18 Mei 2026

NEWS

Petani Gelar Kenduri Babah Leung, Kementan Dukung Peningkatan Areal Sawah di Bireun

TANIINDONESIA.COM//BIREUN - Kementerian Pertanian memberikan dukungan kepada petani di Bireun, Aceh, untuk meningkatkan areal sawah sekaligus meningkatkan produksi pertanian. Hal terlihat saat masyarakat dan petani di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun, melaksanakan Kenduri Babah Leung, di Lhok Pudeng Desa Meurah, Kecamatan Samalanga, Minggu (3/11/2024).

Kenduri ini merupakan warisan leluhur yang menjadi tradisi bagi sebagian besar masyarakat, terutama petani, yang dilaksanakan secara turun temurun.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terus mengingatkan untuk meningkatkan produksi dalam rangka mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto yaitu swasembada pangan dalam waktu singkat.

Mentan Amran menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam waktu empat tahun, namun dengan sinergi seluruh elemen bangsa, Ia optimis target tersebut dapat diraih dalam waktu kurang dari tiga tahun.

"Kita akan mewujudkan swasembada pangan secepat mungkin, ini adalah perintah Presiden yang tidak bisa ditawar,” tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai terjaganya kearifan lokal ini membuktikan masyarakat di Aceh memiliki komitmen yang tinggi terhadap pertanian.

"Lewat kearifan lokal inilah masyarakat setempat mampu menjaga produksi pertanian," katanya.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang hadir menyampaikan apresiasi dan penghormatannya terhadap kearifan lokal yang sampai saat ini masih berlaku.

Di hadapan peserta ia juga berharap agar prosesi Babah Leung bisa dimajukan sehingga olah tanam bisa lebih cepat sehingga bulan Desember bisa dilakukan panen dan bisa tercatat oleh Badan Pusat Statistik di tahun 2024.

Menurut Siti Munifah agar apa yang dilakukan para petani dan stakeholder pertanian dihargai dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

"Mudah-mudahan bisa menjadi pemikiran kita bersama, kalau kenduri ini dilakukan bulan September maka bapak ibu petani yang menanam itu akan tercatat BPS di tahun yang sama. Karena kalau kenduri bulan September, tanam di Oktober, Desember sudah panen," ungkap Siti Munifah.

Sebagai informasi pola tanam padi serentak terbukti mampu meningkatkan produksi dan meminimalisir serangan hama tanaman.

Menurut Ketua Mukim, Zulkifli, masyarakat yang hadir memanjatkan doa meminta kepada Allah SWT agar tanaman padi dijauhkan dari hama penyakit sehingga diharapkan hasil panen melimpah.

"Sebelum turun ke sawah masa tanam rendengan, ini merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen dan memanjatkan doa untuk hasil ke depan agar lebih baik dan melimpah," kata Zulkifli.

Kenduri diselenggarakan oleh warga secara mandiri, patungan menyumbang dana untuk membeli kerbau untuk disembelih.

Produksi padi Kabupaten Bireun pada umumnya mengalami peningkatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi saat menyampaikan sambutannya.

Salah satu upaya yang dilakukannya adalah menekan serendah mungkin potensi serangan hama dengan melaksanakan tanam serentak.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/09/07/kunker-di-banjar-kepala-bppsdmp-kementan-tanam-bersama-dan-kunjungi-upja/

"Kami dari dinas pertanian bekerja sama dengan semua elemen masyarakat komitmen bahwa kalau sekarang buka pintu air maka dua hamparan sawah akan olah tanah sekaligus," ujar Mulyadi.

Dalam filosofi masyarakat setempat, istilah Babah Leung adalah adalah prosesi buka pintu air, tanda dimulainya musim tanam di mana air yang menjadi salah satu unsur penting diharapkan bisa mengairi semua sawah.

Oleh karena itu, dijelaskan Mulyadi bahwa Kenduri Babah Leung menjadi momentum kesepakatan bersama semua unsur masyarakat untuk melakukan tanam serentak. Harapannya nanti Maret 2025 semua petani melakukan panen dengan hasil yang meningkat.

"Kita komit kemarin, di masa musim rendeng ini semua harus olah tanam agar panen nanti di Maret tahun depan selesai," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan bahwa luas sawah di Bireun awalnya 14.944 hektar, setelah ada intervensi program dari Kementerian Pertanian meningkat menjadi 15.711 hektar.

Hal itu menjadikan Bireun sebagai kabupaten nomor 2 yang berhasil memperluas areal sawahnya di Provinsi Aceh.(***)

Belajar Pertanian Modern, Siswa-Siswi SMPN 11 Bekasi Kunjungi UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 370 siswa dan siswi dari SMPN 11 Bekasi mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (30/10/2024), untuk mempelajari pertanian modern. Hal ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian untuk melakukan regenerasi petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, berulang kali menegaskan peran penting pemuda-pemudi Indonesia dalam regenerasi petani di masa yang akan datang.

“Pemerintah berkomitmen mengawal regenerasi petani dan menjadikan pertanian sebagai dunia usaha atau bisnis yang strategis dan menguntungkan,” tegas Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan kembali pentingnya generasi muda dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Tentu saja kita sangat berharap dengan kehadiran anak-anak muda ini, mereka akan menjadi pengganti atau penerus dari SDM pertanian yang ada di Indonesia,” tutur Santi.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, Kementerian Pertanian meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan pertanian bagi generasi muda melalui program-program vokasi dan magang.

Selain itu, Kementan juga menggencarkan promosi dan kampanye untuk menumbuhkan citra positif profesi petani di generasi muda.

Mewujudkan semangat tersebut, UPT di bawah BPPSDMP membuka lebar kerja sama dalam bentuk study tour bagi pelajar. BBPP Lembang menjadi salah satu destinasi bagi para pelajar untuk mendalami ilmu pertanian.

Sebagaimana para murid SMPN 11 Bekasi mendalami mengenai hidroponik, kompos, bercocok tanam di lahan terbuka, dan tanaman hias.

Di BBPP Lembang, siswa dan siswi yang seluruhnya kelas 8 SMP dibagi ke beberapa kelompok.

Sebagian langsung menuju lahan praktik. Sedangkan lainnya diterima di Aula Catur Gatra oleh Kepala Bagian Umum BBPP Lembang Yullyndra Tisna Diputri.

Para siswa kemudian mempelajari cara membangun susunan rangka untuk bercocok tanam secara hidroponik menggunakan sistem deep flow technique (DFT).

Kelompok lainnya mempelajari cara membuat pupuk kompos dari kotoran sapi di rumah kompos. Sedangkan lainnya antusias menyimak cara bercocok tanam tanaman selada dan brokoli di lahan terbuka pada Kawasan Rumah Pangan Lestari BBPP Lembang.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/30/semangat-sumpah-pemuda-kementan-temui-petani-muda-kabupaten-bandung/

Ada pun para siswa dan siswi yang berminat mendalami tanaman hias dan mempelajari cara budidayanya secara vegetatif melalui metode stek.

Selain mempelajari segala hal mengenai pertanian, kawasan Lembang yang kerap menjadi lokasi wisata menangkap perhatian para peserta didik.

Sambil belajar pertanian mereka berkeliling di lahan seluas 6 hektar yang merupakan Inkubator Agribisnis di BBPP Lembang. Para siswa-siswi kerap berhenti untuk berfoto dan mengagumi pemandangan.

Kepala Sekolah SMPN 11 Bekasi, Munajam, menegaskan kembali tujuan para siswa di BBPP Lembang.

“Dalam waktu yang singkat ini kami sangat berharap para siswa mempelajari pertanian utamanya mengenai hidroponik dan cara merawat tanaman di dalam Greenhouse,” tutur Munajam.

Sementara Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menitipkan harapan besar bagi generasi petani di masa yang akan datang.

Ajat menekankan bahwa pembangunan pertanian harus diisi oleh aktor-aktor atau pelaku utama yang berkualitas unggul.

“Insan pertanian generasi muda harus lebih baik daripada generasi pendahulunya,” tegas Ajat.(***)

BRI KC Pasar Minggu Berbagi Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - BRI Kantor Cabang (KC) Pasar Minggu terus memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah. Tak ketinggalan selalu mengupayakan melakukan hal bermanfaat kepada lingkungan sekitar.

Kali ini BRI KC Pasar Minggu menggelar program Jumat Berbagi. Lokasinya diadakan di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Alhamdulilah kami ikhtiar terus berupaya memberikan yang terbaik dan bersinergi dengan berbagai pihak," ujar Pimpinan BRI KC Pasar Minggu, Moch Syarif Budiman.

Syarif menjelaskan, untuk program Jumat Berbagi ini biasanya diagendakan di beberapa lokasi. Bentuk Jumat Berbagi juga bervariasi, biasanya lebih berbagi makanan kepada masyarakat sekitar. Kali ini BRI KC Pasar Minggu membagikan 50 nasi boks.

"Jumat Berbagi seperti ini juga sudah umum dilakukan di berbagai tempat oleh beberapa instansi maupun pribadi," ungkapnya.

Tak hanya Jumat Berbagi, BRI juga memiliki banyak sekali program-program lain yang sejenis yaitu kepedulian sosial terhadap lingkungan, hanya saja berbeda bentuk.

BRI KC Pasar Minggu terbuka secara lebar dalam bekerjasama dengan berbagai pihak, tentunya jika sesuai dengan program yang ada.

Seperti kita ketahui, BRI memiliki banyak program dan produk unggulan yang bisa memudahkan para nasabah. Program undian berhadiah, produk digital seperti salah satunya yaitu Aplikasi BRImo hadir guna memudahkan nasabah dalam bertransaksi perbankan.

"Ayo terus bertransaksi perbankan bersama BRI, bisa datang ke KC Pasar Minggu maupun melalui aplikasi BRImo," tutupnya.(***)

Semangat Sumpah Pemuda, Kementan Temui Petani Muda Kabupaten Bandung

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Momen Sumpah Pemuda ke-96, dijadikan Kementerian Pertanian sebagai ajang untuk bertemu dengan 40 anak muda di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam kegiatan bertajuk "Temu Petani, Pemuda, dan Mahasiswa", Senin (28/10/2024).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jika Kementerian Pertanian harus memenuhi permintaan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan.

“Beliau memberi penugasan. Bahwa swasembada kita capai secepat-cepatnya, sesingkat-singkatnya,” tegas Amran.

Sedangkan Wakil Mentan, Sudaryono, menekankan pentingnya teknologi dan petani milenial dalam mencapai tujuan tersebut.

“Kita hidup di era dimana teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Saya mengajak milenial untuk terlibat dalam berbagai program dan inisiatif yang mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Sudaryono.

Pertemuan Kementan dan 40 anak muda yang diadakan di lahan Gapoktan Padasuka, Rancaekek, Bandung, diisi oleh diskusi dalam bentuk talkshow dan panen bersama.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/30/kementan-latih-manajemen-pendampingan-untuk-tim-gugus-tugas-pompanisasi-provinsi-jawa-tengah/

Panen bersama dilakukan dengan menggunakan konsep pertanian modern yang menggunakan alsintan. Praktik panen yang semula dilakukan dengan manual kemudian disandingkan dengan penggunaan alsintan combine harvester.

Dalam pertemuan itu, hadir Staf Khusus Menteri Sam Herodian dan Anggota DPR RI Komisi IV Sabam Rajagukguk.

Selain itu, hadir Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, dan Kadistan Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendasyah.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep pertanian modern dan Brigade Pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan Brigade pangan yang digagas oleh Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan partisipasi generasi milenial.

“Melalui pertanian modern brigade pangan ini kita mengundang anak-anak muda mau terjun langsung ke sektor pertanian utamanya adalah pada budidaya padi, harapannya bisa semakin meningkatkan langsung produksi,” tutur Santi.(***)

Kementan Latih Manajemen Pendampingan untuk Tim Gugus Tugas Pompanisasi Provinsi Jawa Tengah

TANIINDONESIA.COM//SEMARANG – Untuk mendukung keberhasilan Pompanisasi, yang merupakan bagian dari program Perluasan Areal Tanam (PAT) bagi peningkatan Indeks Pertanaman (IP), Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan TNI sebagai tim gugus tugas untuk pengawalan dan pendampingan.

Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementan menggelar Pelatihan Manajemen Pendampingan Pompanisasi bagi 9.294 Tim Gugus Tugas/Pendamping Lapangan dari 34 wilayah di Kodim IV Diponegoro Provinsi Jawa Tengah. Pembukaan dilakukan Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, Selasa (29/10/2024).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan beberapa solusi cepat menuju swasembada dan mitigasi kekurangan pangan.

"Di antaranya adalah intensifikasi, ekstensifikasi dan kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak,” jelas Mentan.

Pada arahannya secara daring, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, berharap tim gugus tugas/pendamping lapangan dapat menjadi akselerator untuk meraih swasembada pangan secepatnya.

Wakil Aster Kodam IV Diponegoro, Letkol Inf. Dipo Sabungan Lumban Gaol, mengatakan mendukung alsintan berupa pompa air yang sudah diturunkan oleh Kementan kepada kelompok tani, dinas pertanian dan jajaran Kodim IV Diponegoro.

"Bantuan itu harus dapat dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung PAT. Babinsa sebagai ujung tombak pembina teritorial dapat mendampingi optimalisasi lahan melalui pompanisasi di wilayah masing-masing," katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tujuan pelatihan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/28/kementan-dampingi-pengembangan-klaster-pertanian-modern-di-sukoharjo/

“Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi tim gugus tugas dalam pendampingan pompanisasi untuk meningkatkan PAT dan produksi padi,” katanya.

Pelatihan dipusatkan di Kodam 0733 Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. selama 3 hari, mulai 29 sampai 31 Oktober 2024. Hari pertama dilakukan pembekalan secara hybrid.

Peserta menerima materi inti dari fasilitator widyaiswara BBPP Lembang yaitu Pengoperasian, Pemeliharaan dan Perbaikan Pompa, Komunikasi Efektif, dan Teknik Pendampingan.

Hari kedua dan ketiga dilakukan secara on the job training, seluruh peserta kembali ke wilayah kerjanya masing-masing.

Sentot Ari Mustiko, Serma yang bertugas di Koramil 03 Semarang Timur, mengatakan pelatihan ini sangat membantu selama di lapangan.

"Terutama dalam mendampingi petani mengatasi kekeringan,” ujarnya.

Sersan Edy Hartomo, Sersan Kepala yang bertugas di Koramil 25 Purwokerto Selatan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian.

"Terima kasih telah memberi pembekalan kepada kami. Ini sangat positif dan bermanfaat untuk kami sebagai pendamping kelompok tani,” ujarnya.(***)

Dukung Program Makan Bergizi Presiden Prabowo, Kementan Bangun Ketahanan Pangan di Gunung Kidul

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil peran strategis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Melalui program ketahanan pangannya, Kementan berupaya memacu produktivitas pertanian nasional, tidak terkecuali di Kabupaten Gunung Kidul.

Salah satunya melalui Gerakan Tanam Padi yang dilakukan oleh Kelompok Tani Ajeg Muyek Dusun Gunungkrambil, Desa Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (28/10/2024).

Gerakan ini tidak lepas dari upaya Kementan membangun irigasi perpompaan di kantong-kantong pangan yang tersebar di Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut anggaran Kementan saat ini difokuskan pada cetak sawah, irigasi, dan optimasi lahan rawa.

“Program peningkatan produksi padi sebagai langkah strategis Kementan. Salah satu cara yang dilakukan adalah memperluas areal tanam melalui pompanisasi yang cepat,” ungkap Mentan Amran.

Ia optimis pompanisasi bisa mendorong percepatan tanam. Ini agar planting indeks atau indeks pertanaman (IP) meningkat.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, terus mendorong jajarannya untuk memprioritaskan pompanisasi sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Hadir dalam giat, mewakili Kementan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Bambang Sudarmanto mendorong kelompok tani Dusun Gunungkrambil untuk meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan irigasi perpompaan (irpom).

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/26/tinggalkan-pertanian-tradisional-kementan-gandeng-milenial-menuju-pertanian-modern/

“Optimalkan irpom yang ada. Untuk lahan yang masih sulit air, irpom perlu digunakan,” tukasnya.

Panewu (Camat) Ponjong, Irwan Tri Wibowo menyambut baik irigasi pompanisasi di wilayahnya. Ia mengatakan keberadaan irpom bisa meningkatkan produktivitas petani di Kapanewon Ponjong.

“Sesuai dengan program nasional, ketahanan pangan menjadi prioritas utama. Adanya irpom ini mendukung ketahanan pangan.” tutur Irwan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ajek Muyek Gunungkrambil, Sabarno menjelaskan gerakan tanam ini adalah hasil dari irpom yang sudah dibangun Kementan.

“Gunungkerambil memiliki 52 hektar sawah dan 29 hektar pekarangan. Dari 52 hektar sawah terbagi menjadi 4 bulak. 1 bulak yang tersasar irpom sekitar 25 hektar, dan 10 hektarnya sudah menikmati irpom, dengan tambahan swadaya dan saluran cacing”, paparnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Hery Sulistio Hermawan mengatakan gerakan tanam ini menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk melanjutkan tanam.

“Makan siang bergizi gratis dan penguatan lumbung pangan desa, nasional dan dunia menjadi program strategis pemerintah. Untuk itu mari kita optimalkan irpom yang ada agar bisa berlanjut dan lestari dari waktu ke waktu” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin besar. Untuk itu ia mengajak petani dan pemerintah untuk berkerjasama dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.(***)

Kementan Dampingi Pengembangan Klaster Pertanian Modern di Sukoharjo

TANIINDONESIA.COM//SUKOHARJO – Kementerian Pertanian melakukan pembangunan pertanian dengan pendekatan modern yang memanfaatkan teknologi, alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan infrastruktur, dan SDM yang kompeten.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami diminta oleh Presiden untuk membangun pertanian modern, dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan jika konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan fasilitasi kepada masyarakat berupa alsintan yang dapat meningkatkan produktivitas melalui efisiensi input produksi, waktu, dan susut panen jika dikelola secara terstruktur dan terintegrasi dalam bentuk kelembagaan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA).

Dalam rangka rnengkonsolidasikan pengelolaan alsintan secara terstruktur dan terintegrasi, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melaksanakan pengawalan dan pendampingan gerakan pertanian modern di lokasi sentra produksi pangan, salah satunya Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/28/kementan-ajak-petani-demak-tingkatkan-produksi-lewat-teknologi-hidroponik/

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pertanian modern suatu keharusan agar tercapai produktivitas dan harus dikelola oleh SDM yang berkualitas.

Pendampingan pelaksanaan program pertanian modern dilaksanakan berkelanjutan. Pada periode tanggal 14 – 19 Oktober 2024, tim pendamping dari BBPP Lembang melakukan pendampingan di 7 kecamatan wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Pengawalan dan pendampingan pada kurun waktu tersebut difokuskan pada target yang diamanahkan, meliputi pendampingan pengelolaan Koperasi Krida Muda Agro, yaitu koperasi yang bergerak dalam bidang jasa penyewaan alsintan.

Mengesahkan kelengkapan AD ART, kelengkapan administrasi koperasi, menentukan proses bisnis koperasi yaitu jasa alsintan dan pemantauan pemanfaatannya.

Pendampingan dilakukan juga dalam hal pengisian pembukuan pemanfaatan alsintan yang penting untuk membantu petani dan kelompok tani dalam mencatat penggunaan alat dan mesin pertanian secara akurat, transparan, dan efisien.

Berikutnya melakukan identifikasi offtaker yang bisa membeli produk dalam jangka waktu tertentu biasanya dalam jangka waktu yang cukup panjang dan melakukan identifikasi petani milenial.

Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) juga disampaikan dalam hal pelayanan pengelolaan alsintan. Dilakukan perancangan dan uji coba pelayanan alsintan berbasis TI.(***)

Kementan Ajak Petani Demak Tingkatkan Produksi Lewat Teknologi Hidroponik

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mengajak para petani asal Demak, Jawa Tengah, untuk meningkatkan produksi pertanian. Untuk mendukung hal tersebut, memperkenalkan pertanian modern, seperti teknologi hidroponik.

Hal tersebut dilakukan saat 150 petani binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak berkunjung ke BBPP Lembang, Jumat (25/10/2024). Rombongan yang terdiri dari petani dan kelompok wanita tani itu hadir bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak dan diterima oleh Kepala Balai dan tim manajemen BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, pemerintah saat ini tengah bertransformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern.

"Kami sedang membangun pertanian modern dan sekarang kita tengah memulai pekerjaan di beberapa wilayah,” sebut Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan dalam konsep pertanian modern, membutuhkan SDM dan memasifkan penggunaan alat mesin pertanian.

“Saat ini BPPSDMP bergerak dengan motto inklusif, profesional, dan modern," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian sedang gaspol menggenjot produktivitas agar target swasembada secepatnya bisa terealisasi.

“Sektor pertanian diminta tidak berhenti untuk bergerak cepat karena pertanian di era pemerintahan baru sekarang menjadi lokomotif pembangunan di Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dengan swasembada,” tutur Ajat saat menerima rombongan.

Ajat juga menjelaskan peran BBPP Lembang dalam pengelolaan SDM pertanian agar tercipta SDM pertanian yang profesional dan berkualitas.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/20/kolaborasi-kementan-dan-pemkab-cianjur-sukseskan-pompanisasi/

Pada studi lapangan ini, rombongan diajak berkeliling ke Inkubator Agribisnis (IA) yang membudidayakan aneka tanaman dengan teknologi hidroponik berbagai sistem.

Ada 3 sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang dikenalkan, yaitu komoditas melon varietas Robin yang dibudidayakan menggunakan sistem irigasi tetes, tanaman pakcoy memanfaatkan sistem deep flow technique (DFT), dan pembibitan kentang sistem aeroponik.

Di greenhouse (GH) hidroponik sistem irigasi tetes, petugas menjelaskan budidaya melon dan sistem kerja GH yang dapat secara otomatis mengatur suhu dan kelembapan di dalam GH.

Buah melon yang sudah siap panen setelah 120 hari ditanam, diserbu dan dibeli para petani Demak. Sebab, melon tersebut rasanya manis dengan brix 17 dan tekstur daging melon renyah yang belum pernah dibudidayakan oleh petani melon di Demak.

Di sudut IA lainnya, petugas juga menjelaskan alur budidaya sayuran pakcoy sistem DFT, diantaranya sistem pemberian nutrisi AB Mix dan kegiatan panen pascapanen pakcoy hingga proses pemasarannya ke berbagai segmentasi pasar.

Di screen aeroponik kentang yang sudah dilakukan pengeringan selama 10 hari dan telah dipanen untuk dilakukan proses dormansi selama 3 bulan.

Petugas menjelaskan proses pembibitan kentang G0 varietas Granola, mulai dari planlet di laboratorium kultur jaringan, penyetekan hingga penanaman di dalam bak-bak aeroponik, pemeliharaan, panen, proses pengeringan hingga bibit kentang ditanam G1 sampai G4.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, mengatakan para petani tertarik dengan pengembangan yang dilakukan BBPP Lembang.

“Alhamdulillah kami sangat tertarik sekali dengan apa yang dilakukan di BBPP Lembang dalam penerapan pertanian modern melalui budidaya sayuran dan buah seperti pakcoy, kentang, dan melon dengan hidroponik,” tuturnya.

“Ini sangat bermanfaat bagi petani binaan kami, tampak dari antusias mereka berdialog dengan widyaiswara dan petugas lapangan terkait budidaya secara hidroponik,” ucap Agus.(***)

Tinggalkan Pertanian Tradisional, Kementan Gandeng Milenial Menuju Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah berupaya melakukan transformasi dari pertanian tradisional ke pertanian modern. Dengan memanfaatkan teknologi, Kementan optimis generasi milenial tertarik untuk mengambil peran dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Disampaikan dalam Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) pada Jumat (25/10/2024), Tenaga Ahli Menteri Bidang Pengembangan Pertanian Presisi, Desrial mengajak milenial dan generasi Z untuk mengambil peran dalam pertanian modern.

“Dalam pengembangan pertanian ke depan, mutlak melibatkan kaum milenial. Di negara maju, petaninya adalah orang-orang terdidik. Sehingga berorientasi pada keuntungan. Ini yang akan dibangkitkan, agar milenial termotivasi untuk ikut” jelasnya.

Terlebih, Ia menyebutkan Indonesia akan menghadapi bonus demografi, lebih dari 60% penduduknya berada pada usia produktif. Jika ini dimanfaatkan, Ia optimis pembangunan akan berjalan maksimal.

Untuk itu, Desrial menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam praktik pertanian. Pasalnya teknologi mampu meningkatkan produktivitas.

“Dengan panen tradisional terdapat susut panen sebanyak 12 persen. Sedangkan jika mengaplikasikan teknologi hanya 1 %. Maka dengan hadirnya teknologi akan meningkatkan prosentase panen sebesar 11 persen.” papar akademisi IPB ini.

Selain itu, Ia mengatakan teknologi dan alsintan modern dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya kerja pada budidaya padi.

“Dengan alsintan, dapat menekan biaya produksi hingga 50%, dan meningkatkan produksi hingga 100%,” ungkapnya.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2024/10/20/optimalkan-upja-kementan-dorong-pendirian-koperasi/

Ia menyebutkan dengan penggunaan alsintan, proses tanam jauh lebih singkat. Jika dilakukan secara tradisional, waktu tanam yang diperlukan sebanyak 200 jam per hektar. Dengan cultivator, hanya memerlukan 5 jam per hektar.

"Alsintan dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja, biaya kerja, dan mengurangi susut hasil.” tegasnya di depan ratusan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang yang mengikuti kuliah umum.

Untuk itu, Kementan tidak ragu untuk berinvestasi pada teknologi. Bahkan mendorong milenial untuk mengadaptasi teknologi di sektor pertanian.

“Ke depan, Kementan akan fokus pada petani milenial. Kita dorong milenial untuk membentuk suatu kelompok, yang terdiri dari 15-20 orang. Meraka akan mendapatkan 1 paket mesin. Di sana, mereka terjun langsung ke Masyarakat, membantu petani mengelola pertanian. Bola ada di tangan generasi muda,“ ungkapnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti melibatkan mahasiswa dan alumni Polbangtan/PEPI pada program Pertanian Modern di beberapa kawasan.

"Sangat penting mendorong regenerasi petani untuk ketahanan pangan Indonesia," tegas Idha.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto terus mendorong mahasiswa untuk serius menekuni sektor yang menguntungkan ini.

“Saat ini sektor pertanian menjadi yang utama. Ke depan, anak - anak akan berkiprah. Kalian harus berjuang, karena sektor pertanian nantinya akan di tangan anak-anak,” ujarnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk terus berkolaborasi menuju Indonesia modern.

"Kita harus siap menghadapi tantangan. Siap merealisasikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” pungkas Bambang.(***)

Kementan Gaungkan Peningkatan Produksi Padi melalui Penggunaan Benih Unggul di Bertani on Cloud

TANIINDONESIA.COM//SUBANG – Saat menyampaikan pidato pertama, Presiden Prabowo mengungkapkan harapannya agar Indonesia segera swasembada pangan dalam 4 sampai 5 tahun ke depan. Kementerian Pertanian meresponsnya dengan peningkatan produksi padi menggunakan benih unggul.

Hal itu disampaikan dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 281 yang diadakan langsung dari lokasi P4S di Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Kamis (24/10/2024). Sebanyak 440 participants mengakses zoom dan 201 viewers dari live streaming youtube BBPP Lembang yang menyaksikan BOC kali ini.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan, solusi cepat menuju swasembada dan mitigasi kekurangan pangan diantaranya adalah intensifikasi melalui kegiatan pompanisasi, pemanfaatan IT dan optimalisasi lahan rawa dari produksi 1 kali hingga 2-3 kali.

"Kedua, ekstensifikasi lahan pertanian dengan cetak sawah di berbagai lokasi, di antaranya Merauke 1 juta hektar, Kalimantan Tengah 500 ribu hektar, Kalimantan Selatan 400 ribu hektar,” tuturnya.

Mentan Amran juga membeberkan strategi lainnya.

“Ada Gerakan Pangan Lestari dengan potensi 70 juta rumah tangga yang bisa memperkuat ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam aneka komoditas sayuran, buah, perikanan, peternakan. Terakhir, sangat penting berkolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak,” ucap Amran.

Untuk menggaungkan pengetahuan mengenai peningkatan produksi padi melalui benih unggul, Kementerian Pertanian menggelar Bertani On Cloud (BOC) Volume 281 dengan menggaet Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Oryza Sativa Sukamandi (OSS) Farming.

Tema yang diangkat adalah Benih Unggul Dongkrak Produktivitas Padi. Kegiatan dibuka secara online oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Santi menyampaikan pentingnya peran benih unggul dalam meningkatkan produktivitas padi sangat penting.

 

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/10/20/kolaborasi-kementan-dan-pemkab-cianjur-sukseskan-pompanisasi/

“Kita harus memilih benih unggul yang sesuai agroekosistem setempat, usianya genjah, dan potensi produksi tinggi," kata Santi.

Santi menambahkan, benih unggul padi akan memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit, toleransi terhadap Iklim ekstrem, memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, kualitas hasilnya akan bagus, dan penggunaan input yang efisien.

Sementara Ketua P4S OSS Farming, Otong Wiranata, menceritakan sejarah berdirinya P4S OSS Farming yang terbentuk pada tahun 2021.

Menurutnya, P4S OSS Farming diawali sebagai kelompok penangkar benih padi pada tahun 1995, terus berjalan menerima kegiatan magang bagi petani penangkar padi dan yang akan memulai menjadi penangkar benih padi.

Dalam kesempatan itu, Otong menjelaskan pentingnya benih padi yang unggul dan bermutu untuk peningkatan produktivitas, kualitas dan efisensi yang otomatis akan meningkatkan harga komoditas padi.

Otong menjelaskan pula peluang untuk menjadi penangkar benih padi sangat terbuka karena masih ada 40% benih padi yang belum menggunakan benih padi unggul dan bermutu.

Pada BOC Volume 281, pengelola P4S OSS Farming juga memberikan materi tentang pembukuan cerdas ala kebundata my.id.

Platform berbasis website yang bermanfaat untuk monitoring kebun dan mencatat keuangan di buku kas secara digital. Ini menarik untuk menarik generasi milenial terjun ke pertanian dengan pemanfaatan teknologi informasi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan manfaat kegiatan BOC sebagai sarana belajar untuk menambah pengetahuan tentang inovasi-inovasi dibidang pertanian.

“Keberadaan BOC ini untuk memajukan sektor pertanian melalui peningkatan SDM dibidang pertanian,” ujarnya saat kegiatan BOC berlangsung

Salah satu peserta BOC, Sri Maulida, Petugas Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari Provinsi Kalimantan Timur mengatakan materi BOC ini memberi motivasi.

"Memberi motivasi kepada kami untuk memahami pentingnya benih unggul padi yang akan kami sebarluaskan kepada petani binaan kami, untuk meningkatkan produktivitas padi,” ujarnya.(***)