Ajak Pelajar Senangi Pertanian Sejak Dini, UPT Kementan jadi Ruang Bagi Sekolah Vokasi
TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membuka kesempatan belajar praktik bagi siswa-siswi sekolah vokasi pertanian.
Melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), para siswa mendapat bimbingan dari widyaiswara yang merupakan pakar di bidang pertanian. Kesempatan ini diberikan demi mendukung program strategis nasional Kementerian Pertanian dalam regenerasi petani muda.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional.
"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia," katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.
"Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para siswa-siswi PKL.
"Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran siswa PKL seperti mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.
Baca juga:
Integrated Farming System, Kunci Pertanian Modern
Pada periode Agustus hingga November 2025, BBPP Lembang telah menerima sekitar 70 peserta PKL. Para peserta PKL berlatar belakang kampus dan sekolah kejuruan dengan fokus ilmu yang berkaitan dengan pertanian.
Diantara para peserta PKL tersebut, terdapat empat siswi dari SMKN 4 Padalarang baru saja menyelesaikan masa belajar mereka di BBPP Lembang, Kamis (20/11/2025).
Selama enam bulan mereka dibimbing oleh widyaiswara dan petugas lapangan BBPP Lembang dalam bercocok tanam dan agribisnis.
Nurhayati, misalnya, mempelajari budidaya selada keriting dengan sistem hidroponik. Sementara rekannya Yuni Nuraini. mempelajari Kentang yang dibudidayakan secara aeroponik.
Astri Indah Kirana dan Fitri Nursifa masing-masing mempelajari budidaya tanaman pakcoy dan melon. Keempatnya menyelesaikan periode PKL setelah diuji dan menyajikan laporan PKL di hadapan widyaiswara dan pembimbingnya.
Nurhayati menyampaikan kesannya selama 6 bulan PKL di BBPP Lembang. “Kami telah dibimbing oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan kami sehingga lebih memahami tentang budidaya,” tegasnya.
“Terima kasih kepada BBPP Lembang!” ucap keempat siswi tersebut kompak.(***)
