15 Maret 2026

Hari: 26 April 2024

Manfaatkan AI, Polbangtan Kementan Gelar IHT Penyusunan Buku

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk meningkatkan kompetensi SDM, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang menggelar In House Training (IHT) penulisan buku referensi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, insan pertanian harus terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan akan segala hal.

Sebab, sambung Mentan, pengembangan pertanian tidak hanya sebatas tanam dan panen. Pengetahuan dan ilmu seputar pertanian pun terus berkembang. Pertanian juga tidak luput dari kemajuan teknologi.

Oleh karena itu, Mentan meminta insan pertanian menguasai perkembangan yang ada.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memperkuat pernyataan tersebut.

"Kita di BPPSDMP selalu meng-upgrade pengetahuan dan kemampuan insan pertanian. Karena pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Pertanian pun sudah tersentuh digital. Makanya SDM yang harus terus mengasah kemampuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pertanian," katanya.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Jaga Komitmen Swasembada Pangan Nasional

Wakil Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Sujono, yang mewakili Direktur saat membuka kegiatan, mengatakan kegiatan IHT ditujukkan agar dosen maupun pegawai jabatan fungsional lainnya sebagai bagian dari civitas akademika untuk dapat menghasilkan literasi yang berkualitas.

“Kami berharap semua peserta ini dapat menghasilkan output berupa buku sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tidak harus individu, penyusunan buku dapat dilakukan dengan rekan yang memiliki keilmuan yang serumpun,” ujar Sujono.

Hadir sebagai pemateri yaitu Wing Wahyu Winarno dan Endang Hariningsih, akademisi sekaligus penulis aktif dengan beberapa karya buku dan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan.

Wing secara rinci menjelaskan tahapan penulisan buku dan keuntungan menulis buku.

“Yang pertama harus dilakukan yaitu menentukan target berupa jenis buku, topik dan pasarnya. Selanjutnya pilih metode publikasi. Baru saudara kumpulkan bahan, desain cover dengan menarik dan publikasikan lewat penerbit,” terangnya.

Wing juga menekankan bahwa selain sebagai warisan saat kita sudah tiada, menulis buku juga dapat memberikan keuntungan materi.

“Misal buku harga Rp 100.000 dengan royalti 10% per buku, maka jika dicetak 1000 eksemplar bisa dapat Rp 10.000.000. Dibayarkan saat terbit 25%, sisanya disampaikan per semester sesuai dengan buku terjual,” ujarnya.

Sementara Endah pada kesempatan selanjutnya lebih menjelaskan mengenai langkah-langkah untuk berhasil mempublikasikan karya ke jurnal bereputasi dan pemanfaatan ChatGPT untuk menulis buku referensi.

“Langkah pemanfaatan ChatGPT untuk menulis buku referensi antara lain dengan memasukkan perintah atau kata kunci, ChatGPT kemudian akan menampilkan beberapa pilihan alternative, ketik kerangka umum penulisan buku, kemudian chat perintah: tolong buatkan outline untuk buku referensi dengan tema tertentu, lalu berikan perintah lanjutan untuk mengembangkan paragraf untuk mengisi pendahuluan dengan sub judul. Untuk melengkapi dengan referensi, copy paragraf ke typeset.io,” terang Endah.

Di akhir pelatihan, Ketua Jurusan Pertanian Polbangtan Yogyakarta Magelang, Endah Puspitojati, berpesan agar setelah pelatihan, peserta segera membuat draft buku untuk dipublikasikan.

“Kami targetkan kurang lebih 1 bulan untuk bapak ibu menyusun draft buku dengan harapan kemudian dapat dipublikasikan dengan nomor ISBN. Sementara kita akan bekerjasama dengan penerbit luar yang sudah memegang sertifikat ISBN,” pesannya.

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Jaga Komitmen Swasembada Pangan Nasional

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dalam upaya mencapai target swasembada, khususnya padi dan jagung, Kementerian Pertanian, (Kementan) terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, salah satunya dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian.

Peningkatan kompetensi penyuluh pertanian juga dilakukan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, yang menyelenggarakan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli selama 21 hari, 23 April-13 Mei 2024.

Sejumlah 30 orang penyuluh dari lima provinsi yang termasuk wilayah kerja BBPP Lembang diundang menjadi peserta pelatihan. Yaitu dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten dan Maluku.

Baca juga: Kementan Siap Gelar TOT `Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional’

Dalam berbagai kesempatan,Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya SDM pertanian dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“SDM Pertanian mulai dari penyuluh hingga para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengingatkan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di lapangan.

“Peran penyuluh bagi petani sangatlah penting, sebagai upaya mencapai peningkatan produksi dan produktivitas pangan nasional, utamanya padi dan jagung,” tegas Dedi.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga mampu mendampingi mitra kerja petani lebih optimal.

Materi-materi tersebut dibagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok dasar, inti dan penunjang. Tujuan akhir yang diharapkan setelah selesai pelatihan adalah agar para peserta dapat memberikan pendampingan yang profesional, amanah, kreatif, proaktif dan responsif ketika melaksanakan tugasnya.

Para peserta tidak hanya mendapatkan teori klasikal dalam pelatihannya, namun juga praktik lapangan ketika berhadapan langsung dengan petani di lapangan.

Rangkaian pelatihan diawali dengan pre-test untuk mendapatkan gambaran awal pemahaman peserta terhadap materi pelatihan dan post-test untuk mengukur tingkat penguasaan materi peserta setelah materi selesai disampaikan. Peserta dengan hasil post test di bawah batas minimal nilai, dilakukan remedial.

Baca juga: Dongkrak Produksi Beras Jawa Tengah, Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air

Selama pelatihan dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk mengukur kualitas proses pelaksanaan pelatihan, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi setiap peserta pelatihan.

Selain materi di dalam kelas dan di lapangan, para penyuluh pertanian juga diharapkan dapat menumbuhkan minat dan memotivasi para petani. Hal ini disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat pembukaan pelatihan Selasa (23/4/2024).

“Tujuan pelatihan yang awalnya hanya mempersiapkan kompetensi dan membentuk karakter positif, diharapkan dapat membuahkan motivasi dan dorongan pada para petani dan kelompok tani sehingga produksi dan produktivitas dalam kegiatan pertaniannya meningkat,” tandasnya.

Ajat juga menambahkan harapannya agar sepulang dari kegiatan pelatihan di BBPP Lembang, penyuluh pertanian dapat memberikan pendampingan yang maksimal kepada petani.(***)