8 Mei 2026

Bulan: Januari 2026

Relokasi Kantor Kas BRI HK Tower Diresmikan

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Relokasi Kantor Kas (KK) BRI Indrakarya yang berada di The Hive, Apartment Jalan DI. Panjaitan No.Kav 3-4 7, RT.7/RW.11, Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara ke Hutama Karya (HK) tower Jalan MT Haryono Kav 8 Lantai
2, Cawang Jatinegara, Jakarta Timur dilakukan pada 22 Desember 2025.

Sebelumnya nama BRI KK Indrakarya kini namanya menjadi BRI KK HK Tower. Peresmian relokasi ini dilaksanakan pada 29 Desember 2025.

"Pindah lokasi dilakukan pada 22 Desember 2025 dan diresmikan 29 Desember 2025," ujar Kepala BRI KK HK Tower, Bambang Edi Prayitno.

Pimpinan KC BRI Pancoran, Ainul Wardi menambahkan, pindah lokasi kantor ini merupakan bagian dari langkah strategis BRI dalam meningkatkan efisiensi pelayanan dan memusatkan operasional di kantor yang lebih representatif dan memudahkan nasabah.

Bagi nasabah yang biasa bertransaksi di tempat lama kami informasikan bahwa seluruh layanan kini dapat diakses melalui Gedung Hutama Karya Jalan MT Haryono Kav 8 Lantai 2, Cawang Jatinegara, Jakarta Timur.

Menurut Ainul, BRI tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik dan terus memperluas jangkauan layanan serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan secara maksimal.

"Untuk informasi lebih lanjut mengenai perpindahan ini, nasabah dapat menghubungi SABRINA di 08121214017 atau bri.co.id," terangnya.

Seluruh aktivitas perbankan yang biasa dilakukan akan tetap sama, hanya saja berubah lokasi kantor saja. Layanan ya pun tidak ada yang berbeda, justru semakin lebih baik lagi.

“Pindahan ini tidak akan mengganggu layanan dan kenyamanan nasabah, mengingat seluruh layanan perbankan tetap dapat diakses dengan lancar melalui kantor cabang terdekat serta berbagai kanal digital BRI seperti BRImo, Internet Banking, dan ATM,” tutupnya.(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Kukuhkan BEM dan BPM Periode 2026/2027

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi menggelar kegiatan Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) yang dihadiri oleh sekitar 60 mahasiswa terpilih. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu pukul 19.30 WIB dan berpusat di Gedung Auditorium PEPI (14/01/2026).

Pelantikan diawali dengan pembacaan ikrar pengurus serta penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional, bertanggung jawab, serta berkontribusi positif bagi kemajuan institusi dan pembangunan pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) periode kepengurusan terbaru. Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, intelektualitas, serta karakter mahasiswa vokasi pertanian.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan bahwa Pelantikan pengurus BEM dan BPM ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan mahasiswa yang visioner, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika pembangunan pertanian nasional. Organisasi mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga menjadi mitra strategis institusi dalam mendukung program pendidikan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan Wakil Direktur III PEPI, Enrico Syaefullah dalam sambutannya menekankan pentingnya peran BEM dan BPM sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak inovasi, serta jembatan komunikasi antara civitas akademika dan manajemen kampus dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang partisipatif dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, melalui semangat baru kepengurusan ini, BEM dan BPM diharapkan dapat menyusun program kerja yang selaras dengan visi PEPI, khususnya dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa di bidang enjiniring pertanian, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian modern.

Direktur bersama jajaran dosen lainnya pun mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah terpilih sebagai pengurus BEM dan BPM tahun 2026/2027. Dirinya berharap dengan terpilihnya kepengurusan BEM dan BPM rekan – rekan mahasiswa dapat memajukan serta mengharumkan nama baik PEPI untuk kedepannya.(*)

Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

TANIINDONESIA.COM, BOGOR – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan siap kerja serta berdaya saing global di sektor pertanian.

Kegiatan berlangsung di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Bogor, selama tiga hari, Kamis–Sabtu (8–10 Januari 2026). Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri pertanian.

Penguatan kurikulum vokasi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya pendidikan pertanian dalam menghasilkan SDM unggul, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi tenaga profesional yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan solusi nyata di lapangan.
Menteri Pertanian juga mendorong perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian untuk memperkuat link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, meningkatkan porsi praktik dan inovasi, serta melahirkan lulusan yang siap mengawal program strategis pertanian nasional. Penerapan kurikulum OBE dinilai selaras karena berfokus pada hasil pembelajaran dan kompetensi lulusan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi agar semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan riil sektor pertanian.
Santi juga mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk menyusun kurikulum yang link and match dengan dunia usaha dan industri, memperkuat pembelajaran berbasis praktik, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja, karakter, dan daya saing tinggi.

Baca juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

Direktur PEPI, Harmanto, Kamis (8/1/2025) menegaskan bahwa PEPI secara konsisten menempatkan praktik sebagai porsi utama pembelajaran dibandingkan teori.

“Kami merancang pembelajaran agar mahasiswa mampu menghasilkan produk yang aplikatif dan siap digunakan di dunia kerja. Kurikulum OBE kami terapkan untuk memastikan setiap mata kuliah benar-benar berorientasi pada capaian kompetensi lulusan,” tegas Harmanto.

Ia juga menyampaikan target institusi untuk mendorong seluruh program studi meraih akreditasi unggul. Saat ini, akreditasi perguruan tinggi PEPI telah berperingkat Baik Sekali, sementara beberapa program studi masih berada pada peringkat Baik. Melalui workshop ini, penyusunan dokumen kurikulum OBE ditargetkan rampung secara optimal guna mendukung pencapaian perguruan tinggi unggul.

Wakil Direktur I PEPI, Andy Saryoko, dalam pemaparannya menyampaikan, penerapan kurikulum OBE merupakan amanat Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 yang mewajibkan perguruan tinggi menerapkan pembelajaran berbasis capaian lulusan. OBE menitikberatkan pada hasil pembelajaran yang dapat ditunjukkan lulusan, bukan sekadar penguasaan materi.

Melalui workshop ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan relevansi lulusan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional serta memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.(*)

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyatanya dalam mengawal kebijakan swasembada pangan nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangkaian kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penganugerahan Bintang Jasa Utama menjadi simbol pengakuan negara atas kerja nyata sektor pertanian dalam menjawab tantangan krisis pangan global dan memastikan ketersediaan pangan nasional. Sebagai tanda kehormatan tertinggi, penghargaan ini mencerminkan peran strategis Kementerian Pertanian yang tidak hanya merumuskan kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi nyata di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang konsisten dan berkelanjutan. Peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Presiden menekankan pentingnya peran Kementerian Pertanian sebagai operator kebijakan yang langsung bersentuhan dengan petani dan realitas pertanian nasional.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi khusus terhadap dedikasi Mentan Amran yang dinilainya bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat dan bangsa.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2026/12/07/presiden-prabowo-panen-raya-padi-di-karawang-tegaskan-arah-pertanian-modern-indonesia/

“Beliau ini menteri yang tidur 3 sampai 4 jam. Saya prihatin sekaligus bangga, masih mau berjuang. Tapi sayang, kenapa masih dicari-cari kesalahannya. Semakin baik menuju puncak, semakin kencang anginnya. Dan mereka yang kuat, merekalah yang bisa naik ke atas,” ungkap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, dan keberanian membela kelompok yang lemah.

“Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, membela orang yang lemah dan miskin, serta selalu menegakkan keadilan,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menggarisbawahi makna strategis swasembada pangan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama sebagai pelajaran penting dari krisis global yang pernah terjadi.

“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Itu tidak mungkin. Waktu COVID adalah peringatan, jangan mau bangsa ini bergantung kepada bangsa lain, apalagi untuk urusan makan,” ujarnya.

Menurut Presiden, anugerah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola secara optimal melalui sektor pertanian agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya dalam pangan, tetapi juga energi.

“Yang Maha Kuasa telah memberi kita anugerah luar biasa. Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain, bukan hanya soal makan, tetapi juga soal energi,” lanjut Presiden.

Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Terima kasih, saudara-saudara. Saudara bekerja keras, saudara kompak. Dalam satu tahun kita berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tergantung bangsa lain. Saudara-saudara berhasil, saudara memberi kepada negara bukti yang nyata dan mencatat tonggak penting dalam sejarah bangsa,” kata Presiden.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa penghargaan Bintang Jasa Utama tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.

“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” tegas Mentan Amran.

Penganugerahan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian ini menegaskan kehadiran negara dalam mengapresiasi kerja nyata sektor pertanian, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga pangan Indonesia tetap berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.

Panen raya padi di Karawang ini dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan, yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional. Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32. Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional. Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.

Baca juga: Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.

“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakab akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tegasnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.(*)