17 April 2026

UGM

Polbangtan Kementan dan UGM Sepakati Kolaborasi Strategis 3 Tahun, Fokus SDM dan Inovasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Kolaborasi antara dunia akademik dan vokasi kembali diperkuat. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama di Yogyakarta, Jumat (17/4/2026).

Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada, serta jajaran pimpinan Polbangtan Yoma, mulai dari Direktur hingga Wakil Direktur dan tim kerja sama.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kolaborasi yang lebih terarah dan aplikatif. Tidak sekadar formalitas, kedua institusi berkomitmen menindaklanjuti nota kesepahaman melalui program-program teknis yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Jaka Widada dari UGM menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi pertanian.

“Kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada implementasi nyata yang memberikan manfaat langsung, terutama bagi sektor pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pendidikan akademik dan vokasi dalam menciptakan ekosistem yang saling melengkapi.

“Fakultas Pertanian UGM siap berkontribusi dalam penguatan SDM, riset terapan, serta pengembangan teknologi pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian.

Menurutnya, kolaborasi yang lebih spesifik akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian nasional.

Baca Juga: Jaring Talenta Unggul, Polbangtan Kementan Gelar Seleksi PMB Jalur Prestasi 2026

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Sinergi antara pendidikan vokasi dan akademik menjadi kunci dalam mencetak SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global. Kami mendorong kolaborasi seperti ini untuk terus diperluas dan diimplementasikan secara nyata di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian.

“Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan model pembelajaran yang lebih aplikatif dan berbasis kebutuhan industri pertanian. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati bersama.

Setiap program lanjutan nantinya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama turunan yang lebih teknis, sehingga arah implementasi menjadi semakin jelas dan terukur.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Melalui penguatan kerja sama yang lebih spesifik ini, kedua institusi berharap dapat menghadirkan kolaborasi yang berkelanjutan, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia.(*)