16 April 2026

Hari: 21 April 2025

Dorong Capaian Swasembada Pangan, Kementan Sosialisasikan Inpres 3/2025

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025, Presiden RI, Prabowo Subiyanto ingin melakukan transformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern. Transformasi ini melibatkan peran aktif penyuluh pertanian, guna mencapai swasembada pangan berkelanjutan.

Menyambut Inpres ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sosialisasi di berbagai lokasi. Salah satunya diselenggarakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) pada Selasa (15/4/2025).

Hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Kepala Dinas Pertanian terkait di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Klaten, Kabupaten dan Kota Magelang.

Sosialisasi membahas mengenai pengalihan penyuluh pertanian yang berkedudukan di pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian.

Pasalnya, sesuai Inpres No. 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian ini, menyebut Menteri Pertanian untuk mengalihkan penyuluh pertanian Aparatur Sipil Negara pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota kepada Kementerian Pertanian dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak berlakunya Inpres.

Dikatakan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahwa penyuluh memiliki peran penting dalam keberhasilan program swasembada pangan.

Melalui kebijakan ini, Mentan Amran optimis dapat mempercepat swasembada pangan sekaligus membuka peluang ekspor beras di masa depan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/19/capai-swasembada-pangan-mahasiswa-polbangtan-kementan-jalani-mbkm/

"Pemerintah terus mengawal pengembangan sektor pertanian dengan melibatkan penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program ini," kata Amran.

Dalam sosialisasi ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil mengatakan perlunya menyelaraskan kewenangan pemerintah daerah dan Kementan untuk mencapai Asta Cita Presiden.

“Arahan Presiden Prabowo, pencapaian swasembada pangan dilakukan dalam waktu secepat-cepatnya. Untuk mencapai itu, harus dikelola dalam 1 komando yakni Menteri Pertanian. Satu garis komando, dari hulu ke hilir,” papar Ali.

Ali berharap dengan 1 komando ini, penyuluh pertanian bisa berperan aktif dalam proses pengawalan, pendampingan, diseminasi, dan transformasi modernisasi pertanian.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, meyakini penyuluh pertanian menjadi pengungkit keberhasilan swasembada pangan.

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah, Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan menyambut baik Inpres ini dan siap memfasilitasi prosesnya. Utamanya dalam mendampingi dan berkolaborasi dengan penyuluh pertanian di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).(***)

Inovatif, UPT Pelatihan Kementan Dampingi Petani Kabupaten Bandung Barat lewat Konsultasi Agribisnis Keliling

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (17/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diikuti 21 petani dari 12 desa didampingi penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Layanan konsultasi agribisnis merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK).

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/15/upt-pelatihan-kementan-ajarkan-gen-z-hilirisasi-pertanian-dan-agribisnis-tanaman-hias/

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi BPP di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan yaitu widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Pada kunjungan ke-3, widyaiswara memberikan materi singkat tentang pertanian organik yaitu pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati.

Penjelasan ini banyak mengundang berbagai pertanyaan petani tentang budidaya tanaman yang dilakukannya, baik tanaman padi, buah dan sayur serta permasalahan hama dan penyakit. Solusi disampaikan oleh para konsultan dengan rinci dan jelas.

Cep Yanto, Koordinator Penyuluh BPP Cipeundeuy, menilai Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) sangat membantu peran BPP sebagai pusat konsultasi agribisnis.

“Petani terlihat antusiasnya tinggi mengikuti kegiatan ini serta respon dan aktifnya mereka dalam berkonsultasi dengan narasumber,” tutup Cep Yanto.(***)