13 Mei 2026

Bangka Selatan

Politeknik Enjinering Kementan Percepat Tanam Serempak, Bangka Selatan Siap Panen Raya

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus diperkuat. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian melaksanakan koordinasi persiapan tanam serempak di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan tanam di berbagai wilayah, mulai dari kesiapan lahan, sarana produksi, pendampingan teknis, hingga penguatan sinergi antar stakeholder pertanian guna meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terus mendorong seluruh jajaran pertanian untuk mempercepat tanam serempak, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai upaya nyata mewujudkan swasembada pangan nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan percepatan tanam sangat ditentukan oleh kuatnya koordinasi, pendampingan lapangan, dan keterlibatan aktif seluruh stakeholder pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin. Ia menilai penguatan sinergi antar lembaga dan kesiapan sumber daya manusia pertanian menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan keberhasilan program swasembada pangan.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa koordinasi persiapan tanam serempak merupakan bagian dari upaya memastikan proses budidaya berjalan lebih optimal, terencana, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjinering Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

“Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan seluruh unsur bergerak bersama mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional. PEPI siap mendukung melalui pendampingan, penerapan teknologi pertanian, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian di lapangan,” ujar Harmanto.

Sementara itu, Wakil Direktur III PEPI, Enrico Syaefullah, menekankan pentingnya kesiapan teknis dan pendampingan intensif agar pelaksanaan tanam serempak berjalan sesuai target.

“Kegiatan ini bukan sekadar koordinasi, tetapi juga bentuk penguatan kolaborasi dan semangat bersama dalam mendukung percepatan tanam. Dengan pengelolaan yang baik dan pendampingan optimal, produktivitas pertanian diharapkan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” jelas Enrico.

Dalam koordinasi tersebut turut dibahas strategi pengelolaan lahan, penyusunan jadwal tanam, kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pola pendampingan petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan.

Melalui langkah ini, PEPI Kementan berharap pelaksanaan tanam serempak di Bangka Selatan dapat berjalan maksimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(*)

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) mendorong Brigade Pangan (BP) Kabupaten Bangka Selatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, melalui aktivasi strategi bisnis.

Ini menjadi salah satu program Kementan untuk mencapai target swasembada pangan, utamanya pada komoditas padi. Sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Hadir di Desa Pergam, Kecamatan Air Gegas, dan Desa Serdang, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (5/7/2025), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyebut BP harus berorientasi bisnis.

"Kami tidak memperbolehkan BP mengelola lahan skala usaha kecil-kecil, skala usahanya harus besar, harus efisien, harus ekonomis karena diarahkan dalam kegiatan bisnis," terang Idha.

Ia mendorong BP untuk memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam mengolah lahan.

Baca juga:

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

”Brigade Pangan diharapkan bisa mengelola lahan minimal 150 hektare. Brigade Pangan sendiri masuk dalam organisasi bisnis yang difasilitasi dengan alsintan. Agar kedepan bisa mandiri,” lanjutnya.

Ia pun mengapresiasi manajer BP Beras Basa yang berinisiatif memodifikasi alsintan traktor roda 4 (TR4) yang sudah diterima untuk membuka lahan berat yang ada di wilayah mereka.

Beberapa BP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaksanakan pembukaan lahan vegetasi sedang - berat dengan meminjam excavator dari Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten, atau dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di wilayah tersebut.

”Untuk lahan vegetasi berat, BP bisa berkoordinasi dengan dinas setempat untuk menurunkan alat berat. Yang digunakan untuk membuka lahan tersebut,” ucap Idha.

Hadir mendampingi Kepala BPPSDMP, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggungjawab BP Kepulauan Bangka Belitung, R. Hermawan mengatakan dirinya siap melakukan pendampingan di lapangan. Hal ini dibuktikan dengan penerjunan dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP Kabupaten Bangka Selatan.

”Kami menerjunkan sejumlah dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP di lapangan. Tak hanya aspek teknis, namun juga dari segi manajemen agribisnisnya. Supaya target produksi, sekaligus kesejahteraan petani bisa dicapai secara simultan,” pungkasnya. (IMNS/os)