21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

UPT Pelatihan Kementan Kuatkan Peran Brigade Pangan Kalimantan Tengah melalui Pelatihan

KAPUAS — Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP). Kegiatan Tahap 5 ini digelar selama bulan September 2025, dilaksanakan sebanyak 55 angkatan.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bataguh, Kecamatan Kapuas, dan diikutinsebanyak 30 orang peserta dari Brigade Pangan (BP) Tani Sejahtera dan BP Pulau Kupang. Waktu pelaksanaan 1 – 3 September 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, untuk mencapai swasembada pangan, Kementan memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras.

Dijelaskannya, salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Praktikkan Agribisnis Kopi ke Petani Kabupaten Bandung Barat

Selain itu, tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) tahap 5 sebanyak 55 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari untuk masing-masing angkatan.

Di BPP Bataguh Kecamatan Kapuas yaitu angkatan 34, pada materi kelompok dasar, peserta memperoleh materi tentang Peran Brigade Pangan Mendukung Pencapaian Swasembada Pangan.

Pada materi kelompok inti, peserta memperoleh materi Proposal Usahatani Berorientasi Bisnis, Analisa Kelayakan Usahatani, dan Rencana Tanam. Sedangkan di materi kelompok penunjang, yaitu Rencana Tindak Lanjut.

Peserta mempraktikkan membuat analisa usahatani padi, perbedaan analisa usahatani padi varietas unggul dan varietas lokal.

Saat penutupan pelatihan, Rabu (3/9/2025), salah seorang peserta, M. Sabran, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia pelatihan baik BBPP Lembang dan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas.

“Ilmunya sangat bermanfaat untuk kegiatan kami di brigade pangan,” ujar Sabran singkat.(***)

UPT Pelatihan Kementan Praktikkan Agribisnis Kopi ke Petani Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Rabu (3/9/2025), di BP3K Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dalam kegiatan yang dihadiri 30 orang anggota kelompok tani dari 14 desa di wilayah Kecamatan Cipongkor, salah satu yang dijelaskan BBPP Lembang adalah seputar budidaya kopi.

Dalam kesempatan terpisah,.Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah sektor yang penting. Karena, pertanian menyediakan pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan Konsultasi Agribisnis sebagai salah satu standar pelayanan di Balai Besar Pelatihan.

Ajat menjelaskan, BBPP Lembang berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Sementara kegiatan KAK kali ini dihadiri widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian dan pascapanen pengolahan hasil pertanian. Selain itu, hadir petugas dari Inkubator Agribisnis dan pengelola perpustakaan BBPP Lembang.

Salah seorang peserta pembudidaya jagung dan rencana akan menanam kopi, menanyakan tentang budidaya kopi yang diawali dengan pemilihan dan perlakuan bibit kopi yang baik sehingga saat ditanam nantinya akan menghasilkan tanaman kopi yang berkualitas tinggi.

Baca juga:

Bertani on Cloud Kementan Berbagi Strategi Ekspor untuk Petani

Widyaiswara spesialisasi budidaya menjelaskan mulai dari pengolahan lahan, penentuan lubang tanam, penanaman, dan pemeliharaan tanaman kopi.

Peserta lainnya, yaitu penyuluh swadaya, menanyakan alternatif budidaya tanaman sayuran di lahan seluas 300m2 di lingkungan pesantren di Kecamatan Cipongkor yang dapat menjadi aktivitas menguntungkan bagi santriwan santriwatinya.

Widyaiswara menjelaskan berbagai alternatif jenis komoditas pertanian baik sayuran dan tanaman buah serta cara budidayanya baik konvensional maupun hidroponik.

Sementara itu, widyaiswara spesialisasi pascapanen dan pengolahan hasil pertanian memberikan solusi alernatif pengolahan limbah kopi. Limbah kulit kopi dapat diolah menjadi briket.

Briket kulit kopi adalah bahan bakar padat alternatif yang dibuat dari limbah kulit kopi yang telah diproses melalui karbonisasi (diarangkan) kemudian dicampur dengan perekat tepung kanji dengan perbandingan 1 kg limbah kulit kopi dicampurkan dengan 100 gram tepung kanji dan air panas.

Setelah itu dicetak dan dikeringkan dan briket siap dimanfaatkan menjadi bahan bakar seperti arang dan bisa dipasarkan ke penjual sate atau industri lainnya yang memerlukannya.

Proses pengolahan kulit kopi menjadi briket ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah organik sehingga ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sehingga dapat menjadi energi alternatif, dan menciptakan potensi ekonomi karena memiliki nilai jual.

Dijelaskan pula proses pengolahan biji kopi hingga menjadi bubuk kopi. Beberapa teknik menyeduh kopi juga dikenalkan berikut alat seduhnya, seperti V60, espresso, french press, vietnam drip, siphon.

Widyaiswara menjelaskan dengan cara pengolahan kopi hingga menjadi secangkir kopi, akan menghasilkan keuntungan berlipat.

Peserta pun bersama-sama mencicipi olahan kopi khas BBPP Lembang, yaitu varietas kopi arabica yang diseduh dengan metode french press kopi.

“Rasanya sempurna sekali, ada asamnya dan juga terasa pahitnya,” ucap salah seorang peserta.

Lilim, Ketua Kelompok Tani Bumi Lestari Jaya Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, menyampaikan rasa bahagianya bisa ikut kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling yang dilakukan oleh BBPP Lembang dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat.

“Saya baru mulai menanam kopi yang dibarengi dengan menanam jagung sehingga saat tadi menanyakan bagaimana budidaya kopi, sangat jelas disampaikan oleh widyaiswara BBPP Lembang. Penjelasannya juga ditunjang adanya buku-buku berkaitan dengan agribisnis kopi yang dibawa di mobil KAK ini," katanya.

“InsyaAllah Ilmu budidaya kopi yang disampaikan akan saya sampaikan kepada anggota kelompok tani saya sehingga insyaAllah ilmunya bermanfaat bagi kelompok tani kami dan juga secara umum bagi masyarakat di Kecamatan Cipongkor,” ucap Lilim.(***)

Aktif Berbagi Pengetahuan, Polbangtan Kementan Raih Anugerah Kementan Corpu

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) meraih Juara 3 sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian (Kementan) yang berbagi aset pengetahuan terbanyak dalam kementancorpu.com.

Anugerah ini diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, dalam peluncuran Kementan _Corporate University_ (Kementan Corpu) di Aula Bina Karakter, BBPMKP Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mewakili Menteri Pertanian, Ia menyampaikan bahwa _Corporate University_ bukan hanya sebagai wadah pengembangan kompetensi ASN, melainkan juga wujud komitmen Kementerian Pertanian untuk menjadikan ASN sebagai motor penggerak organisasi sekaligus mendukung kemajuan pertanian nasional.

“Kementan Corpu dirancang untuk menjadi mesin pengembangan kompetensi, tidak hanya bagi ASN pusat, tetapi juga bagi seluruh aktor pembangunan pertanian di Indonesia. Tujuannya bukan hanya memenuhi kebutuhan pengembangan ASN di lingkungan Kementerian Pertanian, tetapi juga mendukung pengembangan kompetensi di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tingkatkan Literasi Pertanian

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan pengembangan kompetensi melalui jalur non formal memerlukan komitmen bersama seluruh unsur organisasi.

“Kita perlu melakukan prinsip berbagi peran, secara masif, dan berkesinambungan,” katanya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi ASN dan instansi pemerintah dalam implementasi pengembangan
kompetensi meliputi keterbatasan akses, sumber daya, serta korelasi dengan berbagai elemen lain.

Untuk itu, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan berkomitmen untuk membagi asset pengetahuan yang dimiliki melalui _Knowledge Management System_ (KMS), salah satu program unggulan kementancorpu.com.

“Kami mendukung upaya Kementan untuk mengembangkan kompetensi ASN, melalui berbagi pengetahuan yang kami miliki,” ucapnya.

Dalam kesempatan terdahulu, Polbangtan Yoma telah mengirimkan berbagai jurnal dan artikel garapan civitas academica Polbangtan Yoma.

Hermawan berharap upaya ini bisa memperkaya khasanah pengetahuan di sektor pendidikan, sekaligus penelitian dan pengabdian masyarakat.(***)

Bertani on Cloud Kementan Berbagi Strategi Ekspor untuk Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian memberikan strategi untuk berekspor kepada petani dalam kegiatan Bertani On Cloud (BOC) volume 318, yang digelar oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Kamis, (28/08/2025). Kegiatan diadakan di P4S Lembang Agri dengan narasumber petani millennial dan eksportir.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menekankan dalam berbagai kesempatan bahwa pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.

Dijelaskannya, fokus Kementerian Pertanian di samping mencapai swasembada pangan adalah mengambil peran lebih dalam perdagangan global.

“Target kita bukan hanya mempertahankan, tapi melipatgandakan kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara,” ujarnya.

Mentan menambahkan, hal tersebut dilakukan dengan berbagai upaya penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Salah satunya adalah dengan penguatan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran P4S dalam pertanian.

“P4S menjadi contoh bagaimana pendidikan vokasi pertanian bisa berjalan efektif di masyarakat. Dengan fokus pada bidang masing-masing, mereka bukan hanya mencetak petani, tetapi juga mencetak wirausaha muda pertanian,” kata Santi.

Sementara pelaksanaan BOC Volume 319 mengangkat tajuk “Dari Desa Cikidang Menembus Ekspor Hortikultura”.

Baca juga:

Kementan Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran kepada KWT Kabupaten Bandung Barat

Hadir sebagai narasumber Dodih dari P4S Lembang Agri dan petani muda Desa Cikidang Ardiansyah sebagai mitranya.

P4S Lembang Agri dikenal sebagai salah satu kelembagaan petani yang sudah melakukan ekspor ke beberapa negara.

Komoditas yang mereka produksi adalah buncis yang pernah merambah pasar Singapura dan romaine lettuce yang dijual ke Taiwan.

P4S Lembang Agri juga menandatangani kontrak dengan beberapa perusahaan restoran untuk memenuhi stok mereka.

Lembang Agri juga mengajak petani muda untuk turun ke lahan untuk memenuhi permintaan berbagai komoditas.

“Untuk mengembangkan petani muda intinya kita harus membuat bidang pertanian menarik bagi mereka misalnya dengan menggunakan konten,” terang Dodih.

Sedangkan Ardiansyah memulai kiprahnya dalam pertanian setelah diajak Dodih untuk mengelola P4S. Lama-kelamaan bidang tersebut menjadi menarik.

“Saya juga menemukan healing melalui pertanian,” tambah Ardiansyah.

Selain menunjukkan petani milenial, BOC kali ini juga menghadirkan eksportir, PT. Global Agriculture Cooperation Indonesia (GACI), yang telah bekerjasama dengan P4S Lembang Agri untuk mengekspor berbagai komoditas ke Taiwan.

Direktur PT. GACI, Lee Pai-Po, hadir untuk berbagi dengan para petani yang hadir secara daring.

“Awal mulanya, saya melihat pertanian di Indonesia dan itu sangat luar biasa,” terang Lee mengenai awal mula terlibatnya dengan pertanian Indonesia.

“Saya melihat kesempatan di sini dan saya berinvestasi ke Indonesia,” lanjutnya.

Lee melanjutkan menjelaskan mengenai kiat-kiat ekspor untuk petani Indonesia.

“Yang terpenting adalah kepastian yang diberikan oleh petani dalam memenuhi permintaan pembeli,” tuturnya.

Di bagian akhir, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyampaikan harapannya kepada para generasi muda.

“Generasi muda sudah mampu menunjukkan prestasinya hingga ke ekspor, ini merupakan penyemangat bagi generasi muda bahwa sektor pertanian sungguh prospektif di masa depan,” tuturnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tingkatkan Literasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Sosialisasi Literasi Informasi dan Layanan Perpustakaan. Hal ini dinilai strategis untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat inspirasi dan inovasi literasi yang mendukung terwujudnya kemandirian dan swasembada pangan nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan keyakinannya bahwa sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti menyebut pentingnya mendorong kapasitas generasi muda dalam rangka mengakselerasi produktivitas sektor pertanian.

"Pertama, dengan meningkatkan peran petani milenial dalam rantai pasokan pangan nasional. Kedua, mengakselerasi transformasi pertanian konvensional menjadi pertanian modern. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM. Keempat, hilirisasi produk berjalan dengan baik, efektif dan efisien," paparnya.

Baca juga:

Cetak SDM Unggulan, Wamentan Lepas 267 Wisudawan Polbangtan Yoma

Untuk itu, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan menegaskan pentingnya penguasaan literasi pertanian untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

“Perpustakaan bukan hanya pusat koleksi, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa maupun dosen. Dengan literasi yang kuat, kita bisa mendukung lahirnya SDM pertanian yang mampu mendorong kemandirian pangan nasional,” ujarnya.

Hadir memberikan materi, Riko Bintari P, Pustakawan Madya Balai Besar Pustaka, menjelaskan perlunya literasi dalam menghadapi tantangan global.

“Akses terhadap informasi pertanian yang valid, mutakhir, dan terpercaya menjadi kunci untuk menjawab tantangan, seperti krisis pangan, mulai dari ancaman kelaparan, perubahan iklim, hingga keterbatasan produksi dalam negeri,” ucap Riko.

Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sumber-sumber informasi resmi, seperti repository pertanian, e-publikasi Pertanian Press, portal Cybex.id, serta website kementerian dan lembaga pendidikan, yang menyediakan data, hasil riset, dan referensi akademik berkualitas.

“Saya berharap mahasiswa dan civitas academika bisa lebih kritis dalam menilai kualitas informasi, dengan memperhatikan aspek kredibilitas, akurasi, kemutakhiran, dan relevansi dari setiap sumber yang digunakan.” jelasnya(***)

BRI BO Jakarta Menara BRILiaN Berbagi Jumat Berkah ke Warga Sekitar

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Jakarta Menara BRILiaN kembali menggelar program Jumat Berkah. Program ini merupakan salah satu agenda rutin yang diadakan oleh BRI BO Jakarta Menara BRILiaN. Kali ini program Jumat Berkah diadakan didepan Kantor BRI BO Jakarta Menara BRILiaN pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Pimpinan BRI BO Jakarta Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita menjelaskan, untuk Program Jumat Berkah kali ini dilaksanakan didepan kantor BRI BO Jakarta Menara BRILiaN berupa 100 nasi boks. Pembagian ditujukan kepada warga sekitar yang kurang mampu yang melintas didepan area kantor BRI BO Jakarta Menara BRILiaN.

“Alhamdulilah kami selalu mengagendakan Program Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Marco menambahkan, adapun bingkisan yang diberikan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Sehingga dengan adanya bantuan dari Program Jumat Berkah ini bisa membantu meringankan kebutuhan warga sekitar.

“Kami membagikan 100 nasi boks kepada para warga dekat kantor yang melintas, siapa tahu ada yang belum sempat mengisi perut,” tegasnya.

Selain Program Jumat Berkah, BRI juga mempunyai beragam produk dan program unggulan. Mulai dari program untuk pendidikan, kesehatan, keagamaan, juga ada program undian berhadiah hingga produk perbankan online melalui BRImo yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dalam satu genggaman.

"Nasabah bisa bertransaksi perbankan mulai dari produk tabungan, pinjaman, pembayaran, asuransi, investasi hingga lifestyle tersedia diaplikasi BRI," tutupnya.(***)

BRI BO Jakarta Radio Dalam Berbagi Jumat Berkah ke Masyarakat Sekitar

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Jakarta Radio Dalam kembali menggelar program Jumat Berkah. Program ini merupakan salah satu agenda rutin yang diadakan oleh BRI BO Jakarta Radio Dalam. Kali ini program Jumat Berkah diadakan didepan Kantor BRI BO Jakarta Radio Dalam pada 29 Agustus 2025.

Pimpinan BRI BO Jakarta Radio Dalam Argananta Yuwana menjelaskan, untuk Program Jumat Berkah kali ini dilaksanakan didepan kantor BRI BO Jakarta Radio Dalam berupa 100 nasi boks. Pembagian ditujukan kepada para pengemudi yang melintas didepan area kantor BRI BO Jakarta Radio Dalam.

“Alhamdulilah kami selalu mengagendakan Program Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Argananta menambahkan, adapun bingkisan yang diberikan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Sehingga dengan adanya bantuan dari Program Jumat Berkah ini bisa membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Kami membagikan 100 nasi boks kepada para pengendara yang melintas, siapa tahu ada yang belum sempat mengisi perut,” tegasnya.

Selain Program Jumat Berkah, BRI juga mempunyai beragam produk dan program unggulan. Mulai dari program untuk pendidikan, kesehatan, keagamaan, juga ada program undian berhadiah hingga produk perbankan online melalui BRImo yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dalam satu genggaman. Disini nasabah bisa bertransaksi perbankan mulai dari produk tabungan, pinjaman, pembayaran, asuransi, investasi hingga lifestyle tersedia diaplikasi BRImo.

“Sebagai salah satu perbankan yang banyak menerima penghargaan, BRI terus memaksimalkan pelayanan kepada nasabah. Setiap nasabah yang datang akan dilayani dengan baik, mulai dari pintu masuk hingga ke layanan yang diperlukan seperti teller maupun customer service,” tutupnya.(***)

Berdayakan UMKM, BRI Dukung Penuh Festival Merah Putih Bogor 2025

TANIINDONESIA.COM//BOGOR - Dalam semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan bangga mendukung penuh Festival Merah Putih Bogor 2025, sebuah perayaan kebangsaan yang memadukan cinta tanah air, kebersamaan, dan semangat pemberdayaan masyarakat.

Festival Merah Putih Bogor tidak hanya menjadi panggung ekspresi rasa nasionalisme, tetapi juga menjadi ruang nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Bogor untuk berkembang, berinovasi, dan semakin percaya diri bersaing di pasar yang lebih luas.

Branch Office Head BRI Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat menyampaikan,
BRI lahir dari dan tumbuh bersama rakyat, dan hingga kini terus berdiri kokoh mendampingi UMKM. Dukungan BRI terhadap Festival Merah Putih Bogor merupakan wujud nyata komitmen BRI untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

"Tidak hanya menghadirkan layanan keuangan, tetapi juga menyalakan harapan dan semangat juang bagi pelaku usaha kecil agar bisa terus maju, mandiri, dan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa," ungkapnya.

Melalui partisipasi dalam Festival Merah Putih 2025, BRI menghadirkan berbagai program dan fasilitas bagi UMKM, mulai dari pameran produk lokal unggulan, layanan perbankan digital yang memudahkan transaksi (Qris), hingga program pendampingan usaha.

"Semua ini bertujuan agar UMKM Bogor tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga siap menembus pasar nasional bahkan global," tegasnya.

Lebih dari sekadar acara, Festival Merah Putih Bogor adalah simbol persatuan. Warna merah dan putih yang berkibar di setiap sudut kota mencerminkan keberanian dan ketulusan rakyat Indonesia.

Di tengah suasana kebersamaan itu, BRI hadir untuk menguatkan pesan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat kecil berdaya, berdiri tegak dengan usaha mereka sendiri, dan mampu membawa kesejahteraan bagi keluarganya.

Bank BRI percaya, dari UMKM lahir kekuatan bangsa. Dan dari Festival Merah Putih Bogor 2025, semangat itu semakin bergema—membawa harapan baru bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha di Kota Bogor.

"Salam Merah Putih, Salam UMKM Tangguh, Salam Indonesia Maju!," tutupnya.(***)

Kementan Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran kepada KWT Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (21/08/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan (BP3K) Parongpong, dihadiri oleh 30 orang anggota kelompoktani dan KWT.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan sektor pertanian sangat vital karena menyediakan pangan bagi kehidupan manusia.

"Tanpa pangan, sebuah negara dapat bubar, karena itu kita harus menjaga ketahanan pangan," tegasnya.

Pernyataan ini didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah kunci utama dalam memajukan sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menjelaskan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) merupakan salah satu bentuk standar pelayanan yang dikembangkan oleh balainya.

Baca juga:

Perkuat Kapasitas Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Agribisnis Cabai

Menurutnya, KAK adalah bagian dari upaya BBPP Lembang untuk mengembangkan inkubator agribisnis dan mendukung program pelatihan.

Pada kegiatan KAK kali ini, fokus utama adalah pengenalan hilirisasi komoditas sayuran, yaitu pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas.

Praktik pengolahan dipandu langsung oleh widyaiswara BBPP Lembang didampingi petugas dari Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Para petani diajarkan cara membuat sistik berbahan dasar wortel dan minuman fermentasi khas Meksiko, tepache.

Tepache dibuat dengan cara merendam kulit nanas, lalu difermentasikan dengan ragi dan gula aren. Selain memiliki rasa unik, tepache juga kaya akan probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan.

Dengan pengetahuan ini yang diperoleh saat kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), para petani tidak hanya bisa menjual produk segar, tetapi juga menciptakan produk olahan yang inovatif dan memiliki nilai jual lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.(***)

Perkuat Kapasitas Petani Muda, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Agribisnis Cabai

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Cabai bagi Generasi Muda, 25 - 28 Agustus 2025.

Kegiatan diikuti 30 siswa dan siswi dari berbagai sekolah yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda, harus terus ditingkatkan. Karena peran generasi muda sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia.

“Peran generasi muda sangat krusial. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan dunia,” tutur Amran.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Sebab, petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

“Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda.

Ajat menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi, di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat, dan kegiatan magang. Di antaranya, Pelatihan Budidaya Cabai bagi Generasi Muda.

Baca juga:

Sudaryono: Anak Petani Desa yang Terima Bintang Kehormatan dari Istana Negara

Selama empat hari pelatihan, peserta diberikan berbagai materi, mulai dari motivasi berprestasi, persiapan benih, dan persiapan lahan.

Selanjutnya, mereka belajar tentang penanaman cabai, pupuk dan pemupukan, serta pemeliharaan tanaman cabai.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Panen dan Pascapanen Cabai, serta Pengolahan Hasil Cabai.

Untuk melengkapi pemahaman agribisnis, materi Analisis Usaha Tani Cabai dan Pemasaran Hasil Cabai juga disampaikan. Pelatihan diakhiri dengan materi Pembuatan Media Pembelajaran.

Di akhir pelatihan, Kamis (28/8/2025), salah satu peserta, Yuni Nuraini dari SMKN 4 Padalarang, mengaku mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan ini.

“Mulai dari teknik budidaya tanaman cabai yang baik, pemeliharaan tanaman, dan pengendalian hama penyakit terpadu. Selain itu, saya juga belajar tentang proses panen dan pascapanen, pengolahan hasil, dan strategi pemasaran serta analisa usaha tani yang bermanfaat bagi perkembangan di sektor pertanian,” ujar yuni.

Hal senada disampaikan Hadi Maulana dari SMKN 1 Bojong.

"Menurut saya, materi yang paling menarik adalah materi penanaman, karena dari materi ini saya lebih tahu bagaimana memelihara tanaman dengan baik dan bagus. Misalnya, mengembangkan varietas cabai baru yang tahan lama terhadap penyakit,” ujarnya.

Sementara itu, Azhar Patu Rahman, siswa dari SMK Negeri 1 Bojong membagikan kesan positifnya setelah mengikuti pelatihan budidaya cabai.

“Kegiatannya seru, menambah wawasan dan pengalaman. Semoga saya menjadi pengusaha cabai yang sukses," tambahnya dengan penuh semangat.

Pernyataan ini menyoroti pentingnya program pelatihan praktis bagi para siswa SMK untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kewirausahaan.

Hal ini juga menunjukkan bagaimana pelatihan seperti ini dapat memotivasi siswa untuk meraih cita-cita.(***)