17 Mei 2026

Hari: 29 April 2024

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Maksimalkan Peran Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi darurat pangan. Salah satunya dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah, di kelas Pelatihan Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli, Sabtu (27/04/2024), di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Pelatihan dilaksanakan mulai 23 April hingga 13 Mei 2024, diikuti oleh 30 penyuluh pertanian dari 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, dan Maluku.

Pelatihan digelar guna meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian. Selain mendapat materi dari kelompok dasar, kelompok inti, dan kelompok penunjang, para peserta juga akan melakukan praktik lapangan dengan bimbingan widyaiswara BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pengembangan SDM dalam pembangunan pertanian Indonesia adalah hal yang penting untuk dilakukan.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian.

"Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian majukan dulu SDM-nya. Siapa itu SDM pertanian, ya penyuluh, petani, Poktan, Gapoktan, dan masih banyak lagi," sebut Dedi.

Baca juga: Polbangtan Kementan Dukung Peningkatan Hasil Produk Pertanian Unggul Sleman

Sementara Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, mengatakan penyuluh adalah pendamping bagi para petani. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani dalam aktivitas pertaniannya.

Siti Munifah menjelaskan, penyuluh pertanian harus bersinergi dengan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Pengawas Benih Tanaman (PBT), dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) demi mencapai kesuksesan dalam program-program Kementan.

Selain itu penyuluh juga harus dapat mendorong terus petani muda di desa-desa di seluruh Indonesia.

"Penyuluh pertanian harus bisa memotivasi para petani milenial di desa yang lebih mampu menguasai teknologi dan mengoperasikan alsintan demi mendapatkan hasil yang maksimal," tegas Siti Munifah.

Siti Munifah menambahkan, setidaknya ada tiga strategi yang sedang digenjot oleh Kementan. Di antaranya giat menjalankan Pompanisasi, Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa dan Mekanisasi Pertanian, dan Perluasan Area Tanam (PAT) Padi Gogo di Lahan Perkebunan di berbagai daerah. (YKO/AFR)

Polbangtan Kementan Dukung Peningkatan Hasil Produk Pertanian Unggul Sleman

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang Kementerian Pertanian, Bambang Sudarmanto, memberikan dukungan untuk peningkatan hasil produk pertanian unggul di Sleman.

Hal tersebut disampaikan saat hadiri pengukuhan penyelenggaraan Forum Komunikasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Bazar Produk Kelompok Wanita Tani (KWT), di Kantor UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah VIII Prambanan, Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini digelar untuk mempertemukan para pelaku usaha pertanian, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan hasil produk pertanian setempat. Karena di ajang yang sama juga digelar bazar produk kelompok wanita tani (KWT).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika digarap dengan serius. Karena, pertanian menghasilkan pangan yang dibutuhkan semua orang.

Oleh sebab itu, Mentan Amran mengajak insan pertanian untuk memaksimalkan semua potensi yang ada agar ketahanan pangan terjaga.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan mindset tentang pertanian sudah berubah.
"Dahulu pertanian identik dengan kotor. Tapi sekarang tidak. Karena pertanian pun sudah maju dan digarap dengan teknologi. Selain itu sektor pertanian yang ada di hulu hingga hilir bisa dimanfaatkan," katanya.

Baca juga: Manfaatkan AI, Polbangtan Kementan Gelar IHT Penyusunan Buku

Untuk itu, Dedi tak segan mengajak anak-anak muda untuk terjun ke sektor pertanian.
"Karena banyak yang bisa digarap dan ini menguntungkan. Pendekatannya pun bisa dilakukan secara digital seperti yang biasa dilakukan anak-anak muda," tuturnya.

Sedangkan Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, berharap melalui kegiatan ini para petani semakin termotivasi. Ia juga berharap di antara mereka bisa berkolaborasi untuk meningkatkan produksi hasil pertanian di wilayah Bumi Sembada.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sleman diketahui telah menetapkan pembangunan pertanian menjadi salah satu prioritas utama di daerahnya, karena sudah ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan yang senantiasa mendukung arus perdagangan, termasuk perputaran ekonomi.

“Komitmen dari Pemda Sleman dalam memajukan pembangunan pertanian di wilayahnya memang tidak diragukan. Kami sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pertanian tentunya sangat siap untuk berkolaborasi untuk terus membuat terobosan-terobosan inovasi maupun memperkuat kelembagaan petani seperti Forkom yang dikukuhkan hari ini," ucap Bambang.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan Forkom Gapoktan dan Bazar produk KWT. Ia berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi para petani untuk saling berkolaborasi meningkatkan produksi hasil pertanian di Sleman.

Lebih lanjut, Kustini juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong setiap aktifitas dan memberikan motivasi para petani untuk dapat memajukan pertanian sebagai sektor penting dan andalan dalam menopang perekonomian nasional maupun daerah.

"Saya berharap agar Forum Komunikasi Gapoktan dan KWT berkolaborasi dan berkoordinasi agar dapat saling melengkapi dalam menjalankan berbagai program kegiatan untuk memajukan pertanian Sleman sehingga petani semakin sejahtera," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kustini juga mendorong Forum Komunikasi Gapoktan dan Bazar KWT bersama - sama berupaya untuk terus meningkatkan hasil produk - produk pertanian dengan kualitas yang unggul. Selain bazar produk KWT, dalam kesempatan yang sama juga dikukuhkan 9 (sembilan) pengurus Organisasi Perkumpulan Petani Organik.

Pengukuhan dilakukan secara langsung oleh Bupati Sleman yang ditandai dengan pembacaan naskah pengukuhan. Kemudian, Bupati Sleman beserta jajarannya juga berkesempatan melakukan panen buah semangka yang berada di kawasan Kantor BP4 Wilayah VIII Prambanan.