16 Maret 2026

Kulon Progo

Penguatan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Kerjasama Pelatihan Digital Marketing di Kulon Progo

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 50 petani milenial ambil bagian dalam Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis hingga Jumat (24-25 Juli 2025)

Kegiatan yang dilaksanakan di UPT Penyuluhan Pertanian dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo ini, menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan bekal strategis untuk mendukung pengembangan usaha pertanian kaum muda.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak para generasi muda untuk terjun menekuni dunia pertanian.

"Masa depan pertanian ada di anak-anak muda. Makanya generasi muda juga harus peduli dan sama-sama memajukan pertanian," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika pertanian kini sudah tersentuh teknologi.

"Dan teknologi ini dekat dengan anak-anak muda. Makanya mereka kita harapkan bisa menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan hasil pertanian," jelasnya

Kegiatan ini sendiri bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani milenial Kulon Progo dalam memasukkan pemasaran secara digital.

Selain itu, untuk mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan denga target pasar dan mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan dengan target pasar

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Drajat Purbadi, menjelaskan pentingnya kegiatan ini.

“Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menggarisbawahi pentingnya digital marketing dalam transformasi petani milenial, mulai dari branding, promosi berbasis storytelling, hingga penetrasi pasar lokal dan global," ujarnya.

Salah satu materi yang disampaikan dalam pelatihan disampaikan perwakilan Nazma Office, Wiji Nurastuti, yang menyampaikan panduan praktis membangun bisnis melalui Instagram dan TikTok Shop, serta pentingnya manajemen konten dan desain visual yang konsisten.

Materi dilanjutkan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY, Fitria Agustin Sri Arwandi membekali peserta dengan pemahaman ekspor UMKM, strategi pemasaran digital global, dan pemanfaatan ruang inkubasi PLUT.

Manajer Pembelian Manna Kampus Yogyakarta, Muhammad Wahyu Kurniawan, juga menyampaikan materi mengenai membuka peluang kemitraan pemasaran retail modern, dengan menekankan pentingnya standarisasi produk, legalitas, dan kemasan yang menarik.

Baca juga:

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

Selain itu kegiatan juga diisi oleh dari pertanian sayur organic Merbabu, Shofyan Adi Cahyono dari Sayur Organik Merbabu.

Shofyan menegaskan pentingnya ekosistem kolaboratif dan pendekatan komunitas dalam memasarkan produk organik, termasuk strategi B2B dan B2C serta pemanfaatan media digital.

Melengkapi seluruh materi tersebut, Ketua Lembaga Distribusi Pangan Gapoktan Sidomulyo, R. Bangun sebagai pelaku langsung sektor pertanian menampilkan praktik kemitraan industri pertanian yang kuat, strategi distribusi skala luas hingga 325 ton/bulan (DIY dan luar DIY), pemasaran digital melalui marketplace, serta pemenuhan standar keamanan pangan dan legalitas produk.

Gapoktan Sidomulyo juga menekankan pentingnya konsistensi mutu, perhitungan harga berbasis biaya dan margin realistis, serta dukungan kelembagaan dan SDM dalam menghadapi tantangan produksi dan pasar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya petani milenial yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian berkualitas tinggi, berstandar mutu, dan memiliki jaminan kontinyuitas produksi.

Beliau mencontohkan keberhasilan brand Kopi Menoreh yang telah dirilis sebagai produk unggulan Kabupaten Kulon Progo.

"Ini menunjukkan bahwa ketika kualitas dan keberlanjutan produksi dijaga, maka pasar akan terbuka luas. Untuk itu, jejaring petani milenial yang terbentuk melalui pelatihan ini akan terus kita pantau secara langsung sebagai bentuk perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah," katanya.

Harapannya, kegiatan pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut dalam batch-batch berikutnya agar semakin banyak petani milenial yang siap bersaing di pasar nasional maupun global dengan produk yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga bernilai tambah.

Pada akhir kegiatan, Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan, menyampaikan bahwa kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, antara Polbangtan YoMa dan Kabupaten Kulon Progo sejatinya telah terjalin selama lebih dari satu dekade.

"Namun, hingga saat ini belum pernah diformalkan dalam bentuk dokumen resmi. Oleh karena itu, pada kesempatan yang sangat baik ini sekaligus dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), serta perjanjian kerja sama antara Wakil Direktur I Polbangtan YoMa dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo," jelasnya

Direktur berharap, kerja sama ini tidak hanya menjadi dasar hukum yang memperkuat kolaborasi yang telah berjalan, tetapi juga mampu membawa manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Lebih lanjut, melalui kegiatan Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial ini, Direktur berharap para petani milenial di Kabupaten Kulon Progo dapat meningkatkan nilai tambah (value) produk yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing dan diterima dengan baik di pasar lokal maupun global.(***)

Manfaatkan Alsintan, Petani Kulon Progo Panen Raya

TANIINDONESIA.COM//KULON PROGO - Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur Kulonprogo memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam budidaya padinya. Bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) ini terbukti bisa meningkatkan produktivitas padi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Petani di Dukuh Karangasem, Kedungsari, Pakanewonan Pengasih Kulon Progo berhasil menikmati panen raya. Dengan lahan poktan seluas 21 ha, produktivitas petani bisa mencapai 6,88 ton/ha.

Sementara itu, di lokasi Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan ini adalah hasil dari kebijakan yang tepat dan keberpihakan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Ini betul-betul revolusi sektor pertanian. Kemudian program pompanisasi telah meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton di saat krisis El Nino. Alhamdulillah produksi kita meningkat. Menurut data dari BPS, terjadi peningkatan produksi sebesar 52 persen pada Januari, Februari, dan Maret,” lanjutnya.

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga negara, baik pusat maupun daerah, untuk mencapai target swasembada pangan.

"Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita harus terus bergandengan tangan dengan semua pihak," kata Idha.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) R. Hermawan yang hadir di lokasi panen raya Kulon Progo mengatakan ini sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hermawan menyebut alsintan menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada pangan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/14/dorong-swasembada-pangan-kementan-laksanakan-bimtek-penyuluhan-keamanan-pangan/

Disampaikan oleh Sarino, Ketua Poktan Kedungsari alsintan sudah menjadi kebutuhan dasar petani.

“Saat ini rata – rata usia petani mencapai 50 tahun ke atas, sehingga program percepatan tanam memerlukan bantuan alsintan yang sesuai” ucapnya.

Senada, Rizal Agung Wahyudi, petani milenial sekaligus pengurus UPJA Ngestiraharjo, mengatakan alsintan berperan penting dalam mempermudah budidaya, panen, dan pasca panen di lapangan.

“Kami sudah mendapat bantuan alsintan traktor dan combine serta drier. Usaha jasa pengolahan tanah, panen juga sudah berjalan.” jelasnya.

Ia menyebut bantuan drier sangat bermanfaat bagi petani yang bergerak dalam penggilingan padi. Dengan semakin tingginya produksi padi harian, ia menyebut perlunya drier yang lebih besar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan optimis produktivitas padi Kulon Progo akan terus meningkat.

“Kami menyiapkan Kulon Progo untuk menjadi lumbung pangan. Kami akan melatih taruna tani, dengan 50 orang petani tiap angkatan, di lokasi tanam” jelasnya.

Menurutnya, upaya ini bisa merubah mindset petani muda dari petani kumuh menjadi petani bisa kaya.

Hadir di lokasi, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi gerakan ini. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan lahan dengan budidaya varietas padi unggul.

“Dengan luasan lahan yang sempit akan lebih menguntungkan jika tanam padi premium.” papar Sri Sultan usai melakukan panen raya di lokasi pada Senin (7/4/2025).(***)