17 Mei 2026

Hari: 21 Juni 2023

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kementan Perkuat Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//Jawa Timur - Meningkatkan nilai tambah produk pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian. Untuk mendukung hal itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat kompetensi SDM.

Peningkatan kualitas SDM itu dilakukan melalui Training of Trainer (TOT) “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian”, 21 – 23 Juni 2023, di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian. TOT dilaksanakan dalam 30 Jam Pelatihan dengan Metode Blended Learning.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hadir membuka kegiatan secara online dari Agriculture War Room (AWR) Kementan, mengatakan update pengetahuan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dibutuhkan sebagai antisipasi perubahan iklim, dan ancaman el nino dan krisis pangan global.

"Dalam kondisi ini, kita harus manfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan alam kedepan. TOT ini penting untuk mengupdate pengetahuan," kata Syahrul.

"Kita tidak dapat menyelesaikan masalah saat ini dengan solusi lima atau sepuluh tahun lalu, harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan adaptif menghadapi tantangan pertanian kedepan” ujar Syahrul.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, yang hadir secara online, mengatakan Tema TOT kali ini, peningkatan nilai tambah komoditas pertanian adalah isu yang sangat penting dan merupakan isu yang diangkat pada pertemuan Menteri Pertanian Negara G20 di Bali Tahun lalu.

“Dan disepakati bersama peningkatan nilai tambah produk pertanian adalah cara meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan.
Karena sesungguhnya keuntungan itu ada di nilai tambah komoditas pertanian itu jelas Dedi.

Dedi menambahkan, petani harus memiliki kemampuan untuk mengolah hasil panen.

Pastikan Kerjasama Berjalan, Kementerian Pertanian Kunjungi Calon Lokasi Magang di Jepang

"Petani jangan jual produk mentah, harus dapat mengolah produk nya agar punya nilai tambah, dengan begitu hasil yang didapat jadi lebih banyak”.

Apresiasi pelaksanaan TOT, disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) -RI asal Provinsi Lampung, Bustami Zainudin yang yang hadir secara online.

Bustami Zainudin mengatakan upaya peningkatan nilai tambah untuk petani merupakan solusi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan dalam pada akhirnya akan mewujudkan kedaulatan pangan.

Peserta yang hadir berjumlah 120 orang dan terdiri dari 60 orang dari Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian dan 60 orang dari Petani Milenial. Kegiatan ini dilaksanakan secara online di seluruh UPT Pelatihan lingkup BPPSDMP.

Hadir saat pembukaan di BBPP Batu, Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang sebelumnya di tempat yang sama membuka Pelatihan Kewirausahaan untuk Petani Milenial, Kepala BBPP Batu, Sabir, dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.

Pastikan Kerjasama Berjalan, Kementerian Pertanian Kunjungi Calon Lokasi Magang di Jepang

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan kunjungan dalam rangka menindaklanjuti kerjasama dengan JA Hokkaido, Jepang pada 17-23 Juni 2023. Kegiatan ini merupakan kunjungan untuk melihat calon lokasi magang di bidang pendidikan pertanian.

Kerjasama yang dilakukan antara BPPSDMP dengan JA Hokkaido meliputi magang bagi mahasiswa dan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian lingkup Kementerian Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Dalam kesempatan itu, Tim BPPSDMP Kementan yang dipimpin oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi melakukan field trip ke lokasi permagangan yang digunakan oleh JA Hokkaido, yaitu di Seiji Sudonoen dan di Ecorinmura. Field Trip bertujuan memastikan lokasi yang akan menjadi tujuan dari mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI yang diperkirakan akan mulai melakukan magang pada tahun 2023.

Pada kunjungan di Seiji Sudonoen, Tim BPPSDMP bertemu dengan 2 tenaga kerja Indonesia yang sedang melakukan magang yang masing-masing berasal dari Provinsi Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Perkuat Hubungan Kerjasama SDM Pertanian, Kementan Hadiri Indonesia – Japan Friendship Day

Sebelumnya, Tim BPPSDMP Kementan melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, dalam rangka mendapatkan dukungan dalam kerjasama kegiatan permagangan mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI. Kedatangan Tim BPPSDMP Kementan diterima langsung oleh Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang. “Kami akan mendukung upaya Kementan untuk memajukan anak bangsa” ujar perwakilan dari KBRI Jepang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global.

“Kita percaya bahwa di tangan anak muda masa depan bangsa akan lebih baik lagi. Yang penting mereka mau melakukannya. Kita berharap dengan pertanian Indonesia jadi lebih baik lagi karena selama ini terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan apapun hari ini, besok dan masa yang akan datang,” katanya.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menambahkan mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha, harus kreatif dan inovatif untuk membangun sektor pertanian. “Petani yang seperti itu (memiliki jiwa wirausaha tinggi) yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” jelas Dedi.

Perkuat Hubungan Kerjasama SDM Pertanian, Kementan Hadiri Indonesia – Japan Friendship Day

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang.

Kegiatan ini merupakan kunjungan dalam rangka menghadiri Business Forum on the Potential of Indonesian Human Resources yang merupakan bagian dari Indonesian-Japan Friendship Day in Sapporo pada 17-23 Juni 2023.

Dalam kesempatan itu, Tim BPPSDMP Kementan bertemu dengan Director General Department of Agriuclture Hokkaido Government serta tim dari JA Hokkaido, dimana pada kesempatan sebelumnya BPPSDMP telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan JA Hokkaido.

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

“Hokaido tempat lumbung pangan, walau begitu petaninya sudah tua, jadi pekerjanya sudah kurang sekali. Kami mendengar akan ada pekerja-pekerja SSW dari indonesia dan kami akan senang untuk menerima mereka.

Mereka akan belajar teknik-teknik pertanian di Hokkaido serta akan membawa ilmunya ke indonesia. Kami ingin win-win solution dengan indonesia. Disini kami ingin juga membuat tempat bekerja yang mudah dan nyaman untuk para pekerja di bidang pertanian,” ujar Director General Department of Agriuclture Hokkaido Government pada sambutannya.

Kerjasama yang dilakukan dengan JA Hokkaido meliputi magang bagi mahasiswa dan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian lingkup Kementerian Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai solusi atas kurangnya tenaga kerja usia muda di Jepang.

MoU dengan JA Hokkaido, merupakan langkah awal Polbangtan dan PEPI menuju world class polytechnic. Diharapkan, Polbangtan dan PEPI dapat menjadi leader vocational agriculture di Indonesia.

Sebelumnya, Tim BPPSDMP Kementan melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, dalam rangka mendapatkan dukungan dalam kerjasama kegiatan permagangan mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI.

Kedatangan Tim BPPSDMP Kementan diterima langsung oleh Perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang. Dalam pertemuan tersebut, KBRI Jepang menyatakan siap mendukung upaya Kementan untuk memajukan anak bangsa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global.

PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

“Kita percaya bahwa di tangan anak muda masa depan bangsa akan lebih baik lagi. Yang penting mereka mau melakukannya. Kita berharap dengan pertanian Indonesia jadi lebih baik lagi karena selama ini terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan apapun hari ini, besok dan masa yang akan datang,” katanya.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menambahkan mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha, harus kreatif dan inovatif untuk membangun sektor pertanian.

“Petani yang seperti itu (memiliki jiwa wirausaha tinggi) yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” jelas Dedi Nursyamsi.

“BPPSDMP akan menyiapkan tenaga kerja pertanian milenial Indonesia yang tersertifikasi sehingga siap bekerja di Jepang dan akan segera diawali di Tahun 2023 ini,” tutup Dedi Nursyamsi.