani, khususnya petani milenial.

"Kabar bahagia ini perlu kami sampaikan, bahwa Kementan melalui BPPSDMP bersama dengan Baznas akan menjalin MoU terkait permodalan usaha berbasis syariah untuk petani milenial program YESS, pendampingan usaha dan memperluas pasar usaha pertanian," terang Dedi.

Pelatihan Petani ke 13 juta, Mentan SYL Minta Semua Bersiap Hadapi El Nino

Sebagaimana diketahui, program YESS atau Youth Entrepreneur and Employment Support Services merupakan program kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).

Program YESS dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian. "Melalui Program YESS ini, Kementerian Pertanian menciptakan wirausaha milenial yang tangguh dan berkualitas," tutur Dedi.

Dedi melanjutkan, program ini ditujukan bagi para pemuda, khususnya di wilayah pedesaan untuk mengembangkan perekonomian melalui kewirausahaan dan menambah peluang kerja.

"Dalam kurun waktu 2019-2025, pelaksanaan Program YESS menyasar 320.000 generasi muda di pedesaan. Tentu ini adalah peluang yang sangat besar untuk dapat dimaksimalkan. Nah, dalam kerangka itulah Baznas hadir bekerjasama dengan Kementan, dalam hal ini BPPSDMP," terang Dedi.

Kegiatan audiensi tersebut dihadiri Plt Direktur Pendistribusian Dan Pendayagunaan Layanan UPZ dan CSR Baznas Eka Budhi Sulistyo Sedangkan dari BPPSDMP diwakili Koord Komponen 3 Program YESS, Rizky Permana. Turut hadir diacara tersebut Bagian Kerjasama dan Tim Divisi Kemanusiaan Baznas.(*)

Pelatihan Petani ke 13 juta, Mentan SYL Minta Semua Bersiap Hadapi El Nino

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) membuka pelatihan petani dan PPL di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Lembang). Sampai hari ini, sudah 13 juta penyuluh dan petani mengikuti pelatihan sebagai upaya pemerintah dalam memastikan ketersedian pangan utamanya menghadapi cuaca ekstrem el nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2023 mendatang.

Diketahui, pelatihan ini merupakan pelatihan yang sudah dilakukan sejak empat tahun lalu melalui program sejuta petani milenial BPPSDMP Kementan. Dalam arahannya, SYL meminta pelatihan tersebut dapat dilakukan serentak di seluruh Indonesia serta membentuk gugus tugas el nino dan melakukan mitigasi adaptasi.

"Pelatihan-pelatihan petani dan PPL ini harus terorganisir dengan baik sehingga seluruh insan pertanian memiliki kemampuan mengantisipasi berbagai tantangan yang muncul akibat el nino," ujar SYL, Selasa, 23 Mei 2023.

Kementan Siapkan Langkah Mitigasi dan Adaptasi El Nino di Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 6

SYL mengatakan, pelatihan adalah langkah yang tepat dalam memberikan pemahaman el nino secara konkrit dan menyeluruh. Dengan begitu, petani dan penyuluh dapat menumbuhkan kepekaan serta sense of crisis dalam menghadapi semua persoalan.

"Saya juga minta agar jajaran SDM (BPPSDMP) mampu memanfaatkan jaringan Kostratani di berbagai level untuk mengaktualisasikan penerapan hasil pelatihan ini," katanya.

Sebagai informasi, cuaca ekstrem yang melanda dunia saat ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah el nino atau fase hangat dan kedua el nina atau fase dingin. Saat ini, sekitar 10 persen dari wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau yang berlangsung di sejumlah sentra pertanian.

"Fenomena el nino merupakan ancaman serius terhadap produksi pangan, baik di subsektor tanaman pangan, peternakan dan perkebunan. Oleh karena itu, sekali lagi diperlukan langkah antisipasi dan adaptasi dengan pelatihan petani dan penyuluh," katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pelatihan ini secara khusus mengundang para mentor yang konsen di bidang perubahan cuaca seperti BMKG dan juga lembaga lainya. Dia berharap, pelatihan ini dapat membawa dampak baik terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia melalui pelatihan mitigasi dan adaptasi.

"Yang pertama saya menyampaikan terimakasih karena saat ini sudah mencapai 13 juta peserta. Kedua pelatihan kali ini dibuat khusus untuk menghadapi el nino. Kami undang juga BMKG dalam memastikan prediksi dan kondisi yang ada saat ini," jelasnya.

Kementan Siapkan Langkah Mitigasi dan Adaptasi El Nino di Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 6

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggelar pelatihan sejuta penyuluh dan petani sebagai langkah mitigasi ancaman El Nino yang akan terjadi di Indonesia.

Pelatihan itu akan diselenggarakan di BPPP Lembang pada tangga 23-25 Mei 2013. Pelatihan ini penting agar sektor pertanian tak terpengaruh meski El Nino mulai melanda Indonesia akhir Mei ini hingga puncaknya pada September-Agustus mendatang. Demikian yang disampaikan dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Jumat (19/5/2023).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk mempersiapkan mitigasi menghadapi musim kemarau ekstrem atau El Nino yang diperkirakan akan mencapai puncaknya Agustus mendatang.

"Saya meminta kepada jajaran untuk menyiapkan langkah mitigasinya. Dan saya kira, langkah-langkah tersebut telah disiapkan dengan baik. Kita berharap dampak yang ditimbulkannya tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional," kata Mentan Syahrul.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, masa musim kemarau ekstrem mulai melanda Indonesia pada akhir Mei hingga awal Juni. Hanya saja, skalanya masih rendah.

"Fenomena ini akan semakin menguat, hingga puncaknya terjadi pada Agustus-September. Oleh karenanya, seluruh stakeholder pertanian harus mengerti dan paham apa itu El Nino," terang Dedi.

Melalui pelatihan sejuta petani dan penyuluh ini Dedi berharap langkah mitigasi dan adaptasi yang telah disiapkan Kementan dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan. Sebab, air merupakan faktor produksi penting dalam pertanian.

"40 persen faktor peningkatan produktivitas pertanian itu berasal dari pengairan atau irigasi. Maka keberadaannya sangat vital. Oleh karenanya El Nino ini harus diantisipasi dengan baik, karena sebagian besar sistem pengairan pertanian kita mengandalkan curah hujan," terang Dedi.

Jika air hujan berkurang, maka pertanian akan mengalami penurunan yang signifikan. Secara otomatis, produktivitas pertanian akan terancam.

Launching PT. Petani Milenial Sleman, Kementan Jadikan Bisnis Pertanian Ladang Cuan

Itu sebabnya, Dedi berharap melalui pelatihan ini petani, penyuluh dan insan pertanian paham dalam mengantisipasi serta melakukan tindakan mitigasi dan adaptasi terhadap El Nino, sehingga kita dapat meminimalisir dampaknya.

"Kalau kita paham mengantisipasinya, maka penurunan produktivitas tidak akan terjadi. Tapi kalau kita tidak paham, maka produktivitas pertanian kita akan turun signifikan," tutur Dedi.

Dikatakannya, El Nino membuat curah hujan berkurang signifikan. Maka salah satu upayanya adalah mencari sumber pengairan alternatif, di antaranya adalah pemanfaatan ground water atau air tanah dan air permukaan seperti danau, kolam, sungai dan lain sebagainya.

"Yang harus diingat juga, pemanfaatan air itu harus efisien dan hemat. Sawah itu tak harus tergenang terus. Berarti penggunaan air di lahan pertanian kita harus efisien. Kadang digenangi, kadang dikeringkan. Oksidatif dan reduktif harus seimbang," terang Dedi.

Di sisi lain, tanah yang berada di dekat akar harus relatif dalam kondisi lembab. Tujuannya agar pertanaman kita tetap segar. Oleh karenanya, harus dilakukan konservasi di wilayah tersebut.

"Bagaimana cara konservasinya? Bisa dengan menambahkan arang. 1 ton per hektare dia bisa memegang air 6 kubik. Di saat musim hujan dia dapat memegang air. Di saat musim kemarau air dilepaskan sedikit demi sedikit," tutur Dedi.

Selanjutnya, untuk wilayah kering Dedi menyarankan agar menggunakan irigasi tetes. Sedangkan untuk sayur-mayur menggunakan irigasi springkle. Sedangkan untuk bibit, Dedi mengajak petani untuk menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap kondisi kekeringan.

"Maka penting bagi penyuluh agar pahan efisiensi penggunaan air dan ini harus disampaikan kepada petani. Inilah strategisnya pelatihan sejuta petani dan penyuluh ini. Agar kita semua waspada. Jangan sampai kita kekurangan pangan. Kita harus siap dengan tindakan mitigasi dan adaptasi," tandas Dedi.(*)

Launching PT. Petani Milenial Sleman, Kementan Jadikan Bisnis Pertanian Ladang Cuan

[caption id="attachment_410" align="alignnone" width="300"]Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi[/caption]

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Jaringan Petani Milenial Sleman gelar launching Badan Usaha dengan branding PT Petani Milenial di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

Launching dihadiri langsung Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi.

Pembentukan Badan Usaha ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga konsistensi usaha petani milenial di wilayah Sleman. Pasalnya hingga saat ini jumlah petani milenial di Sleman sudah mencapai 800 orang lebih dan memerlukan wadah kolaborasi yang mumpuni.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyadari peran generasi muda dalam pembangunan pertanian sangatlah penting, untuk meningkatkan pertanian di Indonesia. Oleh karena itu, Kementan terus mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Pemuda sebagai generasi milenial harus memiliki motivasi dalam bidang pertanian untuk menggerakkan pertanian di Indonesia. Hadirnya petani serta wirausahawan pertanian milenial berperan penting dalam mendorong pengembangan jejaring usaha di wilayahnya. ujar Syahrul.

Menteri Pertanian menambahkan, transformasi mau tidak mau akan mengubah cara kita menjalani manajemen usaha pertanian, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. "Saya yakin di tangan generasi milenial pembangunan pertanian akan lebih mudah dicapai,” tutur Syahrul.

Pembentukan Badan Usaha ini selaras dengan arahan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi. Dedi mengatakan setidaknya ada 3 amunisi utama untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Pacu Semangat Usaha, Kementan Tinjau Young Ambassador Agriculture DIY

"Kita semua harus berupaya menjadikan pertanian itu menguntungkan, menghasilkan duit yang banyak. Setidaknya ada tiga amunisinya. Pertama yaitu petani milenial harus terapkan smart farming, karena dengan smart farming produktivitas akan meningkat, kualitas produk juga meningkat dan ongkos produksi bisa ditekan," jelas Dedi.

Amuni kedua, lanjut Dedi, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diibaratkannya sebagai bensin, "KUR itu bahan bakar usaha, kerjasama permodalan dapat memperbesar skala usaha."

Amunisi yang ketiga, yaitu kolaborasi. Dedi berharap jumlah petani milenial yang semakin bertambah dapat diimbangi dengan semangat kolaborasi yang tinggi.

"Saling belajar, yang sudah sukses diternak silahkan berbagi ilmu ke teman yang sedang merintis usaha ternak. Yang masih kesulitan dibudidaya sayur, belajar dengan yang sudah mahir. Kolaborasi, seperti yang saat ini kalian lakukan dengan membentuk badan usaha ini," ujarnya.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang berkesempatan hadir langsung juga berkomitmen mendukung pengembangan petani milenial di wilayahnya.

"Melalui wadah Badan Usaha ini tentu menjadi modal atau pegangan bagi anak-anakku petani milenial, untuk mengembangkan usahanya, berjejaring, dan mengakses permodalan", jelasnya.

Kustini juga mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pertanian yang senantiasa aktif mendampingi kegiatan pembangunan di wilayah Sleman melalui Unit Kerja di Wilayah DIY, salah satunya melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), "Kami harap kerjasama ini terus berlanjut dan berjalan apik", harap Kustini.

Pada kesempatan yang sama Taufik Mawadani, selaku Ketua Jaringan Petani Milenial Sleman turut mengatakan bahwa pembentukan PT Petani Milenial Sleman ini juga merupakan salah satu cara menjaga marwah dan amanah yang sudah diberikan untuk memastikan eksistensi petani milenial Sleman.

PT Petani Milenial Sleman yang terbentuk sejak Februari 2023 ini memiliki misi utama untuk memberi ruang bagi petani milenial dalam mengembangkan jejaring usaha.

"Fokus kami di pemasaran dan pelatihan. Kami berusaha menyambungkan petani milenial dengan off taker dan dipayungi secara legal oleh PT Petani Milenial. Kami juga konsen meningkatkan kemampuan anggota dengan mengadakan pelatihan, baik pelatihan teknis maupun manajerial," tandas Dani.

Kedepan Ia juga berharap PT. Petani Milenial Sleman terus berkembang pesat namun tidak meninggalkan cita-cita utamanya sebagai agrosociopreneur, "Tidak melulu berorientasi bisnis, tapi diimbangi dengan sosial." tandas Dani.

Pacu Semangat Usaha, Kementan Tinjau Young Ambassador Agriculture DIY

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian mendorong tumbuhnya generasi muda yang terjun kedunia pertanian karena sudah saatnya petani muda mengambil peran sebagai generasi penerus pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi langkah anak-anak muda yang mau bergerak di sektor pertanian. Menurutnya, sudah selayaknya generasi muda mengambil peranan dalam pembangunan pertanian nasional.

"Masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi muda. Terbukti, banyak generasi muda saat ini yang menjadi pelopor dalam usaha pertanian. Ini adalah contoh nyata bahwa pertanian tidak identik dengan kotor dan kemiskinan," jelas Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian meninjau langsung usaha milik Young Ambassador Agriculture (YAA) 2023 Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (13/5). Kunjungan ini dalam rangka memacu para Ambassador untuk lebih mengembangkan usahanya.

Dalam kunjungannya, Dedi menyempatkan meninjau dua lokasi usaha milik Young Ambassador Agriculture (YAA) 2023, yaitu Jamal Farming dan Ardhana Garden. Jamal Farming merupakan usaha milik Jamaludin Nur Ridho, YAA 2023 sekaligus mahasiswa aktif Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA).

Kementan Ajak Penyuluh dan Petani Atasi El Nino 2023

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mendorong para petani milenial untuk menerapkan smart farming dan teknologi tepat guna lainnya dalam mengembangkan usahanya.

"Untuk usaha Jamal Farming, perlu pengembangan smart farming, khususnya teknologi smart irrigation yang dapat dikendalikan secara jarak jauh, sehingga kelembaban di kumbung jamur senantiasa terjaga dan produktivitasnya terjamin. Untuk usaha kaktus Isnaini, kendalanya akan kita cari, bagaimana cara yang efektif, bisa dengan kultur jaringan," ungkap Dedi.

Jamal Farming bergerak di bidang usaha budidaya jamur kuping dan jamur lingzhi untuk tujuan konsumsi dan obat-obatan. Usaha Jamal Farming ini juga sudah mendapat pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam pengembangan usahanya.

Sementara Ardhana Garden merupakan usaha milik Isnaini Baroroh yang bergerak pada bidang florikultur budidaya kaktus. Berbagai macam kaktus mulai dari sukulen hingga yang bernilai ekonomi tinggi dibudidayakan oleh Isnaini.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan didampingi oleh jajaran Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) jajaran Polbangtan YOMA, dan Dinas Pertanian Kabupaten Sleman.

Kementan Ajak Penyuluh dan Petani Atasi El Nino 2023

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta kepada seluruh jajarannya untuk melakukan berbagai antisipasi menghadapi El Nino 2023. Puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus 2023.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong para petani membuat Indonesia menjadi negara paling kuat dalam menghadapi ancaman El Nino maupun krisis global dunia.

Mentan Syahrul juga meminta kepada jajarannya yang berada di lapangan untuk membantu para petani yang kesulitan dan meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia untuk menghadapi El Nino.

“Semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrim El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang”, tegas Mentan Syahrul.

Pada acara Bincang Seputar Pertanian (Bistan) Volume 21 Special Talkshow, Sabtu (13/05/2023), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa El Nino adalah salah satu fenomena sebagai dampak dari climate change, selain itu ada juga La Nina dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang luar biasa. El Nino merupakan fenomena kering dimana curah hujannya itu lebih kering dari biasanya. Yang disebut dari biasanya itu rata-rata curah hujan selama 25 tahun, kalo El Nino itu lebih kering dibandingkan dengan rata-rata selama 25 tahun itu.

Karena namanya kering pasti tergantung dari air dan salah satu kebutuhan air berasal dari curah hujan. Curah hujan yang biasanya relatif basah sekarang kering dan kering menunjukan bahwa udara yang ada di sekitar kita kadar uap airnya relatif rendah sehingga tidak ada peluang uap air melakukan kondensasi, maka terjadinya hujan, ujar Kabadan Dedi.

Kementan Ajak Penyuluh dan Petani Atasi El Nino 2023

Dedi juga menjelaskan bahwa El Nino adalah fenomena alam akibat climate change yang eratnya kaitannya dengan peningkatan konsentrasi kenaikan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Hal inilah yang menyebabkan suhu dipermukaan bumi hangat bahkan semakin panas. Para ahli klimatologi melihat ada Samudra Pasifik yang sangat luas melebihi sepertiga dari permukaan bumi. Karena saking luasnya Samudra Pasifik itu, maka indikator akan terjadi El Nino, La Nina atau normal tergantung dari informasi Samudra Pasifik itu.

“Karena di Samudra Pasifik suhu atmosfirnya cenderung hangat, jadi angin yang melewati Indonesia cenderung relatif sedikit makanya terjadi kekeringan, fenomena inilah yang dilihat para ahli sehingga menduga atau memprediksi di Indonesia akan terjadi kekeringan”, jelas Dedi lagi. Sat ini El Nino yang terjadi ke arah positif.

Pertanian terkait dengan makhluk hidup dan terkait juga dengan hayati, ujarnya. Yang artinya kebutuhan makhluk hidup yang pertama perlu oksigen, kedua air karena hampir 90 persen makhluk hidup memerlukan air, ketiga nutrisi, keempat tempat tinggal dan seterusnya.

Pertanian itu perlu air dan salah satu faktor produksi yang sangat penting. Saat terjadi El Nino akan menjadi masalah yang sangat besar, begitu air terganggu maka produktivitas terganggu artinya produksi menurun secara drastis. Ini harus diantisipasi oleh kita semua dan petani harus paham El Nino itu apa dan dampaknya bagaimana dan apa yang harus dilakukan.

“Puncak El Nino terjadi pada Agustus 2023 dan petani harus mencari sumber air alternatif selain air hujan”, tegas Dedi.

Hal yang harus dilakukan oleh petani diantaranya mencari alternatif, diantaranya mencari air di dalam tanah, tinggal angkat pompa dari bawah ke atas. Atau bisa juga dengan memanfaatkan air yang ada di permukaan, diantaranya dengan melakukan penyodetan pada sungai-sungai besar yang debit airnya tinggi, sehingga lahan pertanian mendapatkan air dari permukaan air, jelas Dedi lagi.

Penyuluh Pertanian Sebagai Pejuang dan Garda Terdepan Menghadapi El Nino 2023

Selain itu, petani juga harus menanggulangi kekeringan dengan cara lain, diantaranya menggunakan arang atau biochar di lahan pertaniannya, karena biochar dapat menyimpan atau memegang air sebanyak 3-6 kali lipat dibandingkan dirinya sendiri. Lalu lakukan fertigasi atau pemberian pupuk dan air secara bersamaan untuk memenuhi kebutuhan air juga memenuhi kebutuhan pupuk.

Langkah lainnya adalah petani bisa menggunakan pupuk organik atau kompos karena dapat memegang air. Pupuk organik mengandung 16 macam unsur hara dan unsur organik sehingga disebut juga dengan pupuk komplit. Namun, kelemahannya adalah kadarnya relatif rendah.

Sedangkan langkah-langkah yang dihadapi oleh Kementan menghadapi El Nino adalah antisipasi kalau El Nino nya belum kejadian, mitigasi dan adaptasi kalau sudah kejadian. Mitigasi adalah pencegahan dan adaptasi adalah menyesuaikan diri dengan kondisi El Nino.

Kita lakukan mitigasi kalau inline dengan adaptasi. Karena El Nino sudah jelas masalahnya di air, maka kita harus menyesuaikan dengan keadaan tersebut. Adapun langkah-langkah yang harus disiapkan diantaranya adalah dengan menggunakan varietas yang toleran atau tahan terhadap kekeringan. Misalnya penggunaan padi varietas inpago, inpari dan padi gogo.

Selanjutnya lakukan juga efisiensi penggunaan air, misalnya di lahan sawah dengan melakukan pengairan basah - kering atau dikenal dengan alternate wetting and drying. Mencari sumber air alternatif dan bagaimana mendistribusikannya dengan lebih efisien, misalnya dengan irigasi tetes.
Dedi berharap petani dan penyuluh harus saling bahu membahu mencari dan mendistribusikan sumber air.

Dedi memberikan saran kepada petani, menghadapi El Nino yang paling penting adalah antisipasi, adaptasi serta mitigasi. Karena saat ini sudah memasuki El Nino yg paling penting adalah bagaimana melakukan adaptasi dan mitigasi.

El Nino itu bisa musibah dan anugerah tergantung dari bagaimana kita bisa menyikapinya. Dikatakan anugerah, dimana lahan rawa yang tadinya tergenang terus dapat melakukan panen raya, tetapi disaat yang sama juga harus menyiapkan varietas yang toleran atau tahan El Nino. Selanjutnya gunakan pengairan alternatif dan lebih efisien, serta jangan lupa lakukan konservasi air pada tanah-tanah pertanian. Meskipun air dari atas berkurang tapi air dapat bertahan lama didalam tanah sehingga akar tanamannya bagus dan produksi meningkat, tutup Kabadan Dedi. (NF)

Kementan Siapkan Strategi Antisipasi El Nino

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Perubahan iklim dunia saat ini sangat meresahkan, diprediksi dalam waktu dekat puncaknya di bulan Agustus akan musim kemarau.

Tak dapat dipungkiri sub sektor pertanian termasuk komoditas perkebunan pun turut terkena dampaknya, khususnya ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan bahan baku perkebunan.

Pemerintah terus berupaya mencari solusi tepat guna demi menghadapi tantangan ini, dan mengantisipasi berbagai dampak akibat perubahan iklim yang tak menentu dan jelang musim kemarau.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menugaskan jajarannya untuk mempersiapkan musim kemarau ekstrim atau el nino.

"Menghadapi musim kering ekstrim atau elnino saya minta jajaran Kementan berada di lapangan membantu para petani yang kesulitan. Kemudian saya juga meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia," ujar Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Menteri Pertanian.

Penyuluh Pertanian Sebagai Pejuang dan Garda Terdepan Menghadapi El Nino 2023

Direktorat Jenderal Perkebunan sigap menjalankan arahan Mentan SYL, segera berupaya mengantisipasi musim kemarau. Andi Nur Alam Syah Direktur Jenderal Perkebunan mengatakan, salah satunya dalam bentuk paket teknologi berupa kegiatan mitigasi maupun adaptasi untuk menekan efek negatif dari perubahan iklim terhadap komoditas perkebunan.

Selain itu, Ditjen Perkebunan juga terus mensosialisasikan dan menghimbau para petani agar segera melakukan pengendalian opt secara terpadu, pembangunan embung, demplot pembukaan lahan tanpa bakar, serta memberikan bantuan sarpras untuk kekeringan dan kebakaran lahan seperti pompa air, pompa jinjing, dan selang.

"Pekebun terus berjuang memasok kebutuhan pertanian termasuk kebutuhan komoditas perkebunan Indonesia. Antisipasi ini perlu segera dilakukan dan menjadi perhatian penting bagi seluruh pelaku usaha perkebunan demi menjaga keberlangsungan tanaman perkebunan," ujar Andi Nur.(***)

Penyuluh Pertanian Sebagai Pejuang dan Garda Terdepan Menghadapi El Nino 2023

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Ada kabar menarik dan patut dijadikan pencermatan bersama dari Makassar. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta para penyuluh di Sulawesi Selatan untuk menjadi pejuang dan garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas disaat musim kemarau panjang atau el nino 2023.

Kabar ini penting, karena Menteri Pertanian benar-benar ingin menerapkan pola dan pendekatan deteksi dini (Early Warning System) dalam menjawab tanda-tanda jaman yang sedang menggelinding. Bangsa ini memang harus berjaga-jaga dalam menghadapi segudang tantangan yang menghadangnya.

Mentan SYL tidak ingin menerapkan pola pendekatan yang sifatnya sebagai "pemadam kebakaran". Ini penting dipahami, karena pendekatan "pemadam kebakaran" sendiri, memang sudah waktunya kita tendang jauh-jauh dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Untuk itu, wajar bila kita memberi apresiasi atas kebijakan yang ditempuhnya.

El Nino atau dalam bahasa keseharian kita identik dengan kemarau panjang, bukanlah hal yang pertama kali dialami. Sudah sering El Nino menyergap bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. El Nino menimbulkan dampak yang tidak menyenangkan bagi pencapaian tujuan pembangunan pertanian.

Target peningkatan produksi hasil pertanian, banyak yang tidak tercapai. Gagal panen pun terjadi di banyak sentra produksi. Selain itu, tidak sedikit lahan pertanian yang kering kerontang karena bencana kekeringan yang panjang, membuat kesehatan lahan jadi menurun. Agar pengalaman pahit ini tidak terulang, para Penyuluh Pertanian penting pro aktif dan melakukan komunikasi yang inten dengan petani di lapangan.

Langkah Menteri Pertanian meminta para Penyuluh Pertanian untuk tampil sebagai pejuang yang berada di garda terdepan guna menghadapi bencana El Nino, tentu harus dibarengi dengan kesiapan para Penyuluh Pertanian di lapangan. Penyuluh Pertanian sebagai guru petani, diharapkan dapat secepatnya mengingatkan petani akan bahaya buruknya El Nino.

Ini berarti kunjungan Penyuluh Pertanian kepada petani harus semakin sering dilakukan. Penyuluh Pertanian mesti membawa teknologi dan inovasi terkini dalam menghadapi El Nino. Penyuluh Pertanian, sedari awal meminta para petani untuk menyiapkan diri menjawab sergapan bencana kekeringan yang butuh perlakuan khusus dalam kegiatan usaha taninya.

Mentan SYL malah menyebut Penyuluh Pertanian adalah "Kopassus" nya petani. Penyuluh Pertanian dituntut untuk dapat melahirkan berbagai solusi terkait dengan masalah-masalah serius yang ditimbulkan dengan adanya El Nino. Sebagai garda terdepan, Penyuluh Pertanian, kini menjadi tiang gantungan petani supaya El Nino dapat dikendalikan secara lebih baik lagi.

Harapan Menteri Pertanian ini, tentu saja perlu dukungan maksimal dari para Kepala Daerah, baik Gubernur atau Bupati/Walikota. Penyuluh Pertanian merupakan aparat daerah. Hitam putihnya para Penyuluh Pertanian, sangat ditentukan oleh kebijakan Pemerintah Daerahnya. Kalau Bupati/Walikotanya berpihak kepada dunia pertanian, tentu dinamika Penyuluhan Pertanian akan berjalan dengan baik.

Sebaliknya, jika Bupati/Walikota nya tidak suka pertanian, jangan harap para Penyuluh Pertanian akan dapat berkiprah secara optimal. Itu sebabnya, akan lebih keren, kalau Mentan SYL pun segera berdialog dengan seluruh Bupati/Walikota se Indonesia, khusus nya daerah-daerah yang jadi sentra produksi pertanian agar sungguh-sungguh menyemangati gerak langkah para Penyuluh Pertanian.

Mentan SYL penting mengajak Bupati/Walikota bahkan Gubernur untuk serius menghadapi sergapan El Nino ini. Pengalaman masa lalu, tidak salah diceritakan kembali, betapa ruginya bangsa kita, jika kita tidak cerdas mencarikan jalan keluarnya. Berkaca pada pengalaman masa lalu, para Bupati/Walikota perlu "disuluh" Mentan SYL, supaya tidak main-main dalam menyiapkan politik anggaran untuk menghadapi El Nino ini.

Bila Covid 19 menyerang seluruh sektor kehidupan, maka sergapan El Nino lebih menjurus ke sektor pertanian dalam arti luas. Kalau selama Covid 19, sektor pertanian dianggap cukup tangguh, mestinya dengan adanya El Nino pun, pertanian tetap harus perkasa. Namun begitu, kewaspadaan tetap harus ditempuh supaya kita tidak terjebak atas keteledoran kita sendiri.

Suara Mentan SYL dari Makassar, sudah sepantasnya menjadi "warning" kita bersama. Salah besar kalau kita mengabaikannya. El Nino kini tengah membayang-bayangi kehidupan para petani. Keluarga Besar Pertanian, jangan pernah lengah. Kehati-hatian dan kewaspadaan tetap harus ditempuh. Sekalinya kita teledor, bangsa ini harus menebusnya dengan harga cukup mahal.

El Nino hanya salah satu dampak dari berlangsungnya iklim ekstrim yang sejak lama menjadi masalah serius dalam keberlangsungan pembangunan pertanian, khususnya dalam memenuhi ketersediaan pangan. Kita sudah alami dampak dari iklim ekstrim ini. Ketika musim hujan tiba, kita kebanjiran dan tatkala kemarau menyergap, kita mengalami bencana kekeringan yang cukup panjang.

Ke dua fenomena alam yang demikian, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa saja menjadi tragedi kehidupan yang mengenaskan. Itu sebabnya, untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, apa salahnya jika kabar dari Makassar di awal tulisan ini, patut kita perhatikan dengan sungguh-sungguh. Suara Mentan SYL menjadi pengingat yang tidak boleh masuk dari telinga kiri dan keluar lagi dari telinga kanan.(***)

(PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Kementan Kibarkan Genta Organik di Bumi Cendrawasih

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian meluncurkan Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) sebagai solusi untuk petani Indonesia atas mahalnya harga pupuk. Genta Organik meliputi penggunaan pupuk organik, penggunaan pupuk hayati, penggunaan pembenah tanah, dan pemupukan berimbang.

Tak hanya sebagai solusi atas mahalnya pupuk, program Genta Organik juga dirancang sebagai upaya untuk rehabilitasi tanah. Sebab, eksploitasi lahan pertanian secara intensif yang berlangsung secara terus-menerus selama bertahun-tahun telah mengakibatkan penurunan kesuburan dan sifat fisik maupun kimia tanah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dalam pertanian, menjadi kewajiban petani untuk memelihara tingkat kesuburan tanah. "Kalau kesuburan turun, mikroba turun, produksi juga akan turun. Kita berharap produksi terus meningkat. Caranya, perbaiki pupuk kita jangan pupuk kimia saja. Kita dahului beri makan dan nutrisi tanah dengan pupuk organik, hayati dan pembenahan tanah," jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, Genta Organik merupakan gerakan yang mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri.

"Genta organik tidak berarti mengharamkan penggunaan pupuk anorganik. Boleh menggunakan pupuk kimia, tapi dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang," tutur Dedi.

Dikatakannya, salah satu upaya Kementan untuk mendukung petani dalam menyediakan pupuk organik secara mandiri, salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan Pelatihan Manajemen Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO).

Regenerasi Petani, Kementan Bangkitkan Minat dan Perkuat Kompetensi Gen-Z

Sebagaimana diketahui, pemberian pupuk kimia (anorganik) secara terus-menerus untuk mengejar tingkat produktivitas, tanpa diimbangi dengan upaya-upaya memperbaiki kondisi fisik tanah melalui penambahan bahan organik menyebabkan kandungan bahan organik tanah menurun, kerusakan struktur tanah dan aerasi tanah berkurang.

Hal ini mengakibatkan penurunan kemampuan tanah dalam menyimpan dan melepaskan hara dan air bagi tanaman, sehingga mengurangi efisiensi penggunaan pupuk dan air irigasi, kondisi ini dikenal sebagai tanah sakit (soil sickness).

Menyikapi terjadinya degradasi mutu lahan pertanian tersebut, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan penggunaan pupuk organik. Pupuk organik berperan penting dalam perbaikan sifat kimia, fisika dan biologi tanah serta sebagai sumber nutrisi tanaman.

Pupuk organik yang telah dikomposkan dapat menyediakan hara dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dalam bentuk segar, karena selama proses pengomposan telah terjadi proses dekomposisi yang dilakukan oleh beberapa macam mikroba. Sumber bahan kompos antara lain berasal dari limbah organik seperti sisa-sisa tanaman (jerami, batang dan dahan), sampah rumah tangga serta kotoran ternak (sapi, kerbau, kambing, ayam).

Dalam kerangka itu pula, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Peternakan dan Perikanan (Dinas TPHPP) Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua menyelenggarakan pelatihan ini yang dilaksanakan selama lima hari efektif mulai 11-15 April 2023. Ada lima orang peserta yang merupakan petani pengelola UPPO.

Kegiatan Pelatihan Manajemen Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dalam meningkatkan produktivitas dan produksi usaha taninya. Serta meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan petani dan mendukung program pemerintah di bidang pertanian, yaitu Genta Organik (Gerakan Tani Pro Organik).

Acara sendiri dibuka oleh Kepala Balai, Ajat Jatnika didampingi Sub Koordinator dan Widyaiswara BBPP Lembang. Dikatakan Ajat, pihaknya terus berupaya agar kompetensi SDM meningkat, di mana tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas pertanian.

“Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan, BBPP Lembang diharapkan dapat memberi dampak kepada stakeholder dalam hal peningkatan kompetensi SDM serta produksi dan produktivitas pertanian,” kata Ajat saat membuka pelatihan secara resmi.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik dari fasilitator Widyaiswara BBPP Lembang dan Ketua P4S terpadu Ikamaja, tentang pertanian organik, mulai dari pembuatan aktivator, mikroorganisme lokal dan eco-enzime, pembuatan pupuk organik dan pembuatan kompos mix hayati (kom-mix hayati) dan pemasaran pupuk organik, serta materi manajemen Unit Pengelolaan Pupuk Organik ( UPPO).

Untuk diketahui, poin penting dalam pengelolaan UPPO adalah manajemen SDM, manajemen ternak, manajemen limbah ternak dan manajamen pemasaran. Peserta praktik membuat activator, mikro organisme lokal (MOL), dan eco-enzyme dari kulit buah-buahan.
Untuk benchmarking pengelolaan Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) yang sudah berjalan dengan baik, dilaksanakan kunjungan lapang di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Terpadu Ikamaja Kabupaten Garut.

Kepala Bidang TPHPP, Afredy Boyke menyampaikan, pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada petani cara membuat pupuk organik yang baik dan berkualitas, efisien dan memiliki nilai jual. "Peserta sangat antusias dan semangat mengikutinya karena ini memberikan pemahaman baru untuk petani di Kabupaten Boven Digoel,” ungkapnya. Fredy juga menyampaikan harapannya, sepulang dari belajar di BBPP Lembang petani dapat menerapkan materi pelatihan di UPPO masing-masing. (Yoko/Che)