UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu
TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan hilirisasi komoditas pangan strategis kepada 30 orang anggota kelompok wanita tani (KWT) di Kota Batu, Jawa Timur, yang berkunjung ke BBPP Lembang, Kamis (24/7/2025).
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dan integrated farming kepada 35 orang penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.
"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.
“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” ujar Kabadan Santi.
Rombongan asal Kota Batu diterima Kepala Bagian Umum BBPP Lembang. Selanjutnya, terbagi dua kelompok, rombongan menerima materi dari widyaiswara dan mengunjungi Inkubator Agribisnis.
Kelompok pertama bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara menjelaskan materi tentang olahan pangan lokal dan packing produk yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Baca juga:
Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang
Kegiatan dilanjutkan peserta praktik membuat dua jenis olahan bahan lokal yaitu eggroll kentang dan sistik wortel. Widyaiswara didampingi petugas mengenalkan alat dan bahan pembuatan kedua olahan tersebut dan peserta praktik membuatnya.
Kelompok lainnya, menerima materi tentang integrated farming dan setelahnya beranjak menuju rumah kompos dan instalasi biogas.
Di sana, diperkenalkan aneka produk olahan limbah ternak seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, bioslury, ecoenzym dan kom-mix (kompos mix agensia hayati) yang diproduksi oleh BBPP Lembang.
Peserta juga diperlihatkan pembuatan kom-mix hayati. Terlebih dahulu pembuatan kompos dan ditaburkan trichoderma yang berfungsi mencegah penyakit misalnya penyakit akar gada pada tanaman sayuran.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto, mengaku terkesan dengan kunjungan ini.
”Kami sangat terkesan dengan kunjungan ke BBPP Lembang karena di sini sangat mendukung untuk pengembangan SDM pertanian. Kami berkomitmen untuk menerapkan dan mengadopsi apa yang dipelajari di sini karena secara topografi Kota Batu dan Lembang komoditas unggulannya sama yaitu hortikultura,” ujarnya.
Heru menyampaikan juga bahwa kegiatan ini untuk mendukung visi dan misi Kota Batu yaitu mengembangkan pangan lokal sehingga dapat menjadi ikon Kota Batu.
“Hasil olahan pangan seperti es krim dan sorbet sangat bagus dan akan kami adopsi di Kota Batu karena membuatnya mudah, sehat dan bernilai gizi tinggi,” imbuhnya.
Salah seorang peserta, Dewi Susanti, dari KWT Manissa Kota Batu, mengatakan kunjungan ini sangat menginspirasi.
“Di BBPP Lembang kami membuat olahan pangan yang sangat menginsipirasi bagi KWT yang ada di Kota Batu,” ujarnya.
Dirinya menceritakan bahwa sudah terbiasa membuat olahan keripik dari aneka sayuran dan buah, namun olahan pangan eggroll belum pernah dilakukan sehingga tertarik untuk mempraktikannya kembali agar bisa memperkaya jenis produk yang dihasilkan oleh KWT yang dikelolanya.(***)
