15 April 2026

Pertanian Modern

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.

Panen raya padi di Karawang ini dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan, yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional. Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32. Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional. Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.

Baca juga: Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.

“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakab akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tegasnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.(*)

Kemas Pertanian Modern Lewat Agroeduwisata, Kementan Tingkatkan Proses Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG – Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan teknologi pertanian kepada 50 siswa didampingi guru SMA Al-Azhar 33 Jatimakmur Kota Bekasi yang berkunjung ke UPT pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Senin (01/12/2025).

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pembinaan, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.

“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing,” tuturnya.

Mentan Amran menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian.

Menurutnya, inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, para siswa kelas 10 SMA Al-Azhar 33 Jatimakmur Kota Bekasi diajak menuju 3 lokasi di lahan praktik Inkubator Agribisnis, yaitu ke laboratorium kultur jaringan, laboratorium pengolahan hasil pertanian, dan screen house tanaman hias.

Widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian didampingi petugas laboratorium kultur jaringan, memberi materi singkat tentang teknologi kultur jaringan.

Di awal materi, peserta diberikan pertanyaan-pertanyaan pengetahuan dasar berkaitan kultur jaringan melalui games online yang sangat menarik bagi mereka untuk berpartisipasi mengasah kemampuan kognitifnya.

Baca juga:

Brigade Pangan Kabupaten Ciamis Siap Sukseskan Swasembada Pangan

Selanjutnya, mereka diajak mempraktikkan 1 tahapan kultur jaringan, yaitu aklimatisasi bibit tanaman pisang. Satu-persatu siswa membersihkan bibit pisang dari dalam planlet, mencucinya dengan larutan fungisida, lalu mencelupkan ke zat pengatur tumbuh.

Bibit pisang dililitkan dengan humus kering sebelum dimasukkan ke pot-pot mini dan kemasan mika dan disemprotkan vitamin tumbuhan yang bermanfaat untuk memberikan daya tahan terhadap pertumbuhan tanaman.

Beranjak ke lokasi berikutnya adalah laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian lalu memberikan penjelasan tentang sub sistem dalam agribisnis, yaitu sub sistem hulu untuk penyediaan sarana produksi, usaha tani yaitu budidaya, hilir yaitu kegiatan pengolahan hasil pertanian, dan jasa penunjang yaitu kegiatan pemasaran, keuangan, dan pendidikan.

Sub sistem ini saling terintegrasi, mulai dari penyediaan input, proses produksi, pengolahan lebih lanjut, hingga distribusi dan pemasaran produk akhir.

Peserta diberikan penjelasan tentang sub sistem hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Mereka mempraktikkan olahan jagung menjadi es krim. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung.

Secara bergantian, siswa-siswi mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari yaitu es krim jagung, mulai dari pencampuran bahan yaitu jagung manis pipil, telur, susu kental manis, susu murni, dan bahan pengembang makanan.

Selanjutnya pemasakan bahan di atas kompor, pembekuan hingga adonan es krim dimixer sebelum dibekukan kembali dan siap konsumsi. Terakhir, dilakukan pengemasan es krim ke dalam kemasan yang menarik.

Terakhir, di zona screen house tanaman hias, widyaswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan perbanyakan kaktus dengan teknik grafting dan sukulen dengan stek daun yang cukup mudah karena bisa dipraktikkan generasi muda dan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan di masa depan.

Kepala SMA Al-Azhar 33 Kota Bekasi, Sigit Raharjo, sangat mengapresiasi kegiatan kunjungan ini karena pelayanan yang diberikan sangat baik.

“InsyaAllah pengetahuan yang diberikan kepada anak-anak kami bermanfaat untuk mereka semua sebagai bagian pengenalan kewirausahaan di bidang pertanian,” tuturnya.(***)

Integrated Farming System, Kunci Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan Integrated Farming System dan Smart Farming kepada 7 petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, 11-12 November 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian terpadu dan smart farming adalah kunci untuk mewujudkan pertanian modern.

"Juga untuk meningkatkan produktivitas, mencapai swasembada pangan, dan menarik minat generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan sudah saatnya petani Indonesia maju di bidang pertanian.

"Saatnya pertanian maju melalui adopsi teknologi smart farming yang mengedepankan teknologi pertanian yang dapat mempermudah kegiatan usaha tani," kata Santi.

Kepada petugas dari Banggai, Widyaiswara BBPP Lembang menjelaskan materi tentang konsep pertanian terpadu dan smart farming.

Dijelaskan juga tentang teknologi pengolahan limbah di BBPP Lembang, menjadi produk seperti kom-mix hayati, pupuk organik cair, bioslurry, dan ecoenzyme.

Selanjutnya, peserta praktik membuat pupuk kompos dan dicampurkan dengan agens hayati trichoderma menjadi kom-mix hayati.

Petugas memberi penjelasan alat dan bahan yang diperlukan serta proses dan tahapan pembuatan hingga pupuk kompos jadi dan dapat diaplikasikan di tanaman.

Baca juga: 

Bertani on Cloud, Kenalkan Inovasi Ekonomi Sirkular Pertanian Desa

Beranjak ke laboratorium agens hayati, widyaiswara dan petugas menjelaskan jenis-jenis agen hayati yaitu Trichoderma, beauveria bassiana dan perbanyakannya yang dilakukan di BBPP Lembang serta cara pengaplikasiannya pada tanaman agar efektif mencegah penyakit pada tanaman.

Ketujuh peserta magang juga berkesempatan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar. Diantara yang dikunjungi adalah screen house otomatis yang ditanami melon teknologi hidroponik sistem irigasi tetes dan screen house tanaman hias.

Saat melepas peserta, Rabu (12/11/2025), Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika kembali menyatakan komitmennya untuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka peningkatan kompetensi SDM dibidang pertanian.

Hal ini diapresiasi oleh pemimpin rombongan, Alfiansyah, yang menyampaikan ucapan terima kasih telah diterima dengan baik untuk mempelajari integrated farming system dan smart farming di BBPP Lembang.

“Menjadi pengalaman baru mengikuti magang di sini. Pengetahuan yang kami peroleh sangat bermanfaat sekali terutama bisa praktik langsung membuat kompos yang dicampurkan dengan agens hayati trichoderma (kom-mix hayati),” ujarnya

Alfiansyah bercerita bahwa selama ini hanya memahami teori saja yang diperoleh dari sosialisasi atau media sosial.

“Setelah langsung praktik pembuatan kom-mix hayati jadi memahami dan akan diimplementasikan agar bermanfaat untuk masyarakat petani dan kelompok tani di Kabupaten Banggai berkaitan dengan sistem keamanan pangan,” katanya.(***)

Libatkan Aparatur Desa Megamendung, UPT Pelatihan Kementan Wujudkan Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 30 aparatur Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Jumat (19/9/2025).

Kunjungan ini fokus pada keterampilan kewirausahaan pertanian yang inovatif, membekali perangkat desa dengan solusi praktis untuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyampaikan jika transformasi digital di sektor pertanian harus dipercepat.

“Kita butuh petani cerdas, teknologi cerdas, dan sistem pertanian yang terintegrasi secara digital agar Indonesia mampu bersaing secara global,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat hal itu dengan menyampaikan jika pelatihan berbasis teknologi harus menjadi prioritas dalam mencetak SDM pertanian masa depan.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan, termasuk penerapan IoT dalam pertanian. Petani milenial harus menjadi pionir,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika. Menurutnya, pertanian harus dimulai dari desa, karena di sanalah lahan terluas berada.

"Kami mendorong agar pertanian menjadi lokomotif ekonomi yang menggerakkan sektor lain di desa. Dengan memberdayakan pemuda dan menciptakan sistem ekonomi pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, desa dapat mengelola keuntungannya secara mandiri (close loop) dan bahkan mencapai potensi ekspor," ujarnya.

Ajat menambahkan, BBPP Lembang siap menjadi rumah bersama untuk berdiskusi dan memfasilitasi peningkatan kapasitas aparatur desa demi mewujudkan hal ini.

Baca juga:

Perkuat Ketahanan Pangan di Jawa Barat, Kementan Latih Kelompok Wanita Tani Olahan Pangan Lokal

Sementara aparatur Desa Megamendung yang berkunjung ke BBPP Lembang, terlibat langsung membuat instalasi hidroponik sistem DFT, sebuah solusi cerdas untuk budidaya sayuran di lahan terbatas.

Selain itu, mereka juga mengunjungi screen house tanaman hias BBPP Lembang untuk mendapatkan ide penataan desa yang asri sekaligus mengidentifikasi potensi agrowisata baru.

Bagian paling menarik adalah praktik membuat es krim jagung. Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aparatur desa belajar mengubah dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

Ahdan Akbar Pangestu, Sekretaris Desa Megamendung, mengaku menjadi lebih banyak tahu tentang pertanian dari mulai teknik pertanian hidroponik, tentang pengolahan hasil pertanian, dan tanaman hias.

"Mudah-mudahan sistem seperti ini kita bisa terapkan di desa kita, yaitu Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor,” katanya.

“Terima kasih untuk Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang atas waktunya, atas kerja samanya. Mudah-mudahan ilmu yang kita dapat bermanfaat bagi kita semua,” imbuh Ahdan.

Setelah kembali, aparatur Desa Megamendung berencana segera membentuk tim khusus untuk merintis projek hidroponik, unit usaha eskrim jagung, menjadikan Megamendung sebagai contoh desa yang maju, inovatif, dan berdaya saing. (RIS/MIR)

Kementan Kenalkan Pertanian Modern ke PNS TNI AD

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 40 siswa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) PNS Angkatan Darat Gelombang VIII TA. 2025 dari Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Ditajenad, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Senin (4/8/2025).

Para PNS Angkatan Darat ini mendapat pemahaman tentang pelayanan publik yang dilaksanakan di BBPP Lembang. Mereka juga diperkenalkan dengan pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meyakini Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan.

“Mimpi itu bisa terwujud dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI," tutur Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Saat menerima rombongan, Kepala Bagian Umum BBPP Lembang berdiskusi dengan seluruh peserta terkait inovasi pelayanan publik, baik dari sisi pelatihan dan administrasi perkantoran.

Termasuk juga, website yang terintegrasi dengan learning management system, e-arsip, dan layanan pendukung diantaranya konsultasi agribisnis keliling, incubator agribisnis mulai dari kegiatan onfarm da off-farm, dan eduwisata.


Baca juga:

Pedagang Pasar Lembang Apresiasi Tindakan Tegas Mentan Ungkap Praktik Beras Oplosan

Pada studi lapangan ini, para siswa PKP PNS Angkatan Darat diajak melihat koleksi tanaman hias kaktus, sukulen, dan anggrek yang dibudidayakan di Inkubator agribisnis BBPP lembang.

Widyaiswara mengajak peserta untuk memanfaatkan peluang berbisnis di bidang tanaman hias yang menjanjikan.

Karena itu, mereka diajarkan teknik perbanyakan tanaman hias, mulai dari penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk Selain itu, mereka juga diperlihatkan teknik grafting untuk perbanyakan kaktus.

Selanjutnya, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara menjelaskan konsep sistem agribisnis dimana sub sistem yang menjanjikan keuntungan berlipat adalah sub sistem off-farm yaitu pengolahan hasil pertanian.

Dengan pengolahan, dapat memberi nilai tambah produk, meningkatkan harga jual dan memperpanjang masa simpan produk terutama hortikultura.

Peserta mempraktikkan langsung kegiatan pengolahan hasil pertanian komoditas jagung menjadi eskrim. Dimulai dari penjelasan alat dan bahan.

Peserta mempraktikkan pembuatan eskrim jagung dan mencicipi hasil olahan jagung ini dan beberapa varian olahan pangan lainnya seperti eskrim kopi, sorbet mangga, sorbet cabai, dan sistik wortel.

Salah seorang peserta, Sultan Hamjar, menyampaikan kesannya.

“Melalui kegiatan studi lapangan ini, kami melihat apa yang dilakukan oleh BBPP Lembang sudah baik, baik dari sisi pelatihan dan administrasi perkantoran dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan. Mengajak kami untuk bisnis pertanian yang ternyata sangat menarik untuk ditekuni,“ katanya.(***)

Wujudkan Swasembada Pangan, Akademisi Perguruan Tinggi Dukung Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 10 mahasiswa pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP Kementerian Pertanian. Melalui kunjungan ini, para akademisi berharap dapat mengembangkan IPTEK di bidang pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya teknologi dalam sektor pertanian.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa teknologi pertanian haruslah sederhana, mudah diakses, murah, dan pada akhirnya menguntungkan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan komitmen BPPSDMP dalam mengadopsi teknologi.

"Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan," kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, berkomitmen untuk membekali generasi muda agar menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi, seperti pelatihan, kunjungan singkat, dan PKL.

Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Achmad Faqih turut serta dalam kunjungan ini, menyatakan siap mendukung program Kementan.

“Kami berusaha sebisa mungkin terus mendukung program strategis Kementerian Pertanian,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Achmad Faqih didampingi oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Endang Sutrisno dan Ketua Program Studi Agronomi Dodi Budirokhman.

Baca juga:

Dorong Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Perguruan Tinggi

Kunjungan kali ini utamanya adalah untuk mempelajari kultur jaringan. Teknik kultur jaringan terhitung sulit tanpa pengetahuan yang memadai dan peralatan laboratorium yang sesuai. Selain itu beragam instalasi juga turut dikunjungi dan dipelajari.

Empat diantara mahasiswa pasca sarjana tersebut terlihat lebih antusias dari rekannya yang lain. Setelah pengenalan, mereka memang spesifik memilih kultur jaringan sebagai bahan penelitiannya.

Di lab kultur jaringan, widyaiswara yang mengampu adalah Sani Hanifah. Selain diterangkan mengenai teknik yang tepat, para akademisi ini juga mendapatkan praktik kultur jaringan terutama pada fase inisiasi.

Mereka kemudian mempraktikkan cara membersihkan bakal tanaman atau eksplan dan membersihkan bibit dari virus maupun jamur. Tanaman yang dikembangkan dengan metode kultur jaringan diharapkan memberi hasil yang lebih sehat dan produktif.

Selain mempelajari kultur jaringan, para akademisi ini juga berkesempatan mengunjungi berbagai instalasi di BBPP Lembang. Salah satunya adalah kentang aeroponik.

Kentang aeroponik di BBPP Lembang dikembangkan dari kultur jaringan kemudian ditumbuhkembangkan di dalam screen house yang steril.

Kentang yang dijual pun bukan sebagai tanamam utuh melainkan bibit unggul ke petani. Perbanyakan benih ini dapat memberikan keuntungan baik sebagai penangkar benih maupun petani.

Terakhir, para peserta kunjungan menikmati olahan es krim di Lab Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. Mereka mencoba berbagai variasi rasa yang ada dan melihat potensi dari pengolahan hasil pertanian.

Salah seorang akademisi, Amalia Fajriana, yang tengah mendalami kultur jaringan pada tanaman pisang varietas cavendish, menyampaikan kesannya.

“Kunjungan kali ini sangat membantu karena sejalan dengan tesis saya mengenai kultur jaringan,” tutupnya.(***)