17 April 2026

Bulan: November 2025

Mentan Amran: Indonesia Kebut Swasembada, Halau Upaya Impor Ilegal

TANIINDONESIA.COM//Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah mempercepat swasembada beras nasional dan menghentikan setiap upaya impor yang bertentangan dengan kebijakan negara. Hal ini disampaikan menyusul temuan masuknya 250 ton beras ilegal melalui Sabang, Aceh, yang dilakukan tanpa izin pemerintah pusat.

“Bapak Presiden Prabowo sudah menyampaikan bahwa tidak boleh impor karena stok kita banyak. Ini kehormatan bangsa kalau kita bisa berdaulat pangan. Masih ada 1 bulan 1 minggu Indonesia swasembada, jadi jangan diganggu lagi. Pasti kita usut,” kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (23/11/2025).

Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah akan menghalau segala upaya untuk mengimpor beras, apalagi jika itu dilakukan secara ilegal.

“Ada beras masuk di Sabang, itu 250 ton. Tanpa izin dari pusat. Tanpa persetujuan pusat. Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam. Langsung disegel. Ini berasnya tidak boleh keluar,” tegasnya.

Ia menekankan tidak ada alasan Indonesia mengimpor beras. Stok Indonesia saat ini dalam posisi kuat. Apalagi, proyeksi produksi beras di tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton berdasarkan data BPS. Kebijakan larangan impor beras juga dilaporkan berdampak pada penurunan harga beras dunia.

Baca juga:

Pastikan Tenaga Kerja Kompeten, Kementan Latih Brigade Pangan

“Nah ini dengan berbagai dalilnya. Ada yang katakan beras Thailand, Vietnam murah. Memang murah karena Indonesia tidak impor beras. Pemimpin negara lain meminta ke Presiden Prabowo untuk ekspor ke Indonesia meski sedikit. Kami sampaikan beras cukup, bahkan diperkirakan akhir tahun beras tertinggi,” ungkapnya.

Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah langsung mengambil langkah tegas setelah menerima informasi awal adanya beras masuk ke Indonesia tanpa izin.

“Kami koordinasi dengan semua pihak, kami langsung telepon Menteri Perdagangan. Beliau katakan tidak ada izin. Kami ucapkan terima kasih pada seluruh tim. Bergerak cepat dan menyegel. Kami perintahkan tidak mengeluarkan beras yang masuk ke Indonesia, ke Sabang tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa praktik impor tersebut diduga telah direncanakan sebelumnya. “Rapatnya di Jakarta. Minta rapat, rakor. Belum ada persetujuan. Kami tanya Dirjen, kami tanya Deputi. Ternyata dalam risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Mentan Amran mengumumkan penyegelan gudang PT Multazam Sabang Group, perusahaan yang dilaporkan melakukan impor 250 ton beras dari Thailand tanpa izin. “Bahwa itu kita segel dan kami minta ditelusuri siapa pelaku-pelakunya,” pungkasnya.(***)

Pastikan Tenaga Kerja Kompeten, Kementan Latih Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Indramayu, 17–19 November 2025, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Terisi.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi optimalisasi lahan dan cetak sawah, diikuti 45 orang anggota BP Maju Sejahtera, BP Cempaka Mulya, dan BP Petani Muda.

Program Brigade Pangan sendiri adalah bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam regenerasi petani muda.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyebut bahwa Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa.

“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah," katanya.

Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan jika keberadaan Brigade Pangan sudah dirancang oleh Kementerian Pertanian. Brigade Pangan yang awalnya dibentuk dikembangkan di beberapa provinsi di luar pulau Jawa, saat ini diadopsi di pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Pangandaran.

Baca juga:

Ajak Pelajar Senangi Pertanian Sejak Dini, UPT Kementan jadi Ruang Bagi Sekolah Vokasi

“Tujuan pembentukan Brigade Pangan agar generasi milenial peduli dengan pertanian. Ciri khas BP bahawa anggotanya menguasai moderninsasi pertanian baik benih unggul dan pemanfaatan alsintan seperti traktor, combine harvester, cultivator, dan drone sehingga bisa tercapai efisiensi,” jelas Ajat, saat pembukaan pelatihan.

Ajat berharap setiap anggota BP yang beranggotakan 15 dan dipimpin manajer, nantinya betul-betul memahami keberadaan BP dan tugas dan fungsi masing-masing sehingga BP dapat berjalan dengan baik serta meningkat produksi dan produktivitasnya.

“Harapannya BP bisa menjadi kelembagaan ekonomi petani yang lebih baik dari kelembagaan lainnya karena digerakkan oleh generasi muda,” jelas Ajat.

Pelatihan literasi keuangan ditujukan agar Brigade Pangan mampu menilai keuntungan kegiatan usahatani terhadap kegiatan produksi tanaman, mengidentifikasi kegiatan yang memungkinkan untuk ditekan, menyiapkan perencanaan untuk tahun berikutnya, dan membandingkan realisasi dengan rencana untuk menarik kesimpulan di perencanaan selanjutnya.

Selama 3 hari, peserta menerima materi inti tentang literasi keuangan, yaitu pencatatan usahatani, analisa kelayakan usahatani, dan membuat proposal usahatani berorientasi bisnis.

Secara berkelompok, peserta juga mempraktikkan membuat dan mempresentasikan tentang pencatatan usahatani dan proposal kegiatan.

Selain itu para anggota BP juga mendapatkan praktik dalam mengoperasikan dan menggunakan alat mesin pertanian mulai dari traktor baik roda dua maupun roda empat, combine harvester, dan drone pemupukan.

Manajer BP Teddy Indrias, dari BP Petani Muda, berharap para Brigade Pangan yang kini tengah beroperasi dapat menjadi percontohan bagi lembaga petani lain.(***)

Ajak Pelajar Senangi Pertanian Sejak Dini, UPT Kementan jadi Ruang Bagi Sekolah Vokasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membuka kesempatan belajar praktik bagi siswa-siswi sekolah vokasi pertanian.

Melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), para siswa mendapat bimbingan dari widyaiswara yang merupakan pakar di bidang pertanian. Kesempatan ini diberikan demi mendukung program strategis nasional Kementerian Pertanian dalam regenerasi petani muda.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional.

"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan, regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat.

"Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para siswa-siswi PKL.

"Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran siswa PKL seperti mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.

Baca juga:

Integrated Farming System, Kunci Pertanian Modern

Pada periode Agustus hingga November 2025, BBPP Lembang telah menerima sekitar 70 peserta PKL. Para peserta PKL berlatar belakang kampus dan sekolah kejuruan dengan fokus ilmu yang berkaitan dengan pertanian.

Diantara para peserta PKL tersebut, terdapat empat siswi dari SMKN 4 Padalarang baru saja menyelesaikan masa belajar mereka di BBPP Lembang, Kamis (20/11/2025).

Selama enam bulan mereka dibimbing oleh widyaiswara dan petugas lapangan BBPP Lembang dalam bercocok tanam dan agribisnis.

Nurhayati, misalnya, mempelajari budidaya selada keriting dengan sistem hidroponik. Sementara rekannya Yuni Nuraini. mempelajari Kentang yang dibudidayakan secara aeroponik.

Astri Indah Kirana dan Fitri Nursifa masing-masing mempelajari budidaya tanaman pakcoy dan melon. Keempatnya menyelesaikan periode PKL setelah diuji dan menyajikan laporan PKL di hadapan widyaiswara dan pembimbingnya.

Nurhayati menyampaikan kesannya selama 6 bulan PKL di BBPP Lembang. “Kami telah dibimbing oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan kami sehingga lebih memahami tentang budidaya,” tegasnya.

“Terima kasih kepada BBPP Lembang!” ucap keempat siswi tersebut kompak.(***)

realme C85 Series Tembus Rekor Guinness, Jadi Ponsel dengan Ketahanan Air Terbaik

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – realme, brand smartphone dengan pertumbuhan tercepat di dunia, hari ini mengumumkan bahwa realme C85 Series secara resmi telah meraih gelar GUINNESS WORLD RECORDS™ untuk kategori “Most People Performing a Mobile Phone Water-Resistance Test Simultaneously”. Pencapaian ini berlangsung di Cilandak Sports Center, Jakarta, dan menjadi tonggak bersejarah atas inovasi ketahanan air realme C85 Series sekaligus menegaskan komitmen realme dalam menghadirkan teknologi yang lebih tahan lama untuk pengguna yang lebih banyak.

Rekor ini dicapai melalui tantangan rekor dunia yang melibatkan 280 peserta, masing-masing memegang smartphone realme C85. Berdiri berjajar di tepi kolam, seluruh peserta memasuki air dalam formasi gaya “domino” yang telah dikoordinasikan dengan presisi, kemudian secara bersamaan menenggelamkan perangkat mereka. Setiap unit realme C85 dibiarkan berada di dalam air selama dua menit, sebelum secara serentak diangkat kembali, dan seluruh perangkat tetap berfungsi normal. Hasil ini memenuhi seluruh prosedur verifikasi resmi dari GUINNESS WORLD RECORDS™.

Kunci dari keberhasilan ini adalah teknologi ketahanan air terbaru IP69 Pro pada realme C85 Series. Sebagai sistem perlindungan tahan air tercanggih milik realme sejauh ini, IP69 Pro mencakup empat standar ketahanan air kelas atas: IP69K, IP69, IP68, dan IP66, memberikan perlindungan terhadap 36 jenis cairan dalam berbagai skenario ekstrem. realme C85 Series telah terbukti tahan dalam pengujian ekstrem, termasuk bertahan selama 30 menit pada kedalaman 6 meter dan 60 hari pada kedalaman 0,5 meter, sambil tetap berfungsi sepenuhnya tanpa gangguan. Dikombinasikan dengan 7000mAh Titan Battery kapasitas besar, sistem ketahanan air ini meningkatkan durabilitas secara keseluruhan dan memberikan pengalaman penggunaan yang aman dan bebas rasa khawatir bagi anak muda dalam segala kondisi.

Setelah pencapaian GUINNESS WORLD RECORDS™ ini, realme C85 Series semakin menegaskan dedikasi realme untuk menyediakan smartphone yang tangguh dan berkualitas tinggi, siap menghadapi tantangan penggunaan sehari-hari. realme C85 Series akan segera hadir di berbagai wilayah utama di seluruh dunia, memperkenalkan perangkat yang memadukan teknologi tercanggih dengan ketahanan yang dapat diandalkan bagi anak muda.

Kunjungi www.realme.com/id dan ikuti akun media sosial resmi realme Indonesia untuk selalu terupdate dengan informasi mengenai produk, layanan, dan promo terkini dari realme untuk pasar Indonesia.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Tampilkan Karya di Public Expose

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menyatakan komitmennya untuk terus mendukung swasembada pangan nasional.

Hal ini disampaikan pada Public Expose 2025 yang dilangsungkan di Atrium Artos Mall, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Minggu (16/11/2025).

Beragam karya dan inovasi digelar untuk mengenalkan Polbangtan Yoma sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan). Utamanya sebagai garda terdepan penyiapan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten.

Seperti dikatakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, peningkatan kompetensi SDM adalah hal penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pertanian Indonesia.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” terang Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti terus mendorong kinerja pendidikan vokasi di bidang pertanian.

“Pendidikan vokasi mempunyai peran penting dalam membangun kompetensi SDM. Yang berfokus pada praktik kerja dan keahlian terapan untuk memenuhi kebutuhan industri.” papar Idha.

Hadir membuka Public Expose , Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyebut giat ini sebagai ajang memperkenalkan Polbangtan Yoma kepada khalayak.

“Polbangtan Yoma adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan milik Kementerian Pertanian. Yang hadir untuk mendukung swasembada pangan.” tegasnya.

Ia menyebut ingin melakukan publikasi program serta memberikan informasi sebanyak-banyaknya untuk masyarakat.

“Di sini, kami menampilkan semua karya dan inovasi dari mahasiswa dan dosen. Ini adalah hasil dari pembelajaran.” ucap Hermawan.

Ia kembali menegaskan bahwa Polbangtan Yoma dengan 6 program studinya, siap mendukung swasembada pangan.

Dalam expose ini, menampilkan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Benih, Penyuluah Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Teknologi Pakan, dan Teknologi Produksi Ternak untuk mengenalkan program – program unggulannya.

Unit pendukung lain, seperti perpustakaan, unit penjaminan mutu, unit penelitian dan pengabdian masyarakat, serta produk – produk dari Teaching Factory dan penerima program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) turut meramaikan Public Expose.

Selain berkonsultasi mengenai pilihan program studi, pengunjung juga menikmati berbagai pilihan produk pertanian dan peternakan. Diselingi dengan hiburan yang dibawakan oleh mahasiswa dari beragam unit kegiatan mahasiswa (UKM).(*)

BRI Bogor Dewi Sartika Roadshow Campus Hiring

TANIINDONESIA.COM//Bogor — Dalam upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja dan memperluas peluang karier bagi lulusan, BRI Branch Office (BO) Bogor Dewi Sartika menggelar Roadshow kegiatan Campus Hiring dibeberapa titik.

Kegiatan Campus Hiring ini diadakan di Plaza Jambu Dua (15/10/2025). Lalu di Kampus Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Bogor Kesatuan dengan jumlah peserta sebanyak 54 orang (16/10/2025). Kemudian di Disnaker Kota Bogor (11/11/2025) dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Dan di Universitas Terbuka (UT) Bogor (12/11/2025) dengan jumlah peserta 24 orang.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen para kampus dan juga lembaga pemerintahan yang bekerjasama dengan BRI dalam menjembatani lulusan dengan dunia industri sekaligus bentuk proaktif BRI dalam menjaring talenta muda potensial.

Pimpinan BRI BO Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat menjelaskan, Campus Hiring adalah program rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan dengan langsung mengunjungi kampus-kampus untuk mencari kandidat potensial, khususnya mahasiswa tingkat akhir dan para fresh graduate.

"Terimakasih atas kerja sama yang baik antara BRI dengan beberapa pihak, disini BRI memberikan kesempatan berkarir di daerah Bogor," ungkapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project BRI yang menempatkan Region 7 Jakarta 2 sebagai regional pertama dari 18 regional di Indonesia yang melaksanakan program campus hiring secara intensif.

“Kami dari BRI betul-betul menjemput bola ke kampus-kampus, ke para alumni, dan calon alumni. Harapannya dari kegiatan ini akan banyak yang kami rekomendasikan sehingga nanti bisa bergabung bersama tim BRI ,” tegasnya.

Fahmi menambahkan, program rekrutmen ini memberikan jalur karier yang singkat dan menjanjikan. Kandidat yang dinyatakan lulus akan langsung diangkat menjadi pegawai kontrak (PKWT) di bawah BRI tanpa melalui sistem outsourcing.

“Untuk PKWT sendiri berlaku selama 18 bulan. Jika dalam periode tersebut peserta mampu mencapai target, maka akan langsung dievaluasi dan berpeluang besar diangkat menjadi pegawai tetap. Jadi, career journey tenaga pemasar di BRI ini sangat cepat,” jelasnya.

Proses rekrutmen dimulai dengan wawancara langsung pada hari kegiatan. Para kandidat yang memenuhi kualifikasi akan melanjutkan ke tahap psikotes daring dalam waktu 14 hari ke depan, sebelum akhirnya mengikuti wawancara dengan user di tahap akhir.

"Kegiatan Campus Hiring di Bogor ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri, serta membuka peluang karier yang lebih luas bagi para lulusannya di masa mendatang," tutupnya.(*)

Integrated Farming System, Kunci Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan Integrated Farming System dan Smart Farming kepada 7 petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, 11-12 November 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian terpadu dan smart farming adalah kunci untuk mewujudkan pertanian modern.

"Juga untuk meningkatkan produktivitas, mencapai swasembada pangan, dan menarik minat generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan sudah saatnya petani Indonesia maju di bidang pertanian.

"Saatnya pertanian maju melalui adopsi teknologi smart farming yang mengedepankan teknologi pertanian yang dapat mempermudah kegiatan usaha tani," kata Santi.

Kepada petugas dari Banggai, Widyaiswara BBPP Lembang menjelaskan materi tentang konsep pertanian terpadu dan smart farming.

Dijelaskan juga tentang teknologi pengolahan limbah di BBPP Lembang, menjadi produk seperti kom-mix hayati, pupuk organik cair, bioslurry, dan ecoenzyme.

Selanjutnya, peserta praktik membuat pupuk kompos dan dicampurkan dengan agens hayati trichoderma menjadi kom-mix hayati.

Petugas memberi penjelasan alat dan bahan yang diperlukan serta proses dan tahapan pembuatan hingga pupuk kompos jadi dan dapat diaplikasikan di tanaman.

Baca juga: 

Bertani on Cloud, Kenalkan Inovasi Ekonomi Sirkular Pertanian Desa

Beranjak ke laboratorium agens hayati, widyaiswara dan petugas menjelaskan jenis-jenis agen hayati yaitu Trichoderma, beauveria bassiana dan perbanyakannya yang dilakukan di BBPP Lembang serta cara pengaplikasiannya pada tanaman agar efektif mencegah penyakit pada tanaman.

Ketujuh peserta magang juga berkesempatan mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar. Diantara yang dikunjungi adalah screen house otomatis yang ditanami melon teknologi hidroponik sistem irigasi tetes dan screen house tanaman hias.

Saat melepas peserta, Rabu (12/11/2025), Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika kembali menyatakan komitmennya untuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka peningkatan kompetensi SDM dibidang pertanian.

Hal ini diapresiasi oleh pemimpin rombongan, Alfiansyah, yang menyampaikan ucapan terima kasih telah diterima dengan baik untuk mempelajari integrated farming system dan smart farming di BBPP Lembang.

“Menjadi pengalaman baru mengikuti magang di sini. Pengetahuan yang kami peroleh sangat bermanfaat sekali terutama bisa praktik langsung membuat kompos yang dicampurkan dengan agens hayati trichoderma (kom-mix hayati),” ujarnya

Alfiansyah bercerita bahwa selama ini hanya memahami teori saja yang diperoleh dari sosialisasi atau media sosial.

“Setelah langsung praktik pembuatan kom-mix hayati jadi memahami dan akan diimplementasikan agar bermanfaat untuk masyarakat petani dan kelompok tani di Kabupaten Banggai berkaitan dengan sistem keamanan pangan,” katanya.(***)

BRI KC Pancoran Dorong Transformasi Digital Perbankan Melalui BRImo

TANIINDONESIA.COM//Jakarta - BRImo, aplikasi online perban­kan terlengkap dari BRI merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan literasi digital masyarakat.

Melalui BRImo, BRI sukses meningkatkan pengalaman nasabah untuk mendorong transformasi digital dan aktivitas perbankan berkelanjutan.

“Dalam persaingan ketat pada sektor teknologi keuangan di Indonesia, inovasi mobile banking BRImo berkontribusi besar pada perkembangan industri ini," ujar Pimpinan BRI KC Pancoran, Ainul Wardi.

Ainul menambahkan, melalui slogan #SemuaPake­BRImo, aplikasi ini mewujudkan in­klusivitas dengan menjangkau beragam demografi pengguna.

BRImo juga memiliki sejumlah fitur andalan seperti pembukaan rekening digital dalam 7 menit di dalam dan luar negeri (di 11 negara) dan memfasilitasi transaksi tanpa kartu.

"Bisa bertransaksi apa saja, dimana dan kapan sesuai kebutuhan nasabah," ungkapnya.

BRImo juga menyediakan solusi untuk memenuhi kebutuhan nasabah, mulai dari financial superstore hingga pinjaman digital, investasi, dan pengaduan melalui apli­kasi.

BRImo juga mempermudah pembukaan tabungan valuta asing dengan pilihan mata uang beragam. Bahkan, BRImo juga menawarkan berbagai investasi seperti deposito berjangka, reke­ning dana nasabah, dan dana pensiun.

Terlebih lagi, BRI juga memprioritaskan kerahasiaan data dengan langkah-langkah keamanan seperti PIN, OTP, dan CVV untuk memastikan pengalaman bertransaksi BRImo yang aman dan terjamin.

“BRImo bertekad mendukung masyarakat mencapai pertumbuhan berkelanjutan dengan menyediakan layanan digital terbaik,” tutupnya.(***)

BRI KC Pancoran Berbagi Makanan Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//Jakarta - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Kantor Cabang (KC) Pancoran menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan kepada masyarakat sekitar wilayah Kantor BRI KC Pancoran.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI KC Pancoran sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI KC Pancoran dengan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, para Pekerja BRI KC Pancoran turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan kepada pengemudi ojek online, sopir kendaraan umum dan pengendara yang melintas di sekitar kantor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILian,” ujar Pimpinan BRI KC Pancoran, Ainul Wardi.

Ainul menambahkan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI KC Pancoran.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

"Semoga dengan adanya Program Jumat Berkah ini bisa bermanfaat bagi orang banyak," tutupnya.(*)

Sinergi Polbangtan Kementan dan Pemkot Yogyakarta: Panen Labu Madu, Perkuat Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong tercapainya ketahanan pangan nasional. Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), Kementan mengajak warga Kota Yogyakarta membudidayakan labu madu.

Bersama Walikota Yogyakarta, Polbangtan Yoma melaksanakan panen labu madu di Kebun Celeban, Kota Yogyakarta, Kamis (13/11/2025).

Panen pada lahan seluas 3 x 27 meter persegi ini membuktikan bahwa labu madu dapat tumbuh baik di kawasan perkotaan.

Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran dan praktik agribisnis hortikultura. Karena itu, Polbangtan Yoma terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung program swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertanian.

“Perguruan tinggi berperan besar dalam kemajuan bangsa. Melalui kolaborasi ini, kita dapat mempercepat tercapainya target swasembada pangan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya sinergi pendidikan vokasi dan teknologi modern untuk menyiapkan SDM pertanian yang mampu menjawab tantangan global.

Baca juga:

Tingkatkan SDM Pertanian, Polbangtan Kementan Latih Literasi Penyuluh

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi program Polbangtan Yoma.

“Kami sangat tertarik, terutama aktivitas produksi pangan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mandiri pangan,” ujarnya.

Menurutnya, labu madu memiliki nilai gizi dan ekonomi tinggi, sesuai dengan upaya pemerintah daerah menyediakan pangan lokal yang sehat dan ramah lingkungan.

“Karena cita-cita kita adalah berdikari di bidang ekonomi dan pangan,” jelasnya.

Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun pertanian yang produktif, sehat, dan berkelanjutan.

“Panen labu madu ini bukan hanya hasil belajar mahasiswa, tetapi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan inovasi pertanian yang berdampak pada gizi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi contoh pembelajaran berbasis produksi dan kerja sama berkelanjutan.

Endah juga mengundang Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sebagai bentuk dukungan Polbangtan Yoma dalam pengembangan pertanian berorientasi gizi dan keberlanjutan.(***)