16 Maret 2026

Agroeduwisata

Kemas Pertanian Modern Lewat Agroeduwisata, Kementan Tingkatkan Proses Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG – Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan teknologi pertanian kepada 50 siswa didampingi guru SMA Al-Azhar 33 Jatimakmur Kota Bekasi yang berkunjung ke UPT pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Senin (01/12/2025).

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pembinaan, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.

“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing,” tuturnya.

Mentan Amran menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian.

Menurutnya, inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, para siswa kelas 10 SMA Al-Azhar 33 Jatimakmur Kota Bekasi diajak menuju 3 lokasi di lahan praktik Inkubator Agribisnis, yaitu ke laboratorium kultur jaringan, laboratorium pengolahan hasil pertanian, dan screen house tanaman hias.

Widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian didampingi petugas laboratorium kultur jaringan, memberi materi singkat tentang teknologi kultur jaringan.

Di awal materi, peserta diberikan pertanyaan-pertanyaan pengetahuan dasar berkaitan kultur jaringan melalui games online yang sangat menarik bagi mereka untuk berpartisipasi mengasah kemampuan kognitifnya.

Baca juga:

Brigade Pangan Kabupaten Ciamis Siap Sukseskan Swasembada Pangan

Selanjutnya, mereka diajak mempraktikkan 1 tahapan kultur jaringan, yaitu aklimatisasi bibit tanaman pisang. Satu-persatu siswa membersihkan bibit pisang dari dalam planlet, mencucinya dengan larutan fungisida, lalu mencelupkan ke zat pengatur tumbuh.

Bibit pisang dililitkan dengan humus kering sebelum dimasukkan ke pot-pot mini dan kemasan mika dan disemprotkan vitamin tumbuhan yang bermanfaat untuk memberikan daya tahan terhadap pertumbuhan tanaman.

Beranjak ke lokasi berikutnya adalah laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian lalu memberikan penjelasan tentang sub sistem dalam agribisnis, yaitu sub sistem hulu untuk penyediaan sarana produksi, usaha tani yaitu budidaya, hilir yaitu kegiatan pengolahan hasil pertanian, dan jasa penunjang yaitu kegiatan pemasaran, keuangan, dan pendidikan.

Sub sistem ini saling terintegrasi, mulai dari penyediaan input, proses produksi, pengolahan lebih lanjut, hingga distribusi dan pemasaran produk akhir.

Peserta diberikan penjelasan tentang sub sistem hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Mereka mempraktikkan olahan jagung menjadi es krim. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung.

Secara bergantian, siswa-siswi mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari yaitu es krim jagung, mulai dari pencampuran bahan yaitu jagung manis pipil, telur, susu kental manis, susu murni, dan bahan pengembang makanan.

Selanjutnya pemasakan bahan di atas kompor, pembekuan hingga adonan es krim dimixer sebelum dibekukan kembali dan siap konsumsi. Terakhir, dilakukan pengemasan es krim ke dalam kemasan yang menarik.

Terakhir, di zona screen house tanaman hias, widyaswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan perbanyakan kaktus dengan teknik grafting dan sukulen dengan stek daun yang cukup mudah karena bisa dipraktikkan generasi muda dan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan di masa depan.

Kepala SMA Al-Azhar 33 Kota Bekasi, Sigit Raharjo, sangat mengapresiasi kegiatan kunjungan ini karena pelayanan yang diberikan sangat baik.

“InsyaAllah pengetahuan yang diberikan kepada anak-anak kami bermanfaat untuk mereka semua sebagai bagian pengenalan kewirausahaan di bidang pertanian,” tuturnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Perkenalkan Agroeduwisata ke Siswa SD Cimahi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan agribisnis kepada 89 siswa kelas 1, 2, dan 3 SD IT Bina Insan Cendekia Kota Cimahi yang berkunjung Kamis (30/10/2025). Rombongan diterima secara resmi oleh Kepala Balai didampingi tim manajemen.

Kegiatan outing class ini bertujuan untuk mengenal hal-hal baru yang bermanfaat. Dan pertanian merupakan bidang yang menarik untuk dipelajari.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendorong generasi muda untuk mengawal Indonesia menuju negara superpower.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” kata Mentan Amran.

Kementan juga mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian untuk menciptakan wirausahawan tani (agropreneur), meningkatkan produktivitas, dan menyokong ketahanan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perlu ada pendampingan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian, baik dalam bentuk mentoring maupun akses permodalan.

Baca juga: 

Persiapan Masa Purnabakti, Pegawai KAI Perdalam Budidaya Tanaman Hias

Dalam kunjungannya, para siswa SD IT Bina Insan Cendekia Kota Cimahi diajak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian, didampingi petugas menjelaskan tujuan kegiatan pengolahan hasil pertanian. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung.

Keseruan terjadi karena anak-anak antusias mempaktikkan pembuatan es krim jagung. Para generasi alpha ini tampak antusias bergantian mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari oleh anak-anak, mulai dari pencampuran bahan, pemasakan bahan, dan pengemasan es krim jagung.

Di screen tanaman hias, widyaiswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan proses perbanyakan kaktus melalui teknik grafting dan stek pucuk untuk sukulen.

Anak-anak tampak senang karena masing-masing hasil praktik baik es krim jagung dan tanaman kaktus dan sukulen yang bisa dibawa pulang untuk dilakukan pemeliharaan.

Apresiasi juga disampaikan Kepala SD IT Bina Insan Cendekia Kota Cimahi, Erni Suryadin.

“Tujuan kami di sini belajar di alam. Anak-anak tampak excited tadi belajar tentang tanaman hias yaitu cara menanam kaktus dan sukulen. Setelah itu mereka praktik pengolahan hasil pertanian yaitu membuat es krim jagung," katanya.

Menurut Erni, anak-anak senang bisa belajar di luar kelas sembari melihat sekelilingnya melihat kebun sayuran dan udaranya juga sejuk.

“BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat belajar pertanian,” tuturnya.(***)

Agroeduwisata, Sarana Kementan Edukasi Generasi Muda Sektor Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Keberadaan Agroeduwisata di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), dimanfaatkan untuk menarik minat generasi muda dalam mempelajari pertanian. Hal ini juga dimanfaatkan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama saat mengunjungi BBPP Lembang, Selasa (21/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan sektor pertanian memberikan kesempatan bagi anak muda untuk berkarir.

“Kita mentransformasi pertanian dari tradisional ke modern. Kita buat setara dengan Amerika dan China dengan teknologinya sehingga anak muda turun,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya mengubah paradigma bertani.

“Mindset harus berubah. Pertanian modern adalah keharusan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.

Upaya modernisasi tersebut dapat dilihat di UPT seperti BBPP Lembang. Penggunaan teknologi internet of things hingga otomatisasi di green house sudah dapat dilihat praktik dan penggunaannya.

Baca juga:

Lewat KATALIS, Kementan Kenalkan Teknologi Aeroponik Kentang ke Petani Bandung Barat

Hal ini menarik bagi generasi muda seperti para siswa SMPIT Insantama yang melakukan study tour ke BBPP Lembang.

Para siswa yang mendapatkan tugas untuk menulis karya ilmiah mengenai pertanian kemudian antusias mengelilingi inkubator agribisnis yang ada di balai tersebut.

Yang menarik bagi mereka diantaranya adalah budidaya tanaman dengan menggunakan teknik hidroponik. Instalasi hidroponik di BBPP Lembang menunjukkan berbagai teknik yang dimungkinkan tanpa media tanam berupa tanah. Diantaranya adalah menggunakan teknik aeroponik, irigasi tetes, dan deep flow technique (DFT).

Masing-masing teknik tersebut memiliki keuntungannya tersendiri. Aeroponik misalnya, yang digunakan untuk membudidayakan kentang di BBPP Lembang, dapat menghasilkan kentang G0 yang digunakan untuk membudidayakan bibit unggul tanaman kentang.

Para siswa juga mengunjungi greenhouse otomatis BBPP Lembang yang digunakan untuk membudidayakan melon dan tomat. Di sampingnya terletak instalasi DFT yang umumnya digunakan untuk membudidayakan tanaman berdaun seperti selada, pak choi, dan sebagainya.

Sebagai penutup, para siswa mengunjungi Lab Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. Di sana mereka dapat melihat beragam sayuran diolah menjadi makanan kemasan seperti es krim, cheese stick, eggroll, dan lainnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang terbuka untuk masyarakat yang ingin mempelajari pertanian.

“Ini adalah komitmen kami dalam menumbuhkan petani generasi selanjutnya,” tegas Ajat.(***)

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Dunia Usaha Dunia Industri ke Gen Z melalui Agroeduwisata

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihannya yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 41 siswi Madrasah Aliyah (MA) Sabilunnajah, Pesantren Sabilunnajah Ranacekek Kabupaten Bandung.

Para Generasi Z tersebut mengunjungi BBPP Lembang selama 2 hari, 20 – 21 Mei 2025. Rombongan MA Sabilunnajah diterima oleh Tim Manajemen.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. Dua puluh tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Mentan, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Sementara Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Sabilunnajah, Jajat Kurniawan, menjelaskan tujuan rombongan mendatangi BBPP Lembang, Selasa (20/5/2025).

“Tujuan kami mengajak siswi-siswi sebagai salah satu program pembelajaran dalam rangka mengenalkan siswi terhadap dunia kuliah dan dunia usaha dunia industri. Kami ingin mempelajari tentang teknik budidaya tanaman, teknik pengolahan hasil pertanian, dan manajemen pemasaran hasil pertanian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi klasikal untuk mengenalkan siswi-siswi kelas XI sebagai job creator nantinya, yaitu tentang kewirausahaan dan urban farming.

Untuk meningkatkan aspek psikomotorik peserta kunjungan, peserta melakukan praktik-praktik pertanian di Inkubator Agribisnis.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara mengajak generasi Z ini untuk bisa menangkap peluang berbisnis di bidang tanaman hias yang menjanjikan penghasilan besar. Kaktus dan sukulen koleksi tanaman hias di BBPP Lembang juga bisa menjadi peluang bisnis pertanian.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Jawa Barat untuk Komoditas Perkebunan

Karena itu, mereka diajarkan teknik perbanyakan tanaman hias, mulai dari penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Selain itu, mereka juga praktik menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting pada tanaman kaktus.

Bergerak menuju zona budidaya tanaman sayuran dengan sistem hidroponik, petugas mengenalkan cara pembuatan instalasi hidroponik sistem DFT.

Setelah itu budidaya tanaman sayuran daun seperti pakcoy dan seledri, mulai dari persemaian, nutrisi yang digunakan untuk pupuk tanaman, dan cara menanamnya.

Kunjungan diakhiri di laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Petugas laboratorium memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Siswa dikenalkan produk olahan jagung untuk peningkatan nilai tambahnya menjadi cemilan menyegarkan, yaitu es krim jagung.

Pertama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat es krim mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, menghancurkan adonan es krim menggunakan mixer, dan mengemas es krim ke dalam wadah-wadah es krim yang dijual seharga Rp5.000.

Salah seorang siswi, Lensheolla Livina Mulyadi, dengan riang menceritakan pengalamannya belajar pertanian selama 2 hari di BBPP Lembang.

“Belajar pertanian di BBPP Lembang mengasyikkan! Suasananya sejuk, pembimbingnya ramah, dan kami memperoleh ilmu baru di sini serta bisa praktik langsung. Olahan es krim dan sorbet juga unik ya belum ada dijual di luar sana,” ucapnya.

“Ilmu yang kami dapatkan bermanfaat sekali, masyaAllah semoga menjadi amal jariyah bagi BBPP Lembang,” ungkap gadis yang akrab disapa Lenshe.(***)