8 Juni 2026

#Pangan

Jelang Nataru, Mentan Amran Pastikan Jaga Distribusi dan Stok Pangan

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan seluruh langkah antisipasif untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah siap melakukan operasi pasar bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan sejumlah pihak untuk meredam potensi gejolak harga di berbagai daerah.

Mentan Amran menyampaikan bahwa sejumlah komoditas hortikultura, khususnya cabai dan sayuran, menunjukkan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Untuk itu, Kementan dan Bapanas menyiapkan langkah cepat melalui operasi pasar.

”Kita pantau harga sayur-sayuran naik, harga cabai naik. Kami minta seluruh tim kita lakukan operasi pasar, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru,” kata Mentan Amran usai pelepasan bantuan Kementan Peduli di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Terkait cabai dan bawang merah, Mentan Amran telah menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura untuk memperkuat distribusi, terutama mengantisipasi potensi hambatan akibat cuaca ekstrem, longsor, dan banjir yang kerap terjadi pada periode Nataru.

Pada kesempatan yang sama, Mentan Amran juga menyoroti harga beras yang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren deflasi dan relatif stabil, bahkan di periode yang biasanya menjadi “musim paceklik” seperti Oktober hingga Desember.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2025/12/12/mentan-amran-pastikan-pemulihan-lahan-pertanian-puso-ditangani-penuh-oleh-pemerintah/

“Alhamdulillah, beras selama 2–3 bulan terakhir mengalami deflasi. Ini tidak pernah terjadi dalam tujuh tahun terakhir, terutama di periode paceklik. Mudah-mudahan hingga akhir Desember harga tetap stabil. Tapi kita tidak boleh puas dengan penurunan sekarang, kita tetap lakukan operasi pasar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa stok beras nasional berada pada level tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Stok beras saat ini tercatat berada di kisaran 3,7 juta ton yang seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri.

“Ini stok tertinggi sepanjang sejarah. Prediksi sampai akhir tahun berada di angka 3,65–3,67 juta ton. Masalah beras Indonesia insyaallah aman,” katanya.

Dengan dukungan stok pangan yang kuat serta langkah responsif melalui operasi pasar dan penguatan distribusi, Kementan memastikan stabilitas harga tetap terjaga memasuki periode Nataru. Pemerintah berkomitmen hadir di lapangan dan bergerak cepat untuk melindungi masyarakat dari gejolak harga, sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi di seluruh daerah.(***)

Wujudkan Kemandirian Pangan, Kementan Dorong Mahasiswa Polbangtan Menjadi Motor Transformasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) memandang penting pada pembangunan SDM pertanian untuk segera mewujudkan swasembada pangan nasional. Pasalnya, generasi muda akan memegang kendali pengelolaan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan digitalisasi.

Hal ini disampaikan oleh Desrial, Guru Besar Institut Pertanian Bogor pada Kuliah Umum yang bertajuk “Peran Generasi Muda dan Brigade Pangan dalam Mensukseskan Program Swasembada Pangan” di Gedung Serbaguna Polbangtan Yoma, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Kamis (4/9/2025).

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan keyakinannya bahwa sektor pertanian adalah kunci perubahan besar bagi bangsa. Untuk menggapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak.

"Yang bisa merubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif di sana, dan Indonesia memiliki itu," ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arisanti, menjelaskan pentingnya menguatkan peran generasi muda di sektor pangan.

"Kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian. Pertama, lebih meningkatkan peran petani milenial dalam rantai pasokan pangan nasional. Kedua, mengakselerasi transformasi pertanian konvensional menjadi pertanian modern. Ketiga, meningkatkan kapasitas SDM. Keempat, hilirisasi produk berjalan dengan baik, efektif dan efisien," paparnya.

Baca juga:

Aktif Berbagi Pengetahuan, Polbangtan Kementan Raih Anugerah Kementan Corpu

Dalam kuliahnya, Desrial menekankan bahwa isu pangan bukan hanya sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut hidup dan mati suatu bangsa, sebagaimana pernah ditegaskan Presiden Soekarno.

“Saat ini, dunia menghadapi ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim, ketidakstabilan geopolitik, hingga inflasi pangan yang tinggi. Indonesia pun tidak terlepas dari tantangan kelangkaan beras dan penurunan produktivitas pertanian,” ucapnya.

Untuk itu, Ia mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri, membangun sektor pertanian dengan cara yang modern.

“Generasi muda, khususnya mahasiswa pertanian, harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis teknologi. Penguasaan alsintan, digitalisasi, dan keberanian berinovasi adalah kunci untuk mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Desrial.

Ia juga memperkenalkan konsep Brigade Pangan, yaitu model pengelolaan usaha tani modern yang melibatkan pemuda dalam pengelolaan lahan terstruktur dengan dukungan teknologi alsintan.

“Melalui skema ini, petani milenial dapat memperoleh pendapatan yang layak sekaligus menciptakan sistem agribisnis yang berkelanjutan,” jelasnya.

Di depan ratusan mahasiswa Semester 5, Direktur Polbangtan Yoma, Raden Hermawan berharap kuliah umum ini mampu memotivasi mahasiswa untuk menyiapkan diri menjadi petani milenial, wirausahawan muda, maupun penyuluh yang inovatif.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap terjun langsung mengembangkan sektor pertanian Indonesia,” tegasnya.(***)

Dukung Ketahanan Pangan, Kementan Kenalkan Program Pertanian Modern ke Aparat Desa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan pertanian modern kepada 60 aparat desa asal Kabupaten Bogor, Senin (23/12/2024), yang berkunjung untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara dan studi tiru ketahanan pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan, salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyampaikan kesiapannya melayani para stakeholder yang ingin mempelajari pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/18/gen-z-pelajari-agribisnis-pertanian-di-upt-kementan/

Kehadiran rombongan aparat desa dari Kabupaten Bogor di BBPP Lembang diterima Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, Ketua Tim Kerja Program dan Kerja sama dan widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian.

Widyaiswara memberi materi tentang sistem-sistem yang ada di dalam teknologi hidroponik seperti aeroponik, irigasi tetes, deep flow technique, nutrient film technique, wick system, dan rakit apung.

Widyaiswara juga menjelaskan kelebihan dan kekurangan bertanam menerapkan hidroponik.

Kunjungan diakhiri dengan mengelilingi Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Peserta praktik membuat instalasi hidroponik sistem DFT, pembuatan lubang tanam, persemaian hidroponik, dan proses pelarutan nutrisi utama dalam budidaya hidroponik yaitu AB Mix.

Rombongan juga diajak melihat koleksi tanaman yang ada di BBPP Lembang yaitu budidaya anggur.(***)