Siap Go Nasional! Polbangtan Kementan Lindungi Inovasi Pertanian Lewat Kerja Sama dengan Kemenkum
TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menjalin kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenkum DIY) dalam bidang perlindungan kekayaan intelektual. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan hasil riset dan inovasi sivitas akademika Polbangtan YOMA, sekaligus mendorong peningkatan pengelolaan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi vokasi pertanian.
Penandatanganan PKS dilakukan bersama sejumlah perguruan tinggi di DIY dan difasilitasi oleh Kanwil Kemenkum DIY sebagai upaya memperkuat sinergi pelayanan kekayaan intelektual di lingkungan pendidikan tinggi.
Direktur Polbangtan YOMA, R Hermawan mengatakan, kerja sama ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya inovasi dan perlindungan karya intelektual di kampus vokasi pertanian.
Menurutnya, saat ini Polbangtan YOMA tengah mengajukan 18 paten dan paten sederhana yang masih dalam proses.
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Polbangtan YOMA dalam mendorong hilirisasi inovasi sekaligus melindungi hasil karya sivitas akademika. Saat ini terdapat 18 paten dan paten sederhana yang sedang berproses dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian,” ujarnya.
Baca Juga: Jogja Benih 2026 Satukan Akademisi dan Praktisi, Perkuat Sistem Perbenihan Nasional
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian modern dan peningkatan daya saing sumber daya manusia pertanian.
“Kampus vokasi pertanian harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi petani. Perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi langkah penting agar inovasi anak bangsa memiliki nilai tambah dan keberlanjutan,” ujar Menteri Pertanian.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan, penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.
“Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang terlindungi secara hukum sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Melalui kerja sama ini, Polbangtan YOMA diharapkan semakin aktif mengembangkan riset terapan, inovasi teknologi pertanian, serta perlindungan kekayaan intelektual guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)
