17 April 2026

Bulan: Oktober 2025

Hasilkan Inovasi BRIKAM, Politeknik Enjiniring Kementan Raih Penghargaan KIPP 2025

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA – Inovasi teknologi BRIKAM (Briket Arang Sekam) karya Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berhasil mencuri perhatian publik dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025.

BRIKAM secara resmi menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Jakarta, Senin(13/10/2025).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi PEPI dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi tepat guna yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dalam pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif yang lebih bersih, efisien, dan memiliki nilai jual.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan pelayanan informasi publik.

Dalam sambutannya, ini mengapresiasi kinerja Kementan dalam pencapaian swasembada pangan. Mentan menekankan pentingnya keterbukaan layanan informasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi perizinan hingga kinerja Kementan.

Kepala BPPSDMP, Widi Ida Arsanti, juga menegaskan bahwa pengembangan inovasi merupakan bagian dari komitmen peningkatan kualitas SDM pertanian melalui pendidikan vokasi yang aplikatif.

“Kami terus mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya menjadi kebanggaan kampus, tetapi juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Banyak inovasi nyata yang bisa dilakukan SDM pertanian guna menghasilkan solusi yang berdampak,” ujar Santi.

Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur (OSDMA) Kementerian Pertanian, Nurwahida, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi dan capaian di lingkungan Kementan. Ia menegaskan pentingnya untuk secara aktif mengomunikasikan hasil-hasil kinerja kepada masyarakat.

“Reformasi birokrasi dan penguatan kapasitas aparatur harus diikuti dengan komunikasi yang terbuka dan efektif. Komunikasikan capaian, bangun kepercayaan publik. Dengan begitu, masyarakat akan semakin memahami dan mengapresiasi peran serta kontribusi pemerintah dalam pembangunan,” ujarnya.

Nurwahida juga menambahkan bahwa OSDMA terus mendorong terciptanya budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif di seluruh unit kerja Kementan agar pelayanan publik semakin berkualitas dan berdampak nyata.

Direktur PEPI Harmanto, yang hadir dalam acara penghargaan tersebut menyatakan rasa bangganya atas capaian inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika PEPI.

Harmanto mengungkapkan, “Saya sangat bangga karena inovasi BRIKAM yang dikembangkan oleh tim kami telah mendapatkan penghargaan dalam kompetisi ini. Ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kerja keras dalam pengembangan teknologi tepat guna di bidang pertanian mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Mona Nur Moulia selaku dosen dan pencetus Inovasi BRIKAM menyatakan bahwa inovasi tersebut berawal dari Kajian Dosen dalam pemanfaatan limbah sekam serta alat kebutuhan untuk terciptanya Briket Arang Sekam yang di cetus pada tahun 2023. Hal tersebut juga sebagai mengembangan kepada mahasiswa PEPI sebagai bahan Praktek Kerja Lapang (PKL).

BRIKAM sendiri menjadi tantangan dalam hal mengubah limbah sekam padi yang berlimpah menjadi produk bernilai tambah Khususnya bagi Petani. “Besar harapan saya dengan diraihnya Inovasi ini dapat dikembangkan dan dilakukan evalusi terus menerus sehingganya layak untuk dapat di produksi oleh masyarat banyak”, tegas Mona.

Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika PEPI untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam membangun pertanian yang lebih maju, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Kami juga berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung ketahanan energi di sektor pertanian,” pungkasnya.(*)

Calon Purnatugas PT KAI Antusias Ikuti Pelatihan di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan bekal kepada 20 calon purna tugas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang sedang menyiapkan diri untuk menyongsong masa pensiun.

Bekal diberikan saat para calon pensiunan itu berkunjung ke BBPP Lembang, Selasa (7/10/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kerja sama antar lembaga dalam mencapai swasembada pangan.

“Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah,” tegas Mentan Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, Para Calon Purna Tugas PT KAI berkesempatan untuk melihat beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Kehadiran para calon pensiunan ini disambut di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Kemudian mereka melanjutkan kunjungan ke screen house tanaman hias.

Di screen house tanaman hias, para calon purna tugas melihat komoditas kaktus, sukulen, dan anggrek yang tersedia.

Mereka melihat potensi tanaman anggrek sebagai tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu sebagian tertarik dalam membudidayakan sukulen dan kaktus Tidak lupa mereka berfoto dengan tanaman yang tersedia.

Selama perjalanan, mereka melalui lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang tersedia di BBPP Lembang.

Baca juga:

Kenalkan Hilirisasi, Calon Purna Tugas BUMN Antusias Ikuti Pelatihan

Berbagai jenis tanaman luar ruangan dibudidayakan di sini terutama tanaman hortikultura yang tumbuh subur di dataran tinggi. Komoditas seperti brokoli, selada, jagung, kopi, dan sebagainya dikembangkan di sini.

KRPL BBPP Lembang juga sudah menggunakan prinsip pertanian modern dengan menggunakan Internet of Things.

Di KRPL tersedia beberapa sensor yang dapat mendeteksi cuaca, nutrisi di dalam tanah, dan berbagai faktor yang dapat menentukan budidaya tanaman.

Para calon purna tugas kemudian melihat instalasi hidroponik BBPP Lembang. Instalasi hidroponik yang dikunjungi diantaranya adalah instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation. Beberapa komoditas yang menarik perhatian adalah jagung dan tomat yang dikembangkan secara hidroponik

Para peserta kunjungan antusias dalam bertanya kepada petugas lapangan yang mendampingi perjalanan mereka.

Melihat pengoperasian DFT yang praktis dan dapat memberikan hasil dalam jumlah yang cukup besar meningkatkan ketertarikan mereka.

Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas melon.

Acara pamungkas pada kunjungan hari itu adalah praktik pembuatan eggroll.

Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan ruang untuk mencoba di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Pada sesi praktik mereka diberikan bahan-bahan yang dibutuhkan serta proses dan cara dalam membuat egg roll dari komoditas pisang.

Setelah praktik mereka juga berkesempatan untuk olahan lainnya sebelumnya sudah disediakan. Diantara yang disediakan dalam kunjungan kali ini adalah sambal, abon cabai, dan olahan siap makan lainnya dari bahan yang dipanen sendiri di KRPL BBPP Lembang

Sesi diskusi berjalan aktif dengan peserta yang antusias bertanya mengenai jenis komoditas yang dapat diproses menjadi olahan lainnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menekankan kembali peran UPT Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tandas Ajat.(***)

Kenalkan Hilirisasi, Calon Purna Tugas BUMN Antusias Ikuti Pelatihan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 20 calon purna tugas PT KAI (persero), Kamis (9/10/2025).

Para peserta juga diperkenalkan dengan hilirisasi pertanian yang membuat para calon purna tugas menjadi tertarik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting.

“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara.

Salah satunya dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” terang Santi.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan hilirisasi pertanian memiliki peran penting.

Menurutnya, sektor pertanian tidak boleh berhenti, karena menyangkut penyediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Siapkan SDM Profesional

“Sektor pertanian bisa menjadi alternatif untuk mengisi masa purnabakti dan bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan, asalkan dilakukan dengan tepat, memanfaatkan teknologi, pemilihan komoditas yang tepat dengan memperhatikan skala usahanya, serta jalin kemitraan untuk pemasarannya,” tuturnya.

“Sektor hilir yaitu pengolahan hasil pertanian menjanjikan margin keuntungan lebih karena itu peluang di sektor hilirisasi juga bisa diupayakan,” kata Ajat lagi.

Kepada calon purna tugas PT KAI, Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih, memberikan berbagi pengetahuan mengenai pengolahan hasil pertanian.

Pengolahan produk pertanian dapat meningkatkan nilai tambah produk tersebut. Keuntungan lain yang didapat adalah meningkatkan daya tahan produk tersebut dengan mengubahnya menjadi produk olahan.

Dalam kesempatan kali ini para calon purnatugas diberikan contoh pengolahan jagung menjadi es krim dengan alat dan bahan yang dapat ditemukan di rumah masing-masing peserta.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat es krim jagung dan peserta juga ikut mempraktikkannya. Saat mencicipi es krim jagung, rata-rata peserta memberi komentar positif.

Selain pengolahan es krim jagung, peserta juga dapat menemukan berbagai olahan lain di Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Olahan-olahan tersebut berbahan dasar dari hasil praktik pertanian yang dilakukan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.(***)

Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Pertanian, Kementan Siapkan SDM Profesional

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menerima kunjungan studi lapangan dari 50 peserta yang berasal dari lima desa di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (10/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan praktis masyarakat Cisauk, khususnya dalam teknik perbanyakan tanaman unggul melalui okulasi, serta mengenal lebih dekat beragam komoditas pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kekuatan sektor pertanian Indonesia tidak hanya terletak pada kemampuan memproduksi, tetapi juga pada menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, inovasi, dan pengembangan industri hilir.

“Hilirisasi merupakan kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Studi lapangan asal Kecamatan Cisauk di BBPP Lembang diikuti petani dan perwakilan masyarakat penggerak pertanian di tingkat desa. Mereka disambut hangat oleh tim manajemen dan widyaiswara BBPP Lembang.

Widyaiswara spesialisasi budidaya pertanian mengenalkan teknik budidaya tanaman buah-buahan.

Peserta praktik langsung teknik okulasi atau penempelan, dengan fokus pada komoditas rambutan varietas parakan karena komoditas ini menjadi komoditas pertanian unggulan di wilayah Tangerang.

Rambutan Parakan dipilih karena dikenal memiliki kualitas buah yang baik dan potensi nilai ekonomi tinggi.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan langkah demi langkah perbanyakan tanaman. Mulai dari pemilihan batang bawah dan entres (mata tunas) yang sehat, proses penempelan dengan teknik yang cepat dan tepat, hingga pemeliharaan pasca okulasi.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kompetensi Kehumasan Gen Z

Selain praktik okulasi, rombongan dari Kecamatan Cisauk juga melakukan penjelajahan ke berbagai lahan percontohan dan instalasi pelatihan yang ada di BBPP Lembang.

Peserta berkesempatan melihat langsung budidaya sayuran dengan berbagai metode teknologi modern, serta pengelolaan komoditas hortikultura unggulan lainnya.

Kunjungan ke lahan ini memberikan perspektif baru tentang penerapan teknologi dan inovasi pertanian yang bisa diadopsi untuk meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Tangerang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik inisiatif kunjungan studi ini. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adalah kunci dalam upaya memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian.

"BBPP Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementerian Pertanian senantiasa terbuka untuk berbagi ilmu dan teknologi. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat wirausaha pertanian dan mendukung regenerasi petani yang handal di seluruh Indonesia, termasuk di Cisauk, Tangerang," ujar Ajat.

Salah satu perwakilan peserta dari Kecamatan Cisauk menyampaikan kesan dan harapannya setelah mengikuti kegaiatan ini.

"Kami sangat berterima kasih atas sambutan dan ilmu yang diberikan BBPP Lembang. Kami berharap BBPP Lembang ini semakin maju, semakin inovatif, yang bisa terus menyampaikan ilmu dan teknologi kepada kami, khususnya di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Dengan membawa pulang bekal keterampilan praktis dan semangat baru, rombongan dari Cisauk optimis untuk memajukan sektor pertanian di desa mereka.(***)

UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kompetensi Kehumasan Gen Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT Kementerian Pertanian, menerima dua mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi dari International Women University (IWU) Bandung untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama dua bulan, Agustus - Oktober 2025.

Kedua mahasiswi IWU, Arisa Shaumi Novianti dan Ami Raisya Mujahidah, telah memberikan kontribusi mendukung komunikasi publik dan citra lembaga di sektor pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian harus memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Dalam PKL, Arisa Shaumi Novianti fokus pada laporan "Publikasi Press Release pada Bidang Hubungan Masyarakat BBPP Lembang di Media Rekanan".

Ia memberikan sumbangan dengan menyebarkan kegiatan pertanian di BBPP Lembang dengan topik mendukung program utama Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan, regenerasi petani, dan program lainnya.

Arisa mempraktikkan manajemen press release, memastikan informasi program-program pertanian tersampaikan ke publik luas dengan akurat dan tepat waktu.

Rabu (8/10/2025), Arisa menyampaikan kesan mendalamnya terhadap proses publikasi berita di BBPP Lembang.

Baca juga:

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Bagi Siswa SMP

"Selama PKL di BBPP Lembang tentunya mendapatkan ilmu baru yang dimana saya yang latar belakangnya Ilmu Komunikasi menjadi tahu bagaimana urusan kehumasan di bawah Kementerian Pertanian menyajikan kegiatan mendukung program-program dalam bentuk informasi berupa press release," katanya.

"Press release nantinya disebarluaskan di media online dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kebijakan di sektor pertanian saat ini. Saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak soal pertanian," imbuhnya.

Sementara Ami Raisya Mujahidah berfokus pada ranah digital dengan judul laporan "Pembuatan Konten Media Sosial Pada Bidang Hubungan Masyarakat di BBPP Lembang."

Ami berperan penting dalam menghasilkan konten video dan grafis yang lebih menarik dan relevan bagi audiens digital BBPP Lembang, khususnya petani milenial.

Kontribusi Ami memastikan bahwa komunikasi BBPP Lembang di platform media sosial menjadi lebih informatif dan kreatif, sehingga visibilitas berbagai program pelatihan dan kegiatan pertanian meningkat.

Ami juga menyampaikan kesannya, selama PKL di BBPP Lembang, sangat menyenangkan dan memuaskan.

"Di sini saya mendapatkan ilmu jurnalistik seperti teknik pengambilan foto dan video dengan kualitas visual tinggi. Konten video yang dibuat oleh tim Humas BBPP Lembang sangat informatif dan kreatif," ujarnya.

"Penyajiannya mudah dicerna dan mendukung peningkatan visibilitas program-program di BBPP Lembang. Saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak soal pertanian dan bersemangat menerapkan ilmu komunikasi untuk sektor ini," katanya lagi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, memberikan apresiasi yang baik pada kedua mahasiswi ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan PKL yang berorientasi pada riset. Hasil penelitian mereka tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga berpotensi memberikan solusi praktis bagi petani,” ujarnya.(***)

Pelajari Budidaya Bawang Merah, Jabatan Pertanian Malaysia Kunjungi Polbangtan Kementan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menerima kunjungan kehormatan dari Jabatan Pertanian Malaysia, Senin (6/10/2025).

Sebanyak 22 delegasi yang merupakan pegawai Pemerintah Malaysia dan petani ini ingin mempelajari teknologi budidaya bawang merah dari biji atau True Shallot Seed (TSS) yang tengah dikembangkan oleh Polbangtan Yoma.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan bawang merah adalah komoditas hortikultura unggulan. Ia pun menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan komoditas bawang merah secara bertahap dan sistematis.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan, dengan penerapan teknologi dalam pertanian, para petani dapat mengoptimalkan hasil panen, mengurangi kerugian akibat faktor cuaca, serta memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien.

Senada, Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang, Hermawan menyambut baik kehadiran Pemerintah Malaysia.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan dari Jabatan Pertanian Malaysia. Teknologi budidaya bawang merah dari biji (TSS) yang kami kembangkan menjadi wujud nyata upaya Polbangtan dalam menghadirkan pertanian yang lebih efisien, produktif, dan adaptif terhadap perubahan iklim.“ sebut Hermawan.

Menurutnya, ini berpotensi untuk membangun kerja sama lintas negara dalam pengembangan inovasi pertanian.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Pendamping BP, Polbangtan Kementan Gelar Training of Trainer

“Kami berharap, melalui kunjungan ini akan terbuka peluang kerja sama penelitian dan pengembangan teknologi pertanian antar kedua negara,” katanya.

Hal ini disambut oleh Ho Ten Fook, ketua rombongan. Ia pun menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian terapan, seperti pertukaran mahasiswa, joint research, serta pengembangan kurikulum berbasis teknologi pertanian modern.

Ia menilai penerapan teknologi TSS di Indonesia, khususnya di Polbangtan Yoma, merupakan inovasi yang menarik dan relevan dengan upaya Malaysia dalam meningkatkan produktivitas hortikultura.

“Kami banyak belajar dari pengalaman Polbangtan Yoma. Teknologi TSS ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan komoditas bawang merah di Malaysia, terutama dalam efisiensi benih dan peningkatan mutu hasil panen,” ungkapnya.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, rombongan meninjau langsung lahan percontohan budidaya bawang merah dari biji (TSS) yang dikelola oleh Polbangtan Yoma.

Dalam kunjungan lapangan ini, para peserta berdiskusi tentang proses persemaian, penanaman, hingga pengendalian hama terpadu. (TW/os)

Tingkatkan Kompetensi Pendamping BP, Polbangtan Kementan Gelar Training of Trainer

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Training of Trainer bagi Penyuluh Pendamping Brigade Pangan (BP) Provinsi Jawa Tengah pada 2 – 4 Oktober 2025.

Hal ini dalam upaya mempercepat pembentukan BP non-rawa di Provinsi Jawa Tengah.

Berlokasi di Ruang Seminar Kampus Kusumanegara, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, 22 orang penyuluh pendamping BP dari Kabupaten Klaten, Kabupaten Demak, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang mengikuti ToT.

Hal ini sejurus dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk fokus pada upaya meningkatkan produksi pangan utamanya komoditas beras, guna mewujudkan target swasembada pangan.

"Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan," kata Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan Kementan terus meningkatkan kompetensi SDM dalam pendampingan BP.

"Kita terus latih dan dampingi. Agar dapat memberikan kontribusi penuh dalam sektor pertanian di daerah," kata Santi.

Dengan TOT, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggung Jawab BP Provinsi Jawa Tengah, Raden Hermawan berharap penyuluh bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh BP di lapangan.

Baca juga:

Wujudkan Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Dorong Peran Generasi Muda

“Peserta ToT telah mempelajari aspek teknis, manajerial, dan metode pendampingan yang efektif di lapangan. Ini menjadi bekal bagi penyuluh untuk mendampingi BP di wilayahnya masing – masing”, ucapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan perlunya penyuluh untuk menguasai Manajemen dan Tata Kelola BP, Pembentukan Karakter dan Motivasi Wirausaha, Literasi dan Inklusi Keuangan, Pengelolaan Alsintan, serta Pembelajaran Lapang yang Efektif.

“Selain pemaparan materi, peserta juga berdiskusi dengan pemateri-pemateri yang berpengalaman sebagai Liaison Officer (LO) BP di lahan rawa Kepulauan Bangka Belitung.”sebutnya.

Hadir secara daring, Endy Facrial, mewakili Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan mendorong penyuluh untuk mensukseskan program unggulan Kementerian Pertanian (Kementan) guna mencapai swasembada pangan.

“Beberapa kebijakan percepatan swasembada pangan telah diluncurkan pemerintah. Salah satunya adalah penumbuhan BP. Yang telah digagas dan diimplementasikan oleh Kementan.” ucapnya.

Dengan penarikan penyuluh pertanian ke Kementan, Ia menyebut ini sebagai salah satu upaya Kementan untuk mempercepat swasembada pangan.

Selain mengikuti materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengoperasionalkan alsintan, seperti traktor roda 4 dan traktor roda 2. (IMNS/os)

Politeknik Enjiniring Kementan Tampilkan Inovasi Vokasi Pertanian di Pameran Internasional

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA– Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut serta dalam Showcase Booth – Sixth Dialogue of the Technical Cooperation Agencies of IsDB Member Countries, sebuah pameran internasional yang digelar selama dua hari, yakni pada 7–8 Oktober 2025, bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta,(8/10/2025)

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB), Palestinian International Cooperation Agency (PICA), dan Indonesian AID. Tujuan utama dari acara ini adalah memperkuat kolaborasi teknis dan kerja sama pertanian antar negara anggota IsDB, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan pembangunan global yang inklusif.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama internasional di bidang pertanian Pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan secara sendiri dibutuhkan kolaborasi lintas negara dan institusi, terutama dalam pengembangan teknologi dan penguatan SDM pertanian. Melalui forum ini, Indonesia siap menjadi mitra aktif dalam kerja sama teknik pertanian global, ujar Amran.

Senada dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian, seperti yang dijalankan oleh Polbangtan dan PEPI memegang peranan kunci dalam menyuplai SDM unggul bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Partisipasi Polbangtan dan PEPI dalam forum internasional ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi pertanian Indonesia siap berkontribusi di level global. Kami terus mendorong agar seluruh unit vokasi pertanian aktif menjalin kerja sama internasional, agar lulusan kita punya wawasan global dan kompetensi yang relevan dengan tantangan masa depan, ungkap Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto menyampaikan bahwa keikutsertaan ini merupakan bentuk nyata kontribusi PEPI dalam mendukung program diplomasi teknis pertanian Indonesia di kancah internasional.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi dan inovasi vokasi pertanian Indonesia. Kami berharap melalui kegiatan ini, PEPI dapat menjalin kerja sama internasional yang produktif dalam pengembangan SDM dan teknologi pertanian,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Mona Nur Moulia salah satu dosen dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian PEPI, turut berpartisipasi secara aktif. Ia hadir mewakili sivitas akademika PEPI sekaligus memperkenalkan salah satu inovasi unggulan, yaitu BRIKAM inovasi teknologi pengolahan hasil pertanian yang ramah lingkungan dan bernilai tambah.

Inovasi BRIKAM menjadi daya tarik tersendiri dalam booth PEPI karena mencerminkan komitmen pendidikan vokasi dalam mendukung sustainable agriculture melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat.

Dengan berpartisipasi aktif dalam acara ini, PEPI menunjukkan komitmennya dalam mendukung arah kebijakan Kementerian Pertanian untuk menjadikan pendidikan vokasi sebagai pilar utama dalam pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern, serta membuka pintu kerja sama yang lebih luas di tingkat internasional.(*)

Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian Bagi Siswa SMP

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 60 orang siswa kelas VII, VIII, dan IX Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Binaa Bekasi yang berkunjung Jumat (3/10/2025).

Para siswa yang hadir didampingi sejumlah guru, belajar mengenal teknologi pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Pada kunjungan ini, para siswa SMP IT Al-Binaa Bekasi dibagi 2 kelompok Mereka diajak menuju Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.

Di screen tanaman hias, petugas mengenalkan aneka tanaman hias kaktus dan sukulen serta menjelaskan proses perbanyakannya melalui teknik grafting untuk kaktus dan stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Beralih ke lahan terbuka, petugas menjelaskan aneka komoditas yang sedang dibudidayakan secara konvensional pada hamparan yang ditutupi mulsa plastik hitam perak, seperti tanaman brokoli, selada, cabai, jagung, dan tomat.

Di sini juga diperkenalkan perangkat smart farming berbasis internet of things (IoT) yang dapat mengefisienkan kegiatan budidaya pertanian.

Baca juga:

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

Sementara itu, petugas di zona hidroponik menjelaskan teknologi menanam sayuran daun seperti selada, pakcoy dan seledri.

Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, salah satunya hidroponik sistem deep flow technique yang menggunakan instalasi berupa sambungan paralon dan terdapat bak nutrisi AB mix yang dicampurkan dengan air untuk nutrisi tanaman.

Salah satu spot kegiatan agroeduwisata di BBPP Lembang yang selalu menarik untuk dikunjungi adalah screen house tanaman anggur.

Buah anggur yang sudah bermunculan setelah sebelumnya dilakukan pruning beberapa kali demi menghasilkan buah anggur yang berkualitas baik, menarik anak-anak gen z dan para guru untuk bertanya dan berdiskusi dengan petugas tentang budidaya anggur.

Tanaman anggur juga dapat menjadi solusi pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan.

Anggur yang memiliki citarasa manis, asam, dan menyegarkan, memiliki harga jual yang tinggi sehingga diminati untuk dibudidayakan.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, anak-anak menyerbu koleksi es krim yang segar dan sehat yaitu es krim jagung, es krim labu, es krim kangkung, sorbet mangga, sorbet pakcoy, dan sorbet cabai.

Komoditas ini secara rutin diproduksi sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas pertanian dan agar anak-anak mau mengkonsumsi sayuran dan buah karena memiliki kandungan vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Perwakilan peserta, Adhmirza, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini.

“Study tour ke BBPP Lembang ini seru sekali. Di sini banyak tanaman dibudidayakan, seperti sayuran selada yang ditanam secara hidroponik. Kami belajar banyak di sini karena melalui hidroponik, sayuran bisa lebih cepat dipanen, rasanya juga lebih renyah dan nilai jualnya lebih tinggi,” katanya.(***)

Sinergi Pelatihan, Tingkatkan Mutu SDM Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Pertanian Soropadan, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, Selasa (30/9/2025).

Kunjungan dilakukan dalam rangka sharing knowledge dan memperkuat kembali semangat melakukan tugas dan fungsi sebagai lembaga pelatihan untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM dibidang pertanian sangat penting. Sebab, SDM pertanian adalah tulang punggung pembangunan pertanian.

“SDM pertanian haru memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, memperkuat pernyataan itu. Menurutnya, hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kunjungan Bapeltan Soropadan ke BBPP Lembang sendiri dipimpin kepala Bapeltan, Opik Mahendra, dan didampingi pejabat struktural dan fungsional widyaiswara. Rombongan diterima langsung Kepala BBPP Lembang dan tim manajemen.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang dibidang pelatihan teknis, fungsional, dan aktivitas penunjang lainnya dalam rangka peningkatan kompetensi SDM pertanian baik aparatur, petani, dan generasi muda.

Kegiatan konsultasi agribisnis, sertifikasi profesi, praktik kerja lapangan, dan kegiatan kunjungan/agroeduwisata bagi generasi muda dalam rangka mendukung program Kementerian Pertanian yaitu regenerasi petani juga secara massif dilakukan.

Baca juga:
Ajak Petani Terapkan Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu, Kementan Tanamkan Pertanian Berkelanjutan
Kepala Balai juga menjelaskan tentang inovasi-inovasi dibidang pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti learning management system, konsultasi agribisnis secara online dan offline, dan inovasi dibidang administrasi seperti e-arsip dan WA center.

Inovasi dibidang teknis pertanian juga dijelaskan tentang teknologi kultur jaringan, smart farming berbasis IoT, kom-mix hayati, dan pengaplikasian pendingin dan cold storage di packing house untuk komoditas hortikultura sehingga dapat memperpanjang daya simpan produk.

Diskusi menarik tentang kegiatan pengelolaan SDM di internal BBPP Lembang dan kegiatan sertifikasi kompetensi oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri BBPP Lembang.

Bapeltan Soropadan tertarik untuk pembentukan TUK Mandiri mengingat trend saat ini di dunia kerja menuntut kompetensi kerja yang terstandarisasi oleh lembaga sertifikasi LSP dan BNSP.

Ini bermanfaat karena akan meningkatkan daya saing dan peluang karier bagi para tenaga kerja dibidang pertanian di dunia kerja yang kompetitif, serta meningkatkan mutu dan profesionalisme di sektor pertanian secara keseluruhan.

Selanjutnya rombongan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.

Melihat penerapan teknologi pertanian hidroponik pada tanaman melon dan tomat beef, budidaya anggur dan tanaman hias, serta teknologi pengolahan hasil pertanian di laboratorium hasil pertanian.

Kepala Bapeltan Soropadan, Opik Mahendra, memberikan kesan mendalam di penghujung kunjungan.

“BBPP Lembang ini luar biasa, fasilitas untuk pelatihannya lengkap dari on farm hingga off farm dan dukungan SDM nya juga sudah baik,” ungkapnya.

“Karena itu, BBPP Lembang sangat cocok menjadi tempat rujukan penyelenggaraan pelatihan karena dikelola dengan baik, suasananya sejuk sehingga nyaman menjadi tempat belajar bagi peserta pelatihan dan stakeholder lainnya yang ingin belajar pertanian dan meningkatkan kompetensinya di sini,” jelas Opik.(***)