21 April 2026

Hari: 22 April 2025

Gabah Sesuai HPP, Petani Kabupaten Bandung Sumringah

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG — Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (HKP) ditingkat petani seharga Rp6.500. Hal ini tentunya membuat para petani diberbagai tempat sumringah, salah satunya di Kabupaten Bandung, Jumat (18/4/2025).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan jika HPP sebesar Rp 6.500 ini merupakan bentuk keberpihakan Presiden Prabowo Subianto untuk mensejahterakan petani dan memastikan harga gabah tidak turun.

“Kebijakan yang meningkatkan harga gabah dan jagung ini dapat menjadi pemicu untuk mewujudkan swasembada pangan,” terang Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengajak petani terus meningkatkan produksinya untuk mendukung swasembada pangan yang digagas pemerintah.

Baca juga:

Kementan Perkenalkan Sektor Pertanian ke Generasi Muda

"Selain itu pemerintah juga telah membantu meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya dengan HPP untuk GKP diserap Bulog dengan harga Rp6.500," ujar Santi.

Santi menambahkan, untuk mendukung swasembada pangan, Kementan telah melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya optimalisasi lahan, cetak sawah rakyat, brigade pangan, kebutuhan pupuk, penggunaan alsintan, perbaikan prasarana dan sarana pertanian dan berbagai kegiatan lainnya.

Petani dari Kelompok Tani Rancamanyar Kabupaten Bandung, Dede Rahim, didampingi penyuluh pertanian saat sedang panen raya seluas 5 hektar mengungkapkan rasa syukur dengan penetapan HPP.

“Alhamdulillah kebijakan pemerintah menyerap hasil panen kami dengan harga Rp 6.500 sangat menolong kami dan berdampak sangat bagus di wilayah kami," katanya.

Dede Rahim juga berterimakasih kepada pemerintah pusat maupun daerah karena bantuan yang diterima oleh petani seperti pupuk bersubsidi, benih berkualitas dan saprodi lainnya sehingga membantu petani dalam proses produksi padi yang tinggi dan berkualitas.(***)

Kementan Perkenalkan Sektor Pertanian ke Generasi Muda

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 135 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP IT Ibnu Khaldun, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (21/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujar Menteri Amran.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kedatangan para siswa kelas VIII SMP IT Ibnu Khaldun, Lembang, disambut hangat oleh tim manajemen BBPP Lembang.

Baca juga:

Inovatif, UPT Pelatihan Kementan Dampingi Petani Kabupaten Bandung Barat lewat Konsultasi Agribisnis Keliling

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Kepada para siswa, BBPP Lembang mengajarkan budidaya sayuran daun seperti selada, bawang daun, dan pakcoy di lapangan praktik zona kawasan rumah pangan lestari Inkubator Agribisnis (IA).

Mereka menyimak penjelasan dan praktik mulai dari menyiapkan media tanam yaitu arang sekam dan pupuk kandang untuk proses persemaian di dalam tray dan penanaman benih sayuran di lubang-lubang tanam.

Selanjutnya, didampingi manajer IA dan petugas lapangan, para gen z praktik menanam bibit sayuran yang sudah siap tanam setelah melalui proses persemaian, di dalam polybag.

Tahapan yang dilakukan mulai dari mencampurkan media tanam tanah, arang sekam, dan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah itu menanam aneka sayuran daun seperti selada keriting, daun bawang, dan pakcoy ke dalam masing-masing polybag.

Salah satu murid, Nurin, menceritakan pengalaman berharganya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Di sini kita diajarkan untuk menanam sayuran yang baik, mulai dari menyemai, menanam dan merawat tanaman. Kami akan memelihara tanaman ini hingga siap dipanen,” ucapnya.(***)

Dorong Percepatan Tanam, Kementan Kawal LTT Bantul

TANIINDONESIA.COM//BANTUL - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengupayakan luas tambah tanam (LTT) sebagai langkah strategis memastikan peningkatan produksi padi. Hal ini agar target swasembada pangan bisa segera tercapai.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, pemerintah berkomitmen untuk mencapai swasembada pangan dengan menargetkan peningkatan signifikan pada produksi padi nasional tahun 2025.

"Alhamdulillah, capaian bulan Maret meningkat dari 900-an ribu hektare menjadi lebih dari 1,2 juta hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Ini capaian bagus, tetapi tidak boleh lengah," tegasnya.

Mentan menargetkan LTT minimal bisa mencapai 1,6 juta hektare sehingga pentingnya peran semua pihak dalam menjaga ritme tanam.

Untuk itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil turun langsung mengawal LTT di Desa Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (15/4/2025).

“Kita baru saja tanam padi varietas Inpari 32. Dengan luas lahan 8,4 ubinan (2,5 x 2,5 meter).” ucap Ali setelah melakukan gerakan tanam bersama pihak terkait.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/21/dorong-capaian-swasembada-pangan-kementan-sosialisasikan-inpres-3-2025/

Ia mengapresiasi produktivitas padi setempat yang hampir mencapai 8 ton/ ha. Pasalnya, produktivitas nasional baru mencapai 5,25 ton/ha Gabah Kering Giling (GKP).

“Kita berupaya untuk kejar tanam, kejar Luas Tambah Tanam (LTT). Karena target April ini adalah 1,6 juta ton secara nasional. Untuk DIY kita targetkan 14 sampai dengan 19 ribu ton,” tuturnya.

Ia menilai lahan sudah optimal untuk ditanami. Dengan melihat ketersediaan air yang melimpah, dan bibit yang siap tanam.

“Jadi pesannya, mari kita kawal semua pertanaman kita supaya arahan Pak Presiden untuk swasembada pangan dapat dicapai secepat-cepatnya di negara kita, Indonesia,” pungkas Ali.

Selaras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk mencapai swasembada pangan.

“Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita harus terus bergandengan tangan dengan semua pihak,” ujar Idha.

Hadir mendampingi Sekretaris Jenderal, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), R. Hermawan mengatakan siap mengawal LTT di wilayah Kabupaten Bantul, DIY. Hal ini agar target produksi padi dapat tercapai.(***)

Tingkatkan Kapasitas SDM, Politeknik Enjiniring Kementan Kolaborasi Alsintan dengan Korea

TANIINDONESIA.COM//TANGERANG - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesi (PEPI) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menerima hibah Traktor Roda 4 sebanyak 15 Unit dari Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITECH).

Penyerahan traktor roda 4 tersebut dihadiri oleh Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, Ambassador of the Republic of Korea to Indonesia, Mr. Park Soo Deok, President of KITECH, Mr. Lee Sang-Mok, Economic Section Chief of Korea Embassy, Mr. Yang Seokhwan, dan seluruh jajaran Kementan di Auditorium PEPI, Senin (21/04/2025).

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa penyerahan hibah traktor dari pemerintah Korea kepada pemerintah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari sumber daya manusia kita terutama terkait dengan alat dan mesin pertanian.

“Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian berharap kepada sumber daya manusia dapat lebih maksimal dalam mekanisasi pertanian. Ini adalah satu langkah kita dalam kerjasama luar negeri dalam peningkatan kapasitas”, ujar Kabadan Santi.

Saat ini Indonesia tengah memasuki fase transformasi signifikan di sektor pertanian. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, regenerasi petani, dan transisi menuju energi berkelanjutan, Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana negara kita bercita-cita menjadi salah satu negara ekonomi terdepan di dunia, yang didukung oleh sektor pertanian yang modern, mandiri, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Kolaborasi antara Indonesia dan Korea melalui proyek ini merupakan contoh kuat diplomasi pertanian yang produktif dan saling menguntungkan. Kami berharap kerja sama ini akan terus berkembang tidak hanya melalui sumbangan teknologi tetapi juga melalui berbagai program mendatang yang akan menguntungkan kedua negara dan rakyat kita.

Nantinya, alumni PEPI akan menerapkan kompetensi mekanisasi pertanian kepada petani yang ada. 15 Traktor lahan kering dikembangkan oleh KITECH, TYM dan PT. Barata Indonesia. Traktor yang dikembangkan tersebut menjadi langkah dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan kedepannya.

“Diharapkan KITECH sebagai Lembaga penelitian yang memimpin teknologi manufatur, dan juga perwakilan Lembaga dapat terus berkejasama dengan Indonesia”, ujar Santi.

Park Soo Deok, duta besar Kedutaan Besar Korea Selatan dalam sambutannya menyatakan bahwa, "Saya dengan senang hati menyerahkan 15 unit Traktor biodiesel kepada PEPI, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, serta mendukung transisi energi yang tengah dijalankan oleh pemerintah Indonesia".

Indonesia memiliki lingkungan alam yang luar biasa dan potensi pertanian yang sangat dinamis. Industri pertanian merupakan sector strategis yang terhubung langsung dengan kehidupan masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut, modernisasi alat dan mesin pertanian akan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktifitas serta pembangunan masyarakat pertanian yang berkelanjutan.

Diakhir sambutannya beliau akan memperkuat hubungan persahabatan dengan Indonesia secara konsisten. Kemajuan masyarakat pertanian serta berkembangnya teknologi pertanian.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan berbagai poin penting kerja sama bilateral di bidang pertanian yang telah disepakati dalam kunjungan kenegaraan.

"Kami menjajaki dan menyepakati sejumlah kerja sama konkret yang akan memperkuat sektor pertanian kedua negara. Fokus kami adalah membangun kemitraan jangka panjang di bidang riset pertanian, pertukaran informasi, teknologi dan program pelatihan, peningkatan kapasitas SDM, hingga penguatan investasi, akses pasar," jelas Mentan Amran. (*)