3 Mei 2026

Hari: 30 November 2024

Kontribusi Generasi Muda Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memberikan pembelajaran praktis kepada sembilan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kadipaten Kabupaten Kuningan yang mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 22 Juli – 29 November 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi dibutuhkan karena petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/30/siapkan-regenerasi-petani-muda-kementan-asah-keterampilan-gen-z-melalui-pkl/

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Kadipaten Kabupaten Kuningan sendiri diikuti siswa kelas XII.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya sayuran lapang brokoli, bawang merah, dan selada.

Ada juga siswa yang ditempatkan di screen hidroponik untuk mempelajari budidaya melon dan tomat beef dengan teknologi hidroponik sistem irigasi tetes, budidaya kentang G0 sistem aeroponik, pembuatan formulasi kering Trichoderma sp, dan panen pascapanen kopi.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Jumat (29/11/2024), salah seorang siswa, Azi Abdul Azis, yang melaksanakan PKL di screen hidroponik sistem irigasi tetes untuk komoditas tomat beef, mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Di sini kita dapat banyak ilmu, banyak temen baru, dan baru kali ini kami bisa mengetahui teknologi pertanian yang modern,” ujar Azi.

Azi mengungkapkan, “BBPP Lembang akan menjadi tempat yang tidak akan kami lupakan. Pembimbing lapangan baik semua. Terima kasih BBPP Lembang sudah menerima kami dan terimakasih juga atas ilmu yang diberikan.(***)

Siapkan Regenerasi Petani Muda, Kementan Asah Keterampilan Gen Z melalui PKL

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan regenerasi petani dengan menyiapkan petani-petani muda berkualitas. Hal ini juga dilakukan kepada siswa-siswi SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur yang melakukan PKL di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian modern berbasis teknologi dan smart farming menjadi peluang untuk mendorong budidaya pertanian menjadi efisien, terukur, dan terintegrasi.

Mentan menambahkan, menggabungkan teknologi smart farming dalam pertanian adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/30/dukung-swasembada-pangan-kementan-regenerasi-petani-melalui-siswa-smk/

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Cilaku Cianjur diikuti 6 siswa kelas XII, periode 1 Agustus – 29 November 2024.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk budidaya brokoli, pakcoy, selada keriting, tanaman hias sukulen, perbanyakan tanaman kentang dengan sistem aeroponik, dan panen pasca panen pengolahan kopi arabika.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil yang dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Termasuk melalui Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Salah seorang siswa SMKN 2 Cilaku Cianjur, M. Rihan Khalit, yang ditemui usai pelepasan kegiatan, Jumat (29/11/2024), menyampaikan kesannya.

“Banyak hal positif yang saya peroleh selama PKL di BBPP Lembang, diantaranya wawasan menjadi lebih luas tentang teknik panen kopi. Pegawai di sini juga ramah dan membantu kami selama proses PKL,” ungkapnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Kementan Regenerasi Petani melalui Siswa SMK

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sejumlah siswa SMK Negeri Pembangunan Pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti PKL periode 5 Agustus – 22 November 2024, di BBPP Lembang, UPT yang berada di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/30/penyuluh-pertanian-gaspol-capai-swasembada-pangan/

Kegiatan PKL SMK Negeri Pembangunan Pertanian Lembang, Kabupaten Bandung Barat, diikuti 6 orang siswa kelas XII.

PKL dilaksanakan di zona lahan praktik Inkubator Agribisnis BBPP Lembang untuk sayuran lapang yaitu budidaya brokoli, selada, selada keriting, dan anggur.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil yang dihadiri widyaiswara BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Salah satunya melalui kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang bagi stakeholder dibidang pertanian.

Saat ditemui pada kegiatan pelepasan, Jumat (22/11/2024), salah seorang siswi, Sri Rahayu, yang melaksanakan PKL di lahan budidaya selada keriting mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Kegiatan PKL memberi banyak hal positif karena suasana alamnya yang sejuk, lingkungan kerja yang kondusif, dan pegawai serta rekan-rekan sesama peserta PKL jadi seperti keluarga sendiri,” katanya.

Sri juga mengakui secara teknis jadi memahami rangkaian budidaya sayuran di lapang, mulai dari persemaian, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, serta kegiatan panen dan pascapanen.(***)

Penyuluh Pertanian Gaspol Capai Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli dan Terampil pola PNBP yang dilaksanakan Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, telah selesai dilaksanakan. Pelatihan ditutup Kepala Balai, Ajat Jatnika, Kamis (28/11/2024), di Hotel Augusta, Kabupaten Garut.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pelatihan ini sangat penting. Sebab, penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Amran pun berharap penyuluh dan petani bergerak cepat.

“SDM pertanian mulai dari penyuluh hingga petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan,” sebut Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan hal serupa.

Menurut Idha, SDM memegang peran penting untuk kemajuan pertanian.

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Saat menutup pelatihan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan, jika pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas SDM.

"Agar kinerja SDM membaik, sehingga produktif dan mampu memberi kontribusi terhadap pembangunan pertanian di wilayah masing-masing,” katanya.

Ajat berharap seluruh peserta yang nantinya akan kembali ke wilayah kerja masing-masing dapat mendampingi petani mewujudkan program pemerintah swasembada pangan. Selain itu, mampu menunjukkan hasil pelatihan dari sisi cara kerja, cara pandang, sikap mental dan sikap diri, serta kinerja lebih baik.

“Saya berharap literasi sebagai seorang penyuluh pertanian juga ditingkatkan. Saat ini era nya kerja sama, karena itu jalin kolaborasi dengan berbagai pihak, karena sejatinya tidak ada superman yang ada adalah superteam,” ucap Ajat.

Ajat juga mengajak para penyuluh untuk memiliki langkah yang gesit, cerdas, agile, dan antisipatif menghadapi perubahan yang ada.

Setelah menerima materi secara klasikal di BBPP Lembang selama 2 minggu, rangkaian pelatihan diakhiri praktik kompetensi pada tanggal 22 – 28 November 2024,di Kabupaten Garut.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/11/29/generasi-muda-bandung-barat-antusias-pelajari-pertanian-di-upt-kementan/

Untuk level ahli, dilaksanakan di 5 kelompok tani di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tarogong Kidul dan BPP Kecamatan Samarang. Sedangkan untuk level terampil dilaksanakan di 4 kelompok tani di wilayah kerja BPP Kecamatan Tarogong Kaler dan BPP Kecamatan Banyuresmi.

Peserta melakukan tahapan praktik kompetensi mulai dari pengumpulan data potensi wilayah dan menganalisa potensi, masalah, dan pemecahan masalah, membuat programa penyuluhan pertanian.

Peserta juga menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyiapkan rencana kegiatan penyuluhan pertanian baik materi, media, metode, dan evaluasi.

Puncaknya, para peserta pelatihan melakukan praktik penyuluhan kepada anggota kelompok tani di masing-masing desa.

Kegiatan praktik kompetensi diakhiri dengan mengolah, menganalisis dan menyusun laporan hasil praktik kompetensi.

Peserta level ahli yang berasal dari Provinsi Papua Pegunungan, Sari Dame Arta Suryani, merasakan suasana belajar yang interaktif dan materi yang diberikan fasilitator sangat relevan dan menunjang profesi penyuluh pertanian.

“Saat menjalani praktik kompetensi juga kami merasakan suasana kekeluargaan sehingga kegiatan berjalan menyenangkan dan tepat sasaran,” ucap Sari.

Hal senada disampaikan peserta lainnya dari level terampil, Zulfan Putra Wahyu Pradana.

“Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil di BBPP Lembang memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat. Fasilitas yang tersedia memadai, lingkungan yang asri dan kondusif membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan,” ujarnya.

“Para widyaiswara yang kompeten dan ramah memberikan materi dengan sangat baik, disertai pembawaan materi yang praktis sehingga memudahkan peserta untuk memahami dan menerapkannya,” tutur Zulfan lagi.

Ia menilai pelatihan ini menjadi salah satu langkah yang sangat penting dalam membangun kompetensi fungsional para penyuluh pertanian.(***)