21 Januari 2026

#Kompeten

Pastikan Tenaga Kerja Kompeten, Kementan Latih Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Indramayu, 17–19 November 2025, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Terisi.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi optimalisasi lahan dan cetak sawah, diikuti 45 orang anggota BP Maju Sejahtera, BP Cempaka Mulya, dan BP Petani Muda.

Program Brigade Pangan sendiri adalah bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam regenerasi petani muda.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyebut bahwa Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa.

“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah," katanya.

Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan jika keberadaan Brigade Pangan sudah dirancang oleh Kementerian Pertanian. Brigade Pangan yang awalnya dibentuk dikembangkan di beberapa provinsi di luar pulau Jawa, saat ini diadopsi di pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Pangandaran.

Baca juga:

Ajak Pelajar Senangi Pertanian Sejak Dini, UPT Kementan jadi Ruang Bagi Sekolah Vokasi

“Tujuan pembentukan Brigade Pangan agar generasi milenial peduli dengan pertanian. Ciri khas BP bahawa anggotanya menguasai moderninsasi pertanian baik benih unggul dan pemanfaatan alsintan seperti traktor, combine harvester, cultivator, dan drone sehingga bisa tercapai efisiensi,” jelas Ajat, saat pembukaan pelatihan.

Ajat berharap setiap anggota BP yang beranggotakan 15 dan dipimpin manajer, nantinya betul-betul memahami keberadaan BP dan tugas dan fungsi masing-masing sehingga BP dapat berjalan dengan baik serta meningkat produksi dan produktivitasnya.

“Harapannya BP bisa menjadi kelembagaan ekonomi petani yang lebih baik dari kelembagaan lainnya karena digerakkan oleh generasi muda,” jelas Ajat.

Pelatihan literasi keuangan ditujukan agar Brigade Pangan mampu menilai keuntungan kegiatan usahatani terhadap kegiatan produksi tanaman, mengidentifikasi kegiatan yang memungkinkan untuk ditekan, menyiapkan perencanaan untuk tahun berikutnya, dan membandingkan realisasi dengan rencana untuk menarik kesimpulan di perencanaan selanjutnya.

Selama 3 hari, peserta menerima materi inti tentang literasi keuangan, yaitu pencatatan usahatani, analisa kelayakan usahatani, dan membuat proposal usahatani berorientasi bisnis.

Secara berkelompok, peserta juga mempraktikkan membuat dan mempresentasikan tentang pencatatan usahatani dan proposal kegiatan.

Selain itu para anggota BP juga mendapatkan praktik dalam mengoperasikan dan menggunakan alat mesin pertanian mulai dari traktor baik roda dua maupun roda empat, combine harvester, dan drone pemupukan.

Manajer BP Teddy Indrias, dari BP Petani Muda, berharap para Brigade Pangan yang kini tengah beroperasi dapat menjadi percontohan bagi lembaga petani lain.(***)

Penyuluh Pertanian Karawang Kompeten, Siap Dampingi Petani Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Kementerian Pertanian, melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, menggelar Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian melalui Sertifikasi Surveilans Pertanian. Kegiatan diikuti 100 orang penyuluh pertanian Kabupaten Karawang, dilaksanakan 9 – 12 Desember 2024 di Front One Akshaya Hotel, Karawang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. “Penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan. Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil," sebutnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan “Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” tutur Santi.

Pada kegiatan sertifikasi kompetensi bagi penyuluh pertanian Kabupaten Karawang, asesor kompetensi merupakan Widyaiswara BBPP Lembang, Dosen Polbangtan Bogor, dan praktisi penyuluh Dinas Pertanian Cirebon dan Kuningan. Metode sertifikasi yaitu pengecekan dokumen-dokumen penyuluhan, wawancara dan praktik penyuluhan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/10/sumber-daya-manusia-pertanian-menjadi-kunci-penggerak-terwujudnya-swasembada-pangan/

Pembukaan kegiatan, Selasa (10/12/2024) oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rohman. Turut hadir Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian dan seluruh asesor kompetensi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Rohman menyampaikan rasa bangganya penyuluh pertanian di Kabupaten Karawang dinyatakan kompeten. “Untuk melaksanakan tugas sehari hari diperlukan kompetensi diri. Saya berharap dengan sertifikasi ini penyuluh pertanian lebih profesional, memahami dan menguasai ilmu teknis pertanian," katanya.

“Sertifikasi kompetensi ini bisa membuktikan bahwa kualitas SDM Penyuluh Pertanian di Kabupaten Karawang dapat dipertanggungjawabkan. Penyuluh pertanian diharapkan kompeten untuk membina petani dalam rangka membangun sektor pertanian di Kabupaten Karawang,” tambah Rohman.

Sementara Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika, mengatakan setiap insan pertanian termasuk penyuluh pertanian harus terus belajar meningkatkan kompetensi baik teknis, manajerial, dan sosiokultural. “Ini penting untuk peningkatan kapasitas diri dalam rangka menunjang kinerja pribadi dan instansi,” tutur Ajat.

Seluruh asesi dinyatakan kompeten. Di penghujung kegiatan, salah seorang peserta Dian Eka menyampaikan rasa syukurnya. "Alhamdulillah kami semua dinyatakan kompeten. Ini menjadi motivasi untuk menjalankan tugas lebih baik dan memberi manfaat yang luas bagi petani binaan kami masing-masing di wilayah Kabupaten Karawang. (yoko/che)