21 April 2026

Hari: 30 Oktober 2024

Semangat Sumpah Pemuda, Kementan Temui Petani Muda Kabupaten Bandung

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Momen Sumpah Pemuda ke-96, dijadikan Kementerian Pertanian sebagai ajang untuk bertemu dengan 40 anak muda di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam kegiatan bertajuk "Temu Petani, Pemuda, dan Mahasiswa", Senin (28/10/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jika Kementerian Pertanian harus memenuhi permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan.

“Beliau memberi penugasan. Bahwa swasembada kita capai secepat-cepatnya, sesingkat-singkatnya,” tegas Amran.

Sedangkan Wakil Mentan, Sudaryono, menekankan pentingnya teknologi dan petani milenial dalam mencapai tujuan tersebut.

“Kita hidup di era dimana teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Saya mengajak milenial untuk terlibat dalam berbagai program dan inisiatif yang mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Sudaryono.

Pertemuan Kementan dan 40 anak muda yang diadakan di lahan Gapoktan Padasuka, Rancaekek, Bandung, diisi oleh diskusi dalam bentuk talkshow dan panen bersama.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/30/kementan-latih-manajemen-pendampingan-untuk-tim-gugus-tugas-pompanisasi-provinsi-jawa-tengah/

Panen bersama dilakukan dengan menggunakan konsep pertanian modern yang menggunakan alsintan. Praktik panen yang semula dilakukan dengan manual kemudian disandingkan dengan penggunaan alsintan combine harvester.

Dalam pertemuan itu, hadir Staf Khusus Menteri Sam Herodian dan Anggota DPR RI Komisi IV Sabam Rajagukguk.

Selain itu, hadir Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, dan Kadistan Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendasyah.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep pertanian modern dan Brigade Pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan Brigade pangan yang digagas oleh Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan partisipasi generasi milenial.

“Melalui pertanian modern brigade pangan ini kita mengundang anak-anak muda mau terjun langsung ke sektor pertanian utamanya adalah pada budidaya padi, harapannya bisa semakin meningkatkan langsung produksi,” tutur Santi.(***)

Kementan Latih Manajemen Pendampingan untuk Tim Gugus Tugas Pompanisasi Provinsi Jawa Tengah

TANIINDONESIA.COM//SEMARANG – Untuk mendukung keberhasilan Pompanisasi, yang merupakan bagian dari program Perluasan Areal Tanam (PAT) bagi peningkatan Indeks Pertanaman (IP), Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan TNI sebagai tim gugus tugas untuk pengawalan dan pendampingan.

Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan menggelar Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi bagi 9.294 Tim Gugus Tugas/Pendamping Lapangan dari 34 wilayah di Kodim IV Diponegoro Provinsi Jawa Tengah. Pembukaan dilakukan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Selasa (29/10/2024).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan beberapa solusi cepat menuju swasembada dan mitigasi kekurangan pangan.

"Di antaranya adalah intensifikasi, ekstensifikasi dan kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak,” jelas Mentan.

Pada arahannya secara daring, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, berharap tim gugus tugas/pendamping lapangan dapat menjadi akselerator untuk meraih swasembada pangan secepatnya.

Wakil Aster Kodam IV Diponegoro, Letkol Inf. Dipo Sabungan Lumban Gaol, mengatakan mendukung alsintan berupa pompa air yang sudah diturunkan oleh Kementan kepada kelompok tani, dinas pertanian dan jajaran Kodim IV Diponegoro.

"Bantuan itu harus dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung PAT. Babinsa sebagai ujung tombak pembina teritorial dapat mendampingi optimalisasi lahan melalui pompanisasi di wilayah masing-masing," katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tujuan pelatihan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/28/kementan-dampingi-pengembangan-klaster-pertanian-modern-di-sukoharjo/

“Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi tim gugus tugas dalam pendampingan pompanisasi untuk meningkatkan PAT dan produksi padi,” katanya.

Pelatihan dipusatkan di Kodam 0733 Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. selama 3 hari, mulai 29 sampai 31 Oktober 2024. Hari pertama dilakukan pembekalan secara hybrid.

Peserta menerima materi inti dari fasilitator widyaiswara BBPP Lembang yaitu Pengoperasian, Pemeliharaan dan Perbaikan Pompa, Komunikasi Efektif, dan Teknik Pendampingan.

Hari kedua dan ketiga dilakukan secara on the job training, seluruh peserta kembali ke wilayah kerjanya masing-masing.

Sentot Ari Mustiko, Serma yang bertugas di Koramil 03 Semarang Timur, mengatakan pelatihan ini sangat membantu selama di lapangan.

"Terutama dalam mendampingi petani mengatasi kekeringan,” ujarnya.

Sersan Edy Hartomo, Sersan Kepala yang bertugas di Koramil 25 Purwokerto Selatan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian.

"Terima kasih telah memberi pembekalan kepada kami. Ini sangat positif dan bermanfaat untuk kami sebagai pendamping kelompok tani,” ujarnya.(***)