21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Wujudkan Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Dorong Peran Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong kesiapan generasi muda mewujudkan swasembada pangan nasional. Salah satunya dilakukan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) dengan menggelar Kuliah Umum Kebijakan Swasembada Pangan di Polbangtan Yogyakarta-Magelang pada Kamis (18/9/2025).

Bertempat di Kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta, Polbangtan Yoma mengundang Sam Herodian, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus pakar pembangunan pertanian nasional.

Ini adalah salah satu upaya Polbangtan Yoma mempersiapkan generasi muda untuk berperan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

"Yang bisa merubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif disana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran di kesempatan lalu.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam kesempatan lain mengatakan selalu mendukung penuh upaya regenerasi petani.

Hadir sebagai narasumber Kuliah Umum, Sam Herodian menyebut krisis pangan global dan tantangan ketahanan pangan nasional menuntut adanya transformasi pertanian modern.

“Dengan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, kita bisa menekan biaya produksi hingga 50 % dan meningkatkan produksi hingga 100%.” jelasnya.

Baca juga:

Siapkan Generasi Pertanian Tangguh dan Adaptif, Polbangtan Kementan Giatkan Pramuka

Sam menyebut perlunya melibatkan petani milenial/ gen-z dalam mempercepat transformasi ini. Menurutnya, Generasi milenial dan Gen Z memiliki karakter dan psikografi yang hampir sama dikenal dengan 3C yaitu Creative, Confident, dan Connected.

“Dengan kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi serta sangat bergantung dengan internet dan digital dibandingkan generasi lainnya, generasi ini diharapkan tidak hanya menjadi job seeker melainkan mampu menjadi job creator.” ungkap Sam.

Ia menyebut generasi ini mempunyai kemampuan beradaptasi yang tinggi/ kreatif, technology savvy, dan mampu berpikir kritis. Kemampuan inilah yang menurutnya diperlukan untuk mensukseskan program – program strategis Kementerian Pertanian. Salah satunya, program Brigade Pangan.

“Dengan menggunakan solusi inovatif, teknik adaptif, dan alat digital, kita optimis bisa meningkatkan ketertarikan anak muda ke bidang pertanian.” papar Sam.

Dalam kesempatan ini, Ia mengatakan bahwa pemimpin sejatinya dilahirkan, yang artinya sejak dini seseorang harus membiasakan diri dengan sikap dan kebiasaan seorang pemimpin.

“Lakukanlah aktivitas keorganisasian apa pun bentuknya ketika di kampus, karena pengalaman-pengalaman itulah yang kelak akan berguna ketika kalian menjadi pemimpin di masyarakat,” pesannya.

Hadir di lokasi, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan menyampaikan harapan agar mahasiswa termotivasi untuk mempersiapkan diri, sejak menempuh pendidikan hingga setelah lulus dari Polbangtan.

“Ke depan, para alumni diharapkan mampu menjadi bagian dari Brigade Pangan, garda muda dalam mendukung ketahanan pangan nasional.” ucap Hermawan.(***)

Siapkan Generasi Pertanian Tangguh dan Adaptif, Polbangtan Kementan Giatkan Pramuka

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Dalam upaya menyiapkan generasi penerus sektor pertanian yang unggul, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) menggiatkan kembali Pramuka sebagai agenda rutin kemahasiswaan.

Bertepatan dengan kedatangan mahasiswa baru, Polbangtan YoMa menggelar Kursus Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) di Kampus Kusumanegara, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada 15 – 16 September 2025. Sejumlah 189 mahasiswa jurusan Pertanian mengikuti giat ini sedangkan dari Jurusan Peternakan Kampus Magelang sebanyak 155 mahasiswa baru.

Seperti halnya disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bahwa generasi muda adalah kunci kemajuan pertanian Indonesia.

“Mahasiswa harus menjadi lokomotif perubahan, kalau kita ingin berdaulat pangan, maka kampus dan anak muda harus turun langsung,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar tangguh secara karakter dan adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk tantangan ketersediaan pangan.

Baca juga:

Siapkan Regenerasi Pertanian Unggul, Polbangtan Kementan Kukuhkan Mahasiswa Baru

Direktur Polbangtan YoMa selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Polbangtan YoMa membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya Direktur Polbangtan YoMa menyampaikan pentingnya KMD sebagai bekal bagi calon pembina Pramuka dalam membina anggota muda. Kegiatan ini ditekankan pada pembekalan ketrampilan dan komitmen untuk menanamkan nilai - nilai kepramukaan seperti kemandirian, kedisplinan dan gotong royong kepada mahasiswa baru.

Menurutnya, kegiatan KMD ini merupakan bentuk komitmen Polbangtan YoMa dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang akademis dan pertanian tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat.

Direktir juga menyampaikan para peserta diajak untuk menjadi Pramuka yang berdaya saing, peduli pertanian, kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mewujudkan generasi Pramuka yang berkarakter dan inovatif untuk masa depan pertanian Indonesia.

Ia menyebut Dasa Darma Pramuka sebagai pedoman moral atau perbuatan mulia yang harus dipegang dan diamalkan oleh setiap anggota Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.(***)

Rehabilitasi RTLH di Sleman Ditargetkan Selesai Bulan Oktober

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Sleman tahun ini menyasar 597 hunian tersebar di 17 kapanewon. Pembiayaannya menggunakan dana dari APBD kabupaten senilai total Rp 8,3 miliar.

Selain kabupaten, perbaikan RTLH juga dianggarkan oleh pemerintah provinsi DIY lewat dana keistimewaan (danais) yang menyasar 45 penerima bantuan. Disamping itu ada bantuan rehab dari Baznas Sleman diperuntukkan 34 unit rumah.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Suwarsono mengatakan, saat ini progres keseluruhan pekerjaan rehab RTLH sudah diatas 85 persen. "Surat Keputusan Bupati untuk penerima bantuan rehab RTLH terbit sejak bulan Juni atau Juli lalu. Sekarang proses pelaksanaan dan ditargetkan selesai Oktober mendatang," jelas Suwarsono saat dikonfirmasi, Senin (22/9).

Meski rutin dilaksanakan sejak tahun 2010, penanganan hunian tidak layak masih menjadi PR bagi Pemkab Sleman. Data terakhir mencatat jumlah RTLH sebanyak 7.141 unit, sedangkan per tahunnya rata-rata hanya 500 hingga 1.000 rumah yang dapat diperbaiki.

Data itu pun bisa bertambah seandainya ada laporan dari warga. "Kami masih tetap menerima ketika ada warga yang kondisi rumahnya tidak layak huni, tetapi belum masuk di dalam data base kami," imbuh Suwarsono.

Kriteria RTLH ini mencakup beberapa hal diantaranya kondisi ketahanan bangunan seperti fondasi dan kolom, serta struktur atap. Untuk mengakses bantuan rehab tersebut, warga bisa langsung mengajukan sendiri kepada DPUPKP atau lewat pemerintah kalurahan. Setelahnya, dinas akan melakukan verifikasi untuk timing pertama yang biasanya berjalan di akhir tahun.

Persyaratan khusus bagi calon penerima bantuan ini antara lain wajib ber-KTP Sleman, dan berstatus sebagai pihak yang menguasai tanah tempat bangunan itu berdiri. Disyaratkan pula hanya mempunyai satu rumah yakni RTLH yang ditempati tersebut.

Adapun besaran bantuannya bervariasi sesuai tingkat kerusakan hunian. Untuk rehab rumah rusak berat, alokasi bantuan yang dikucurkan senilai Rp 20 juta, rusak sedang Rp 15 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta. Kecuali bagi penerima non-KKM (Kartu Keluarga Miskin), nominal bantuan hanya sebesar 80 persen.

"Pekerjaan rehab RTLH ini bersifat swakelola. Uang bantuan dari Pemkab ditransfer ke rekening untuk pengadaan material bangunan, namun bagi KK miskin penggunaannya bisa untuk upah tukang," terang Suwarsono.(***)

Hingga Akhir 2025 DPUPKP Sleman Garap 3 Proyek Jalan, Ini Lokasinya

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman tahun ini melaksanakan tiga proyek pembangunan jalan. Penandatanganan kontrak dengan pihak penyedia jasa telah dilakukan sejak 11 Agustus 2025, dan akan berakhir pada 8 Desember 2025.

Tiga proyek peningkatan jalan ini meliputi ruas Ngawen-Kenteng di Kapanewon Gamping sepanjang 1.045 meter, Kaliduren-Sumber di Kapanewon Moyudan sepanjang 1.263 meter, dan Padon-Minggir di Kapanewon Minggir sepanjang 851 meter.

Adapun nilai anggarannya berurutan dari paket 1 sampai 3 masing-masing Rp 4,6 miliar, Rp 5,5 miliar, dan Rp 3,7 miliar.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman Fauzan Ma'ruf mengungkapkan, sampai dengan minggu kelima ini, progres pekerjaan paket 1 Ngawen-Kenteng yang digarap oleh CV Erlian SW dilaporkan baru terealisasi sekitar 1,8 persen.

Sementara, realisasi pengerjaan paket 2 Kaliduren-Sumber oleh kontraktor CV Berkah sudah mencapai 3,7 persen, dan paket 3 Padon-Minggir oleh PT Chandra Mitra Sehati 6,6 persen.

"Kami terus memonitor pengerjaannya. Harus rampung sesuai target waktu dan spek yang telah ditentukan," kata Fauzan saat dikonfirmasi Suara Merdeka, Sabtu (20/9/2025).

Selain peningkatan jalan, DPUPKP Sleman juga mengerjakan proyek penggantian Jembatan Celeb di Kapanewon Tempel. Infrastruktur jembatan yang dibangun berdimensi 3x5 meter. Paket pekerjaan ini digarap oleh kontraktor CV Sulung Naradia dengan anggaran senilai Rp 293,85 juta.

Surat kontrak pekerjaan peningkatan Jembatan Celeb ini ditandatangani per 26 Agustus 2025. Hingga minggu ketiga, progresnya dilaporkan mencapai 5,3 persen.

"Untuk pekerjaan peningkatan jalan dan jembatan semuanya menggunakan APBD murni. Memang belum semua kerusakan infrastruktur bisa ditangani karena keterbatasan anggaran," terang Fauzan.

Lantaran anggaran yang terbatas, pembangunan diprioritaskan untuk jalan dengan volume lalu lintas yang tinggi. Pertimbangan berikutnya berdasarkan tingkat kerusakan dan aksesibilitas.

Berdasar data yang dimiliki Pemkab terdapat kurang lebih 110 kilometer infrastruktur jalan yang sebenarnya butuh dilakukan peningkatan struktur maupun kapasitas, sedangkan jembatan sebanyak 130 buah.

"Data itu adalah kondisi per akhir tahun 2024. Tahun ini peningkatan jalan yang bisa kita kerjakan baru sekitar 5 persennya," tandas Fauzan.(***)

Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat, Kementan Latih Kelompok Wanita Tani Olahan Pangan Lokal

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Guna memperkuat kemampuan pengolahan bahan pangan lokal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) melatih sebanyak 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai kabupaten di Jawa Barat.

Pelatihan praktik pengolahan hasil pertanian ini berlangsung di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BBPP Lembang dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, melalui UPTD Balai Pelatihan Peternakan dan Ketahanan Pangan, Cikole Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.
“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menambahkan, pelatihan merupakan investasi krusial dalam SDM pertanian.
"KWT di pedesaan merupakan garda terdepan ketahanan pangan rumah tangga," ujarnya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan bimbingan praktik langsung untuk mengolah hasil panen dan ternak menjadi tiga produk kreatif dengan nilai jual tinggi Es Krim Jagung, Nugget Ayam, dan Eggroll Mocaf.

Baca juga:

Edukasi Siswa Sekolah Menengah Pertama, Kementan Upayakan Regenerasi Petani

Perwakilan KWT Kenanga Karawang, Mulyani, menyampaikan kesan positifnya setelah menyelesaikan sesi praktik.

"Praktik pengolahan hari ini meliputi es krim jagung, nugget ayam, dan eggroll mocaf—manfaatnya banyak sekali. Rasanya manis, gurih, dan lezat,” ucapnya.

Salah satu peserta, Mulyani mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan ia dan peserta lainnya meningkat di sini, dan proses pembuatannya sangat mudah untuk diaplikasikan.

Ia juga memuji tim pelatih. “Para resource person dari BBPP Lembang sangat ramah, baik hati, dan menyenangkan. Kami berterima kasih kepada BBPP Lembang," katanya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Zunikadi, dari KWT Mekarsari Majalengka.
“Kegiatan ini bermanfaat sekali bagi kami KWT dan pelaku usaha karena ternyata pangan lokal seperti jagung bisa dikreasikan menjadi eskrim yang lezat dan tentunya sehat,” katanya.

Dirinya mengajak para pelaku usaha lainnya untuk bisa memanfaatkan pangan lokal menjadi aneka olahan pangan yang memiliki nilai tambah dan bernilai jual tinggi.

Kegiatan diakhiri dengan sesi evaluasi produk hasil praktik, dan 20 anggota KWT pulang dengan semangat baru untuk menjadi motor perubahan di sektor agribisnis dan ketahanan pangan Jawa Barat.(***)

Edukasi Siswa Sekolah Menengah Pertama, Kementan Upayakan Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 245 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Talenta Juara Bandung melaksanakan kunjungan studi lapangan inspiratif ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (16/9/2025).

Aktivitas ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempercepat regenerasi petani, dengan fokus pada integrasi ilmu pengetahuan akademis dan praktik agribisnis modern di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, secara konsisten menegaskan peran vital generasi muda sebagai tulang punggung swasembada pangan.

"Untuk mencapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak," ujar Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menyampaikan pentingnya regenerasi petani dari kalangan muda.

“Pertanian harus didukung kalangan millennial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Baca juga:

Kementan Siapkan Generasi Muda untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

Dalam kunjungan, rombongan siswa dibagi untuk mengikuti tiga sesi praktik utama. Sesi pertama mengajarkan keterampilan mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual, yaitu melalui praktik pembuatan es krim jagung manis. Sesi kedua memperkenalkan budidaya tanaman hias, meliputi teknik perbanyakan dan perawatannya.

Sesi pamungkas membawa siswa langsung ke lahan hidroponik BBPP Lembang, di mana mereka belajar secara menyeluruh proses budidaya tanpa tanah, mulai dari penyiapan media tanam hingga manajemen nutrisi air yang efisien.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik antusiasme siswa.
"Kunjungan dari adik-adik SMP Juara Bandung ini adalah investasi jangka panjang dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian. Menarik minat generasi muda tidaklah cukup, mereka harus dibekali dengan keahlian inovatif," jelasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Juara Bandung, Nunung Nurohmah, menyoroti keterkaitan materi.
"Ini sangat relevan dengan pelajaran IPA. Pelajaran IPA, dan juga IPS, memiliki kaitan erat dengan pengenalan potensi sumber daya alam yang baru saja kami pelajari," kata Nunung. (RIS/MIR)

BRI BO Jakarta Warung Buncit Maksimalkan Pelayanan di HPN 2025

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Hari Pelanggan Nasional (HPN) resmi diperingati setiap 4 September. HPN diresmikan pada 2003 dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Bank BRI menjadi salah satunya yang juga memperingati HPN.

Salah satu cabangnya yaitu BRI Branch Office (BO) Jakarta Warung Buncit juga memeriahkan HPN dengan memberikan bingkisan kepada para nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi BRI BO Jakarta Warung Buncit kepada para nasabah setia.

"Di hari yang spesial yaitu HPN ini, kami melayani secara ekstra dengan berbagi bingkisan kepada para nasabah serta menyediakan camilan di kantor pelayanan kami," ujar Pimpinan BRI BO Jakarta Warung Buncit, Pamadi Purno Widodo.

Pamadi menjelaskan, pihaknya memberikan bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menjaga kepuasan nasabah. Selain itu juga guna meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara BRI BO Jakarta Warung Buncit dengan Nasabah.

HPN 4 September 2025 kali ini mengusung tema  “ThinkCustomer”, yang menggambarkan semangat perusahaan BUMN untuk menempatkan nasabah ataupun pelanggan sebagai pusat dari setiap strategi bisnis.

"Oleh karena itu Bank BRI berharap dengan adanya HPN  ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga kepuasan nasabah setiap harinya," tegasnya.

Adapun pemberian bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara pihak BRI BO Jakarta Warung Buncit dengan nasabah.

"Semoga hubungan baik ini bisa terus terjalin sehingga kepuasan nasabah terpenuhi dengan kinerja terbaik kami," tandasnya.(***)

Kementan Siapkan Generasi Muda untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyiapkan generasi muda sebagai pilar ketahanan pangan.

Salah satunya, melalui Pelatihan Agribisnis Bawang Merah yang berlangsung 8 hingga 12 September 2025. Kegiatan ini diikuti 25 siswa-siswi yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Para peserta dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan praktis.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran pemuda.

"Regenerasi petani sangat krusial. Indonesia butuh pemuda bersemangat tinggi, cerdas, dan berkarakter kuat untuk jadi garda terdepan ketahanan pangan nasional," ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong regenerasi petani, mengingat jumlah petani yang semakin menua.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menambahkan lembaganya berdedikasi penuh untuk melahirkan generasi muda potensial melalui beragam program.

"Kami berikan materi praktis dan teoritis agar peserta siap terjun ke dunia usaha pertanian, baik sebagai petani profesional maupun wirausaha," tegas Ajat, Jumat (12/9/2025).

Dalam pelatihan yang berlangsung selama lima hari, peserta menerima materi yang luas mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran bawang merah.

Widyaiswara memberikan materi tentang Motivasi Berprestasi dan Dinamika Kelompok untuk membangun semangat tim.

Kemudian, peserta mendalami teknik budidaya bawang merah, mulai dari persiapan benih dan lahan, hingga penanaman.

Fokus pelatihan juga mencakup Pupuk dan Pemupukan, Pemeliharaan Tanaman, dan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu yang ramah lingkungan.

Wawasan peserta juga diperluas dengan materi Panen dan Pascapanen, Pengolahan Hasil, Analisis Usaha Tani, dan Pemasaran Hasil Bawang Merah.

Baca juga: 

UPT Pelatihan Kementan Dorong Mahasiswa Melek Teknologi Jadi Petani

Sesi Komunikasi Efektif juga diberikan untuk meningkatkan soft skill peserta dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Pelatihan ini memberikan dampak yang signifikan bagi para peserta.

Salah seorang peserta, Siti, berbagi pengalamannya,

"Saya mempelajari mengenai budidaya bawang merah. Budidaya itu meliputi sanitasi, pengolahan lahan, perawatan. Selanjutnya, untuk panen dan pascapanen itu meliputi panen, yaitu mencabut atau membawa hasil apa yang kita tanam. Pascapanen itu meliputi sortasi, grading, dan distribusi,” ujarnya.

Siti melanjutkan, untuk pemasaran, tujuan pembelajarannya untuk memahami bagaimana cara pemasaran yang baik dan mempelajari segmentasi pasar.

"Baik ke pasar, supermarket, ataupun ke hotel dan restoran. Widyaiswara juga melatih kami tentang komunikasi efektif, bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar untuk berbicara di depan khalayak umum,” imbuhnya.

Peserta lainnya, Sabrina juga mengungkapkan hal serupa.

"Setelah mengikuti pelatihan bawang merah ini, pengetahuan saya menjadi lebih meningkat secara signifikan," katanya.

Ia juga mengaku bisa tahu tentang bagaimana teknik budidaya bawang merah, bisa tahu juga pengelolaan bawang merah dan juga perawatannya.

"Saya juga dapat mengidentifikasi apa saja masalah yang ada pada bawang merah dan juga saya bisa mengetahui varietas yang baik dalam memilih bawang merah. Pelatihan ini sangat berguna bagi saya untuk meningkatkan kompetensi saya dan bagaimana untuk meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah," imbuhnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan peserta lainnya, Ardi.

"Hal yang terasa manfaatnya dari pelatihan ini, saya bisa tahu proses dari awal budidaya sampai panen, bahkan pemasaran dan cara pemasaran yang tepat,” ujarnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Dorong Mahasiswa Melek Teknologi Jadi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Penerapan teknologi dalam pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian (Kementan). Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan berupaya melakukan regenerasi petani yang melek teknologi.

Hal ini dilakukan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diikuti tiga mahasiswa Universitas Gunadarma selama satu bulan, 11 Agustus hingga 11 September 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional. Ia meyakini,

"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia," tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.

"Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para mahasiswa.

"Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran mahasiswa PKL seperti ini mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.

Sementara tiga mahasiswa Universitas Gunadarma yang PKL di BBPP Lembang, fokus pada penerapan teknologi modern dalam budidaya tanaman.

Baca juga:

Petani Gen Z Buktikan Pertanian Organik Menguntungkan dan Ramah Lingkungan

Dalam laporan PKL yang disusun, dua mahasiswa, Sopiyul Anam dan Andreas Rizki, mendalami sistem irigasi tetes di dalam screen house.

Sopiyul menerapkannya pada budidaya tomat (Solanum Lycopersicum), sementara Andreas mengaplikasikannya pada melon.

Keduanya berhasil menunjukkan bahwa irigasi tetes dapat menghemat air dan meningkatkan efisiensi nutrisi, menjadikannya metode ideal untuk pertanian modern.

Mahasiswa lainnya, Laode Muhammad Jumaidin, meneliti pemanfaatan teknologi aeroponik untuk produksi benih kentang (Solanum Tuberosum L.).

Teknik ini memungkinkan perbanyakan bibit kentang secara vegetatif di udara, menghasilkan bibit yang lebih sehat, bebas penyakit, dan berpotensi hasil panen tinggi.

Selain pencapaian teknis, para mahasiswa juga berbagi pengalaman mereka selama PKL di BBPP Lembang.

Andreas Rizki merasa suasana PKL sangat menyenangkan.

"Selama PKL ini banyak hal seru di BBPP Lembang. Mulai dari Widyaiswara, orang-orang di lahan, sesama anak PKL, hingga pembimbing lapang, semuanya sangat suportif," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa bimbingan dari Widyaiswara sangat membantu dalam penyusunan proposal dan pengerjaan di lapangan.

Sopiyul Anam menceritakan tantangan yang ia hadapi.

"Tantangan utama saya adalah menyelesaikan laporan proposal penelitian dan laporan kegiatan magang," ujarnya.

Ia mengatasi hal ini dengan membuat timeline prioritas agar semua tugas selesai tepat waktu.

Laode Muhammad Jumaidin merasa sangat nyaman dengan lingkungan dan kegiatan di BBPP Lembang.

"Kesan saya terhadap lingkungan BBPP sangat nyaman dan bersih, terutama untuk Bapak/Ibu Widyaiswara yang telah membimbing kami," katanya.

Ia juga menilai kegiatan yang dijalani sangat seru dan interaktif, karena teori di laporan sejalan dengan praktik di lapangan.

Penerapan teknologi canggih oleh mahasiswa ini menegaskan potensi besar generasi muda untuk membawa inovasi di sektor pertanian, sejalan dengan visi Kementan untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (RIS/MIR)

BRI BO Jakarta Pondok Indah Berbagi Bingkisan di HPN 2025

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Hari Pelanggan Nasional (HPN) resmi diperingati setiap 4 September. HPN diresmikan pada 2003 dan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Bank BRI menjadi salah satunya yang juga memperingati HPN.

Salah satu cabangnya yaitu BRI Branch Office (BO) Jakarta Pondok indah juga memeriahkan HPN dengan memberikan bingkisan kepada para nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi BRI BO Jakarta Pondok Indah kepada para nasabah setia.

"Di hari yang spesial yaitu HPN ini, kami melayani secara ekstra dengan berbagi bingkisan kepada para nasabah serta menyediakan camilan di kantor pelayanan kami," ujar Pimpinan BRI BO Jakarta Pondok Indah, Michael Sebastian.

Michael menjelaskan, pihaknya memberikan bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta menjaga kepuasan nasabah. Selain itu juga guna meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara BRI BO Jakarta Pondok Indah dengan Nasabah.

HPN 4 September 2025 kali ini mengusung tema  “ThinkCustomer”, yang menggambarkan semangat perusahaan BUMN untuk menempatkan nasabah ataupun pelanggan sebagai pusat dari setiap strategi bisnis.

"Oleh karena itu Bank BRI berharap dengan adanya HPN  ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga kepuasan nasabah setiap harinya," tegasnya.

Adapun pemberian bingkisan kepada nasabah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara pihak BRI BO Jakarta Pondok Indah dengan nasabah.

"Semoga hubungan baik ini bisa terus terjalin sehingga kepuasan nasabah terpenuhi dengan kinerja terbaik kami," tutupnya.(***)