17 Mei 2026

Hari: 26 April 2025

Tingkatkan SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Latih Petani Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (24/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diikuti 20 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

BBPP Lembang sendiri sudah membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) sejak pertengahan 2024. Layanan konsultasi agribisnis menjadi salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Edukasi Gen Z Hilirisasi dan Agribisnis Pertanian

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi BPP di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan dari widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Kunjungan ke BP3K Sindangkerta merupakan kunjungan ke-4 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani dengan rasa ingin tahu besar atau mereka yang memiliki pertanyaan untuk disampaikan.

Materi yang disampaikan oleh widyaiswara diusahakan relevan dengan keadaan sekitar. Pada kunjungan ke sindangkerta, widyaiswara hadir dan memberikan materi pembelajaran mengenai trichoderma.

Pembuatan trichoderma membuka berbagai kesempatan bagi petani. Namun teknik yang digunakan harus tepat. Shinta Andayani, widyaiswara pada kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa tempat yang digunakan untuk trichoderma harus steril.

Selanjutnya trichoderma dapat digunakan sebagai pupuk, pestisida, dan sebagainya yang dapat membantu petani dalam mengurangi penggunaan zat kimia.

Penjelasan ini banyak mengundang berbagai pertanyaan petani tentang budidaya tanaman yang dilakukannya, baik tanaman padi, buah dan sayur serta permasalahan hama dan penyakit. Solusi disampaikan oleh para konsultan dengan rinci dan jelas.

Yaya, petani dari Kelompok Tani Gawe Rancage, mengucapkan harapannya pada KAK yang dilakukan BBPP Lembang.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya KAK ini, kami merasa ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi kami petani. Harapan kami juga agar lebih banyak konsultasi seperti ini ke depannya,” kata Yaya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Edukasi Gen Z Hilirisasi dan Agribisnis Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai upaya regenerasi petani, Kementerian Pertanian membuka kesempatan bagi berbagai kalangan untuk mempelajari pertanian. Salah satunya melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, yang Selasa (22/04/2025) lalu menerima kunjungan SMP Budi Cendikia Islamic (BCI) School Depok.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Sementara para siswa-siswi SMP BCI Depok melakukan kunjungan dalam rangkaian Research and Leadership Development Program.

Para siswa diharuskan menyusun karya ilmiah dari kunjungan tersebut dan mempresentasikannya kepada gurunya.

Baca juga:

Transformasi Pertanian Nasional, Kementan Launching Pertanian Modern

Dalam kunjungan ini, siswa-siswi SMP BCI Depok diterima di Aula Catur Gatra BBPP Lembang. Mereka lalu menuju Lab Pengolahan Hasil Pertanian untuk mempelajari olahan buah dan sayur.

Di lab, para siswa-siswi diberikan pengenalan materi yang menarik bagi mereka. Widyaiswara dan Staf lab kali itu mempersiapkan bahan dan alat untuk membuat sorbet jagung.

Untuk memberikan wawasan dan pengalaman lebih mendalam, para siswa juga dipersilakan untuk mempraktikkan sendiri dengan panduan dari widyaiswara dan staf lab.

Sebelum beralih, para siswa juga melakukan tanya jawab mengenai jenis buah dan sayur yang dapat diolah menjadi es krim atau sorbet. Tidak lupa mereka mencicipi kreasi yang telah dibuat sebelumnya.

Selain mempelajari agribisnis pertanian melalui pembuatan es krim dan pengolahan hasil pertanian lainnya, para siswa berkesempatan untuk mengelilingi lahan BBPP Lembang. Di sini mereka dapat belajar berbagai hal mengenai bercocok tanam khususnya pada tanaman hortikultura.

Terakhir, mereka mengunjungi screen house tanaman hias. Di sini mereka mempelajari cara budi daya tanaman hias kaktus melalui teknik grafting.

Dengan panduan dari widyaiswara dan pendamping lapang mereka mempelajari tahap-tahap perbanyakan tanaman dan mengenai bisnis tanaman hias yang menjanjikan.

Kepala BBPP Lembang lalu menyampaikan harapannya.

“Harapan kami adalah tumbuhnya generasi petani muda melalui pelatihan-pelatihan dan kunjungan yang dilakukan pada UPT Pelatihan Kementan,” papar Ajat.(***)