21 April 2026

Drone

Drone Ambil Alih Penyemprotan! Mahasiswa Politeknik Enjinering Kementan Ikut Terjun di Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kapuas – Mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengikuti praktik penyemprotan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) menggunakan drone pertanian di Desa Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penyemprotan lahan berbasis drone. Teknologi ini dinilai lebih efisien dan presisi dibandingkan metode konvensional, terutama dalam aplikasi pestisida dan pupuk cair.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, transformasi dari sistem tradisional menuju pertanian berbasis teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas nasional.

“Penggunaan teknologi seperti drone mampu menekan biaya operasional, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja petani,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung pertanian modern dan berkelanjutan.

Baca Juga: Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

“Pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi petani dan generasi muda, termasuk mahasiswa vokasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi perlu selaras dengan perkembangan teknologi di sektor pertanian. Ia menyebut praktik penggunaan drone sebagai implementasi pembelajaran berbasis teaching factory.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi teknis dan kesiapan kerja lulusan.

“Penggunaan drone pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan,” ujarnya.

Program CSR ini juga bertujuan mendorong transfer teknologi kepada masyarakat dan generasi muda pertanian. Mahasiswa yang terlibat mengaku antusias karena memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Kapuas serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan drone pertanian bagi mahasiswa pada 2–3 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi digital.

Pelatihan dilaksanakan secara komprehensif melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) pertanian, regulasi ruang udara, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), mitigasi paparan bahan kimia, serta pemahaman komponen dan sistem propulsi drone.

Pada sesi praktik, peserta dibekali keterampilan teknis seperti manajemen baterai lithium polymer (Li-Po), kalibrasi instrumen, prosedur pengoperasian drone, serta penanganan kondisi darurat.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih dalam penyusunan perencanaan misi penerbangan, pembuatan peta lahan, serta pengoperasian sistem autopilot dan telemetri untuk pemantauan secara real-time.

Kegiatan ini dipandu oleh instruktur profesional dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BBPM Mektan). Materi yang disampaikan mencakup pemetaan digital, teknik penerbangan, hingga pengolahan data menjadi peta digital menggunakan aplikasi DroneDeploy. Peserta juga mendapatkan wawasan terkait pemanfaatan drone dalam kegiatan penyuluhan, seperti pemantauan serangan organisme pengganggu tanaman dan pendataan kondisi lahan.

Baca Juga: Di Hadapan Saudagar Bugis Makassar, Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian modern.

“Kami berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengoperasikan teknologi pertanian modern, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian,” ujarnya.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan digitalisasi. Penguatan sistem data pertanian berbasis teknologi juga menjadi fokus utama dalam mendukung pengambilan kebijakan yang cepat dan akurat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM pertanian merupakan kunci dalam mendorong transformasi pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital, termasuk drone, dinilai mampu meningkatkan efektivitas kerja serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Ke depan, PEPI berkomitmen untuk terus mengembangkan pelatihan serupa dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa. Dengan penguasaan teknologi yang semakin baik, lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian presisi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.(*)