22 Januari 2026

Iptek Pertanian

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa UPI PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu UPT di Kementerian Pertanian, kembali dijadikan lokasi praktik kerja lapangan (PKL). Kali ini praktik dilakukan mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Fayza Auliana Aztari.

Menariknya, Fayza yang sudah merampungkan PKL di BBPP Lembang, mencoba mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada akhir periode PKL, Ia menjabarkan hasil temuan.

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” tutur Amran.

Ia menambahkan, teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

“Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Jumat (7/11/2025) menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Perkenalkan Agroeduwisata ke Siswa SD Cimahi

Selama menjalani PKL di BBPP Lembang, Fayza ditugaskan di Lab Agensi Hayati yang merupakan salah satu instalasi di Inkubator Agribisnis.

Fayza menelusuri Trichoderma spp. dan aplikasinya pada berbagai gulma pada tanaman pakcoy.

Berasal dari latar belakang jurusan Biologi, Fayza menyandingkan perbandingan berbagai perlakuan Trichoderma pada gulma tanaman pakcoy dan perbedaan kandungan yang dapat membantu budidaya tanaman pakcoy.

Menurutnya, penggunaan trichoderma sebagai pembasmi gulma alami akan berdampak baik pada tanaman.

“Sebenarnya ada alternatif yang lebih aman bagi petani dibandingkan menggunakan pestisida kimia, sehingga penggunaan trichoderma dapat menguntungkan,” terangnya.

Menurutnya trichoderma terbilang menarik sebagai agen pengendali hayati yang dapat menjaga kesehatan tanaman.

Selesai melaksanakan seminar hasil, Fayza memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Pembimbing dan widyaiswara telah membantu sehingga PKL saya berjalan lancar dan semoga BBPP Lembang tetap dapat menjadi tempat untuk belajar dan berlatih termasuk bagi kami mahasiswa,” terang Fayza.(***)

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa Unesa PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Nadira Nazelina dan Rihan Ali Abdillah yang mengembangkan Iptek pertanian. Mereka pun harus menjabarkan hasil temuan mereka selama melaksanakan PKL

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Menambahkan, menurut Mentan Amran teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

"Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Baca juga:

Milenial Papua Antusias Praktikkan Agribisnis Tanaman Jagung

Sementara Nadira Nazelina dan Rihan Ali Abdillah melaksanakan PKL di inkubator agribisnis BBPP Lembang.

Nadira menyoroti Perbanyakan Pseudomonas Fluorescens, suatu bakteri yang dapat menguntungkan bagi petani.

Dalam laporan praktiknya Nadira menjabarkan peran bakteri tersebut sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR).

PGPR dapat menguntungkan bagi petani karena dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pada tanaman, meningkatkan ketahanan tumbuhan, serta menunjang pertumbuhan tanaman.

Sedangkan Rihan menyoroti perbanyakan trichoderma spp., sejenis bakteri yang dapat membantu tanaman, pada berbagai tanaman yang ada di BBPP Lembang.

Menurutnya trichoderma terbilang menarik sebagai agen pengendali hayati yang dapat menjaga kesehatan tanaman.

trichoderma ini juga dapat dikembangbiakkan di berbagai tanaman dan Rihan telah mencobanya sendiri di tanaman kopi.

Selesai melaksanakan seminar hasil, keduanya memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Di BBPP Lembang kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan, sehingga lebih memahami tentang budidaya tanaman dan hal-hal yang dapat menyokongnya” ucap keduanya kompak.(***)