21 April 2026

Bulan: Februari 2025

Siapkan Pengusaha Pertanian Masa Depan, Kementan Gandeng HIPMI

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan), melantik pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI – PT) Polbangtan YOMA pada Rabu (5/1/2025).

Ini adalah salah satu upaya Kementan untuk menyiapkan calon-calon pengusaha bidang pertanian dari bangku kuliah.

Bertempat di lapangan upacara Kampus Kusumanegara, Yogyakarta, Direktur Polbangtan YOMA dan Badan Pengurus Daerah HIPMI Daerah Istimewa Yogyakarta mengukuhkan 18 pengurus dengan 25 anggota HIPMI PT Polbangtan YOMA. Mereka adalah mahasiswa Polbangtan YOMA dari 3 program studi di jurusan pertanian.

Dengan pelantikan ini, diharapkan HIPMI PT bisa menjadi media untuk meningkatkan jiwa entrepreneur di kalangan mahasiswa.

Sejalan dengan ajakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman agar mahasiswa tidak ragu menjadi pengusaha pertanian. Alasannya, delapan dari 10 atau 80 persen pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian.

“Tekad kuat dan kerja keras, mengubah nasib mereka, sehingga mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi masa lalu," paparnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti terus mendorong lahirnya wirausahawan muda dari perguruan tinggi vokasi Kementan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/23/bersama-polri-kementan-tanam-jagung-serentak-di-jawa-tengah/

"Kementan terus mendukung tumbuh kembang para petani muda untuk terlibat dan mengembangkan usaha di sektor pertanian," katanya.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto menyambut baik terbentuknya HIPMI PT Polbangtan YOMA.

“Ini menjadi suatu permulaan bagaimana nanti pengurus dan anggota bisa meningkatkan jejaring untuk meningkatkan job creator. Tentu ini akan menjadi hal yang sangat penting apalagi saudara akan memulai berwirausaha saat menjadi mahasiswa,” jelas Bambang.

Menurutnya, kesempatan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Mahasiswa akan kesulitan memanfaatkan kesempatan tanpa dibekali kompetensi yang memadai.

“Oleh karena itu para mahasiswa harus mengembangkan kompetensi diri melalui pendidikan dan pelatihan.” ucapnya.

Sementara itu, mewakili Ketua Badan Pengurus Daerah HIPMI Daerah Istimewa Yogyakarta, Trusti Aulia berharap mahasiswa dengan jiwa muda dan penuh semangat bisa mengembangkan semangat wirausaha di kampus.

“Kita akan bersama menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Untuk ke dapan, menghasilkan pengusaha muda yang kreatif dan inovatif", kata Trusti.

Ia menambahkan, HIPMI PT berkontribusi besar dalam membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja. Untuk itu, Ia mengajak mahasiswa untuk berperan aktif, agar bisa menjawab tantangan globalisasi, khususnya di bidang ekonomi.(***)

Dukung Swasembada, Mentan dan Menhut Tanam Agroforestri Pangan Serentak di 17 Provinsi

TANIINDONESIA.COM//INDRAMAYU – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggelar penanaman agroforestri pangan secara serentak di 17 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini mencakup penanaman padi lahan kering serta Tanaman Serbaguna atau Multipurpose Tree Species (MPTS). Pusat pelaksanaan acara berada di areal Hutan Kemasyarakatan KTH Tani Jaya 4, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dengan luas penanaman sekitar 5 hektare.

Agroforestri pangan merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang diterapkan dalam kawasan hutan negara atau hutan adat. Sistem ini melibatkan masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama dalam meningkatkan kesejahteraan, keseimbangan lingkungan, serta dinamika sosial budaya.

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan lahan kering melalui sistem tumpang sari dengan tanaman pangan memiliki potensi luas mencapai 500.000 hektare, di mana sekitar 389.000 hektare berada di kawasan perhutanan sosial dan lahan kehutanan lainnya.

“Ini luar biasa, penanaman agroforestri tumpang sari padi bisa mencapai 1 juta hektare. Jika kita jalankan dengan baik, insyaallah Indonesia akan lebih cepat mencapai swasembada. Presiden sangat mendukung sektor pertanian, mulai dari pupuk, benih, hingga alsintan,” ujar Mentan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa upaya peningkatan produksi terus dilakukan, termasuk optimasi lahan dengan sistem pompanisasi serta pencetakan sawah di berbagai provinsi. Mentan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS, produksi padi pada Januari naik 52 persen, Februari naik 51 persen, dan Maret naik 50 persen.

“Semua ini adalah hasil perhatian penuh Presiden terhadap sektor pertanian. Kita harus bersyukur, karena di saat banyak negara mengalami kelaparan dan stunting, kita masih memiliki pangan yang cukup dan bergizi untuk anak-anak kita,” katanya.

Meskipun demikian, Mentan mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap waspada terhadap perubahan iklim yang tidak menentu. “Jawaban atas ketidakpastian ini adalah swasembada pangan. Kita harus memastikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penanaman padi gogo di lahan hutan merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan produksi tanaman pangan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/04/pikat-milenial-lakoni-agribisnis-kementan-kenalkan-olahan-pangan-jagung/

“Saya diperintahkan untuk memaksimalkan potensi hutan. Ini bukan membuka hutan baru, melainkan merevitalisasi lahan yang sebelumnya mengalami kebakaran atau kekeringan agar kembali produktif dengan padi gogo,” ujarnya.

Menhut juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian hutan dan pembangunan. “Hutan harus tetap lestari, tetapi pembangunan juga tidak boleh berhenti. Saat ini ada 1,1 juta hektare lahan yang bisa dimaksimalkan. Insyaallah, ini akan menjadi langkah besar menuju swasembada,” tambahnya.

Bupati Indramayu, Nina Agustina, menyampaikan bahwa saat ini penanaman padi gogo di lahan kehutanan kering telah mencapai sekitar 203 hektare dan ditargetkan berkembang menjadi 6.000 hektare, dengan potensi total mencapai 26.000 hektare.

“Alhamdulillah, Indramayu mendapat perhatian besar dari Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan. Dengan dukungan ini, kami optimistis bisa terus mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Untuk diketahui, penanaman ini dilakukan serentak di enam lokasi Balai PSKL, yaitu di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung; Kabupaten Lombok Tengah, NTB; Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan; Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan; dan Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Selain itu, Perum Perhutani juga turut serta dalam penanaman serentak di tiga regional wilayah kerja, yaitu di Divre Perhutani Jawa Barat Banten yang berlokasi di KPH Sumedang, Divre Perhutani Jawa Tengah di KPH Randublatung, serta Divre Perhutani Jawa Timur di KPH Bojonegoro.

Penanaman juga berlangsung di 17 provinsi lainnya, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Bali. Secara keseluruhan, terdapat 26 lokasi penanaman agroforestri pangan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.(***)

Pikat Milenial Lakoni Agribisnis, Kementan Kenalkan Olahan Pangan Jagung

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan pertanian kepada 378 orang siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Sepatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (4/2/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia. Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Rombongan SMP Negeri 1 Sepatan diterima secara resmi oleh Tim Manajemen BBPP Lembang.

Pemimpin rombongan, Ranti Widiastuti, yang juga perwakilan guru, mengatakan tujuan kunjungan ini dalam rangka program sekolah P5 (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila).

“Tema P5 kali ini dalam hal pengolahan makanan yaitu pembuatan es krim. Kegiatan ini akan berkesinambungan dengan tema berikutnya yaitu kewirausahaan. Harapan kami setelah anak-anak mampu membuat es krim maka dapat diperjualbelikan di dalam dan di luar sekolah,” ungkap Ranti.

Terbagi 4 kelompok, secara bergantian rombongan mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian dan praktik membuat es krim jagung.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/01/31/hortikultura-masih-menjadi-andalan-kementan-latih-masyarakat-terkena-dampak-tol-di-kabupaten-subang/

Didampingi petugas laboratorium dan mahasiswa yang sedang PKL, murid-murid kelas VIII ini praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut hingga dikemas ke dalam kemasan cup kecil yang cantik.

Selain praktik di laboratorium pengolahan hasil pertanian, anak-anak juga diberi kesempatan mengelilingi Inkubator Agribisnis.

Di screen house tanaman hias, dikenalkan aneka koleksi tanaman kaktus dan sukulen dan proses budidayanya.

Di zona rumah pangan lestari, didampingi petugas lahan praktik, murid-murid antusias mengenal berbagai tanaman yang ditanam di lahan memakai mulsa, di dalam polybag, dan yang digantung.

Koleksi tanaman pakcoy, brokoli, selada, bawang daun, tomat, padi apung, labu, tanaman rimpang seperti jahe yang belum mereka ketahui sebelumnya. Dikenalkan juga smart farming yang dimanfaatkan untuk penyiraman otomatis.

Di zona screen hidroponik, petugas memberikan penjelasan budidaya pakcoy menggunakan teknologi hidroponik sistem DFT, yang menarik perhatian siswa-siswi karena menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah dan jumlahnya bisa langsung banyak karena menggunakan instalasi bertingkat.

Dua siswi, Alya Nur Arizza dan Keyla Shifa Awaliyah ditemui selepas praktik membuat es krim jagung, menyampaikan keseruannya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Kami belajar hal baru di sini, mengenal berbagai macam tanaman sayuran, tanaman buah, dan tanaman hias kaktus dan sukulen,” katanya.

“Kami belajar membuat es krim jagung yang teryata mudah ya. Semoga BBPP Lembang tetap menjadi tempat kunjungan yang seru!”, ungkap mereka kompak.(***)

Jelang Ramadhan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriyah, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Operasi Pasar Pangan Murah serentak di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Serta, memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan operasi ini bertujuan untuk memastikan stok pangan cukup dan harga tetap stabil. Sehingga, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, pangan aman, ibadah pun nyaman.

Di Lembang, Operasi Pasar Pangan Murah dilaksanakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, 28 Februari – 29 Maret 2025, di Gedung Packing House BBPP Lembang.

Hari pertama, Jumat (28/2/2025), kegiatan dibuka pukul 9 pagi oleh Kepala Balai, hingga pukul 2 siang. Tampak masyarakat sekitar Lembang, karyawati, dan ibu dharma wanita persatuan BBPP Lembang datang dan membeli aneka bahan pangan pokok.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika menyampaikan, jika Kementan hadir untuk masyarakat agar menyambut bulan Ramadhan dengan tenang dan gembira, bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga yang bersahabat.

"Di sini kami bekerjasama dengan berbagai stakeholder penyedia bahan pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Lembang,” katanya.

Hari pertama kegiatan operasi pasar, 6 komoditas yang tersedia yaitu beras premium 5kg terjual sebanyak 26 pcs, minyak goreng terjual 319 liter, telur ayam terjual 96 kg, daging ayam beku terjual 66 kg, bawang merah terjual 50 kg, terigu terjual 50 kg, dan gula pasir terjual 33 kg.

Popon, warga Desa Sukamaju, saat ditemui setelah membeli beras, terigu, minyak, dan telur mengatakan harga yang ditawarkan sangat terjangkau.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/02/27/regenerasi-petani-upt-pelatihan-kementan-fasilitasi-praktik-kerja-siswa-smk/

“Harganya terjangkau ya belanja di sini dan dengan adanya kegiatan ini merasa terbantu apalagi jelang bulan Ramadhan,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Ai, dari Desa Sukamaju. “Belanja di sini murah dibanding di tempat lainnya,” ucapnya singkat.

Gerai Pasar Pangan Murah juga dimeriahkan dengan adanya gelar produk sayuran dari Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seperti pakcoy, cabai, dan bawang daun.

BBPP Lembang juga membuka layanan konsultasi agribisnis. Tampak widyaiswara BBPP Lembang asyik berbincang dengan masyarakat yang datang untuk konsultasi tentang hidroponik dan budidaya anggur.

Di sudut lainnya, P4S Tona’s Coffee sebagai mitra BBPP Lembang juga membuka lapak dan menjual produk kopinya yang cocok dinikmati pada cuaca dingin di Lembang saat ini karena turun hujan hampir setiap hari.(***)