Penguatan Pembelajaran Terintegrasi, Polbangtan Kementan Gelar Kunjungan Akademik

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Sebanyak 149 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang melakukan kunjungan akademik ke Polbangtan Yogyakarta-Magelang (Yoma), Selasa (21/4/2026), guna memperkuat pembelajaran berbasis praktik di sektor pertanian.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran terintegrasi Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 bagi mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan tingkat I dan II.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peran generasi muda sangat menentukan percepatan pembangunan sektor pertanian nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut pendidikan vokasi menjadi ujung tombak dalam mencetak SDM pertanian yang adaptif dan siap kerja.
“Kolaborasi antarkampus vokasi akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi dan pengamatan praktik pembelajaran di lingkungan kampus.

Materi yang dipelajari mencakup kelembagaan petani, komunikasi penyuluhan, hingga teknologi produksi dan agribisnis berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga mendalami aspek manajemen SDM, evaluasi penyuluhan, serta teknologi pemupukan ramah lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Polbangtan Yoma Yogyakarta ini dibuka oleh Wakil Direktur I, Dr. Endah Puspitojati, dan dihadiri perwakilan Polbangtan Malang, Dr. Budi Sawitri.
Salah satu agenda utama adalah pemaparan program Juru Tani yang menjadi inovasi dalam penguatan pendidikan vokasi pertanian. Mahasiswa juga mengikuti diskusi interaktif terkait pengembangan laboratorium dan Teaching Factory (TEFA).
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata, kunjungan ke fasilitas kampus, serta observasi langsung ke area praktik.
Melalui kegiatan ini, sinergi antar Polbangtan diharapkan semakin kuat dalam mencetak generasi muda pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap mendorong kemajuan sektor pertanian nasional.(*)
