8 Mei 2026

Tahun: 2026

BRI KC Mabes TNI Cilangkap Gencarkan Penggunaan EDC ke Merchant

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - BRI KC Mabes TNI Cilangkap terus gencarkan penggunaan mesin EDC ke merchant.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan serta penetrasi penggunaan mesin EDC BRI oleh Merchant kepada customer /nasabah.

Sekaligus juga kunjungan untuk bagaimana memaksimalkan penggunaan Mesin EDC tersebut.

Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan merchant bisa semakin memahami tentang penggunaan mesin EDC BRI. Dan para pengguna atau nasabah bisa menikmati kemudahan serta keuntungan dari beragam promo dari BRI.

"Dengan adanya penggunaan mesin EDC BRI ini tentunya bisa memudahkan dan menguntungkan nasabah yaitu merchant ataupun konsumen," tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI banyak memiliki produk dan program unggulan. Tak hanya penggunaan mesin EDC BRI, ada juga aplikasi BRImo yang tentunya sangat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman.

"Nasabah atau konsumen BRI bisa menikmati beragam program dan produk unggulan kami," tutupnya.(*)

BRI Kanca Menara BRILiaN dan RS Mitra Keluarga Gelar Layanan Kesehatan bagi Insan BRILiaN

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan dan kesehatan para karyawannya, BRI Kantor Cabang (Kanca) Menara BRILiaN menjalin sinergi strategis dengan RS Mitra Keluarga dalam mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi medis di lingkungan kantor. Kegiatan yang berlangsung hangat ini diikuti antusias oleh para Insan BRILiaN.

Dalam agenda tersebut, para karyawan mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah, guna memastikan kondisi fisik tetap prima dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Pimpinan Kanca BRI Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita menjelaskan, disini dilakukan pemeriksaan Kesehatan Berkala, Memberikan fasilitas pengecekan medis dasar di area kerja untuk deteksi dini risiko penyakit.

Marco menambahkan, kolaborasi ini memperkuat hubungan antara sektor perbankan dan kesehatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat (healthy workplace).

"Dengan kondisi kesehatan yang terpantau, diharapkan Insan BRILiaN dapat bekerja lebih optimal dan penuh semangat," tegasnya.

Melalui kerja sama ini, BRI Kanca Menara BRILiaN membuktikan bahwa aspek Human Capital bukan sekadar tentang performa kerja, melainkan juga tentang menjamin kualitas hidup dan kesehatan setiap individu di dalamnya.(*)

BRI Bogor Dewi Sartika Kembali Salurkan TJSL di Beberapa Titik

TANIINDONESIA.COM, BOGOR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bogor Dewi Sartika kembali menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ke beberapa titik wilayah.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian berupa corporate social responsibility (CSR) BRI Cabang Bogor Dewi Sartika kepada lingkungan sekitar yang membutuhkan.

Pimpinan Cabang BRI Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat menjelaskan, bantuan TJSL kali ini berupa seperangkat peralatan sound sistem portable di lingkungan yang membutuhkan.

Untuk penyalurannya dilakukan tersebar, ada di Yayasan Mitrosul Iman. Kemudian ada di Yayasan Raahman Annury. Lalu ada juga di Yayasan Al Fathoniyah SMK Inovatif.

"BRI Bogor Dewi Sartika selalu berupaya semaksimal mungkin berpartisipasi dalam membantu lingkungan sekitar yang membutuhkan," tegasnya.

Ketua Yayasan Mitrosul Iman, Deden Arif Dinul Hakiki menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan dari BRI BO Bogor Dewi Sartika. Pasalnya ini memang dibutuhkan untuk kegiatan di lingkungan Yayasan Mitrosul Iman.(*)

BRI BO Warung Buncit – Poltekpin Tanda Tangani Kerjasama

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Warung Buncit menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin).

Adapun kerjasama yang dilakukan berupa pembayaran payrol pegawai di lingkungan Poltekpin.

Penandatanganan PKS payrol gaji dilaksanakan di Kampus Poltekpin, Tangerang pada 7 Januari 2026.

Proses penandatanganan PKS payrol ini dilakukan oleh BO Head BRI Warung Buncit, Ahmad Sudiyana Suwandi dan Direktur Poltekpin, Odi Jarodi.

BO Head BRI Warung Buncit, Ahmad Sudiyana Suwandi menjelaskan, penandatangan PKS payrol ini merupakan bentuk nyata kerjasama berupa pemberian layanan perbankan dari BRI Warung Buncit ke pegawai di lingkungan Kampus Poltekpin.

"Tentunya kami akan memberikan pelayanan perbankan terbaik untuk seluruh pegawai disini sebagai nasabah," ungkapnya.

Direktur Poltekpin, Odi Jarodi menambahkan, dengan adanya kerjasama payrol dengan BRI Warung Buncit diharapkan bisa melayani kebutuhan perbankan dari seluruh pegawai Kampus Poltekpin.

"Besar harapan kami ke depan akan semakin mudah dalam melakukan transaksi perbankan dan juga dapat menikmati program unggulan BRI," tutup Odi.(*)

BRI KC Depok Salurkan TJSL Berupa Ambulance Untuk Yayasan Insan Peduli Sejahterah

TANIINDONESIA.COM, Depok - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Depok menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) berupa Ambulance ke Yayasan Insan Peduli Sejahterah yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Bantuan TJSL BRI berupa Ambulance ini diserahkan di halaman KC BRI Depok yang berada di Jalan Margonda Raya no.33, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok (5/1/2026).

Pemimpin BRI KC Depok, Aris Abdillah menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) BRI yang mana memang diperuntukkan bagi lingkungan yang membutuhkan.

Aris menambahkan, penyerahan bantuan program TJSL BRI diberikan kepada Ketua Yayasan Insan Peduli Sejahterah, Rosanah.

"Semoga apa yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," terangnya.

Pemberian bantuan TJSL BRI ini menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat sekitar.

Tak hanya berupa ambulance, program TJSL BRI juga memiliki beberapa bentuk lain dari berbagai bidang seperti sosial, keagamaan, pendidikan dan lainnya.

"Kami siap berkontribusi ke masyarakat, ini merupakan salah satu bentuk apresiasi BRI terhadap lingkungan," tegasnya.

Ketua Yayasan Indah Peduli Sejahterah, Rosanah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BRI KC Depok atas bantuan Ambulance ini. Tentunya apa yang diberikan akan dimanfaatkan sebaik mungkin di lingkungan Yayasan Insan Peduli Sejahterah.

"Bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat, sekali lagi terimakasih BRI KC Depok," tutup Rosanah.(*)

Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung

TANIINDONESIA.COM, SUKOHARJO. Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasi kepada Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo atas keberhasilannya menjalankan bisnis jasa alat mesin pertanian (alsintan).

Dari usaha sewa alsintan, koperasi yang berdiri di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini berhasil mendapatkan keuntungan 15 juta sepanjang tahun 2025.

Koperasi yang terbilang masih muda ini membuktikan bahwa jasa alsintan bisa memberikan keuntungan yang jelas. Sebab, petani saat ini membutuhkan alsintan untuk mengurangi biaya produksi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut teknologi tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan indeks pertanaman serta hasil panen nasional. Sehingga, mampu menguatkan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

"Kita gunakan semua teknologi. Dan ke depan kami yakin biaya produksi turun," tegasnya.

Ia mengatakan efisiensi yang dihasilkan sangat signifikan, di mana dahulu satu hektare sawah memerlukan 25 pekerja, kini 25 hektare bisa ditanam hanya dalam satu hari dengan bantuan drone pertanian.

Ditambahkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, selain soal alsintan, pertanian modern juga menggunakan varietas unggul yang dikelola manajemen kelompok tani agar dapat bekerja secara bersama-sama.

Baca juga: Jelang Nataru, Mentan Amran Pastikan Jaga Distribusi dan Stok Pangan

“Mereka punya struktur, mereka punya pembagian tugas, dan semua yang bertugas di dalam kelompok harus optimal melakukan fungsinya masing-masing, baik di sektor produksi, alsintan, pengelolaannya, kemudian pemasaran dan juga administrasi dan keuangan,” katanya.

Hadir pada Rapat Anggota Tahunan Rabu (21/1/2026), Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan menyebut koperasi memiliki posisi strategis dalam mengakselerasi program prioritas Kementerian Pertanian.

“Koperasi pertanian yang dikelola secara profesional dan berbasis teknologi akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.” ucapnya.

Ia mengapresiasi Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo yang bergerak cepat dan berpenghasilan 122 juta rupiah dalam 1 tahun pendiriannya.

“Saya melihat, baru ini koperasi pertanian modern yang sudah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan. Dan telah berkolaborasi dengan berbagai stakeholder , bahkan dari kabupaten lain. Hebat sekali!” katanya.

Ia menegaskan Polbangtan Yoma selalu siap mendampingi dan bersinergi dengan koperasi sebagai bagian dari penguatan SDM dan kelembagaan pertanian.

Karjono, Ketua Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo mengatakan keberhasilan ini adalah bentuk komitmen seluruh pengurus dan anggota dalam memperkuat peran koperasi sebagai lembaga ekonomi petani yang modern, profesional, dan berkelanjutan.

“Koperasi harus menjadi tulang punggung modernisasi pertanian. Melalui peningkatan pelayanan alsintan, penguatan kapasitas pengurus dan operator, serta pengembangan unit usaha dan jejaring pemasaran, kami ingin koperasi hadir secara nyata dalam meningkatkan Indeks Tanam dan kesejahteraan petani,” papar Karjono.(*)

Peringatan Konstruktif Bupati Tolikara di Forum APKASI 2026: Risiko Ganda Pemerintahan Daerah di Tanah Papua dalam Tekanan Fiskal, Keamanan, dan Pembangunan

TANIINDONESIA.COM, Batam - Bupati Tolikara, Willem Wandik, menyampaikan keprihatinan mendalam Terhadap Penetapan penyesuaian Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026, yang dinilai berpotensi menurunkan daya tahan fiskal pemerintah daerah, khususnya di Tanah Papua, serta berdampak langsung pada keberlanjutan pelayanan publik dan stabilitas sosial.

Dalam forum resmi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bupati Tolikara menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Tanah Papua secara objektif menghadapi risiko ganda (double burden) yang tidak sepenuhnya dialami daerah lain di Indonesia.

Di satu sisi, pemerintah daerah di Tanah Papua sangat bergantung pada dana transfer pusat dan dana otonomi khusus akibat keterbatasan kapasitas Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain, banyak daerah Kabupaten di Tanah Papua juga menghadapi tantangan keamanan, legitimasi negara, dan kohesi sosial yang sangat ditentukan oleh kehadiran nyata pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan yang dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.

“Ketergantungan fiskal kami terhadap TKD dan dana Otonomi Khusus sangat tinggi. Di Tolikara, kontribusi PAD masih sangat terbatas. Setiap penyesuaian TKD secara langsung akan menekan kemampuan daerah dalam menjalankan fungsi dasar pemerintahan,” ujar Willem Wandik di sela-sela kegiatan APKASI.

Secara struktural, lebih dari 95 persen APBD kabupaten/kota di Tanah Papua bersumber dari transfer pemerintah pusat, sementara tingkat kemandirian fiskal rata-rata berada di bawah 5 persen. Kondisi ini menjadikan setiap kebijakan penyesuaian TKD memiliki dampak langsung terhadap kapasitas pelayanan publik, stabilitas sosial, dan efektivitas kehadiran negara di wilayah paling timur Indonesia, dengan kerawanan isu kesenjangan dan gangguan keamanan yang cukup tinggi.

Kesenjangan Fiskal dan Realitas Geografis yang Tidak Simetris

Bupati Tolikara menekankan bahwa kebijakan fiskal nasional perlu mempertimbangkan realitas geografis dan biaya pembangunan yang ekstrem di Tanah Papua.. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik periode 2024–2025, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di wilayah pegunungan Papua berada jauh di atas rata-rata nasional.

Dengan Surabaya sebagai indeks dasar (100), beberapa kabupaten di wilayah Papua Pegunungan mencatat angka skoring IKK yang sangat tinggi, antara lain:

•Kabupaten Tolikara: 288,59
•Kabupaten Mamberamo Tengah: 285,83
•Kabupaten Lanny Jaya: 257,73
•Kabupaten Jayawijaya: 242,78
•Kabupaten Nduga: 230,13

Tingginya skoring IKK tersebut berdampak langsung pada rendahnya daya beli anggaran daerah. Dengan nilai anggaran yang sama, capaian pembangunan fisik di Tanah Papua menjadi jauh lebih terbatas dibandingkan wilayah lain di Indonesia.
Sebagai ilustrasi, Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp10 miliar di Pulau Jawa dapat membiayai pembangunan sekitar 10 unit Puskesmas, sementara di Kabupaten Tolikara dana yang sama hanya mampu membangun sekitar 3 unit Puskesmas dengan spesifikasi setara.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan capaian pembangunan di Tanah Papua bukan disebabkan oleh inefisiensi daerah, melainkan oleh realitas biaya logistik dan geografis yang tidak sebanding.

Pada saat yang sama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Papua Pegunungan masih berada pada kisaran 50–60, jauh di bawah rata-rata nasional. Artinya, daerah-daerah seperti Tolikara masih berada pada fase pemenuhan layanan dasar (basic needs) yang bersifat fundamental, tidak memiliki substitusi, dan wajib dipenuhi oleh negara, bukan pada fase pembangunan lanjutan yang bersifat opsional, yang dapat dipilih prioritasnya, serta secara kebijakan masih dapat ditunda sementara hingga kapasitas fiskal dan dukungan anggaran tersedia secara memadai.

"Dalam kondisi IPM yang masih tertinggal, pemangkasan anggaran justru berisiko memperlambat percepatan layanan dasar dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Komitmen Tolikara: Melindungi Pendidikan dan Kesehatan sebagai Prioritas Utama

Menanggapi kebijakan efisiensi anggaran nasional, Bupati Tolikara menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tolikara tetap berkomitmen menjaga sektor pendidikan dan kesehatan dasar sebagai prioritas utama.

Sebagai kepala daerah definitif periode 2025–2030, ia menegaskan bahwa Pemkab Tolikara akan tetap berpegang pada prinsip mandatory spending, yang diperkuat melalui dana otonomi khusus, dengan fokus sebagai berikut:

•Pendidikan dialokasikan sekitar 20–25 persen APBD, termasuk perlindungan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Tolikara.

•Kesehatan dialokasikan minimal 15 persen, dengan prioritas pada layanan dasar, penanganan stunting, dan penguatan Puskesmas di distrik terpencil.

•Insentif bagi guru dan tenaga kesehatan di wilayah terluar, terisolasi, dan terpencil tetap dipertahankan sebagai bagian dari strategi menjaga kehadiran negara.

“Jika fiskal mengalami tekanan, pemerintah daerah akan menyesuaikan belanja non-esensial seperti perjalanan dinas dan operasional birokrasi, tanpa mengorbankan pelayanan dasar masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan Kolaboratif untuk Program Nasional di Tanah Papua

Dalam konteks pelaksanaan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan rencana pembangunan Sekolah Berasrama (Sekolah Rakyat), Bupati Tolikara menekankan bahwa koordinasi lintas level pemerintahan harus bersifat substantif, bukan sekadar administratif.

Pemerintah pusat sebagai perumus kebijakan dan penyedia anggaran "perlu bersinergi" dengan pemerintah daerah sebagai pelaksana yang memiliki penguasaan medan dan pemahaman konteks lokal.

Dengan memperhatikan Kabupaten Tolikara yang memiliki karakteristik khusus, antara lain:

•Terdiri dari 545 desa/kampung di 46 distrik, sebagian besar berada di kawasan pegunungan tanpa akses transportasi darat reguler.

•Sebagian besar wilayah hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara atau jalur darat ekstrem, dengan biaya logistik yang dapat mencapai 3–5 kali lipat dibandingkan wilayah non-Papua.

•Distribusi logistik program MBG memerlukan rantai pasok lokal yang adaptif, agar tetap efisien dan tepat sasaran.

Tanpa sinergi berbasis pemetaan lokal,_ program nasional berisiko terhambat oleh kendala distribusi dan tingginya biaya operasional di lapangan.

Harapan terhadap Kebijakan Fiskal yang Lebih Kontekstual dan Berkeadilan

Menutup pernyataannya, Bupati Tolikara menyampaikan harapan agar pemerintah pusat dapat terus memperhatikan kondisi objektif di Tanah Papua melalui pendekatan kebijakan yang lebih kontekstual dan berkeadilan.

Standar biaya umum yang bersifat nasional sering kali tidak memadai untuk mengeksekusi program pembangunan di wilayah dengan tingkat kesulitan geografis ekstrem.

Selain itu, ketergantungan pada transportasi udara menyebabkan biaya angkut barang dapat menyerap hingga 30–40 persen dari total alokasi anggaran di distrik terpencil.

Oleh karena itu, kebijakan fiskal yang semata-mata berbasis jumlah penduduk dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan kebutuhan riil daerah di Tanah Papua.

“Kami berkomitmen menjalankan kebijakan nasional secara akuntabel dan transparan. Namun, kebijakan fiskal perlu memberi ruang fleksibilitas yang realistis, agar pelayanan publik tetap berjalan dan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Pokok Rekomendasi Kebijakan

•Penyesuaian Standar Biaya di Tanah Papua agar selaras dengan realitas biaya konstruksi dan logistik.

•Fleksibilitas fiskal bagi daerah untuk membiayai sektor krusial dan bersifat darurat.

•Redefinisi anggaran afirmatif, yang tidak hanya berbasis angka, tetapi berpihak secara nyata pada tantangan geografis dan sosial.

•Debirokratisasi dan penyederhanaan regulasi, agar anggaran bersifat solutif dan mudah diakses masyarakat hingga wilayah paling terpencil.

Wa Wa, Yaki Yaki, Waniambe,
Jo Suba, Tabea Tabea,
Matur Nuwun, Horas,
Mejuah Juah, Ya’ahowu.
(Salam representasi Nusantara)

Willem Wandik So. Sos
(Bupati Tolikara P. Pegunungan)

BRI BO Jakarta Gatot Subroto Gelar Friday Market di DJP, Berikan Promo Spesial KPR dan BRIguna

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Gatot Subroto Gelar Friday Market di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Pemimpin BRI Gatot Subroto, Pamadi Purno Widodo menjelaskan, ini merupakan agenda rutin setiap Jumat.

Disini BRI BO Gatot Subroto membuka booth pemasaran untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan juga BRIguna di lingkungan kantor DJP.

BRIguna merupakan fasilitas kredit tanpa agunan dari Bank BRI yang ditujukan untuk pekerja berpenghasilan tetap (ASN, TNI, POLRI, BUMN/D) dan pensiunan, dengan sumber pembayaran dari gaji atau pensiun bulanan untuk berbagai kebutuhan konsumtif (renovasi, pendidikan) atau produktif (modal usaha).

Ada beberapa jenisnya, seperti BRIguna Karya untuk pegawai aktif, BRIguna Purna untuk pensiunan, dan BRIguna Digital yang bisa diajukan lewat aplikasi BRImo.

"Jadi khusus Friday Market di DJP ada promo khusus KPR dan BRIguna," tegasnya.

Adapun kegiatan Friday Market BRI Gatot Subroto di lingkungan DJP ini dilaksanakan setiap Jumat mulai pukul 08:00 hingga 14:00. Khusus di open booth ini ada promo KPR berupa bunga spesial 8,13%.

"Ayo jangan sampai terlewat kesempatan baik ini," tutupnya.(*)

Tak Sekadar di Balik Loket, Teller Bank BRI KC Cimanggis Layani Pensiunan hingga ke Luar Gedung

TANIINDONESIA.COM, Cimanggis - Komitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif kembali ditunjukkan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Di awal bulan, Teller turun langsung ke area luar gedung untuk memastikan hak pensiunan tetap terpenuhi tanpa hambatan aksesibilitas.

Seperti yang dilakukan dari BRI unit simpangan supervisi KC Cimanggis, teller Afra kharisma turun langsung ke area luar gedung untuk memastikan hak pensiunan tetap terpenuhi tanpa hambatan aksesibilitas, Senin (19/1/2026).

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya jemput bola pelayanan publik, terutama bagi kelompok lanjut usia, dengan layanan yang dilakukan tetap memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan transaksi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BRI menghadirkan pelayanan berbasis empati dan kemanusiaan. Pensiunan, yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem perbankan nasional, tetap mendapatkan hak layanan yang aman dan nyaman meski dihadapkan pada keterbatasan fisik.

Pelayanan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian serta keamanan transaksi. Teller memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, sekaligus menjaga privasi dan kenyamanan nasabah.

Praktik layanan ini sekaligus memperkuat peran BRI sebagai bank yang dekat dengan rakyat. Tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga pada nilai sosial dan tanggung jawab terhadap nasabah, terutama para pensiunan yang telah berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Melalui layanan jemput bola ini, BRI KC Cimanggis menunjukkan bahwa pelayanan perbankan yang berkeadilan dan berkepekaan sosial tetap relevan dan dibutuhkan di tengah perubahan zaman. (*)

BRI Bekasi Siliwangi Salurkan Bantuan Dana Bapekis ke Musala Al Mutaqin

TANIINDONESIA.COM, Bekasi - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Bekasi Siliwangi terus memberikan yang terbaik kepada nasabah dan juga masyarakat.

Beragam produk dan program unggulan BRI juga selalu diberikan kepada nasabah dan masyarakat. Sebut saja ada layanan digital dalam satu genggaman yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan yaitu BRImo.

Tak ketinggalan produk perbankan unggulan lainnya milik BRI yang memang sangat membantu para pelaku usaha, Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Oleh karena itu, dari sekian banyak program unggulan, BRI juga memiliki program untuk lingkungan sekitar yang membutuhkan. Sebagai bentuk kepedulian, BRI BO Bekasi Siliwangi menyalurkan bantuan berupa sumbangan ke lingkungan yang membutuhkan.

Adapun bantuan diberikan ke Musala Al Mutaqin yang berada di Jalan Kampung Pondok Benda Gardu, Jatiasih.

Pimpinan BRI Bekasi Siliwangi, Iqbal Perdana menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari program Badan Pembina Kerohanian Islam (Bapekis) BRI yang mana di kumpulkan dari para pekerja BRI BO Bekasi Siliwangi.

"Jadi ini merupakan sumbangan dari pekerja BRI BO Bekasi Siliwangi yang dikumpulkan setiap Jumat," terangnya.

Untuk kali ini sumbangan yang diberikan ke Musala Al Mutaqin berupa cat untuk bangunan musala tersebut.

Tentunya diharapkan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan meringankan kebutuhan pembangunan musala.

"Semoga apa yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan terimakasih untuk para pekerja BRI Bekasi Siliwangi," tegasnya.

BRI BO Bekasi Siliwangi memang memiliki beberapa program kepedulian dan ini merupakan salah satunya.

"Kami mempunyai beberapa program tak hanya sosial keagamaan, ada juga pendidikan, kesehatan dan lainnya," tutupnya.(*)