21 Januari 2026

#Kabupaten Ciamis

Brigade Pangan Kabupaten Ciamis Siap Sukseskan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, CIAMIS – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Ciamis, 25 – 27 November 2025 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pamarican dan BPP Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi optimalisasi lahan dan cetak sawah, diikuti 30 orang anggota BP Tirto Sari Raharja dan BP Lakbok Berkarya.

Program Brigade Pangan sendiri adalah bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyebut Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa.

“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah," katanya.

Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyebut Brigade Pangan sebagai inovasi di bidang kelembagaan petani untuk mencapai swasembada pangan.

“Diperlukan aktivitas yang kreatif dan luar biasa dalam pengelolaan Brigade Pangan agar tercapai peningkatan produksi sehingga swasembada pangan tercapai dan terus bertahan,” tutur Ajat.

Baca juga: 

Mentan Amran: Indonesia Kebut Swasembada, Halau Upaya Impor Ilegal

Ia menambahkan, tujuan pembentukan Brigade Pangan agar generasi milenial peduli dengan pertanian.

Selama 3 hari pelatihan, 15 orang peserta dari Brigade Pangan Lakbok Berkarya menerima materi inti tentang budidaya padi mulai dari persiapan lahan, persiapan benih dan penanaman, pemeliharaan padi, dan panen dan pascapanen.

Dalam kegiatan itu, fasilitator di BPP Kecamatan Pamarican memberikan materi tentang pencatatan keuangan usahatani, pengelolaan organisme pengganggu tanaman, dan pemupukan kepada 15 orang peserta dari Brigade Pangan Tirto Sari Raharja.

Salah seorang peserta dari Brigade Pangan Tirto Sari Raharja, Ahmad Alan, mengaku ini pengalaman pertama bisa mengikuti pelatihan tentang pertanian.

“Kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena ilmu tentang pembukuan keuangan ini sangat bermanfaat, karena sebelumnya kami tidak melakukannya sehingga tidak mengetahui apakah untung atau rugi aktivitas usahatani yang kami lakukan selama ini. Di sini diajarkan pembukuan keuangan yang benar dan lengkap dari awal sampai akhir,” ucap Ahmad.

Peserta lainnya, Sinta Amalia dari Brigade Pangan yang sama, menyampaikan terima kasihnya kepada BBPP Lembang bisa mengikuti pelatihan.

“Dengan ilmu yang diberikan oleh narasumber dan fasilitator, bisa mengenal lebih luas tentang pertanian dan pengelolaannya yang baik dan berkelanjutan untuk kesejahteraan petani,” katanya.

Sinta mengajak petani untuk bekerja lebih terstruktur dan tertata. Dirinya juga berharap petani bisa menjaga ekosistem dengan menerapkan pertanian organik, mengurangi penggunaan bahan kimia untuk pemupukan dan pengendalian hama serta menerapkan prinsip pupuk berimbang. (yoko/chetty)

Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Pertanian Kabupaten Ciamis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sebagai UPT Kementerian Pertanian (Kementan), bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, melaksanakan Training of Trainer (TOT) Budidaya dan Penguatan Kelembagaan Tani Tembakau bagi Penyuluh Pertanian, Petugas POPT dan Penyuluh Pertanian Swadaya.

Kegiatan yang dilaksanakan 9 – 14 Desember 2024, diikuti 40 orang peserta.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya SDM pertanian.

“SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang memberikan materi Kebijakan Pembangunan Pertanian, Selasa (10/12/202), menyampaikan kebijakan dan program Kementerian Pertanian saat ini.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/12/13/regenerasi-petani-kementan-masifkan-peran-generasi-muda/

Ajat juga memberi motivasi pentingnya peran penyuluh pertanian.

“Tugas penyuluh pertanian adalah meningkatkan motivasi petani yang didampinginya agar bisa meningkat produksi dan produktivitas pertaniannya. Kita harus bisa menjadi bagian dari keberhasilan petani meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya,” ungkap Ajat.

Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi-materi tentang Persiapan Penyelenggaraan Kegiatan Penyuluhan Pertanian, Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian, Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian Penumbuhan dan Pengembangan Posluhdes.

Peserta juga memperoleh materi dari Fasilitator Daerah (Fasda) Perkebunan Provinsi Jawa Barat tentang Dinamika Kehidupan dan Pentingnya Keterbukaan yaitu Motivasi Diri dan Membangun Harapan dan Menemu Kenali Masalah Rumah Idaman Masa Depan (RMD), Pentingnya Kebersamaan dan Filosofi Kemitraan Menyikapi Bantuan dan Motivasi Memperbanyak Sumber Pendapatan.

Materi lainnya adalah Pemantapan Kebersamaan, Penerapan Aturan dan Sanksi Kelompok dan Sepuluh Prinsip Dasar Kelompok Produktif, Sekilas Bagan Organsiasi Kelompok Kewajiban, Hak, Pengurus dan Anggota dan Strategi Dasar Pengelolaan Lahan.

Di penghujung pelatihan, diadakan kunjungan lapang ke Kabupaten Boyolali. Di sana, peserta mempelajari Pengembangan Komoditas Tembakau, Penguatan Kelembagaan Petani Tembakau, dan Pembibitan dan Penanganan OPT Tanaman Tembakau dan SOP Teknis Pengelolaan dan Budidaya Tembakau.(***)